
Vira menyandarkan punggungnya ke dinding kayu rumah kontrakannya. Tangannya memijit - mijit kedua kakinya yang terasa pegal setelah berjalan cukup jauh ke desa sebelah, Vira lalu mengipas - ngipas wajahnya yang berpeluh karena sengatan matahari, ia harus melewati pemukiman para nelayan dan hutan bakau yang luas untuk menemui Cakil, orang yang akan menyebrangkannya ke Malaysia.
Awalnya Cakil menolak, ia curiga dengan wajah dan perawakan Vira yang tak mungkin punya niatan untuk menjadi TKI ilegal, Cakil menduga kalau Vira adalah seorang mata - mata polisi, tapi begitu Vira menyodorkan sejumlah uang padanya Cakil bungkam dan menyanggupi keinginan Vira.
..."Kita akan pergi jauh dan memulai kehidupan yang baru ya Nak, hanya kita berdua, Mama janji Mama akan berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan kamu meskipun Mama hanya seorang diri" gumam Vira pada anaknya, tangannya mengelus lembut perutnya yang masih rata...
Pikiran Vira melayang pada Alex Ayah dari anaknya, rasa rindu pada suaminya itu pun muncul seiring dengan rasa khawatirnya terhadap sindrom couvade yang kini tengah mendera Alex, namun ketika bayangan Alex yang tengah bergumul mesra dengan Sarah kembali, rasa rindu dan khawatirnya terhadap Alex hancur seketika.
Vira mengusap air mata yang mengalir hangat di pipinya, menguatkan hatinya agar tak lagi mengingat apa pun tentang masa lalunya. Ia lalu membuka kantong plastik berisi baju dan celana laki - laki beserta dengan jaket dan topi serta sepatu laki - laki yang ia beli di pasar sepulang dari rumah si Cakil tadi, ia persiapkan betul dirinya untuk ke Malaysia, satu tujuannya agar ia pergi dari masa lalunya yang kelam.
Ketukan di pintu membuyarkan lamunan Vira, ia sigap membereskan barang belanjaannya dan memasukannya ke kolong tempat tidur, ia lalu mengusap - usap pipinya yang masih sedikit basah karena air mata.
Vira bergegas membukakan pintu rumah kontrakannya, Bu Ranti berdiri disana dengan mengulas senyum, kedua tangannya penuh menjinjing kantong plastik
"Vira, makan rujak yuk, paling enak kalo siang - siang gini makan rujak di tepi pantai" ucap Bu Ranti sumringah
"Iya Bu, sebentar ya Vira ambilin piring dulu" ucap Vira sambil mengulas senyum dan beranjak menuju dapur
Tak lama Vira kembali, lalu mendudukkan dirinya di bangku sebelah Bu Ranti, Bu Ranti lantas sigap menata rujak di atas piring
"Kamu darimana Nak? Tadi waktu Ibu lagi belanja sayur, Ibu ngeliat kamu di perbatasan desa sebelah" tutur Ranti
Vira terhenyak, jantungnya berdebar khawatir Bu Ranti mengetahui rencananya, jika sampai Bu Ranti tahu Vira hendak ke Malaysia dibantu Cakil, sudah barang tentu Bu Ranti akan mengadukan kepada kedua putranya yang polisi, kalau Cakil ditangkap maka harapan Vira untuk ke Malaysia pun pupus sudah.
Vira menyunggingkan senyum menutupi kegalauannya
"Vira cuma jalan - jalan Bu, suntuk di rumah" ucap Vira pada Bu Ranti yang masih menatapnya curiga
"Kalo suntuk kamu kan bisa ke rumah Ibu Vir, kita bisa ngobrol atau nonton TV bareng, di TV lagi ada yang heboh loh Vir soal... siapa ya namanya tadi, Ibu lupa, tapi yang jelas anak pengusaha kaya, katanya dia pernah hamil tapi dia aborsi anaknya, haduh amit - amit ya kok jadi perempuan kok bisa setega itu coba" ucap Ranti sambil bergidik
Vira manggut - manggut tak peduli, mulutnya sibuk mengunyah mangga muda yang Bu Ranti bawa
"Eh Vir, Ibu kok kayak pernah liat kamu ya, tapi dimana gitu, apa di TV ya, Ibu lupa juga... Terus nama kamu juga kayaknya Ibu sering denger, tapi ya itu Ibu juga lupa dimana" ucap Ranti sambil terkekeh dan menepuk jidatnya sendiri
Vira lega Bu Ranti lupa, seandainya Bu Ranti ingat dan tahu siapa Vira tentu akan lain ceritanya
..."Kalo lupa ga usah diinget - inget Bu" sahut Vira sambil tersenyum...
..."Nah itu penyakit orang tua, gampang lupa!" ucap Ranti yang kemudian terkekeh lagi...
..."Eh kandungan kamu usia berapa Nak?" tanya Bu Ratih...
..."Hampir satu bulan Bu" jawab Vira singkat...
..."Kamu ga dicariin suamimu Nak?, pasti dia khawatir istrinya minggat dalam kondisi hamil" tanya Bu Ratih hati - hati...
Vira tertegun
..."Kayaknya nyariin Bu" jawabnya singkat, namun matanya menjadi sendu...
..."Loh kok kayaknya? apa kamu belum pernah bicara dengan suamimu lagi Vir?" tanya Bu Ratih, pandangannya lekat pada Vira...
Vira menggeleng, lantas menyuapkan lagi mangga muda ke mulutnya
Ranti menatap Vira dengan bingung, sulit sekali membuat Vira menceritakan kisah hidupnya.
..."Pertengkaran dalam rumah tangga itu pasti ada Vir, namanya juga dua kepala yang berbeda jadi satu, ya pasti banyak bentroknya, tapi yang pasti keduanya harus sama - sama mengerti dan memaafkan kalo ada yang salah" tutur Ranti...
VIra hening saja, sibuk mengunyah rujaknya
..."Ibu ga tau apa masalah kamu sampai kamu nekad kabur, tapi kalo saran Ibu coba bicarakan baik - baik dengan suamimu, jangan sampai anak yang kamu kandung jadi korban Vir" tutur Ranti lagi...
__ADS_1
Vira menoleh dan memulas senyumnya
..."Iya Bu, terima kasih untuk sarannya, nanti Vira coba hubungi suami Vira" Bohong Vira, padahal jangankan menghubungi Alex, untuk mengingatnya saja Vira tak mampu...
..."Nah gitu dong, heemm... coba kalo kamu belum bersuami Vir, udah Ibu nikahin kamu sama Arjuna" guyon Ranti...
Vira hanya tersenyum mendengar guyonan Ranti, pikirannya fokus pada rencana keberangkatannya ke Malaysia besok malam
...***************...
Di tempat lain, iring - iringan mobil Alex yang tengah mencari Vira membelah jalan, sudah hari ke - 6 semenjak kepergian Vira, namun belum ada informasi sama sekali soal Vira.
Mual masih melanda Alex, hingga beberapa kali mobil mereka menepi agar Alex bisa memuntahkan isi perutnya, badan Alex kian lemah, wajahnya pucat. Tapi Alex menikmatinya ia anggap itu sebagai ikatan antara ia dan Vira. Francis dan Umar sudah beberapa kali menyarankan Alex untuk beristirahat, namun Alex menolak dan bersikukuh untuk turun langsung mencari istrinya. Rasa penyesalan yang menghantuinya belakangan ini membuatnya merasa tak berhak untuk istirahat sebelum ia menemukan Vira.
Mobil Alex baru saja menepi untuk kesekian kalinya karena ia kembali ingin memuntahkan isi perutnya, iring - iringan berhenti di tepi jalan perbatasan kota. Bersamaan dengan itu iring - iringan mobil Vicky melewati mereka
..."Theo, itu mobil Alex kan? Tanya Vicky pada Theo asisten pribadinya...
..."Iya betul Tuan, sepertinya Tuan Alex sedang mencari Nyonya Vira juga di daerah sini" ujar Theo...
..."Kalo gitu percepat gerakan kita Theo, saya ga mau kalo sampai Alex yang menemukan Vira duluan" Titah Vicky, Theo kemudian mempercepat laju kendaraannya....
Vicky tersenyum puas, meskipun sempat diwarnai dengan Sarah yang tertangkap basah oleh anak buahnya Alex, tapi pada kenyataannya rencananya untuk membuat Vira meninggalkan Alex sukses, Vicky pun yakin Sarah tidak akan buka mulut soal dirinya meskipun Alex telah menghancurkan nama baik Sarah dan perusahaannya, dalam arti kata lain dirinya aman untuk sementara.
Dan lagi - lagi nasib baik seolah sedang berpihak padanya, anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari Vira kini sudah mengetahui dimana keberadaan Vira. Vicky tadinya sempat bingung kemana ia harus mencari Vira, namun ingatan masa lalunya dengan Vira memberikannya petunjuk. Saat masih menikah dulu ketika Vira sedang sedih, Vira akan memilih pantai untuk menenangkan pikirannya. Petunjuk itu yang dipakai anak buah Vicky untuk mulai mencari Vira ke daerah - daerah pesisir pantai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam menjelang, Vira menatap langit hitam yang menggelayut, deburan ombak dan hembusan angin menambah tenang hatinya. Beberapa pasang muda mudi tampak sedang asyik bermain dengan ombak kecil yang mengenai kaki mereka
Vira memindai sekelilingnya, malam ini lebih sepi dibanding malam sebelumnya, kebanyakan orang lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah mengamankan dirinya dari hujan yang tak lama lagi akan turun.
..."Vira" panggil Vicky pada perempuan yang ia cintai yang tak jauh di depannya...
Vira seketika membalik badannya, ia terhenyak, matanya terbelalak, lantas refleks mundur beberapa langkah ke belakang
..."Ngapain kamu disini Mas?" hardik Vira pada Vicky di depannya, Theo yang berdiri setia dibelakang Vicky menunduk melihat amarah Vira...
Vicky mematung, matanya berkaca - kaca, ingin ia menghambur dan memeluk Vira namun ia tahan sekuat tenaga
..."Aku nyariin kamu Vira" ucapnya lirih...
..."Ngapain kamu nyariin aku hah? pergi kamu, pergi!" pekik Vira, matanya menatap Vicky penuh dendam...
..."Aku kesini buat jemput kamu Vira" ucap Vicky lagi...
..."Apa maksud kamu?" tanya Vira...
..."Aku tau Alex mengkhianati kamu Vir, dan sekarang kamu sendiri, tapi kamu jangan khawatir ada aku Vir, kamu ga sendirian"...
..."Ada kamu? maksud kamu apa? Kegilaaan apa lagi ini, hah?" sentak Vira...
..."Alex udah mengkhianati kamu Vir, dia udah mencampakkan kamu, dia memilih wanita lain dan meninggalkan kamu, jadi lupakan pria bajingan seperti dia Vir, kembali padaku, kita akan memulai lagi dari awal" lirih Vicky...
..."Gila kamu Mas! Iya, Alex memang berkhianat, tapi apa bedanya dia sama kamu hah? Dulu kamu juga mengkhianatiku, kamu tidur dengan Utari saat aku sedang hamil, lantas apa bedanya kalian?" Nyalang Vira, wajahnya memerah penuh amarah...
..."Vir, aku nyesel dan aku ga mungkin melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, cukup berikan aku satu kesempatan, aku jamin kita akan bahagia" ucap Vicky dengan wajah memelas...
..."Kamu masih waras kan Mas? aku ini masih istri Alex bahkan sekarang aku hamil anaknya Alex, dan kalau pun aku ga bersuami, aku ga akan sudi kembali sama kamu Mas" Sengit Vira...
..."Aku tau kamu masih marah padaku Vir, aku ngerti, dan aku terima, lampiasin aja semua kemarahan kamu sama aku, tapi tolong kembali padaku Vir, kamu bisa ceraikan Alex, dan mengenai kandungan kamu, aku akan terima Vira bahkan aku akan menganggapnya sebagai anakku sendiri, anak kita" tutur Vicky sambil maju mendekat, Vira refleks mundur beberapa langkah lagi...
__ADS_1
..."Vir, semenjak kamu ninggalin aku, hidupku hancur berantakan Vir, aku benar - benar menyesal, tolong pulang lah bersamaku Vir, Mami juga udah nungguin kamu di rumah" bujuk Vicky...
Vira melongo melihat Vicky yang benar - benar tidak tahu malu
..."Apa kamu tuli Mas? bahkan sampai mati pun aku ga akan sudi balikan sama kamu, aku ga peduli kalo hidup kamu hancur karena kamu yang hancurin hidup kamu sendiri ketika kamu bawa Nyonya muda baru ke dalam pernikahan kita" hardik Vira lagi, dada Vira kembang kempis penuh amarah...
..."Vira kenapa kamu ga mau balikan sama aku? aku yakin kalo cintamu buat aku belum hilang, aku tau di hati kamu masih ada aku Vir, pernikahan kita yang 3 tahun ga mungkin kamu lupain gitu aja, bahkan setelah ada Alex" tutur Vicky yang lagi - lagi membuat Vira melongo...
..."Cintaku sama kamu udah hilang sama sekali semenjak kamu berkhianat dengan Utari Mas, dan aku jijik sama kamu, jadi tolong sekarang kamu pergi jangan pernah nemuin atau ngikutin aku lagi" nyalang Vira lagi...
..."Aku ga akan pulang sebelum kamu ikut pulang sama aku Vir" ucap Vicky...
..."Jangan gila kamu Mas, aku ini masih istrinya Alex!" sentak Vira...
..."Vira, sadar. Alex udah mengkhianati kamu, dia nelantarin kamu, dia ga peduli sama kamu Vir, bahkan sekarang dia mungkin lagi bercumbu dengan selingkuhannya tanpa mikirin kamu dan kandungan kamu" tutur Vicky...
Hati Vira sakit seraya tersayat sembilu, apa mungkin Alex sekarang malah sedang bermesraan dengan Sarah tanpa memikirkannya dan anak dalam kandungannya
..."Udah Vir, lupain Alex, apalagi yang kamu harapkan dari laki - laki seperti dia, dia udah membuat kamu menderita Vir!" rayu Vicky lagi...
..."Hah? Apa aku ga salah denger? Kamu Mas yang menghancurkan hidup aku, kamu yang bikin aku menderita, semuanya gara - gara kamu, seandainya saja dulu kamu ga berkhianat aku ga akan sehancur ini Mas!" nyalang Vira...
Vicky mematung, hatinya mengakui kalau dirinya lah penyebab semua penderitaan Vira
..."Makanya Vir, kembali padaku, biarkan aku menebus semua kesalahanku sama kamu, berikan aku kesempatan untuk mengobati rasa sakit kamu Vir" ucap Vicky kali ini ia makin mendekat, Vira yang menyadari itu ikut melangkah mundur...
..."Pergi kamu Mas, aku ga sudi liat kamu apalagi buat balikan sama kamu, pergi kamu!" hardik Vira kali ini ia makin mundur mendekat ke rumah kontrakannya...
Bukannya menjauh pergi, Vicky malah makin mendekat dan membuat Vira takut setengah mati, kekhawatiran Vicky akan menculiknya kembali seperti waktu itu pun muncul, Vira seketika menoleh ke kiri dan ke kanan mencari bantuan, tapi sayang tak ada satu orang pun disana, bahkan muda - mudi yang tadi berada disitu sudah tak terlihat batang hidungnya, hanya ada beberapa orang bodyguard Alex yang berjaga di sekitar sana
..."Vir" ucap Vicky sambil mencoba meraih tangan Vira, dengan sigap Vira segera berlari hendak masuk ke dalam rumahnya, sayang Vira kalah cepat, Vicky telah berhasil meraih tangannya...
..."Lepas Mas, lepas!!!" sentak Vira...
Vicky tak bergeming, sebaliknya ia malah menarik tangan Vira
..."Jangan macam - macam kamu, lepas!" sentak Vira lagi, kali ini ia sambil menepis tangan Vicky, Vicky tak tinggal diam, ia kembali meraih tangan Vira dan menariknya membuat Vira tertatih mengikuti Vicky sambil terus mencoba melepas tangannya dari cengkraman Vicky...
..."Lepas Mas, aku ga mau ikut kamu" tutur Vira namun Vicky tak bergeming...
..."Lepasin Mas atau aku teriak!" sentak Vira, namun lagi - lagi Vicky tak bergeming...
...Vira panik ia memindai sekelilingnya berharap ada orang di sektarnya, namun nihil...
..."Lepas Mas, lepas!" tutur Vira frustasi, kali ini ia mencoba menarik tangannya dari Vicky, ia sudah semakin jauh dari rumah kontrakannya...
..."Lepas! Tolong!!" teriak Vira...
...Vicky masih saja menarik tangan Vira untuk mengikutinya, kaki Vira bahkan terseret - seret mengikuti langkahnya...
Vira panik luar biasa, ia kembali memindai sekelilingnya hingga ia memicingkan mata melihat dua orang laki - laki yang berlari ke arah mereka, senyum Vira seketika terbit
..."Bian! Tolong!" teriak Vira pada Bian dan Arjuna yang tengah berlari ke arah mereka...
Vicky seketika mematung begitu menyadari ada orang lain disana, namun genggamannya terhadap Vira tak ia lepas, Theo yang menyadari itu pun segera mendekati Vicky
..."Tuan, kita harus pergi, mereka polisi Tuan" bisik Theo pada Vicky...
Vicky dengan berat melepas tangan Vira, kemudian berlari dari sana disusul oleh Theo dan para bodyguard Vicky
Sepeninggal Vicky, Vira terduduk dan menangis sesenggukan. Bian yang baru sampai disana segera menghambur ke arah Vira, sementara Arjuna masih memindai sekelilingnya mencari jejak Vicky.
__ADS_1