
Teman Cakil kembali memindai dan menghitung orang - orang yang sudah berada dalam perahu
...“Ada semua bos” ucapnya” Cakil mengangguk...
...“Bapak dan Ibu, karena kita akan melewati beberapa titik patroli laut, mau tidak mau Bapak dan Ibu harus bersembunyi di bawah terpal diantara kotak - kotak ikan, dan usahakan jangan duduk selama melewati titik patroli, sebisa mungkin harus tiduran, mengerti” tanya Cakil...
...”Mengerti” ucap semuanya...
Kedua teman cakil kemudian mengatur orang - orang tersebut untuk berbaring diantara box - box ikan, perahu yang tak terlalu besar ditambah tumpukan barang - barang membuat orang - orang tersebut harus berbaring meringkuk agar muat, Vira sekuat tenaga menahan rasa mualnya mencium bau amis ikan dari box di samping tempat ia meringkuk, belum lagi terpal yang menutupi seluruh badannya, membuat ia sulit bernafas.
...“Ga apa - apa Nak, kuat ya, kita pasti bisa” gumam Vira sambil mengelus perutnya, ia kemudian membantali dirinya dengan tangannya. Tak lama perahu mulai terasa bergerak, seiring air mata Vira yang jatuh mengenang jalan hidupnya. Takdir kembali membawanya pergi jauh, semoga kali ini bahagia yang akan ia dapat. ...
Tak lama laju perahu berhenti, hanya terasa ombak yang mengayun, sirine kapal patroli laut terdengar, situasi di dalam kapal seketika menegang, Vira terhenyak, badannya gemetar, jantungnya berdegup kencang. Vira bersama seorang Ibu di depannya mengerutkan diri berharap agar patroli laut tak menemukan mereka
Terdengar suara bentakan dari petugas patroli terhadap Cakil dan teman - temannya, meminta mereka agar mengangkat tangan dan berlutut. Suara baling helikopter terdengar membuat suasana kian mencekam, Vira memegang erat terpal yang hendak tertiup baling helikopter di atasnya, lampu sorot dari atas helikopter membuat silau mata Vira, ia memejamkan matanya seraya merapalkan do’a agar ia tak ditemukan, badannya gemetaran, keringat mengucur deras.
Pengemudi kapal tersebut diperintahkan oleh petugas patroli laut untuk mengemudikan kapal kembali dan menepi di bibir pantai depan pelabuhan tempat rombongan tadi berangkat, tak lama kemudian derap sepatu terdengar di geladak kapal, langkahnya terdengar semakin mendekat ke arah Vira, suara terpal yang disingkap membuat jantung Vira kian memompa, sejurus kemudian terpal yang menutupi Vira turut disingkap, membuat Vira makin meringkukan badannya, matanya ia pejamkan serapat mungkin. Hingga sentuhan tangan dan suara pria itu membuat Vira membuka matanya.
...“Vira” ucap Alex yang kini berjongkok di depan Vira, Alex miris melihat istri di depannya yang tengah meringkuk, wajahnya lusuh, kulitnya terlihat lebih gelap. ...
Vira yang kaget melihat pria itu di depannya seketika bangun, lalu ia bangkit, wajahnya memandang benci pada Alex, ia lalu memindai sekelilingnya, Cakil dan teman - temannya tampak sedang di gelandang oleh petugas patroli laut, satu per satu orang yang hendak menyebrang pun tengah diturunkan dari Kapal itu
Alex sekuat tenaga menahan mual akibat sindrom couvade dan ayunan kapal, ia memandang istrinya lekat penuh kerinduan
...“Ngapain kamu disini Mas?” Tanya Vira sengit...
...“Kita pulang sayang” ucap Alex sambil menghambur dan memeluk Vira, ...
...“Aku kangen” ucap Alex lagi sambil membuka topi Vira dan menciumi kepalanya...
Vira mengurai pelukan Alex, ia lantas meraih ranselnya yang teronggok dan bergegas turun dari kapal tersebut, Alex segera memburu dan mengikuti Vira. Baru saja Vira turun dari kapal, ia melihat keluarganya yang sudah menantinya di depan pelabuhan
__ADS_1
...“Vira” pekik Wening pada Vira, mereka semua kemudian menghambur ke arah Vira...
...“Ibu, Ibu ngapain disini?” Tanya Vira panik, hancur sudah rencananya...
...“Ayo pulang Nak” ucap Romo...
Vira menggeleng
...“Vir, ayo pulang, kami semua udah nyari kamu kemana - mana, ayo pulang Nak” ucap Permaisuri...
Vira kembali menggeleng
...“Vira” ucap Alex dari belakang Vira, tangannya mencoba meraih Vira namun Vira tepis...
...“Jangan sentuh aku Mas, aku jijik” sentak Vira...
Alex menarik tangannya, matanya berkaca - kaca
...“Vira, apa yang kamu liat kemarin itu semua salah paham, aku ga melalukan apa pun sama Sarah” tutur Alex...
...“Ga ngapa - ngapain? Kamu bilang kalian ga ngapa - ngapain Mas? Aku bahkan ngeliat sendiri kalian bergumul Mas!” Sengit Vira pada Alex...
...“Itu semua ga seperti apa yang kamu pikirin Vir, aku ga mungkin mengkhianati kamu” tutur Alex...
Wajah Vira memerah menahan amarah
...“Itu yang kamu bilang sehari sebelum aku melihat perselingkuhan kamu dan Sarah Mas!” Sentak Vira, air matanya lolos...
...“Vira, itu sengaja Sarah lakukan untuk memisahkan kita” ucap Alex...
...“Dan kamu membiarkan itu terjadi Mas, kamu bercumbu mesra dengan Sarah Mas, kamu menikmatinya, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri Mas!” Ucap Vira lirih, air matanya berlinang, dadanya kembali sesak menahan sakit karena pengkhianatan Alex...
__ADS_1
...“Ngapain kamu nyari aku lagi, hah? Kamu udah punya Sarah, lepasin aku Mas, biarkan aku hidup berdua sama anakku, anggap aku ga pernah ada dalam hidup kamu!” Nyalang Vira sambil mengusap air matanya...
...“Nak, apa yang Alex sampaikan itu benar, itu semua jebakan Sarah agar kalian berpisah” tutur Kanjeng Sultan, membuat Vira melempar pandang padanya...
...“Maksud Romo Sultan apa?” Tanya Vira bingung...
...“Nak, Sarah mencampur minuman yang ia berikan pada Alex dengan obat tidur hingga Alex tak berdaya, Sarah lalu mengatur seolah - olah mereka tengah berselingkuh, padahal itu tidak benar Nak” tutur Kanjeng Sultan lagi, Vira membisu mencoba mencerna kata - kata Kanjeng Sultan...
...“Iya Nak, dan Sarah sudah mengakuinya, Sarah ingin merebut Alex dari kamu Nak, dan dia dibantu mantan suami dan mantan mertua kamu” tambah Romo...
...“Romo, ini maksudnya apa? Vira ga ngerti!” Tanya Vira, ia benar - benar bingung dengan apa yang tengah ia hadapi...
...“Vicky dan Ibunya bersekongkol dengan Sarah untuk memisahkan kalian Nak, Vicky ingin kembali padamu dan Sarah ingin merebut Alex, mereka membuat skenario seolah - olah Alex dan Sarah berselingkuh, percaya Nak, Alex setia sama kamu” ...
Vira tersentak kaget, lagi - lagi Vicky yang menghancurkan hidupnya. Ia lalu meluruh dan terduduk di pasir, isakannya kembali terdengar, Alex menghambur dan memeluknya erat
...“Kenapa kamu ga mau dengerin aku Mas? Aku udah bilang kan Mas kalo Sarah punya niat jahat, kenapa kamu ga percaya sama aku?” Tutur Vira sambil terisak dan mengurai pelukan Alex...
...“Maafin aku Vir, maaf, maaf karena aku ga dengerin kamu” ucap Alex...
...“Kamu pernah janji untuk ga nyakitin aku Mas, tapi karena rasa percaya kamu sama Sarah kamu tega bentak aku, kamu tega membuatku luka lagi” tutur Vira lirih, Alex hanya mampu membisu...
...“Aku kecewa sama kamu Mas” ucap Vira, ia lalu bangkit dan beranjak meninggalkan Alex yang masih mematung...
Permaisuri dan Wening menghambur memeluk Vira, lalu menggandeng Vira meninggalkan tempat itu, Kanjeng Sultan dan Romo menghampiri Alex yang menatap Vira dengan mata yang berkaca - kaca
...“Sabar Nak Alex, butuh waktu untuk menumbuhkan kepercayaan Vira lagi, sabarlah, dekati dia perlahan” tutur Kanjeng Sultan sambil menepuk - nepuk bahu Alex ...
...“Romo dan Kanjeng Sultan nanti akan bantu untuk bicara sama Vira, tapi kita harus perlahan, yang penting dia sudah kembali sama kita” tambah Romo...
Alex mengangguk, dalam hatinya ia berjanji akan melakukan apa pun agar Vira memaafkannya
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah berterima kasih dan berbincang dengan Ranti dan keluarganya, rombongan Kanjeng Sultan kemudian bergerak menuju keraton. Vira memilih untuk tak semobil dengan Alex, ia kini didampingi Permaisuri dan Wening, mereka tak henti - hentinya memeluk Vira untuk menyampaikan kerinduannya.
Di mobil lain Alex yang semobil dengan Kanjeng Sultan tak henti - hentinya diberi wejangan oleh Kanjeng Sultan agar bisa memperkuat tali pernikahannya dan Vira, bayang - bayang Vicky yang terus menghantui mereka harus membuat Vira dan Alex semakin kuat, entah apalagi rencana Vicky ke depan untuk mendapatkan Vira kembali, tapi dalam hatinya Alex berjanji untuk tak membiarkan pernikahannya goyah lagi.