Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Siasat yang mulai dijalankan


__ADS_3

...“Francis, kenapa mangganya kuning sih, saya minta yang hijau” ucap Alex pada Francis yang menjinjing 2 kresek penuh mangga di tangannya...


...“Maaf Tuan, bukannya mangga yang bagus itu yang warna kuning ya?” Tanya Francis, baru kali ini ia membeli mangga sendiri apalagi di tukang buah gerobak, ia tak tahu harus memilih yang seperti apa, sementara penjual buah gerobak tadi bilang bahwa mangga yang kuning yang rasanya manis...


...“Saya mau yang hijau Francis, cepat belikan yang hijau!” Titah Alex, Francis segera berlalu dan mengejar tukang buah gerobak yang telah jauh berjalan di depannya. Ngidam Alex semakin menjadi - jadi, hampir semua makanan yang dijual menggunakan gerobak yang mobilnya lewati ketika menuju kantor ia beli. Mobil yang biasanya wangi dan bersih kini beraroma macam - macam. ...


Francis kembali dengan berpeluh, 2 tentengan mangga warna hijau sudah ia emban. Alex tersenyum bahagia melihat mangga yang disodorkan padanya


...“Umar potong mangganya sekarang” titah Alex, ia sudah tak tahan ingin memakan mangganya, air liur seolah sudah menetes dari mulutnya...


Umar dan Francis saling pandang


...“Tuan tapi itu mangganya masih kotor, apa tidak sebaiknya kita sampai hotel dulu agar bisa dibersihkan? Tanya Umar pada Alex...


^^^“Sekarang Umar!” Titah Alex geram, berani - beraninya Umar menunda permintaan Bapak ngidam^^^


...“Baik Tuan” Ucap Umar sigap mengambil pisau lipat dari saku jasnya dan mulai memotong - motong mangga yang masih muda itu lantas memberikannya pada Alex...


Alex langsung memasukan mangga ke mulutnya


“Tuan, itu mangganya… “ belum selesai Francis bicara mangga itu sudah sukses masuk ke mulut Alex


...“Itu kotor Tuan… “ sambung Francis, Alex tak peduli ia sibuk melahap mangganya. ...


Francis dan Umar saling tatap melihat kelakuan atasannya


Mobil Alex kemudian bergerak menuju hotel miliknya untuk bekerja, sebenarnya Vira sudah melarangnya berhubung Alex masih mengalami morning sickness, tapi banyaknya meeting yang harus Alex hadiri membuat mau tidak mau ia harus ke kantor.


Alex berjalan tegap masuk ke dalam lobby diekori oleh Francis dan Umar, semua pegawai menyapa hormat padanya yang dibalas sapaan hangat oleh Alex. tak berapa lama langkah Alex terhenti, ia melihat Sarah tengah berdiri di lobby dan tersenyum menatapnya


...“Sarah?” Gumam Alex ...


Sarah berjalan dengan anggun mendekati Alex, senyumnya mengembang


...“Lex” ucap Sarah ...


...“Sarah? Kamu ngapain disini?” Tanya Alex heran melihat Sarah yang tiba - tiba muncul di hotelnya...


...“Loh emangnya aku ga boleh ketemu sama temenku yang baru nikah? Tanya Sarah sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat, Alex menyambut uluran tangan Sarah...


...“Selamat ya Lex atas pernikahan kamu yang heboh dengan Vira sang putri keraton” gurau Sarah...


...“Makasih Sar” ucap Alex singkat, ia sedikit tidak suka dengan cara bicara Sarah tentang Vira...


...“Maaf aku ga bisa dateng ke nikahan kamu, aku baru pulang dari Belanda ngurusin bisnis barunya Papa” ujar Sarah...


...“Ga apa - apa Sar, aku ngerti. Terus tujuan kamu kesini mau ngapain?” Tanya Alex...


...“Aku kesini soalnya mau ngobrolin soal bisnis baru Papa, Papa minta saran kamu terkait bisnisnya Lex” tutur Sarah kemudian ...


...“Oh ok, tapi aku masih banyak meeting dan tele conference, jadi mungkin kamu harus nunggu lama Sar” ucap Alex...


...“Ga apa apa, aku tungguin, aku udah jauh - jauh dateng, aku ga mau pulang dengan tangan kosong, Papa bisa marah besar Lex” ucap Sarah ...


...“Ok, kamu mau nunggu dimana? Di restoran atau di lounge?” Tanya Alex...


...“Ga usah, aku tunggu di ruangan kamu aja, ga enak kalo nunggu sendirian” ujar Sarah...


...“Ya udah, nanti di ruanganku kamu bisa ditemenin Francis atau Umar, yang pasti kita ga boleh berduaan, aku ga mau istriku salah paham” tukas Alex yang kemudian beranjak dari situ diekori oleh Sarah, Francis, dan Umar. Senyum puas Sarah seketika terbit...


Beberapa meeting dan tele conference Alex jalani dalam kondisi mual yang hebat, membuat ia mau tak mau harus menjeda meetingnya beberapa kali hanya untuk ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya disana, badannya sudah sangat lemas, kepalanya pusing, dan lelah yang melanda sekujur tubuhnya


...“Ga apa - apa nak, biar Papa yang nanggung semuanya, kamu jangan bikin Mama repot ya” gumam Alex pada calon anaknya ...


Sarah yang menunggu dengan setia di ruangan Alex awas mengawasi setiap gerak gerik pria tampan itu


...“Alex kenapa Francis? Apa dia sakit? Tanya Sarah pada Francis yang duduk tak jauh darinya...


...“Tuan Alex sedang mengalami morning sickness karena kehamilan Nyonya Vira” jawab Francis ...


...“Jadi Vira sedang hamil? tanya Sarah kaget...


...“Iya, Nyonya Vira sedang hamil” jawab Francis lagi...


Sarah termenung sebentar, sebelum kemudian senyum licik terulas di wajahnya yang cantik


Sudah hampir jam makan siang namun Alex masih saja sibuk dengan tele conferencenya, Sarah duduk anteng di tempatnya didampingi Umar dan Francis.

__ADS_1


Derap sepatu terdengar seiring dengan suara pintu yang terbuka, Vira masuk ke ruangan Alex dengan tangan yang penuh makanan untuk suaminya. Baru saja ia akan memberi kejutan pada Alex, namun malah Vira sendiri yang terkejut melihat Sarah tengah duduk mengamati Alex yang fokus pada tele conferencenya, tak jauh dari Sarah duduk Francis dan Umar yang menyadari kehadiran Vira


Francis dan Umar segera bangkit berdiri dan menganggukan kepala mereka penuh hormat


...“Selamat siang Nyonya Vira” sapa Francis...


Alex dan Sarah yang mendengar itu segera menoleh ke arah Vira yang tengah berdiri menatap suaminya dengan penuh cinta, sedikit cemburu di hati Vira pasti ada, tapi melihat Francis dan Umar yang juga ada disana membuat Vira sedikit lega. Soal Sarah ia akan tanyakan nanti saja, baginya yang penting sekarang adalah mengurus Alex yang tengah dilanda morning sickness kehamilan Vira


...“Sayang” tutur Alex sambil menghambur ke arah Vira dan memeluknya...


...“Masih muntah - muntah ya Mas?” Tanya Vira khawatir...


Alex mengangguk lemah


...“Makan dulu yuk, aku bawain opor ayam yang kamu minta tadi” tutur Vira...


Alex mengurai pelukannya, dan menatap Vira dengan mata yang berbinar


...“Makan yuk, mau aku suapin?” Tanya Vira...


...Alex mengangguk tanpa ragu dan memulas senyum bahagia...


...“Lex” panggil Sarah yang sudah berdiri di belakangnya...


Alex terkesiap, lupa kalau ada Sarah disitu


...“Eh sorry Sar, kenalin ini Vira istri aku” ucap Alex sambil merangkul Vira...


Sarah mengulurkan tangannya untuk berjabat, dan Vira menyambutnya dengan hangat


...“Sarah” ucap Sarah...


...“Vira, istrinya Alex” sahut Vira dengan senyum yang ramah, sementara bisa ditebak Sarah tersenyum sinis padanya...


...“Ah, sang putri keraton yang sempat hilang ya?” Tanya Sarah, Alex mendelik pada Sarah, lagi - lagi tak suka dengan cara bicara Sarah yang seolah meremehkan, sementara Vira anteng - anteng saja, dia sudah biasa dibully. ...


...“Iya, itu saya” ucap Vira singkat, senyum tak pudar dari wajahnya yang memukau ...


Alex berdehem, mengusir kecanggungan antara mereka


...“Katanya mau nyuapin, sambil aku tele conference ya” ucap Alex sambil membimbing Vira menuju meja kerjanya, Vira manut saja lantas sigap menyiapkan makanan untuk suaminya, meninggalkan Sarah yang masih terpaku melihat interaksi suami istri itu...


Sarah mengamati pasangan rupawan di depannya, hatinya mencelos, sudah lama Alex ia damba bahkan ia sampai memohon - mohon pada Papanya untuk meminang Alex meskipun pada akhirnya Alex menolak pinangannya lantas memilih Vira.


Jelang beberapa lama, selesai sudah rangkaian tele conference Alex yang diwarnai adegan suap - suapan. Vira menghela kasar nafasnya, badannya terasa lelah, begitu juga matanya.


...“Kamu ngantuk ya Vir?” Tanya Alex pada Vira yang menguap beberapa kali di sampingnya, Vira mengangguk pelan matanya sudah tak kuat ingin terpejam...


...“Mau istirahat di lantai 20 aja?” Tanya Alex, Vira menggeleng...


...“Aku mau pulang aja ya Mas, kalo aku disini yang ada kamu ga fokus kerja. Kayak tadi, aku malu Mas sama relasi - relasi kamu pas kamu rangkul terus ngelus - ngelus rambut aku gitu” protes Vira...


...“Ngapain malu, kamu kan istri aku, mereka juga udah pada tau kok, kan mereka datang pas acara resepsi kita di Dubai” tutur Alex tak peduli, ia memang ingin seantero jagad tahu kalau mereka memang suami istri...


...“Ih kan ga harus pamer juga Mas, nanti kalo ada yang sirik gimana?” Tanya Vira ...


...“Terus kenapa kalo sirik? Mau ngerebut istri cantik aku ini dari aku gitu? Coba aja kalo bisa, aku jamin ga akan ada yang bisa ngerebut kamu dari aku” ucap Alex sambil merengkuh tubuh Vira, lupa kalau ada Sarah, Francis, dan Umar disana...


...“Terus kalo malah ada yang mau ngerebut kamu dari aku gimana?” Tanya Vira yang sontak membuat Sarah mendelik padanya...


...“Ya jangan mau kalah dong Vir, aku jangan dilepasin! Lagian aku mana mau sama wanita lain selain kamu” sahut Alex kali ini ia nyium - nyium rambut Vira yang wangi semerbak...


Vira manyun saja disentuh seperti itu oleh Alex di depan orang lain


...“Aku pulang ya sayang, capek banget badannya” rayu Vira...


Kali ini Alex yang manyun, namun melihat mata memelas Vira mana tega Alex menolaknya


...“Ya udah, kamu istirahat ya di rumah, jaga kondisi kamu dan jaga anak kita” tutur Alex sambil menciumi kepala Vira...


Sarah memandang mereka dengan tajam, sementara Francis dan Umar hanya menunduk tapi berani melihat, khawatir khilaf iri sama atasan sendiri.


Vira berjalan lalu berlalu meninggalkan ruangan Alex, senyuman manis sempat ia berikan pada Sarah sebelum ia keluar ruangan.


Sepanjang perjalanan pulang Vira tak tenang, hatinya tak suka Alex dan Sarah kembali bertemu, entah untuk urusan apa tapi kedatangan Sarah yang tiba - tiba di tengah kebahagiaannya mengingatkannya pada Utari yang merebut Vicky darinya saat ia sedang bahagia - bahagianya.


Vira sama sekali tak bisa memejamkan matanya, ia kini berjalan mondar - mandir di ruang tamu menunggu kepulangan sang suami, matanya sedikit - sedikit menoleh ke arah jam di dindingnya.

__ADS_1


Tak berapa lama, Alex tiba di rumah tepat pada waktunya. Tak seperti kemarin, sore ini raut wajahnya ceria dan penuh semangat, kadatangan Vira ke kantor dan Vira yang menyuapinya membuat Alex bahagia sepanjang sorenya


Vira menyambut suaminya dengan wajah cerah, ia pun sudah cantik dan wangi, sengaja mempersiapkan diri untuk menyambut suami yang begitu ia cintai.


Alex kalap melihat Vira yang menyambutnya dengan senyum yang menawan, hasratnya tiba - tiba membuncah, namun urung ia lakukan ketika ingin pesan dr. Lili untuk tidak serlalu sering menggauli istrinya di trimester pertama kehamilan karena kehamilan Vira yang riskan.


Alex hanya bisa menahan salivanya melihat lekuk tubuh istrinya yang menggairahkan


...“Demi kamu Papa tahan, nak” gumamnya pelan pada calon anaknya...


...“Sore ini muntah lagi ga Mas?” Tanya Vira sambil mencium punggung tangan suaminya...


...“Enggak sayang, justru aku ngerasa fit banget sore ini, gara - gara kamu nyuapin aku tadi sih kayaknya, besok kamu mampir ke kantor lagi ya, bawain aku makanan terus suapin lagi kayak tadi” ucap Alex, ia lalu mendaratkan ciuman di dahi istrinya...


Vira menyunggingkan senyumnya lantas memeluk hangat suaminya. Vira lalu membawakan tas kerja suaminya dan menggandengnya menuju kamar mereka. Sambil menunggu Alex mandi, Vira menoba merangkai kata - kata untuk menanyakan perihal Sarah tanpa membuat Alex tersinggung apalagi marah padanya.


Pintu kamar mandi terbuka, sang suami sudah kelihatan segar kembali, wajah tampannya berseri, badannya yang atletis membuat hasrat Vira bergejolak, susah payah ia menelan salivanya melihat sang suami yang hanya berbalut handuk di bagian bawah pinggangnya


...“Tahan, tahan, puasa dulu.. demi anak” batin Vira...


...Vira menghela kasar nafasnya, lantas mendekati Alex dengan menenteng baju untuk suaminya itu, Vira lantas membantu Alex memakaikan bajunya dengan penuh kasih sayang...


...“Mas” ucap Vira, ia memberanikan diri untuk membahas tentang Sarah...


...“Heem” sahut Alex yang tengah sibuk memakai lotion besutan brand ternama ke wajahnya...


...“Sarah ngapain ke kantor Mas tadi?” Tanya Vira gugup, ia sampai menggigit bibir bawahnya khawatir Alex tersinggung...


...“Oh, dia datang mau konsultasi soal bisnis baru Papanya” jawab Alex ...


...“Emang harus sama kamu konsulnya? Emang ga ada orang lain? Tanya Vira lagi...


Alex menoleh pada Vira, senyum tersungging dari wajah tampannya


...“Kamu cemburu Vir?” goda Alex...


Vira mengerucutkan bibirnya


...“Aku ga suka Mas kamu deket - deket sama Sarah atau sama wanita lain” ucap Vira sendu...


...“Karena cemburu?” Goda Alex lagi ...


...“Mas, aku ga lagi bercanda, apa pun alasannya baik kamu atau aku harus jaga jarak sama lawan jenis, jangan membiarkan pihak ketiga masuk ke dalam rumah tangga kita” tutur Vira...


...“Kamu ga percaya sama aku Vira?” Tanya Alex ...


...“Aku percaya sama kamu tapi enggak sama wanita lain yang deketin kamu” tukas Vira...


...“Sarah itu udah nerima keputusanku dengan baik Vir, kami cuma berteman ga lebih, kamu jangan khawatir, jangan berpikir berlebihan, ingat kamu sedang mengandung anak kita sekarang sayang” ucap Alex sambil merengkuh Vira ...


...“Mas kamu dengerin aku, percaya sama aku, ga akan ada wanita yang tulus pengen temenan sama kamu. Kamu ganteng, kamu kaya, kamu punya segalanya, banyak wanita yang akan rela melakukan apa aja untuk dapetin kamu, dan aku rasa Sarah salah satunya” ucap Vira panjang lebar...


Alex meregangkan rengkuhannya dan menatap Vira


...“Awalnya mereka akan bilang ga apa - apa temenan, tapi setelah itu mereka merangsek masuk dalam pernikahan kita dan nantinya menghancurkan rumah tangga kita tanpa ampun, aku pernah ngalamin itu Mas, aku ga mau itu terjadi lagi” Tutur Vira lagi...


...“Aku bukan Vicky Vir, kamu pikir aku akan berbuat serendah itu?” Ucap Alex, ia tersinggung dengan omongan Vira...


...“Sekali lagi bukan kamu yang aku khawatirkan, tapi wanita lain yang deketin kamu Mas, mereka akan melakukan apa pun begitu ada kesempatan untuk dapetin kamu, termasuk seperti apa yang Sarah lakukan sekarang, dia berpura - pura ngobrolin bisnis sama kamu dan setelah itu dia akan mengatur strategi buat dapetin kamu Mas!” Tukas Vira, ia mulai merasa emosi pada Alex yang tak jua mengerti...


Alex menghela nafasnya


...“Vira, tolong jangan samakan aku dengan mantan suami kamu, kalo pun aku masih temenan sama Sarah sekarang itu karena Mama dan Baba ngajarin aku untuk ga menyakiti hati perempuan” ucap Alex, sama dengan Vira Alex pun mulai emosi dengan semua sangkaan Vira yang menurutnya berlebihan ...


...“Lantas bagaimana dengan perasaanku?” Tanya Vira, matanya tajam melihat Alex...


...“Perasaan kamu?” Tanya Alex sengit...


...“Vir, aku ga punya hubungan apa pun dengan Sarah atau wanita lain, apa kamu ga tau segimana cintanya aku sama kamu Vira? Bahkan kalo kamu minta nyawaku sekarang aku ga akan berpikir dua kali untuk ngasih nyawaku buat kamu!” Tandas Alex ...


Vira tersenyum sinis


...“Semua laki - laki akan bilang gitu pada awalnya Mas, tapi setelah itu mereka akan..” ...


...“Vira!!!” Sentak Alex yang memotong kata - kata yang akan Vira lontarkan, Vira terkesiap ia lalu mematung...


...“Aku bukan Vicky Vira, ingat itu!” Ucap Alex sambil berlalu dari kamar mereka, meninggalkan Vira yang mematung...

__ADS_1


Vira menghela nafasnya, menenangkan pikirannya sebentar, dan memikirkan semua omongannya pada Alex tadi, apa karena trauma pada Vicky hingga Vira menilai Alex sama? Batin Vira


Sore itu, kali pertama pertengkaran antara Alex dan Vira sebagai suami istri terjadi.


__ADS_2