Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kenangan buruk Vira


__ADS_3

Rintik hujan menemani Vira berjalan kaki menuju pangkalan angkot, sudah kurang lebih setengah jam ia berjalan, kakinya sudah mulai sakit karena memakai sepatu heels meskipun tidak terlalu tinggi membuat ia harus berhenti sebentar sambil berjongkok di pinggir jalan, baru beberapa langkah setelah ia kembali berjalan tiba - tiba heels sebelah sepatu murahnya itu copot, membuat jalan Vira tidak seimbang


“Mana masih jauh lagi pangkalannya” gumam Vira


Vira kemudian menepi di pinggir jalan, ia lalu melepaskan sepatunya, mengamati heelsnya yang copot


“Harus dilem lagi kayaknya” gumam sambil berdecak


Vira menoleh ke kiri dan ke kanan, berharap ada angkot yang lewat atau kendaraan yang mungkin bisa berbaik hati ia tumpangi menuju terminal, tapi tidak ada kendaraan yang lewat sama sekali, dengan terpaksa Vira mencopot sepatunya yang sebelah lagi dan melanjutkan perjalanannya tanpa alas kaki


Setelah melalui jalan yang panjang dan tanpa alas kaki, Vira samar - samar sudah bisa melihat terminal angkot di depannya, ia pun menghela nafasnya lega


Tiba - tiba hujun mengguyur, membuat Vira berlari kecil menuju terminal angkot, hujan yang semakin deras membuat Vira basah kuyup ketika ia sampai di pangkalan angkot tersebut


Vira menoleh ke kiri dan ke kanan mencari angkot yang akan ia tumpangi, namun tidak ada angkot sama sekali disana.. tampaknya hujan yang deras dan hari yang semakin gelap membuat angkot enggan untuk mangkal disitu


Para pedagang yang biasa mangkal menjajakan dagangannya pun sudah tutup karena hujan yang sangat deras


Vira duduk sendirian, rambut dan bajunya basah sudah, angin dan udara yang dingin membuat badan Vira gemetaran, ditambah perutnya yang keroncongan karena belum ia isi dari pagi tadi.


Vira tersenyum miris, ia memandang hujan yang tampaknya tak akan berhenti dalam waktu dekat


Hujan yang deras melayangkan Ingatan Vira pada kejadian yang ia alami beberapa bulan yang lalu, saat ia dikhianati oleh suaminya sendiri dan saat anaknya direnggut paksa darinya, membuat hidupnya hancur sehancur - hancurnya.


Hujan juga mengingatkannya pada saat ia kecil dulu, kira - kira kelas 2 SD.


Saat itu ada keluarga seorang dokter yang mengadopsi Vira setelah jatuh cinta pada wajah cantik Vira dan sikapnya yang santun, 2 bulan pertama saat Vira tinggal bersama mereka.. mereka merawat dan memperlakukan Vira dengan penuh kasih sayang, hingga kemudian istri sang dokter hamil. Vira kecil saat itu tidak lagi mendapat kasih sayang dari mereka, Vira tak ada bedanya dengan seorang pelayan, setiap hari sebelum sekolah Vira harus membantu pekerjaan pembantu di rumah itu, dari mulai mencuci piring, mengepel, hingga memasak dan menyapu halaman. Tak jarang Vira kecil juga harus membersihkan muntahan Ibu angkatnya yang sedang hamil muda, tak ada sarapan buatnya jika ia tidak mengerjakan pekerjaan rumah.


...Suatu ketika Vira kecil jatuh di dorong oleh teman sekelasnya, ia pulang berjalan tertatih dengan luka di lututnya yang menganga, Ibu angkatnya yang sedang hamil muda kemudian memukuli Vira dengan gagang sapu karena Vira terlambat pulang dan terlambat menyiapkan makanan untuk Ibu angkatnya. ...


...Namun meskipun hidup penuh penderitaan, Vira kecil selalu tersenyum, ia pun selalu berprestasi di sekolah, ia berhasil menyabet juara 1 di kelasnya, hal yang membuat ia menjadi bulan - bulanan teman - temannya, ia bahkan dijuluki “Vira binti anak angkat”, karena teman - temannya yang mengetahui kalau ia seorang anak angkat, tak jarang tas atau buku Vira disembunyikan teman - teman sekelasnya yang membuat ia kembali menjadi sasaran amukan Ibu angkatnya karena terlambat pulang...


...Suatu hari Vira kecil akhirnya tumbang karena hampir setiap hari dipukuli Ibu angkatnya, badannya demam dan menggigil, sekujur tubuhnya memar, ia bahkan sempat kejang, Vira kecil kemudian diantarkan kembali ke panti oleh Ayah angkatnya pada malam hari saat penghuni panti sudah terlelap, Vira yang lemah tak berdaya digeletakkan begitu saja di depan teras panti dengan sepucuk surat yang mengatakan bahwa Vira dikembalikan karena ketahuan mencuri perhiasan Ibu angkatnya, padahal Vira tidak melakukannya sama sekali. ...

__ADS_1


...Pagi harinya Bu Citra histeris melihat Vira yang pucat pasi dengan badan yang menggigil tengah meringkuk di teras pantinya, sejak saat itu Bu Citra sangat selektif dalam memilih keluarga yang ingin mengadopsi anak - anak panti terutama Vira. ...


Air mata Vira menetes mengenang semua kejadian buruk yang ia alami, sehina itukah dirinya hingga ia tak pantas mendapat kasih sayang dan kebahagiaan?


Entahlah, ia tak ingin berharap lagi.. buatnya sekarang yang terpenting adalah membahagiakan Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti.. orang - orang yang sangat berjasa untuknya, ia tak ingin kehilangan siapa - siapa lagi setelah ia kehilangan Bu Citra karena penyakit jantung yang tak terobati dan anaknya yang diambil paksa darinya.


...****************...


...Hujan semakin deras seiring malam yang semakin gelap, beberapa lampu kios bahkan sudah dimatikan.. Vira yakin tak akan ada angkot yang kembali lagi ke pangkalan, yang bisa ia lakukan hanya menerobos hujan itu dengan berjalan kaki menuju ke rumah. ...


...Vira berjalan dengan perlahan, hujan besar disertai angin membuat Vira harus memeluk tubuhnya sendiri agar tak kedinginan, udara perkebunan teh dan hujan deras membuat badan Vira terasa beku, dengan susah payah dan berjalan kaki kurang lebih 30 menit dari pangkalan angkot akhirnya Vira sampai di rumahnya. ...


Sementara itu Mbok Asih, Bi Welas, dan Tuti tengah mondar mandir di depan rumahnya menanti kepulangan Vira , Tuti berpuluh - puluh kali menelepon HP Vira yang tak kunjung aktif


...“Assalamu’alaikum” ujar Vira dengan suara yang bergetar ...


...“Wa’alaikum Salam” jawab ketiganya yang teramat kaget melihat Vira yang basah kuyup dan bertelanjang kaki, sedang sepatunya ia jinjing di tangan kirinya...


...“Maaf ya Vira pulangnya telat” ujar Vira nyengir diakhiri dengan beberapa kali bersin...


...“Mba darimana aja, Tuti neleponin mba dari sore tadi tapi HP mba ga aktif terus” tanya Tuti dengan muka yang khawatir ...


...“Sebentar Bibi ambilin handuk dulu ya Neng, Tut tolong bikinin teh panas untuk mba’nya toh!” Ujar Bi Welas sambil tergesa masuk ke dalam kamar Vira ...


...“Tuti bikinin teh panas dulu ya mba, atau mba mau sekalian makan?”...


...“Mba mau teh panas aja Tut” jawab Vira ...


Bi Welas memberikan handuk yang ia bawa kepada Mbok Welas, Mbok Welas mengeringkan rambut Vira dengan telaten..


...“Neng ini darimana? Kok jalan kaki? Mana ga pake sepatu lagi” tanya Bi Welas ...


...“Tadi Vira ga dapet angkot Bi, angkotnya ga ada yang mangkal, mau pesen ojek online eh baterai HPnya abis, nah pas Vira jalan heels sepatunya malah copot” jawab Vira sambil terkekeh...

__ADS_1


...Vira sengaja berbohong tentang ia yang tak punya uang untuk naik ojek online, ia tak ingin Bi Welas dan Mbok Asih memberikannya uang lagi, karena beberapa hari yang lalu Bi Welas dan Mbok Asih memberikan Vira uang untuk ongkos membuat lamaran kerja....


...“Walah ini sepatunya mesti di lem lagi Neng” ujar Bi Welas yang tengah memperhatikan sepatu Vira ...


...“Sek ya, kyknya Bibi punya lem sisa nempelin sepatunya si Tuti” ucap Bi Welas yang lalu masuk ke dapur ...


...“Ah iya sepatu Tuti juga udah rusak, gajian nanti berarti aku harus beli sepatu Tuti juga” batin Vira sambil tersenyum...


Beberapa saat kemudian Bi Welas kembali dari dapur


...“Udah Bi Welas lem Neng sepatunya, tinggal nunggu kering” ujar Bi Welas lalu mendudukkan dirinya di kursi makan dekat Vira...


Tuti datang membawa secangkir teh dan semangkok mie rebus plus telor


...“Makan dulu mba, biar badannya anget” ucapnya...


...“Ah kamu tau aja Tut kalo mba laper banget” ucap Vira sambil menyeruput teh dan mengucek mienya...


...“Non Vira jadi dapet kerjaannya?” Tanta Mbok Asih yang masih setia mengeringkan rambut Vira ...


...“Alhamdulillah dapet Mbok, jadi sekretaris CEO malah” ucap Vira dengan tersenyum bangga ...


...“Hah? Serius mba? Kok bisa? Bukannya mba ngelamar jadi waitress ya? Tanya Tuti heran mulut Tuti sampai terbuka...


...“Iyaaaa Tut, serius.. mba juga heran tiba - tiba aja dipanggil terus diwawancara langsung sama CEOnya” jawab Vira sambil menyendok mi rebus dan memasukkannya ke dalam mulut...


...“Ah mesti iki, mesti CEOnya naksir karo Non Vira” tukas Mbok Asih ...


Vira tersedak mendengar celetukan Mbok Asih, ia geli membayangkan ada seorang CEO setampan dan sekaya raya Alex naksir seorang janda yang yatim piatu dengan bonus miskin seperti dirinya


Vira tertawa terbahak - bahak membuat ketiga orang itu bingung


...“Lah cah ayu kok malah ketawa toh? Bi Welas juga mikirnya gitu loh” timpal Bi Welas...

__ADS_1


...“Udah ah pada ngayalnya, Vira mau makan dulu.. habis itu mau mandi terus mau nyuci kemeja sama baju kerja Vira, besok pagi mau dipake kerja lagi soalnya” tutup Vira dan melanjutkan makannya dengan lahap. ...


__ADS_2