Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Lembaran baru


__ADS_3

Pov


Vira…


...Taxi yang membawaku dan Bi Welas berjalan pelan meninggalkan rumah yang telah 3 tahun ini aku tempati, meninggalkan janinku yang terkubur disana , ia punya hak untuk disana dekat dengan Ayahnya meskipun mereka sudah berbeda dunia, aku meminta sang Pencipta untuk menghukum Gendis atas perbuatannya terhadap aku dan anakku, aku tidak mungkin mengandalkan hukum dunia karena selain aku tidak memiliki bukti yang kuat, aku pun sadar aku yang bukan siapa - siapa ini tidak mungkin menang melawan keluarga Gendis dan Vicky yang penuh kuasa, untuk sekarang aku hanya ingin segera pergi dari sini, meninggalkan semua kenangan buruk dan membuka lembaran baru dalam hidupku. ...


...“Mau kemana Non?” Ujar Pak sopir taxi yang mungkin bingung karena aku belum menyebutkan tujuannku...


...“Ke Panti Asuhan Cahaya Kalbu Pak” ujarku spontan, entah kenapa tempat aku dibesarkan itu terbersit dalam pikiranku, mungkin karena aku ingin berpamitan dulu dengan anak - anak yang berada disana...


Sepanjang perjalanan menuju panti aku dan Bi Welas tak bicara apa - apa, hanya jemari rentanya terus saja menggenggam jemariku seolah ingin memberiku kekuatan, entah kemana kami akan pergi, aku jujur saja belum punya tujuan karena aku tidak punya sana keluarga diluar panti, biarlah.. aku pikirkan nanti saja, saat ini aku lelah luar biasa.


Tiba - tiba aku teringat akan sosok dr. Bram dan dr. Salim yang menurut Bi Welas, Bi Sumirah, dan Leni bahu membahu mengobatiku, aku merogoh tasku dan meraih gawaiku


...Aku menuliskan pesan untuk dr. Salim dan dr. Bram, aku haturkan terima kasih atas bantuan mereka, aku pun pamit dan meminta maaf apabila selama ini aku pernah berbuat salah baik yang aku sengaja maupun tidak, aku pun minta mereka untuk tidak mengkhawatirkanku karena aku akan baik - baik saja. ...


...Aku pastikan pesan tersebut sampai kepada mereka, tanpa aku menunggu balasan dari keduanya, aku matikan gawaiku, aku kemudian mengeluarkan sim card dari gawaiku dan menyimpannya ke dalam tasku, aku kemudian meminta Pak sopir berhenti apabila melihat ada counter pulsa yang menjual kartu perdana, aku tetap membutuhkan No. HP yang baru untuk aku pakai guna mencari kerja nanti. ...


Taxi telah sampai di depan halaman panti, tampak beberapa anak panti sedang menyapu halaman, ada juga yang sedang membersihkan kaca jendela tua panti itu.


Aku menyapa mereka sebelum masuk ke dalam, Tuti yang melihatku dari dalam berlari dan menghambur ke arahku sebelum ia tersadar akan kondisiku yang acak - acakan


...“Mba, mba kenapa?” Tanya Tuti khawatir...


...“Tut, mba boleh masuk dulu ga? Mba lemes banget, perut mba juga sakit” ucapku sambil meringis...


Tuti segera membimbingku masuk ke kamar yang ia tempati


Bu Wati yang baru keluar kamar menghampiri kami dengan mimik yang sama terkejutnya dengan Tuti, aku hanya mengucapkan salam dan tersenyum sebelum aku kemudian tidak ingat apa - apa lagi.


Suara anak - anak kecil yang sedang mengaji membangunkanku, aku menoleh dan melihat Bi Welas, Tuti serta Bu Wati yang tengah duduk di kasur tepat di sebelah kasur tempat aku berbaring, wajahnya mereka tampak lega melihat aku terbangun


Mereka bertiga berdiri dan mendekatiku


...“Mba, tiduran aja kalau masih pusing” ujar Wati yang kemudian terisak, ah ini pasti Bi Welas sudah menceritakan semua musibah yang aku alami pada Tuti dan Bu Wati, aku lupa untuk berpesan padanya agar tidak menceritakan apa pun pada Tuti atau Bu Wati, aku tidak mau menjadi beban pikiran buat siapa pun lagi ...


Aku mencoba bangun dengan sekuat tenagaku tak ingin membuat ketiga orang di depanku ini khawatir.


...“Mba udah ga apa - apa kok Tut. Bu Wati, maaf Vira jadi merepotkan” ucapku dengan perasaan tidak enak ...

__ADS_1


...“Ga ngerepotin kok Vir, kalau ada apa - apa kamu cerita sama Ibu, jangan sungkan” ...


...“Sekarang apa rencana kamu nak?” Tanya Bu Wati kemudian ...


...“Belum tau Bu, Vira cuma ingin keluar dari kota ini dan memulai lembaran baru” jawabku...


...“Kalau kamu mau, kamu bisa tinggal di rumah Ibu yang di kampung, ya memang hanya rumah sederhana sih tapi In Syaa Allah bisa buat berteduh” ucap Bu Wati tulus...


...“Enggak usah Bu, Vira ga mau ngerepotin” mendengar kata kampung aku tiba - tiba teringat dengan Mbok Asih, di pembicaraan terakhirku dengan Mbok Asih dan almarhumah Bu Citra Mbok Asih menyebut kalau Mbok Asih tinggal di rumah peninggalan Eyangku, Ayah dari Almarhumah Ibuku. Gegas aku menelepon Mbok Asih, mengutarakan keinginanku untuk berkunjung kesana, untuk sementara aku tak ingin menceritakan dulu kejadian yang menimpaku, sudah cukup banyak orang yang aku repotkan. ...


Satu jam kemudian mobil taxi online yang akan mengantarku ke stasiun terdekat telah parkir di depan halaman panti, aku dan Bi Welas lantas pamit pada Bu Wati dan anak - anak panti, berat meninggalkan anak - anak yang entah kapan akan kutemui lagi, namun baru saja aku keluar dari pintu panti, Tuti berteriak memanggilku sambil berlari ke arah kami, ia sudah rapi dengan tas besar yang ia bawa yang aku yakin isinya adalah baju


...“Tut, kamu mau kemana?” Tanya Bu Wati heran...


...“Tuti mau ikut mba Vira Bu, Tuti adiknya.. Tuti mau nemenin mba Vira” ucap Tuti sambil ngos ngosan...


...“Tut, mba saja belum tahu mba akan tinggal dimana nanti dan bagaimana kehidupan mba nanti, mba ga mau kamu ikut susah” ucapku gusar ...


...“Mba tenang aja, Tuti ga bakal ngerepotin kok.. Tuti mau tinggal dimana aja gampang, udah mba ga usah pusing, nanti disana Tuti bisa kerja apa aja buat bantu mba” ucapnya seraya langsung mencium punggung tangan Bu Wati dan berlari menghampiri anak - anak panti yang berkumpul kemudian pamit pada mereka satu per satu...


...Aku yang belum sempat membantahnya kini pasrah tak bisa berbuat apa - apa, Bi Welas dan Bu Wati hanya menggeleng melihat kelakuan Tuti. ...


Mobil kami beranjak meninggalkan panti, anak - anak panti melambai mengantar kepergian kami, semoga Allah bisa mempertemukan kami kembali, do’aku dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov


Penulis..


...dr. Salim berkali - kali menghubungi No. HP Vira yang sudah tidak aktif, berpuluh pesan sudah ia kirimkan, ia hilir mudik berjalan tidak tenang, sebentar duduk kemudian berdiri dengan HP yang tak lepas dari telinganya. ...


...“Kemana kamu Vir? Kenapa kamu pergi? Kenapa kamu ga nunggu aku yang bawa kamu pergi? “ ucapnya frustasi ...


Ia kemudian kembali fokus pada layar HPnya, mencoba menghubungi seseorang


...“Halo Bram, Vira pamit juga ga sama lo?” Tanya Salim pada Bram tanpa basa basi...


...“Iya Lim, ini gue baru pulang dari rumah si kunyuk Vicky, gue tanya sama Leni dan Bi Sumirah tapi mereka ga tau Vira sama Bi Welas kemana Lim” jawab Vicky sambil menghela kasar nafasnya...

__ADS_1


...“Jadi Vira pergi sama Bi Welas? Lo udah coba hubungi No. Bi Welas?” Tanya Salim penuh harap ...


...“Udah, tapi No. Bi Welas juga ga aktif Lim” jawab Vicky ...


...“Bram, apa mungkin mereka ke panti?” Tanya Salim lagi ...


...“Oh iya Lim, gue baru kepikiran.. ya udah gue langsung cabut kesana” ujar Bram...


...“Gue juga, gue otw langsung dari rumah sakit” ucap Salim, mereka seperti punya harapan baru ...


Tidak berapa lama, dua mobil sport mewah terpakir di depan halaman panti, anak - anak tampak menyambut dan mengerubuni mobil yang hanya mereka liat di TV, kedua laki - laki tampan itu keluar dari mobil mereka masing - masing dan menyapa ramah anak - anak yang sudah berkumpul disana


Bram merogoh dompetnya, memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan dan meminta anak yang keliatan paling besar disana untuk membelikan adik - adik di panti itu es krim dan coklat, anak - anak bersorak sorai bahagia, Salim dan Bram yang melihat itu tampak terharu


Bu Wati yang mendengar keriuhan di luar segera menghampiri anak - anak itu, Bram dan Salim yang melihat Bu Wati segera mendekat dan memberi salam


...“Adek - adek ini siapa ya? Tanya Bu Wati...


...“Perkenalkan Bu, saya Salim dan ini Bram.. kami temannya Vira” jawab Salim sopan...


...“Oh temannya nak Vira, mari masuk nak.. silakan” ujar Bu Wati mempersilakan masuk, kemudian memanggil salah satu penjaga panti dan memintanya untuk menghidangkan minuman ...


...“Maaf dek ada perlu apa ya?” Tanya Bu Wati...


...“Maaf kalau kedatangan kami tiba - tiba Bu, tujuan kami kesini untuk mencari keberadaan Vira” jawab Bram lembut...


...“Oh begitu” ucap Bu Wati sambil menghela lembut nafasnya ...


...“Tadi pagi sekali nak Vira dan Bi Welas memang kesini, Vira bahkan sempat jatuh pingsan begitu sampai” jelas Bu Wati dengan mata yang berkaca - kaca ...


...“Terus Viranya dimana sekarang Bu?” Tanya Bram cemas begitupun dengan Salim yang tak bisa menyembunyikan raut khawatirnya...


...“Vira sudah pergi dek, sekitar jam 10 tadi” jawab Bu Wati, ia menunduk menahan air mata yang menggenang mengingat nasib Vira ...


...“Ibu tau Vira kemana?” Tanya Salim tak sabar...


...”Maaf dek, kalau soal itu Ibu tidak tau.. Vira ga cerita apa - apa ke Ibu” jawab Bu Wati, ia tidak sepenuhnya berbohong karena sebenarnya Vira tidak cerita padanya ia akan kemana, ia cuma mendengar ketika Vira berbicara dengan Mbok Asih tadi, Mbok Asih yang mana pun ia tak tau...


Kedua pria yang tampan itu pun terlihat pasrah, mereka bingung mau mencari Vira kemana lagi, karena yang mereka tau Vira tidak punya tempat tujuan lain selain panti itu.

__ADS_1


Setelah berbincang cukup lama, Salim dan Bram undur diri mereka pun kembali ke tempat mereka masing - masing dengan perasaan hampa.


__ADS_2