
Beberapa bulan kemudian..
...****************...
Salim menghempaskan dirinya di sofa di ruangan kerja Alex, wajahnya tampak kusut. Ia membuka kaca matanya kemudian memijit pelipisnya. Alex yang tengah sibuk di depan layar laptopnya hanya menoleh pada Salim sebentar sebelum kemudian dia fokus pada laptopnya kembali.
Memang sudah biasa entah itu Bram atau Salim begitu pun dengan Vicky bertandang ke kantor atau ke rumah Alex, kedekatan mereka kini layaknya saat mereka masih kecil dulu
Alex merenggangkan tangannya, ia lalu mengusap - usap tengkuknya yang terasa pegal, pandangannya lalu beralih pada Salim yang masih memijit - mijit pelipisnya
...“Lo kenapa Lim?” Tanya Alex...
Salim menggaruk kepalanya, lantas memasang kaca matanya kembali
...“Raina Lex” tutur Salim lirih...
...“Raina kenapa? Kalian putus?” Tanya Alex, Salim memang telah menjalin hubungan asmara dengan Raina beberapa bulan belakangan ini. Semenjak pertemuannya dengan Salim di acara syukuran kelahiran Alevir, Raina gencar mendekati dokter tampan itu, setelah mereka resmi berhubungan Raina sering datang ke Indonesia, atau Salim yang datang berkunjung ke Brunnei...
...“Ga gitu, tadi gue ditelepon kan ya sama Raina, terus dia bilang kalo Bapaknya ga setuju sama hubungan kami Lex” tutur Salim sendu...
Alex mengernyitkan keningnya sebelum ia bangkit dari kursi kerjanya dan menghampiri Salim
...“Kalian udah serius nyampe ngelibatin Papanya Raina?” Tanya Alex ...
Salim mantap mengangguk
...“Ah.. udah lah Lex, hubungan gue ga mungkin berhasil, gue harusnya sadar diri dari awal!” Tutur Salim frustasi sambil bangkit sebentar dari duduknya namun kemudian duduk kembali...
Alex hanya mengamati sahabatnya yang tengah gusar itu
...“Pulang ke rumah gue yuk!” Ucap Alex sambil bangkit...
...“Gue datang jauh - jauh kesini pengen curhat lo malah ngajak pulang” protes Salim...
...“Cuma istri gue yang lo bakal dengerin saat lo galau gini, lagian gue udah kangen banget sama Alevir” ucap Alex...
Mendengar nama Alevir mata Salim sontak berbinar, hampir lima bulan semenjak kehadiran Alevir ia hampir tiap hari mendatangi bayi mungil itu. Salim yang tadinya murung seketika sumringah dan berjalan mendahului Alex, memang begitu lah Salim ketika mendengar nama Alevir, bayi itu punya magnet yang besar buatnya
...----------------...
__ADS_1
Tak berapa lama iring - iringan mobil Alex sampai di pelataran rumah mewahnya, hati Alex menghangat melihat Vira menyambutnya di depan pintu rumah dengan mengemban Alevir, semua rasa lelahnya tadi hilang seketika.
Baru saja Alex hendak turun, Salim malah sudah turun duluan dan sigap menghampiri Alevir, Alex sampai melongo dibuatnya, kalau saja Salim bukan sahabatnya sudah bareng tentu ia akan jitak kepala Salim itu
...“Om ga boleh nyentuh Alevir dulu ya, Om cuci tangan dulu, bersih - bersih dulu” tutur Vira pada Salim, yang wajahnya sumringah melihat Alevir, protokol dari Alex memang, tidak boleh ada seorang pun yang menyentuh Alevir kalau belum higienis...
...“Tunggu bentar ya ganteng, Om bersih - bersih dulu” ucap Salim yang langsung merangsek masuk ke dalam rumah...
Alex yang baru saja sampai di depan Vira gemas melihat dua makhluk menggemaskan di depannya, Vira terlihat begitu cantik sore ini dengan dress Gucci berwarna putih selutut, rambutnya ia cepol tinggi sehingga tengkuk putihnya jelas terlihat
...“Kamu godain aku supaya Alevir punya adek Vir?” Bisik Alex sambil mengecup pipi istrinya, wajah Vira memerah malu jadinya...
...“Tergantung Alevir, kalo dia bobonya cepet, aku bisa pertimbangkan proposal pembuatan adeknya Alevir” goda Vira, jantung Alex memompa cepat dibuatnya. Keduanya tiba - tiba menjadi salah tingkah, Alex sampai melonggarkan dasinya. Meskipun mereka sudah menikah dan punya anak, tapi rasa ketertarikan mereka masih sama seperti ketika mereka pacaran dulu. ...
Salim yang tiba - tiba sudah berada di belakang Vira berdehem, memecah salah tingkahnya Alex dan Vira
...“Sini sama Om sayang, biar Papa sama Mama pacaran dulu ya” tutur Salim sambil meraih Alevir dari pangkuan Vira dan mengembannya lalu beranjak meninggalkan Vira dan Alex...
Vira dan Alex senyum malu - malu, cinta mereka kembali berbunga, gelenyar kembali hinggap di hati keduanya. Inginnya sih segera melampiaskan rasa mereka, tapi apa boleh buat ada Salim dan baladanya yang harus mereka selesaikan terlebih dahulu.
...“Mandi dulu sayang, biar kebagian gendong Alevir, soalnya ntar lagi Baba, Mama, Romo Sultan, sama Permaisuri mau dateng, gendongnya pasti rebutan” tutur Vira, Alex menoleh sebentar pada Vira...
Vira terkekeh melihat Alex yang kemudian lari tunggang langgang, memang susah kalau Alevir sudah sama Eyang - Eyangnya, Alex harus menunggu lama agar bisa menggendong Alevir.
......................
Selepas santap bersama, ketiganya mendudukkan diri di ruang tengah, Alevir sudah terlelap berkat buaian Alex padanya, training Salim untuk menjadikan Alex Ayah siaga memang berhasil, Alex kini terampil mengganti popok Alevir atau membuainya hingga tidur.
...“Jadi dokter Salim ditolak sama Papanya Raina?” Tanya Vira prihatin. Salim mengangguk, wajahnya sendu...
...“Gini ya rasanya jadi kamu Vir saat ditolak Ibu saya sama Bram dulu” gumam Salim ...
Vira menghela nafasnya sementara Alex menatap kasihan sahabatnya
...“Dokter jangan putus asa, selama Raina mencintai dokter dan bisa menerima dokter, harusnya orang tuanya juga begitu” tutur Vira yang diamini Alex...
...“Dokter ingat keraguan dokter pada Alex dan keluarganya untuk menerima saya kan? Dokter bilang ga mungkin keluarga Alex mau menerima saya, tapi karena saya yakin Alex menerima saya dan mau memperjuangkan saya di depan keluarganya membuat saya ga menyerah dok” cerocos Vira pada Salim yang tak bergeming...
...“Ga semudah itu Vir, kalo pun akhirnya menerima, saya ga bakalan sanggup sih Vir mengimbangi kehidupan Raina, bahkan untuk pesta nikah yang pantas buat Raina yang anak Perdana Menteri aja kayaknya saya ga sanggup, udah lah ini ga mungkin dilanjutin Vir!” Tandas Salim putus asa, matanya berkaca - kaca...
__ADS_1
Alex menatap sahabatnya, ia lantas tersenyum
...“Kapan kita mau ngelamar Raina?” Seloroh Alex, Salim melongo dibuatnya...
...“Wah ga nyimak sih lo dari tadi, gue kan bilang tadi gue ga sanggup Lex, dah lah gue udahan aja sama Raina!” Debat Salim...
Alex menggeram, sahabatnya yang satu ini memang keras kepala, ingin ia berkata kasar tapi urung karena tatapan yang menenangkan dari istrinya, akhirnya Alex hanya bisa berdehem
...“Sekali lagi gue tanya, kapan kita mau ngelamar Raina?” Tanya Alex lagi, ucapannya sengaja ditekankan...
Salim tahu betul Alex jika sudah begitu, satu kata yang salah lagi terucap dari bibir Salim, alamat dia dan Alevir bisa dipisahkan berbulan - bulan, Salim mana mampu jauh dari Alevir.
...“Ya udah terserah lo aja, tapi yang pasti orang tua gue udah down duluan pas tau kalo Raina anak Perdana Menteri” tutur Salim pasrah...
...“Orang tua lo akan datang pada saat kalian nikah nanti, tapi yang akan datang dulu buat ngelamar Raina ke Papanya itu Baba, Mama, Kanjeng Sultan, dan Permaisuri ngewakilin keluarga lo, gue sama Vira juga bakalan ikut” tandas Alex, Vira mengamini dan mengangguk setuju pada rencana suaminya...
...“Percaya sama gue, Papanya Raina ga bakalan nolak begitu ngeliat Baba, gue, dan Kanjeng Sultan, dan soal biaya pernikahan, berapa pun yang lo butuh atau sebesar apa pun pesta yang lo mau, itu urusan gue” tutur Alex lagi...
Hati Salim sebenarnya terenyuh, sudah menghangat malah atas perhatian sahabatnya, tapi gengsinya masih tinggi
...“Gue ga mau dikasihanin, gue emang ga banyak duit tapi gue punya harga diri!” Celetuk Salim, yang mengundang amarah Alex, Vira yang sadar Alex tengah emosi sigap mengelus - elus punggung suaminya itu. Alex menghirup udara banyak - banyak lantas menghembuskannya pelan ...
...“Denger ya Lim, ini tugas gue sebagai temen lo, sama seperti lo yang bantuin Vira tanpa pamrih dulu, gue juga berhak bantuin lo sekarang, gue ga mau di debat soal ini” tutur Alex lagi...
Salim tak bergeming, hanya raut mukanya yang berubah sedih, air mata sudah menggantung di pelupuk matanya
...“Vira yang akan ngatur semua persiapan lamarannya, dia akan memastikan Raina dapet yang terbaik” ucap Alex lagi, Vira mengangguk mantap...
...“Udah dokter tenang aja, serahin aja masalah restu Papanya Raina pada Alex dan Baba, dan masalah persiapan lamaran sama nikahan nanti saya yang urus” ucap Vira...
Salim menatap Vira dan Alex, mereka berdua bagai pasangan malaikat di depan Salim sekarang
...“Gue ga tau mau ngomong apa Lex, Vir.. kalian baik banget, makasih ya” luruh sudah air mata Salim, ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan menghambur pada Alex, Alex ikut bangkit dan menerima pelukan sahabatnya itu...
...****************...
Dan seperti apa yang telah dijanjikan Alex, dua minggu kemudian rombongan keluarga Alex dan Vira berangkat menuju istana orang tua Raina. Tak kurang dari dua jet pribadi milik keluarga Alex diberangkatkan untuk mengantar Salim, berbagai macam seserahan dari mulai beberapa set perhiasan berlian, baju dan tas dari berbagai macam merk dunia dengan harga selangit lengkap dengan sepatunya diberikan sebagai barang seserahan untuk Raina, sambutan hangat keluarga Raina menyambut kedatangan mereka. Setelah tahu siapa yang datang mewakiili Salim dan mendengar berbagai pujian tentang kebaikan Salim dari Baba, Kanjeng Sultan, serta Alex, orang tua Raina akhirnya menerima Salim dengan tangan terbuka. Raut bahagia dan lega terlihat di wajah Raina dan Salim, tanggal pernikahan pun ditetapkan sudah. Tak kurang dari tiga bulan lagi keluarga Raina meminta gelaran pesta mewah diadakan di negaranya dengan berbagai macam syarat, Salim menyanggupi tanpa ragu, ia tahu ada Alex dan Vira yang akan mendukungnya.
(Note Author: Tak terasa tinggal beberapa episode menuju tamat, terima kasih untuk like, komen, favorite, gift, serta votenya selama ini ya. Masih ditunggu like, komen, favorite, gift serta votenya tak lupa kritik serta saran tentunya 🥰🥰🥰🥰. Dan semoga teman - teman suka dengan karya kedua author nanti ya ❤️❤️❤️)
__ADS_1