Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kecemburuan Alex


__ADS_3

Mobil mewah Alex berhenti sempurna di depan sebuah resort mewah tepat di bibir pantai, para bodyguard turun dari mobil mereka dan berjaga di dekat mobil Alex


Sebelum keluar mobil Alex menoleh pada Vira memindai wajah dan leher Vira, ia kemudian merapikan rambut Vira dengan lembut, dan menaikan kerah polo shirt Vira untuk menutupi jejak kemerahannya disana


...“Udah ketutup” ujarnya setelah yakin bahwa jejak itu tidak terlihat lagi...


...Vira terkesiap mendapat perlakuan lembut Alex, laki - laki itu benar - benar membuatnya merasa istimewa, dulu sebelum ada Utari Vicky juga memperlakukannya dengan baik tapi tidak selembut Alex...


...“Terima kasih Tuan” tutur Vira sambil tersenyum manis...


...“Oh ya Vir, nanti kamu infoin nomor Rekening panti ke Francis ya, mulai bulan depan Francis akan rutin mengirimkan uang buat panti” ucap Alex sambil menggenggam tangan Vira ...


Seketika mata Vira berbinar, senyumnya merekah.. ia begitu senang mendengar bahwa anak - anak panti akan dibantu oleh Alex, kebahagiaan Vira refleks membuatnya memeluk Alex


...“Makasih ya Tuan, makasih” ucap Vira sambil memeluk Alex erat...


Alex yang tiba - tiba dipeluk menjadi salah tingkah


...“Ekhm.. ekhm, iya sama - sama” jawab Alex dengan pipi yang memerah...


...“Semangat kerja Vir, jangan sampai membuat Tuan Alex kecewa” batin Vira...


...“Vir, yuk masuk” ajak Alex...


Para bodyguard kemudian membukakan pintu mobil untuk Alex dan Vira


Seorang pria bule setengah baya dengan penampilan yang elegan menyambut kedatangan Alex dan Vira, pria tersebut merupakan pemilik resort


Alex kemudian berbicara dengan pria tersebut, beberapa kali mereka tampak tertawa


Vira dengan setia mengekori Alex dibelakangnya


Begitu masuk, orang - orang berseragam berjejer rapi menyambut Alex termasuk Francis dan Umar yang sudah berdiri disana


Rombongan kemudian bergerak mengikuti pemilik resort yang dengan semangat mempromosikan tiap fasilitas di resort dengan 1500 kamar itu, meskipun hotel Alex tempat dimana Vira bekerja memiliki lebih banyak kamar yaitu sekitar 3000 kamar, namun view di resort ini benar - benar indah, lautnya yang biru dengan pasir yang putih bersih membuat siapa pun betah berlama - lama disana.


...Pembicaraan antara Alex, pemilik resort, Francis, dan Umar, serta tim legal Alex dan Resort terlihat begitu serius, Vira dengan cekatan membuat notulen rapat. Hingga akhirnya Alex dan pemilik resort bersalaman dan saling memeluk hangat...


...Sah, resort itu kini telah menjadi milik Alex.. tinggal menunggu proses legalitas yang akan dikerjakan oleh tim legal Alex dan pemilik resort....


Beberapa saat kemudian rombongan Alex diantarkan menuju kamar presiden suite yang akan ditempati oleh Alex


...Vira dengan sigap memberikan notulen rapatnya pada Francis, Francis segera memindainya dan terkejut dengan notulen rapat yang Vira buat, notulen itu begitu rapi dengan grammar yang sempurna, Francis tidak menyangka kalau Vira yang hanya lulusan SMA bisa secerdas itu...


...“Vir, nanti malam akan ada welcome party buat kita, kamu siap - siap ya, Umar akan mengatur kebutuhan kamu” tutur Alex dengan mata yang tetap terfokus pada layar laptopnya...


...“Baik Tuan” jawab Vira sigap...


...“Sekarang kamu istirahat dulu, Umar akan mengantarkan kamu ke kamar kamu” tutur Alex lagi...


...“Baik Tuan, kalau begitu saya permisi” ujar Vira seraya undur diri dari ruangan itu...


...Umar dan Vira kemudian beranjak menuju kamar Vira yang terletak di sebelah kamar Alex ...


Sesampainya di kamar, Vira merebahkan dirinya di tempat tidur.. senyumnya mengembang mengingat omongan Alex tentang bantuannya untuk panti, Vira memang sangat memikirkan nasib anak - anak panti ia tidak ingin anak - anak panti bernasib sepertinya yang kemudian hanya jadi bahan hinaan orang.


...****************...


Sore menjelang, Vira yang telah membersihkan diri tengah berkirim pesan dengan Tuti di kamarnya, ia menceritakan bagaimana indahnya resort tempat ia berada sekarang


Suara ketukan di pintu kamar Vira terdengar, Vira beringsut dari tempat tidurnya dan melihat siapa yang datang dari balik lubang intip, terlihat Umar dan bebeberapa orang perempuan yang menenteng koper dan membawa trolley yang berisi baju - baju yang digantung


Vira gegas membuka pintu kamarnya


...“Selamat sore Nona Vira, saya membawa beberapa orang yang akan membantu Nona bersiap untuk pesta” ujar Umar ...


...“Ah baik, terima kasih” jawab Vira sopan...


^^^“Kalau begitu saya permisi, apabila sudah siap mohon untuk segera turun ke ballroom dan menunggu Tuan Alex disana” tutur Umar^^^


...“Baik, akan saya laksanakan” ujar Vira...


...Beberapa orang tadi kemudian masuk ke dalam kamar Vira dan kemudian membantu Vira untuk bersiap...


...Beberapa saat kemudian Vira sudah siap untuk datang ke pesta...


...“Anda cantik sekali Nona” ujar salah seorang make up artist ...


...Semua orang disitu juga turut mengagumi kecantikan Vira, bahkan sang make up artist sibuk mengambil foto Vira dari segala penjuru...


...Vira yang memakai dress tanpa lengan warna hitam yang menjuntai hingga mata kakinya, bagian punggungnya terbuka, rambut Vira dicepol hingga membuat punggung putih dan mulusnya terlihat, dipadu dengan sepatu heels berwarna senada, dan tak lupa scraft untuk menutup lehernya yang penuh dengan jejak Alex ...


...Vira menjelma bak seorang model profesional, badannya yang sexy semakin terlihat menggoda dengan baju pestanya sekarang...

__ADS_1


...Vira sebenarnya merasa tidak nyaman dengan dressnya yang terbuka malam ini, tapi ia tak ingin mempermalukan Alex, ia harus tampil sempurna agar Alex tak kecewa...


Beberapa saat kemudian, Vira segera turun menuju ballroom, beberapa orang pelayan dan penjaga di bagian depan ballroom mempersilakan Vira masuk, pandangan mereka tak bisa lepas dari Vira yang berjalan anggun dengan senyum yang mengulas di wajah cantiknya


Begitu pintu ballroom dibuka, suasana ramai sangat terasa, banyak orang yang sudah berkumpul disana, kebanyakan adalah expatriat muda, para pria menggunakan tuxedo sementara yang perempuan menggunakan dress beraneka model dan warna


Vira gemetaran, ia merasa grogi.. bayangan dirinya akan dihina dan dibully melintas, terlalu sering ditindas membuat Vira sedikit trauma


...“Kamu pasti bisa Vir, kamu tidak boleh mengecewakan Tuan Alex, kamu harus bekerja dengan baik, ini saatnya kamu mempraktekan ilmu dari Mami Diah dan Nyonya Ruth” rapal Vira dalam hati mencoba untuk mengusir rasa gugupnya yang membuat perutnya tak karuan...


...Vira kemudian menegakkan badanya, mengangkat sedikit dagunya, dan berjalan membelah kerumunan, senyum cantik terukir di wajahnya ...


...Semua orang memperhatikan kedatangan wanita cantik dan anggun itu, netra para lelaki tak berkedip, sementara para wanita ada yang melongo, ada yang memindai Vira dari atas ke bawah kemudian berbisik - bisik, namun Vira tak peduli...


...Netra Vira memindai sekelilingnya, berharap menemukan Francis atau Umar, namun mereka tidak ada disana, Vira kemudian berjalan menjauhi kerumunan, namun tiba - tiba seorang bule ganteng membawakannya minuman dan mengajaknya bicara, Vira menerima minuman dari bule itu dan berbicara dengan fasih padanya, tak lama beberapa pria ikut bergabung bersama Vira, membuat Vira menjadi pusat perhatian di pesta itu, sekali - kali tawa terdengar dari Vira dan pria - pria tersebut...


Ballroom yang ramai tiba - tiba hening, kerumunan orang menyibak membuka jalan untuk sang bintang utama yang ditunggu, Alex datang dengan sejuta pesonanya, ia begitu gagah memakai tuxedo berwarna hitam dengan dasi kupu - kupu, rambutnya terlihat klimis, senyum mengembang di wajahnya, tak ada kaum hawa yang tak tergoda pada Alex.


Alex menjabat tangan semua yang hadir disitu satu per satu dengan ramah, hingga netra Alex menangkap sesosok perempuan yang tengah tertawa bersama pria - pria yang mengelilinginya


Vira terlihat berbeda disana, ia tidak seperti gadis polos yang menemani Alex belakangan ini, Vira disana begitu anggun dan sangat sexy, wajah Vira yang cantik dan pembawaannya yang supel menjadi magnet untuk para pria


...“Vira” gumamnya...


...Alex yang diikuti oleh Francis dan Umar serta para bodyguardnya berjalan mendekati Vira yang tak menyadari kehadiran Alex ...


...Hingga tiba - tiba Vira mencium wangi parfum laki - laki itu...


...“Tuan Alex” batinnya...


...Dan benar saja, Alex yang mempesona tengah berjalan mendekatinya...


...Vira segera menegakkan badannya, para pria yang disampingnya turut menoleh dan segera berhambur menyalami Alex begitu mengetahui Alex yang datang...


...Alex menjabat tangan mereka satu per satu dengan ramah, hingga para pria itu undur diri untuk menemui koleganya yang lain...


...“Selamat malam Tuan” ujar Vira sambil menganggukan badan...


...Alex menelan salivanya melihat tampilan Vira malam ini, ia kemudian memindai semua ruangan itu dan mendapati bahwa kaum adam tak henti - hentinya memandangi Vira ...


...“Tu - Tuan?” Ujar Vira...


...“Ah ya, selamat malam Vir” ...


...“Sudah Tuan”...


...“Bersama pria - pria tadi?” Tanya Alex penuh selidik...


...“Mmhhh awalnya cuma 1 orang pria Tuan, terus tiba - tiba temennya pada datang” jawab Vira polos...


...“Terus terus kalian ngobrolin apa?” Tanya Alex panik...


Francis dan Umar yang berdiri tepat di belakan Alex saling berpandangan dan menahan tawa melihat ekspresi atasannya


...“Cuma nanyain nama, terus saya sama siapa disini, sama nanyain nomor HP saya Tuan” jawab Vira tanpa perasaan bersalah...


...“Terus kamu kasih nomor HP kamu?” ...


...“Tidak Tuan, HP itu milik Tuan jadi hanya akan saya pakai untuk kepentingan kerja dan menghubungi keluarga saya” jawab Vira tenang...


...“Ba - bagus, terus mereka nanya apalagi?” tanya Alex penuh selidik...


...“Cuma ngasih ini Tuan” Vira membuka clutchnya dan mengeluarkan setumpuk kartu nama yang ia dapat dari laki - laki yang mendekatinya ...


...“Ya sudah, ayo temani saya berkeliling” Titah Alex ...


...“Baik Tuan” jawab Vira patuh dan kemudian mengekori Alex yang berjalan di depannya...


Alex kembali menjabat tangan para tamu dan berbicara sebentar dengan mereka sambil terus berkeliling ke seluruh ballroom, netra Alex sekali - kali melihat Vira yang seringkali tertinggal jauh di belakang akibat banyak pria yang mendekatinya dan mengajaknya bicara.


Hingga kemudian Alex memanggil Francis dan Umar


...“Francis tolong pandu acara ini, dan kamu Umar tolong sambut VIP yang akan datang dan jamu mereka sebaik mungkin, ada yang harus saya selesaikan dulu” titah Alex ...


...“Baik Tuan” ujar keduanya patuh...


Vira datang menghampiri Alex dengan senyum yang sumringah, tangannya sibuk memasukkan kartu nama ke dalam clutchnya


...“Vira, ikut saya” titah Alex dingin...


...“Ba - baik Tuan” ...


...“Ada apa ini, apa aku mempermalukan Tuan Alex tadi?” Batin Vira khawatir...

__ADS_1


Vira kemudian mengekori Alex yang berjalan dengan senyuman yang hangat di wajahnya keluar ballroom, empat orang bodyguad mengawal di belakang Alex dan Vira


Rombongan telah sampai di depan pintu lift, Alex masuk duluan diikuti Vira di belakangnya


Begitu para bodyguard hendak masuk Alex menggelengkan kepala memberikan isyarat agar mereka tidak ikut masuk ke dalam lift


Pintu lift kemudian tertutup dan lift perlahan naik, Vira merasa heran kenapa para bodyguard tidak dibiarkan masuk oleh Alex


...“Tuan, kena..?” Belum selesai Vira bicara Alex dengan sigap memegang wajah Vira dan memagut bibir Vira dengan lahap membuat Vira ngos ngosan dibuatnya...


Tidak sampai disitu Alex kemudian mendorong tubuh Vira hingga menempel ke dinding lift, Alex menaikan 1 kaki Vira ke pinggangnya dan semakin liar memagut bibir Vira, Vira hanya bisa pasrah menerima serangan Alex


Alex kemudian menarik scraf Vira, membuat leher putih penuh bercak itu terekspos, Alex memagut leher itu menambah bercak merah baru disana


Vira yang terhanyut dalam buaian Alex


Pintu lift berdenting pertanda mereka sudah sampai di lantai yang dituju


Alex menghentikan serangannya, kemudian menurunkan kaki Vira, ia lalu menyambar scraf di lantai dan memberikannya pada Vira, Alex kemudian memegang tangan Vira dan menariknya keluar lift menuju kamarnya


Alex berhenti di depan pintu kamarnya, termenung sejenak sebelum menepuk keningnya pelan


“Keycardnya!” Gumam Alex


Vira lantas membuka clutchnya dan merogoh keycard Alex disana


...“Ketemu Tuan, Tuan Francis memberikannya pada saya tadi siang” ujar Vira pada Alex dengan senyum yang mengembang...


Vira kemudian menempelkan keycardnya dan membukakan pintu untuk Alex


...“Silakan Tuan” ujar Vira dengan hormat...


...Alex kemudian berjalan masuk, diikuti Vira ...


...“Ada yang bisa saya bantu Tuan?” Tanya Vira ...


Alex berjalan tergesa ke arah Vira, menarik tangan wanita itu dengan lembut.. melekatkan tubuh Vira dengan tubuhnya hingga Vira mendongak melihat wajahnya


...“Tu - Tuan” ujar Vira gugup...


...“Vir” lirih Alex ...


...”Ya Tuan” jawab Vira...


...“Jangan menggoda saya lagi”...


...“Saya ga tahan” ujar Alex lagi...


...“Maksunya Tuan?” Vira bertanya bingung...


...Alex lantas memutar badan Vira, melepas scraf yang membungkus leher Vira, menciumi leher Vira bertubi - tubi membuat tubuh Vira meremang...


Alex lantas menurunkan ciumannya ke punggung Vira yang polos tanpa penutup, menciuminya dengan bertubi membuat Vira menggigit bibirnya


...“Tu - Tuan.. “ lirih Vira ...


Alex menghentikan ciumannya dan membimbing Vira menuju tempat tidurnya


...“Tu - Tuan” wajah Vira panik...


...“Maaf Vir” ucap Alex tanpa menghentikan langkahnya...


Alex berhenti di sisi tempat tidurnya


Alex kemudian mencium bibir sexy Vira, ********** liar, Alex perlahan membaringkan Vira di tempat tidurnya, kemudian Alex menempatkan dirinya di atas Vira tanpa melepas ciumannya, Vira terhanyut pada rasa yang diberikan Alex padanya, ia ingin menikmati bahagianya meskipun untuk sekejap


Alex kemudian menciumi leher Vira, tangannya bergerak membuka tali pengikat dress Vira, perlahan ia menurunkan belahan dress Vira hingga b*a penutup dada Vira menyembul, Alex makin gelap mata.. perlahan tangannya bergerak ke leher dan turun ke dada Vira, ia meremasnya pelan membuat Vira menggigit bibir bawahnya


Alex semakin tak tahan melihat Vira menggigit bibir bawahnya, jari Alex bergerilya membuka b*a tanpa tali Vira, membuat dada Vira terekspos sempurna, gelora Alex membuncah ia menciumi dan meninggalkan jejak merah disana,


Alex melepas dasi kupu - kupunya dengan kasar, melempar tuxedonya, membuka satu per satu kancing kemejanya, hingga suara ketukan pintu menghentikannya


Alex kemudian bangkit, ia lalu menciumi pipi dan bibir Vira yang terengah - engah


Alex menyugar rambutnya ke belakang, memasang kembali kancing kemejanya dan dasinya, lalu memakai tuxedonya


Sebelum berlalu pergi Alex menoleh pada Vira


...“Jangan turun lagi Vir, saya tidak mau pria lain melihat kamu” ujarnya, Alex kemudian berlalu...


Vira masih terpaku ditempatnya, ia tak bergerak sama sekali, matanya hanya memandang langit - langit dengan nafas yang terengah - engah


“Vira, apa yang kamu lakukan? Ingat siapa dia, ingat siapa kamu, ingat apa yang Vicky katakan tentang kamu, kamu hanya kasta rendahan” batin Vira

__ADS_1


Air mata Vira menetes.


__ADS_2