Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kecemburuan Vira


__ADS_3

Pagi ini Vira sudah mulai berkutat dengan pekerjaannya di kantor, meskipun ia pacar dari CEO kantor tersebut, namun Vira tak mau memanfaatkan statusnya, ia ingin tetap bekerja seperti biasa.


Vira melihat jam yang melingkar di tangannya, sudah hampir jam 9 tapi Alex belum muncul juga, padahal Alex tidak pernah terlambat sekali pun. Vira lantas melihat ponselnya, tak ada pesan atau telepon dari Alex seperti kemarin - kemarin, biasanya Alex sudah mengiriminya pesan atau meneleponnya sampai berkali - kali meskipun mereka akan bertemu di kantor sejam kemudian.


Baru saja Vira hendak menelepon Alex sebelum kemudian Alex, Francis, dan Umar muncul. Vira segera bangkit untuk menyambut Alex, Vira memasang senyum terbaiknya, namun Alex melengos dan tetap sibuk dengan ponselnya.


Vira menghela pelan nafasnya, wajahnya berubah sendu


...“Alex sibuk banget kayaknya” batin Vira...


Alex mendudukkan diri di kursi kerjanya, matanya tak lepas dari layar ponselnya, mimik wajahnya berubah - ubah, kadang ia tampak sangat serius namun kemudian senyum terbit di wajah tampannya


...“Francis, tolong siapkan rapat dengan direktur keuangan, dan Umar tolong siapkan data untuk meeting nanti malam” titah Alex pada Francis dan Umar yang kemudian disanggupi keduanya dan lalu berlalu dari situ...


Vira yang tengah duduk di meja kerjanya sebenarnya kepikiran, ia tak mengerti kenapa Alex mengacuhkannya pagi ini, namun ia tak mau ambil pusing, sudahlah mungkin Alex tengah sibuk dengan pekerjaannya, batin Vira


Vira kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan penuh senyuman, pembicaraannya dengan Alex tadi malam mengenai rencana pertemuan Vira dengan orang tua Alex membuat Vira berbunga - bunga, ia sampai tak bisa memejamkan matanya tadi malam.


Waktu sudah menunjukkan hampir jam 12 siang, Vira mengelus perutnya yang sudah mulai protes minta diisi, Vira kemudian menoleh pada Alex yang sedang fokus melihat layar laptopnya, Vira termenung sesaat, ia makin merasa Alex tak seperti biasanya, pada hari - hari sebelumnya Alex tak akan tahan untuk tidak bicara atau bersentuhan dengannya.


Vira mengerucutkan bibirnya, ia kemudian bangkit untuk mendekati Alex, rencananya Vira ingin mengajak Alex untuk makan siang


...“Lex, makan siang yuk” ajak Vira lembut di depan meja kerja Alex...


...“Ga bisa, aku sibuk banget” jawab Alex tanpa melihat Vira, pandangannya fokus pada laptopnya...


Vira menghela pelan nafasnya


...“Lex, kamu kan baru sembuh, kamu ga boleh telat makan, kalau kamu drop lagi gimana?” bujuk Vira lagi, ia tak menyerah ...


...“Kamu makan duluan aja, aku nanti pesen dari restoran” jawab Alex, lagi - lagi ia tak menatap Vira...


Vira menarik nafasnya, ia akan tetap berupaya membujuk Alex, Vira tak mau melihat Alex jatuh sakit lagi


...“Alex, sayang.. kamu makan dulu ya, aku ga mau kamu sakit lagi” bujuk Vira...

__ADS_1


...“Vir!!” Sentak Alex dengan mata yang menatap Vira tajam...


Vira terhenyak, wajah yang tadinya tersenyum cerah kini perlahan redup


...“Maaf, aku cuma ngingetin” ucap Vira lirih, ia lalu beringsut dan kembali ke kursi kerjanya dengan mata yang berkaca - kaca...


Vira kemudian menarik dan menghembuskan nafasnya pelan, ia mencoba menenangkan hatinya.


...“Ga apa - apa Vir, Alex lagi sibuk banget, nanti dia juga minta maaf” batin Vira ...


Vira kemudian memfokuskan dirinya pada pekerjaannya untuk menghilangkan kegundahan hatinya. Ia sampai lupa akan makan siangnya, sementara Alex beberapa menit yang lalu sudah pergi dari ruangannya lagi - lagi tanpa menoleh pada Vira


Jam sudah menunjukkan lebih dari jam 4 sore ketika Alex kembali ke ruangannya, dan lagi - lagi ia bahkan tidak melirik pada Vira yang menyambutnya, Alex fokus bicara di ponselnya


Vira kembali duduk dengan hati yang tak karuan, ia merasa tak punya masalah apa pun dengan Alex, tadi malam Alex bahkan menyentuhnya, dan menyampaikan keinginannya agar cepat - cepat menikah dengan Vira


...“Ini apalagi?” gumam Vira sambil memijit pelan pelipisnya...


Sudah lah, Vira tak ingin berpikir buruk dulu, apa pun sikap Alex sekarang, ia yakin ada alasannya. Jari Vira kemudian menari - nari kembali di atas keyboard laptopnya


Sensor keycard terdengar dari luar, artinya Francis dan Umar akan datang untuk menemui Alex. Vira melirik jam di tangannya, sudah pukul 5 sore. Ia kemudian segera membereskan barang - barangnya, rencananya ia ingin bicara pada Alex sepulang kerja, ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Baru saja Vira akan bangkit dari tempat duduknya sebelum kemudian Alex melewatinya untuk keluar dari ruangannya, seperti sepanjang hari ini Alex sama sekali tak menoleh pada Vira. Vira jelas sedih, tanpa alasan yang jelas Alex menjauhinya, padahal tadi malam mereka hampir saja mereguk malam pertama mereka, dan setelahnya mereka membicarakan masalah pernikahan.


Vira termenung lama di kursi kerjanya, ia mengingat - ingat masalah atau apa pun yang membuat Alex mengacuhkannya, namun ia yakin semua baik - baik saja. Vira kemudian bangkit, ia bertekad untuk menemui Alex, ia harus membicarakan masalah ini sebelum berlarut - larut. Vira melangkah cepat menuju lift yang akan membawanya naik ke lantai 20, kamar pribadi Alex.


Sesampainya di lantai 20, Vira berjalan cepat menyusuri koridor untuk sampai ke kamar Alex, ia mengulas senyum di wajah cantiknya, tangan Vira lalu sibuk merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, hatinya tak karuan antara sedih dan senang karena ia tau Alex akan minta maaf atas sikapnya seharian ini, namun sesampainya disana, Vira terheran melihat bodyguard Alex, Francis, dan Umar yang berada di luar kamar Alex. Vira kemudian mendekati Francis dan Umar yang berdiri patuh


...“Tuan Umar, apa Tuan Alex ada di dalam?” Tanya Vira sopan...


Francis dan Umar saling pandang, wajah mereka menyiratkan kebingungan


...“Tuan Alex ada di dalam Nona” jawab Umar...


Vila mengulas senyum

__ADS_1


...“Saya boleh masuk? ada yang harus saya bicarakan dengan Tuan Alex” tanya Vira lagi...


Francis dan Umar lagi - lagi saling berpandangan


...“Maaf Nona, sedang ada Nona Sarah di dalam” Jawab Francis hati - hati...


Vira menggigit bibirnya, hatinya mencelos. Tidak.. tidak mereka cuma ngobrol biasa, batin Vira


Vira menghela nafas kemudian mengulum senyum


...“Saya boleh masuk sebentar? Saya ga akan lama” Vira sedikit memohon pada Francis, ia benar - benar ingin bicara pada Alex ...


Francis menghela nafasnya


...“Maaf Nona, Tuan berpesan agar tidak diganggu oleh siapa pun” tutur Francis yang langsung menunduk...


Deg..


Hati Vira serasa diremas, badannya tiba - tiba gemetaran, ia lemas, air mata menggantung di matanya


...“Tidak mau diganggu? Apa yang mereka lakukan sampai tidak mau diganggu?” Batin Vira lirih...


Vira hening, ia hanya menatap pintu kamar Alex, menerka - nerka apa yang sedang Alex lakukan di dalam sana


...“Lex, kekecewaan apalagi yang harus aku terima?” gumam Vira lirih...


Vira menahan air matanya setengah mati agar tak jatuh, ia tak mau air matanya jatuh lagi, sungguh ia lelah


...”Kalau begitu terima kasih Tuan Francis, saya permisi dulu” ucap Vira lirih, ia kemudian berjalan gontai menyusuri koridor, matanya menatap jalan di depannya dengan nanar, air mata seolah berontak ingin segera keluar dari matanya. ...


Vira terus berjalan, hingga kakinya membawa Vira keluar dari hotel, ia ingin segera pulang ke rumah, tapi tidak.. , ia tak mau pulang dulu, namun ia pun tak tahu harus kemana, ia hanya ingin berjalan, biar kakinya yang menuntun kemana ia harus pergi.


Vira menyusuri jalan yang sudah mulai sepi, tak ada senyum di wajahnya seperti biasanya, ia berjalan dengan gontai, ia sudah cukup lama berjalan hingga kakinya lelah, pikirannya lelah, hatinya lelah.


Vira kemudian menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari tempat buatnya untuk duduk karena ia hampir limbung, Vira lalu melihat bangku di depan perkebunan teh tepat di pinggir jalan, ia kemudian duduk dengan gontai, Vira lalu memindai hamparan perkebunan teh di depannya, air mata masih ia jaga agar tak keluar, hingga ia sudah tak kuat lagi, dan air mata itu menetes mengalir pelan di pipinya yang putih

__ADS_1


...“Aku hanya ingin bahagia, kenapa sesulit ini?” batin Vira lirih, ia kemudian menatap ke depan dengan pandangan yang kosong....


__ADS_2