
..."Mas, stop!" hardik Vira pada Alex yang baru saja memagut bibirnya dan hendak membuka jubah mandi yang dipakai Vira, tangan Vira refleks mendorong dada bidang Alex, dan membuat Alex tersentak kaget...
..."Vir, aku masih suami kamu, apa aku ga boleh nyentuh kamu Vir?" tanya Alex, matanya menatap nanar Vira...
..."Aku ga bisa Mas, tolong kamu ngerti!" sentak Vira...
..."Vir, sampai kapan kita akan begini? Sampai kapan kamu akan menjauhiku Vira?" tanya Alex lirih, ia kembali maju mendekati Vira, namun Vira serentak mundur...
..."Aku ga tau Mas, aku ga tau" ucap Vira lirih, air mata menggelayut di pelupuk matanya...
..."Aku memang salah Vir, aku minta maaf, tapi sampai kapan kamu mau menghukum aku kayak gini Vira? Apa kamu ga sadar kalo dengan kondisi kita yang kayak gini justru akan membuat Vicky seneng?" tanya Alex...
Vira mendelik pada Alex
..."Kamu yang membuat rencana Vicky berhasil Mas, seandainya saja dari awal kamu percaya sama aku kita pasti ga akan pernah ngalamin kejadian kayak gini Mas!" sengit Vira...
Alex menarik nafasnya
..."Iya Vir, aku memang salah karena ga percaya omongan kamu, tapi itu udah terlanjur terjadi Vira, aku udah minta maaf sama kamu, aku juga udah menghukum Sarah, apalagi yang kamu permasalahkan Vir?" ucap Alex, suaranya gemetaran menahan rasa sesal dan sedih...
..."Masalahnya aku trauma Mas!" tandas Vira, lolos sudah air matanya...
Alex membisu, ia tak mampu berkata apa - apa
..."Apa yang kamu lakukan sama dengan apa yang Vicky lakukan dulu, kalian membela wanita yang sama - sama menghancurkan perasaanku Mas" tutur Vira lagi, Alex memejamkan matanya menahan rasa sakit karena ucapan Vira, sebenarnya ia tak sudi disamakan dengan Vicky karena ia tak mengkhianati Vira, ia setia padanya...
..."Dan yang lebih membuatku muak adalah begitu aku tau kamu masuk dalam jebakan Sarah dengan bodohnya hanya karena kamu percaya padanya, kamu tau Vicky akan sesenang apa Mas?" cerocos Vira lagi, kali ini ia menatap Alex dengan benci...
Dada Alex kembang kempis menahan perasaannya yang tak karuan
..."Gimana aku bisa melupakan itu begitu aja Mas? Coba kamu kasih tau aku gimana caranya, Mas?" tanya Vira lirih, air mata mengalir di pipinya yang putih...
..."Vira, aku benar - benar minta maaf, aku salah Vir, gimana lagi cara aku minta maaf sama kamu?" tanya Alex sendu...
..."Tolong Vir, ajukan syarat apa pun agar kamu mau memaafkan aku, aku ga bisa kayak gini terus Vir, aku ga mau jauh dari kamu" ucap Alex, kini ia terduduk dengan kepala yang tertunduk, tangannya sibuk menyeka air matanya yang menetes keluar...
Vira tak bergeming, jujur ia ingin sekali memeluk pria yang dicintainya itu, tapi lagi - lagi Vira terhantui oleh bayangan Sarah
..."Aku pengen kita pisah rumah dulu Mas, sebaiknya kamu pulang ke rumah, untuk sementara biarkan aku di keraton dulu" tutur Vira, matanya tertunduk tak sanggup melihat Alex...
Alex terhenyak, ia mendongak, matanya membulat melihat Vira tak percaya
..."Apa maksud kamu Vir?" tanya Alex, ia ingin memastikan pendengarannya...
..."sudah cukup jelas kan Mas? Sebaiknya kita tinggal terpisah dulu untuk sama - sama introspeksi diri" tutur Vira...
Alex menggelengkan kepalanya, rahangnya mengeras
..."Enggak Vir, aku ga mau pisah dari kamu, ga akan pernah! Dimana ada kamu maka disitu akan ada aku, jadi jangan pernah kamu nyuruh aku untuk pergi jauh dari kamu Vira" tandas Alex...
Vira menoleh pada Alex, tatapannya tak lagi benci, ia kini menatap Alex dengan memelas
..."Mas tolong, kamu sendiri yang bilang kalo kamu pengen aku ngajuin syarat kan? Itu syaratnya Mas, aku pengen kita tinggal terpisah dulu" ucap Vira lirih...
Alex tak mungkin menolak apa pun yang diminta Vira dengan tatapan seperti itu, mau tak mau meskipun dengan sangat berat hati ia akan mengabulkan keinginan Vira. Alex mengepalkan tinjunya, hatinya remuk redam, lagi - lagi ia harus berjauhan dengan Vira
..."kalo itu syarat dari kamu supaya kamu bisa maafin aku, baiklah Vir, aku akan pulang ke rumah kita" tutur Alex, ia lalu mengusap air matanya sebelum kemudian beranjak dari kamar dan meninggalkan Vira dengan perasaan hampa...
Sepeninggal Alex, Vira membaringkan dirinya di tempat tidur, pikirannya berkelana, bukan hanya Alex yang takut kehilangannya, ia pun sama. Ia benar - benar takut kehilangan Alex, tapi entah kenapa Vira tak bisa lepas dari rasa kecewa yang menghantuinya.
Ribut - Ribut yang sempat terdengar hingga keluar kamar itu membuat Maryam dan keluarga Vira prihatin, apalagi ketika Alex pamit untuk pulang dengan wajah yang muram. Mereka tak mengerti kenapa kedua sejoli yang sama - sama saling mencintai itu begitu sulit untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi.
..."Ini harus gimana Mba Maryam, kenapa masalah mereka ga selesai - selesai!" Tutur Wening pada Maryam ...
Maryam mengipas - ngipas wajahnya dengan kipas tangannya, pikirannya gusar mengingat nasib anak dan menantunya sekarang
..."Saya juga ga tau mba, kenapa masalahnya jadi berlarut - larut seperti ini" tutur Maryam sendu...
..."KIta berdo'a saja semoga Nak Alex ga patah semangat untuk meyakinkan Vira, pasti ga mudah buat Vira, tapi kalo Nak Alex bersungguh - sungguh Vira pasti bisa luluh" tutur Romo, Kanjeng Sultan dan Baba manggut - manggut setuju....
__ADS_1
Dan benar saja, Alex memang memulai usahanya dengan sungguh - sungguh, ia datang ke keraton pagi sekali bahkan saat penghuni keraton masih memejamkan matanya, Alex kemudian mandi dan sarapan pagi bersama layaknya saat ia masih tinggal di keraton, ia pun berangkat ke kantor dari keraton meskipun harus menempuh perjalanan selama berjam - jam lamanya.
Usaha Alex tak hanya itu, hari pertama mereka pisah rumah, Alex mengirimkan 100 buket bunga mawar merah untuk Vira, membuat para abdi dalem kelimpungan bolak - balik mengantarkan buket mawar ke kamar Vira, tak ayal kamar Vira bagai kebun bunga mawar sekarang.
Hari kedua Alex mengirimkan 15 set perhiasan berlian yang ia kirimkan tiap jam mulai dari Vira membuka mata hingga Vira hendak terlelap kembali
Esoknya Alex mengirimkan puluhan baju branded dengan harga selangit yang juga ia kirimkan setiap jam, tak sampai disitu puluhan tas - tas dan sepatu - sepatu dengan harga yang fantastis pun turut ia kirimkan.
Vira bukannya tak senang, tapi bukan itu yang ia harapkan dari Alex. Berlian, tas dan baju mewah sudah ia punya semua. Ia ingin Alex meyakinkannya bahwa Vira tak akan disakiti lagi oleh Alex.
Maryam yang paham gelagat dingin menantunya ketika menerima hadiah dari Alex itu segera menghubungi anaknya
..."Halo Lex, kamu dimana Nak?" tanya Maryam pada anak semata wayangnya itu...
..."Aku lagi di showroom Ma, milihin mobil buat Vira" jawab Alex...
..."Lex, kalo menurut Mama bukan barang - barang mewah deh yang Vira inginkan, soalnya Mama perhatiin pas dia nerima hadiah - hadiah dari kamu mukanya dingin - dingin aja gitu" tutur Maryam...
..."terus Vira maunya apa dong Ma?" tanya Alex...
..."Ya Mama ga tau Lex, baru kali ini Mama ngeliat perempuan ga seneng dikasih barang - barang mewah gitu, atau coba kamu kasih perhatian dalam bentuk lain Lex" tutur Maryam...
Alex hening sesaat
..."Iya Ma, ntar aku pikirin cara lain" ucap Alex lesu, entah apalagi yang harus ia lakukan untuk Vira...
..."Lex, jangan nyerah Nak" ucap Mamanya...
..."Ga akan Ma" sahut Alex...
Dan benar saja, Alex memang tak menyerah. Esok harinya ia datang dengan sumringah menemui Vira ditemani oleh Francis dan Umar
..."Vir" ucap Alex dengan senyum manis yang terulas di wajahnya pada Vira yang tengah memindai pohon mangga di depannya...
..."Mas" sahut Vira singkat, Vira kemudian sibuk memindai pohon mangga lagi di depannya...
..."Kamu lagi ngapain?" tanya Alex pada Vira ...
..."Kenapa ga beli aja? Kamu mau berapa banyak?" tanya Alex...
Vira menggeleng
..."Aku pengen langsung dari pohonnya Mas" ucap Vira...
Alex tersenyum, sebuah ide terlintas di benaknya
..."Kamu mau yang mana? aku ambilin" ucap Alex sambil mengulas senyum, Francis dan Umar di belakangnya saling pandang...
..."Ga usah Mas, nanti ada abdi dalem yang mau ngambilin" jawab Vira ...
Alex melangkah maju sambil membuka dasi dan jasnya
..."Aku aja, bukannya abdi dalem lagi pada apel siang ya, kasian anak kita kalo nunggu kelamaan" ucap Alex, ia kemudian menyodorkan jas dan dasinya pada Vira, Vira menerimanya lantas mengembannya...
..."Mas, ga usah, nanti aja nunggu abdi dalem yang ambil" tutur Vira segan, tak ingin merepotkan suaminya ...
..."Ini kan udah kewajiban aku Vir" ucap Alex pada Vira, ia lalu beranjak mendekati pohon mangga yang menjulang tinggi di depannya, Umar dan Francis segera menghambur menghampiri Alex...
..."Tuan, biar saya aja yang metik mangganya, tidak perlu Tuan yang manjat pohonnya" ucap Francis khawatir pada Alex yang tengah membuka sepatu dan kaos kakinya...
Alex mendelik pada Francis
..."Suaminya Vira itu saya Francis, bukan kamu, jadi saya dong yang harus metik mangganya!" tukas Alex pada Francis sambil menggulung lengan kemejanya, kemudian Alex mulai memanjat pohon mangga itu dengan hati - hati, sementara Francis dan Umar berjaga - jaga dibawah takut - takut jika atasannya itu sampai jatuh ...
Sedangkan Vira ia justru merasa kesal karena Alex keras kepala, ia tahu seorang Alex mungkin bahkan tak pernah memanjat pohon seumur hidupnya
..."Vir, kamu mau yang mana?" pekik Alex begitu sampai di atas pohon mangga, satu tangannya berpegangan erat pada dahan pohon, sementara tangannya yang lain memilih - milih buah mangga yang bergelayutan di dekatnya...
Vira terkesiap, ia lalu mendongak memandangi Alex dengan perasaan khawatir
__ADS_1
..."Yang itu aja Mas, yang deket kamu" jawab Vira asal, ia benar - benar tak ingin merepotkan Alex apalagi jika Alex sampai terluka...
..."yang ini udah kuning Vir, katanya kamu mau mangga muda" pekik Alex lagi, sambil celingukan mencari mangga muda untuk istrinya...
Vira menelan kasar salivanya, jujur ia sangat takut jika Alex sampai kenapa - kenapa, bagaimana pun Alex adalah suaminya.
"Udah Mas, yang kuning juga ga apa - apa, yang penting mangga. Udah ya Mas, ayo kamu turun!" pekik Vira
Diperhatikan seperti itu oleh Vira malah membuat Alex tambah semangat, ia sibuk pindah dari satu dahan ke dahan yang lainnya membuatnya memanjat makin tinggi
Ribut - ribut di taman belakang kedhaton itu turut membuat Maryam, Wening, serta Permaisuri datang dengan tergopoh. Wening dan Permaisuri cekikikan melihat Alex yang tengah nemplok di pohon mangga, lain lagi dengan Maryam yang terhenyak, ia sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat Alex yang kini berada tinggi di atas pohon mangga. Jantung Maryam berdegup kencang, badannya mendadak gemetaran
"Lex, turun Nak!" pekik Maryam, suaranya gemetaran
Alex yang menyadari Ibunya ada di bawah mempercepat gerakannya, ia meraih dua buah mangga muda lalu ia masukkan ke dalam sakunya, setelah itu ia mulai meniti dahan pohon untuk turun
..."Lex, hati - hati Nak!" pekik Maryam lagi...
Alex tak berucap apa pun, ia fokus meniti dahan pohon yang ia pijak untuk turun, keringat mengucur deras di dahinya. Francis dan Umar awas mendongak ke atas pohon, jika sewaktu - waktu Alex membutuhkan pertolongan mereka. Alex sudah hampir sampai ke bawah ketika salah satu kakinya terpeleset, hingga ia merosot
Bug...
Alex terjatuh dengan posisi kedua kaki menopang badannya, hingga membuat salah satu kaki Alex terkilir, Alex meringis menahan sakit yang mendera salah satu kakinya itu
Maryam, Wening, Permaisuri, Francis, dan Umar segera menghambur, sementara Vira berdiri mematung dan hanya melihat Alex dari kejauhan
..."Alex, kamu ga apa - apa Nak?" tanya Maryam panik, ia memindai badan anaknya, takut - takut jika ada yang terluka...
..."Aku ga apa - apa Ma" sahut Alex meskipun wajahnya meringis menahan sakit...
..."Tuan, kaki kiri anda terkilir" ujar Umar yang tengah memindai kaki kiri Alex ...
..."Ga apa - apa kok, cuma terkilir dikit" ucap Alex sambil cengengesan, ia kemudian mencoba bangkit berdiri, Umar dan Francis dengan sigap memapah Alex, Alex yang tertatih berjalan mendekat ke arah Vira yang masih berdiri mematung dengan wajah kesal...
Alex gegas merogoh saku celananya, ia lantas menyodorkan dua buah mangga muda yang ia petik tadi
..."Ini mangganya Vir" ucap Alex dengan senyum terukir di wajah tampannya, sementara Vira menerima mangga tersebut dengan wajah cemberut, ia benar - benar kesal karena Alex lagi - lagi keras kepala dan tak mendengarkan omongan Vira...
..."Kan aku udah bilang ga usah manjat Mas, nanti bisa abdi dalem yang ambilin, tuh akhirnya kaki kamu terkilir kan?" sungut Vira, sementara Alex tetap tersenyum mendengar ocehan istrinya...
..."Udah lah Mas, kamu ga usah ngapa - ngapain lagi, udah cukup! Kamu malah tambah bikin aku kesel Mas!" sengit Vira yang sukses membuat wajah Alex yang tadinya tersenyum kini berubah sendu, Vira sukses membuat hati Alex sakit, Alex merasa Vira sama sekali tidak menghargai semua upayanya selama beberapa hari ini. ...
Wening dan Permaisuri saling pandang, sementara Maryam yang tadinya ketakutan setengah mati melihat anaknya memanjat pohon kini berubah kesal pada Vira
..."Tuan, maaf sepertinya kakinya semakin bengkak, sebaiknya kita segera ke dokter Tuan" ucap Francis panik, Alex meringis merasakan merasakan kakinya...
..."Di bawa ke klinik keraton aja, biar cepet" ucap Permaisuri yang kemudian memimpin jalan menuju klinik khusus keraton, Wening dan Maryam setia mengekori, sedang Vira yang tadinya ragu akhirnya ikut mengekori....
Setiba di klinik keraton, Alex segera ditangani oleh dokter dan perawat, tak lama seorang dokter Saraf turut hadir dan memeriksa Alex, beruntung cedera Alex tak serius, ia akan sembuh dalam hitungan hari dengan syarat ia tak boleh banyak menggerakan kakinya.
"Nak Alex, kamu istirahat di keraton aja, ga perlu pulang ke rumah, perjalanannya kan jauh" ucap Permaisuri
Alex ingin mengiyakan, namun ketika ia melihat wajah Vira yang masih terlihat kesal membuatnya urung untuk bermalam disitu
"Ga apa - apa Bu, saya pulang ke rumah aja" jawab Alex
..."Lex, kan dokter udah bilang kalo kamu ga boleh banyak gerak dulu, udah kamu nginep disini dulu Lex!" sewot Maryam...
Alex menggeleng sambil menerbitkan senyumannya
..."Ga apa - apa Ma, aku ga mau bikin Vira tambah kesel sama aku" ucap Alex, Vira menjadi tak enak dibuatnya. Wening dan Permaisuri hanya bisa terdiam sementara Maryam semakin meradang pada Vira...
Beberapa saat kemudian Alex pamit pulang, sang Mama dan Babanya memutuskan untuk menemani Alex pulang, Alex baru saja masuk mobil dibantu oleh Francis dan Umar, Baba Jaber ikut menyusul, menyisakan Mama Maryam yang kini menatap Vira dingin
..."Mama ngerti kalo kamu belum bisa maafin Alex, tapi setidaknya kamu bisa berempati pada keadaannya kan Vir? Asal kamu tau Alex itu trauma manjat pohon, waktu kecil dulu dia hampir saja lumpuh gara - gara jatuh dari pohon, dan hari ini dia ngelawan rasa takutnya dia hanya untuk nyenengin kamu, apa sikap kamu tadi harus seperti itu pada Alex?" tutur Maryam dengan sinis sambil beranjak dan meninggalkan Vira yang terhenyak...
Jantung Vira berdebar kencang mengingat apa yang Alex lakukan tadi untuknya, Vira diselimuti rasa penyesalan atas sikapnya terhadap Alex tadi.
Keesokan paginya Alex tak terlihat muncul di keraton, Alex juga absen sarapan pagi disana, tak ada lagi hadiah yang Alex kirimkan, bahkan tak ada kabar yang ia sampaikan pada Vira. Beberapa hari setelah itu Alex tak jua menampakkan batang hidungnya, bahkan kabar pun tak terdengar darinya. Kanjeng Sultan dan Romo hanya berkomunikasi dengan Baba Jaber, begitu pun dengan Wening dan Permaisuri yang rutin berkabar dengan Maryam mengenai kehamilan Vira anpa membahas Alex.
__ADS_1
Vira mulai merasa kehilangan, beberapa hari ini tak mendapat pesan atau telepon dari Alex bahkan tak melihat wajahnya membuat Vira tersiksa karena kerinduannya.