
Gending Jawa mengalun merdu tanda acara kedua mempelai kembali dilaksanakan sesuai dengan keinginan para sesepuh Vira dan Alex
Selepas sholat shubuh tadi Vira sudah didandani, cukup lama sampai Alex bolak balik tak sabar ingin melihat tampilan istrinya
Pagi ini Vira sudah terlihat cantik jelita dengan megenakan baju tradisional kanigaran lengkap dengan jaritnya, wajah Vira yang seperti bule dengan kulit seputih pualam kontras dengan kebayanya yang beludru hitam membuat ia bak boneka berjalan, sementara Alex sudah tampan mengenakan baju kanigaran sepaket dengan Vira, lengkap dengan jarit dan blangkonnya, wajah Arab Alex yang berpadu dengan bule turunan sang Mama sehingga kulitnya putih, ditambah dengan tubuh tegap atletis membuatnya bak seorang pangeran
...“Ini acara apa Vir?” Bisik Alex pada Vira...
...“Ga tau Lex, tapi kayaknya bakalan lama” bisik Vira juga yang melihat banyaknya pengiring mereka, yang perempuan menggunakan kebaya warna emas senada dengan jaritnya, yang laki - laki termasuk Romo menggunakan beskap warna emas plus jarit dan blangkonnya...
Romo kemudian berjalan mendekat ke Vira dan Alex yang sudah berdiri tegap di depan pendopo, di belakang mereka iring - iringan mengular panjang
...“Nak Alex, Vira, nanti kalian akan diarak dulu menuju istana kesultanan ya, ada pembagian berkat dari Kanjeng Sultan untuk para warga kesultanan” tutur Romo panjang lebar...
Alex dan Vira hanya manggut - manggut mencoba untuk menikmati acara di tengah sulitnya berjalan menggunakan jarit
Gending Jawa mulai bertabuh kembali, pengatur acara memberikan isyarat kepada rombongan untuk maju, para rombongan kemudian bergerak perlahan keluar gerbang, gending Jawa terus ditabuhkan dan suaranya nyaring terdengar membuat Alex penasaran dan menoleh ke belakang, matanya membulat tatkala melihat gong besar dan peralatan musik gending Jawa diusung oleh beberapa orang berjalan mengekori rombongan
Mama Maryam yang tepat berada di belakang Alex mendelik pada anaknya
...“Alex, liat ke depan ih” ucap Mamanya sewot, Alex malah sibuk celingukan tak sadar kalau rombongan yang ikut sangat banyak, bahkan sampai dijaga polisi dan para pria berseragam prajurit keraton mengiringi mereka menjaga keamanan dari area samping dan belakang...
Hingga pinggangnya dicubit sayang oleh Mamanya dari belakang, Alex lalu lurus menatap ke depan lagi
Tak berapa lama tabuhan gending berhenti mengalun, rombongan seketika ikut berhenti ketika sudah sampai di dekat panggung besar tepat disebelah keraton, para warga terlihat memadati bagian luar keraton, mereka berdiri dengan tertib dan rapi di depan gerbang keraton
4 gerbang keraton dibuka, 2 gerbang untuk masuk, 2 gerbang lagi untuk keluar. Di atas panggung ada gunungan makanan yang terdiri dari buah dan sayur, dibawah panggung terlihat paket sembako yang menggunung
Tak berapa lama, Kanjeng Sultan dan permaisuri keluar dari keraton, mereka kemudian segera naik ke atas panggung, lalu Kanjeng Sultan memberikan isyarat pada prajurit keraton untuk membuka gerbang dan mengatur warga agar masuk dengan tertib, para polisi ikut berjaga di dekat Kanjeng Sultan untuk menjaga keamanan sang Sultan
__ADS_1
Begitu warga sudah mendekat dan berkumpul kemudian Kanjeng Sultan dan sang istri langsung melempar - lempar buah dan sayur, warga seketika menghambur berebut untuk mendapatkan berkat dari pemimpinnya itu
Kanjeng Sultan dan permaisuri menebarkan berkat dengan senyum yang lebar, sekilas terdengar permintaan do’a pada rakyatnya untuk pernikahan putrinya dalam bahasa Jawa, warga yang senang mendapat berkat pimpinannya riuh memanjatkan do’a untuk Alex dan Vira, selesai dengan tebaran buah dan sayur, Kanjeng Sultan kemudian membagi - bagikan paket sembako yang dibantu oleh prajurit keraton.
Selesai acara pembagian berkat, Alex dan Vira kemudian digiring untuk naik ke atas panggung dan duduk di kursi pengantin yang telah disediakan disana, Kanjeng Sultan kemudian meraih mikrofon untuk bicara depan warga yang membludak, ia lalu memperkenalkan Vira sebagai putrinya yang telah lama hilang dan baru saja kembali, warga riuh mengucap selamat, setelah itu Kanjeng Sultan kembali meminta do’a untuk kedua mempelai, do’a - do’a kemudian di rapalkan oleh Kanjeng Sultan memimpin warganya yang patuh ikut mendo’akan.
Begitu acara selesai, kedua pengantin kemudian digiring lagi menuju rumah Romo untuk istirahat dan bersiap ke acara puncak ngunduh mantu di hotel milk Alex
Alex membaringkan dirinya di kasur setelah membersihkan diri, disusul oleh Vira. Rasa capek karena berdiri berjam - jam mulai terasa, apalagi untuk Vira yang memakai sepatu hak tinggi tadi.
...“Lex, aku pegel banget nih, pengen tiduran aja rasanya” Keluh Vira, ia tak menyangka kalau acara setelah akad yang harus dilakukan itu ternyata sangat banyak, ...
Alex menoleh pada istrinya
...“Aku nanti bilang sama Mama deh supaya ga usah terlalu banyak acara lagi, kasian kalo kamunya capek terus gini” ucap Alex yang mengerti rasa capek sang istri yang turut ia rasakan juga...
...“Alex” cuma itu yang mampu Vira ucapkan karena tahu - tahu Alex sudah menyibak penutup dadanya dan rakus menciuminya, kalau sudah begitu Vira ikutin saja maunya Alex, ia biarkan suaminya bermain - main dengan lidahnya disana, malah kini Vira membenamkan kepala Alex mengarahkan gerakan Alex sesuai keinginannya...
...“Katanya pegel” goda Alex pada istrinya yang mulai kepayahan...
...“Jangan berhenti Lex” ujar Vira malah minta Alex meneruskan, Alex tersenyum senang, setelah itu dia segera membuka bajunya dan melempar sembarang, Vira ia turut buat polos. Pegel mereka tiba - tiba hilang, Alex semangat membuat istrinya berpeluh dan berteriak - teriak. Beruntung gending Jawa terus mengalun menyamarkan suara penyatuan mereka. Hingga akhirnya keduanya terkulai lemas, dan terlelap sebentar hingga suara ketukan membangunkan mereka. Mereka bergegas membersihkan diri sebelum kemudian mereka dirias lagi untuk acara puncak ngunduh mantu yang dilaksanakan di hotel milik Alex...
Iring - iringan mobil mewah milik keluarga Alex maupun kesultanan lagi - lagi membuat warga heboh, media sosial kembali dihebohkan dengan tagar “iring - iringan mobil Sultan acara pernikahan keluarga Al - Maktoem” ada juga yang memberi tagar “acara ngunduh mantu keluarga pebisnis dan sultan”
Vira cantik dengan kebaya warna emas berekor, senada dengan beskap yang dipakai Alex. Meskipun lelah tapi senyum selalu mengembang di wajah keduanya
Suara tabuhan gending jawa menggema di lobby hotel menyambut iring - iringan pengantin yang kemudian digiring menuju ballroom besar tempat diadakannya acara
Baik Mama Maryam dan Baba Jaber serta keluarga sudah menanti mereka disana. Begitu pengantin dah rombongan sampai di ballroom suara gending Jawa kembali menyambut mereka, ritual - ritual mulai dijalani, hingga tiba saatnya keluarga besar Vira memberikan sambutan yang diwakili oleh Romo sekaligus penyerahan Vira kepada keluarga Alex
__ADS_1
Suasana hening ketika Romo bangkit dan memegang mikrofonnya
“Bismillahirrahmanirrahim, dengan diadakannya acara ngunduh mantu ini maka kami keluarga besar Vira yang diwakili oleh saya Raden Arya Abimana Notonegoro resmi menyerahkan putri kami kepada Alex dan keluarga, dengan harapan agar putri kami Vira disambut dengan baik dan dirangkul layaknya seorang putri yang masuk ke rumah orang tuanya sendiri” ucap Romo tenang
Hening sebentar, Romo kemudian tampak menahan tangis, bibirnya gemetaran, ia lalu menarik nafasnya
...“Vira ini anak kami yang telah lama hilang, segala daya upaya kami kerahkan untuk mencarinya tapi takdir berkata lain” ujarnya kemudian berhenti sebentar lantas meraih sapu tangan di saku beskapnya dan mengelap pelan air mata yang mulai menetes...
Hadirin sudah mulai ikut merasa haru, Kanjeng Sultan menunduk, sementara Permaisuri dan Wening mulai mengelap pelan air mata, Mama Maryam berkaca - kaca, sedang Vira mematung dan menatap Nanar Romo, Alex menggenggam erat tangan istrinya
...“Dalam mengarungi kehidupannya selama ini, segala kepahitan hidup sudah Vira rasakan, dan kami sebagai orang tuanya merasa gagal karena tak bisa melindunginya saat dia memerlukan” ucap Romo, kini ia terisak sudah...
Jangan ditanya soal perasaan Vira, semua kejadian yang menimpanya dari ia kecil kini muncul kembali satu per satu
...“Ia tak mendapat kemewahan, pendidikan, kasih sayang seperti yang di dapatkan oleh putra - putri kami yang lain, ia harus berjuang keras sendirian menghadapi hidupnya yang tak mudah” ucap Romo dengan suara yang bergetar, sesekali ia jeda untuk mengusap air mata dan menghela nafasnya...
Keluarga yang datang tampak terisak prihatin atas kehidupan Vira yang tak lazim seperti putri - putri keraton yang lain, Baba Jaber menunduk sambil menggenggam tangan Maryam yang sibuk mengusap air matanya
Romo menarik nafasnya pelan untuk menetralisir suaranya yang makin bergetar
...“Oleh karena itu besar harapan kami agar Nak Alex dan keluarga dapat menerima Vira dan menyayanginya dengan tulus” tambah Romo lagi, kali ini isakannya terdengar jelas di mikrofon...
Romo berdehem agar suaranya tidak terlalu gemetaran
...“Namun apabila Nak Alex sudah tak mencintai dan menginginkan Vira nanti, kembalikan lah Vira pada kami, jangan biarkan kami tau setelah air mata Vira menetes” ucap Romo yang kembali terisak, sapu tangan ia pakai untuk mengusap kasar air mata yang meleleh di pipinya...
Alex menoleh pada istrinya yang menatap lurus Romo, pandangannya kosong, entah apa yang ia rasakan sekarang, Alex ingin memeluknya tapi sadar mereka di tengah perhelatan, saat ini ia hanya bisa mengeratkan genggamannya pada istrinya tercinta
Haru biru mewarnai upacara ngunduh mantu hari ini, namun ritual - ritual yang lain sukses dijalankan, acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama.
__ADS_1