Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Pernikahan Vicky


__ADS_3

(Hai all, welcome ke episode bonus spesial untuk kalian semua yang sudah setia mensupport author, jangan lupa mampir ke karya kedua author yang berjudul “Satu Suami Dua Istri” besar harapan author agar karya kedua author mendapat antusiasme dari teman - teman semua berupa like, gift, favorite, vote, serta tak lupa kritik dan saran 😊😊. Happy reading all ❤️❤️❤️❤️)


Vicky mengusap - ngusap nisan milik Diah, kuburan yang sudah berumur sebulan itu terawat dengan baik, tangan Vicky sendiri lah yang membersihkan kuburan Ibunya setiap hari. Pria tampan itu tak pernah absen datang kesana untuk mendo’akan atau sekedar bercerita seolah Ibunya masih ada.


...“Mi, besok aku nikah lagi sesuai dengan keinginan Mami” ucapnya lirih, tanpa di komando air matanya mengalir ...


...“Tapi maaf karena bukan Vira yang jadi menantu Mami sesuai dengan keinginan Mami, maaf karena aku gagal membawa Vira lagi” ujarnya dengan berderai air mata...


...“Vira sama Alex tambah bahagia sekarang Mi, seminggu yang lalu bayi kembar mereka lahir, dua bayi jagoan, keduanya mirip Alex” tuturnya lagi sambil terkekeh, satu tangannya mengusap kasar air matanya, menengadah sebentar matanya mengedar ke sekeliling pemakaman yang sepi...


...“Ga mudah melihat Vira bahagia dengan pria lain, karena seperti yang Mami tau aku ga pernah bisa ngelupain Vira” ucapnya...


...“Tapi Aku janji akan bahagiain Laura Mi, aku janji akan belajar mencintai Laura, dan aku ga akan pernah nyakitin Laura seperti aku nyakitin Vira dulu” tuturnya lagi, air matanya mengalir tanpa henti...


...“Besok aku bawa istriku kesini Mi, besok aku udah ga sendiri, jadi Mami jangan khawatir lagi, Mami bisa tenang sekarang” ucapnya lirih, tangannya mengelus nisan Ibunya kembali sebelum ia beranjak pergi dari situ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak seperti yang dibayangkan dan sudah di rencanakan sebelumnya, pernikahan Vicky dan Laura berlangsung sangat sederhana, tak ada ballroom mewah yang dihiasi sebagai singgasana raja dan ratu sehari, tak ada kue pengantin, bahkan tak ada tamu undangan, hanya para sahabat dekat dan orang tuanya masing - masing. Bahkan pernikahannya hanya berlangsung di KUA, setelah itu pengantin dan orang - orang terdekat yang diundang kembali ke rumah Vicky, untuk sekedar makan - makan dan berkumpul.


Vicky yang memutuskan acara pernikahannya seperti itu saja, kehilangan Diah masih sangat membekas bahkan kalau boleh jujur Vicky belum ikhlas, Laura menyetujui keinginan Vicky sebagai bukti cintanya untuk pria itu.


...“Kenapa acaranya cuma gini Lex?” Tanya Maryam sendu, bukannya apa Maryam sudah mempersiapkan acara pernikahan besar - besaran untuk Vicky di ballroom hotel milik keluarganya...


...“Ga apa - apa Ma, Vicky masih berduka, kita harus menghormati keputusannya” sahut Alex ...


...“Ya sudah lah, yang penting dia dan Laura sudah nikah, Mama lega, kasian kalau dia harus hidup sendirian” ucap Maryam...


Vira yang mencuri dengar pembicaraan mertua dan suaminya itu menatap kasian pada Vicky yang tengah duduk diam meskipun orang - orang di sekelilingnya sedang sibuk bersantap sambil bersenda gurau, tak tampak raut kebahagiaan di wajahnya, kehilangan Diah begitu menyakitkan baginya.


Mata Vira mengekori Vicky yang beranjak meninggalkan Laura yang tengah sibuk ngobrol bersama sahabat - sahabatnya, Vicky memisahkan diri dan duduk di sofa tak jauh dari tempat semua orang berkumpul, tangannya terulur meraih foto Diah yang terbingkai dalam figura, foto itu kemudian dibelainya lembut sama dengan cara ia membelai Diah saat Diah masih ada.


...“Mas aku boleh ngomong sama Mas Vicky sebentar?” Tanya Vira, meminta izin pada suaminya, Alex mengikuti mata Vira yang menunjuk Vicky...

__ADS_1


...“Iya sayang, ga apa - apa” jawab Alex tanpa ragu, Vira tersenyum kemudian beranjak mendekati Vicky, ia lalu mendudukkan dirinya sedikit agak jauh, tak ingin menyinggung perasaan Alex atau Laura...


...“Mas ga apa - apa?” Tanya Vira, Vicky menoleh ke asal suara, lalu fokus lagi pada foto Ibunya...


...”Kamu tau saya ga baik - baik saja tanpa Mami kan Vir” sahut Vicky...


...“Relain Mas, sekarang udah ada Laura, Mas harus bahagiain Laura, Mas ga boleh larut dalam kesedihan” tutur Vira...


...“Terima kasih Vir” ucap Vicky, Vira mengerutkan keningnya ...


...“Untuk apa Mas?” Tanya Vira bingung...


^^^“Untuk ga membenci saya dan Mami setelah semua yang telah kami lakukan sama kamu” ucap Vicky^^^


...“Udah lah Mas, yang lalu lalu biar berlalu ga perlu diinget lagi” tutur Vira, “sekarang jalani hidup Mas yang baru bersama Laura” tandas Vira...


Vicky mengangguk lemah


...“Saya sulit menggantikan kamu dengan siapa pun Vir” tambah Vicky...


...“Aku tau Mas, tapi hanya ada masa lalu antara kita berdua, dan aku minta kalau Mas sayang sama aku tolong Mas belajar mencintai Laura dan jangan sesekali menghadirkan Nyonya muda baru buatnya” cerocos Vira...


...“Iya Vir, aku janji akan membahagiakan Laura” sahut Vicky...


...“Terima kasih juga Mas” ucap Vira...


Vicky mengernyitkan keningnya tak mengerti, untuk apa mantan istrinya itu mengucapkan terima kasih padahal Vicky tak pernah memberikannya apa pun selain duka


...“Untuk apa Vir?” Tanya Vicky...


...“Untuk apa pun yang Mas lakukan yang membuatku akhirnya bertemu dengan Alex, aku bahagia sama Alex Mas” ucap Vira, Vicky mengangguk mengerti kemana arah pembicaraan Vira, ia tahu kalau mantan istrinya itu ingin menegaskan bahwa ia benar - benar sudah melupakan Vicky, tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal untuknya...


Lama tak kembali ke sisinya Laura mengedarkan pandangannya mencari sosok Vicky, begitu melihat Vicky dan Vira yang tengah berbincang berdua hatinya tak nyaman, meskipun ia tahu tak mungkin ada rasa yang akan kembali terjalin diantara keduanya, Laura menghela nafasnya dan menerbitkan senyum terbaiknya, ia lalu beranjak mendekati Vicky dan Vira

__ADS_1


...“Mas, kamu disini ternyata” ucap Laura sambil mendudukkan dirinya disamping Vicky, Vicky menyambut istrinya itu dengan senyum ...


...“Tadi ngobrol sama Vira bentar, sayang” ucap Vicky yang mesra pada istrinya...


Blush…


Pipi Laura memerah, pertama kalinya Vicky memanggilnya sayang di depan orang lain pula. Melihat interaksi mesra suami istru itu Vira pamit meninggalkan keduanya


...“Mas ih, malu sama Mba Vira tadi” ucap Laura...


...“Kenapa malu? Kan wajar aja kalau Mas manggil istri dengan sebutan sayang” sahut Vicky, tangannya terulur membelai - belai surai hitam Laura...


...“Ya kan bisa nanti kalau udah ga ada orang” tutur Laura malu - malu, wajahnya sudah semerah tomat sekarang...


...“Maksunya pas kita di kamar?” Goda Vicky...


Deg..


Jantung Laura berdebar kencang, mengerti arah pembicaraan suaminy itu, ia paham malam ini ia harus melaksanakan tugas pertamanya sebagai istri


...“Udah siap kan?” Goda Vicky lagi...


...“Siap apanya Mas?” Tanya Laura pura - pura tak mengerti, padahal ia luar biasa gugup sekarang membayangkan malam pertamanya bersama Vicky...


...“Ayolah Nyonya Vicky, jangan pura - pura ga tau” ucap Vicky lagi, senang betul ia menggoda wanita cantik yang pipinya bersemu merah sekarang...


...“Mas.. ih!” Ucap Laura lagi, malunya sudah ampun - ampunan ...


Vira dan Alex memandang bahagia suami istri yang tengah saling menggoda itu dari kejauhan, hati mereka lega karena Vicky yang tadinya mereka khawatirkan tak akan mau membina rumah tangga lagi karena obsesinya pada Vira, sekarang sudah didampingi perempuan yang baik dan cantik.


...“Semoga mereka bahagia sama seperti kita sayang” ucap Vira pada Alex...


...“Iya sayang, semoga” sahut Alex sambil mendekap sayang istrinya...

__ADS_1


Bukan hanya mereka sebenarnya yang merasa lega, tapi semua orang yang berada disitu, mereka yang tahu betul bagaimana terobsesinya Vicky pada Vira mengucap syukur atas pernikahan Vicky dan Laura.


__ADS_2