Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Keluarga besar Vira


__ADS_3

Mobil mewah Alex melaju pelan membelah jalanan, si empunya mobil sibuk menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa jalan menuju tempat yang dituju sudah benar


...“Lex, masih lama?” Tanya Vira pada Alex yang tengah menyetir...


...“Sekitar 10 menitan lagi sih harusnya udah nyampe” jawab Alex...


...“Ini kita mau kemana sih Lex sebenernya?” Tanya Vira yang ikut menoleh ke kiri dan ke kanan ...


...“Nanti kamu tau sendiri yang, entar lagi nyampe kok” tutur Alex sambil mengulas senyum...


Vira manggut - manggut, entah ia mau dibawa kemana, pagi - pagi sekali Alex tadi sudah menjemputnya, Vira manut saja meskipun tadi Mbok Asih dan Bi Welas pada protes karena Vira dan Alex sedang masa pingitan mengingat hanya tinggal 3 hari lagi mereka melangsungkan akad.


“Vir, tadi malem jadi ketemuan sama Salim kan? Gimana dia pas tau kita mau nikah 3 hari lagi? Tanya Alex menyelidik, kemarin Vira izin padanya untuk bertemu Salim, Alex awalnya menolak tapi Vira bilang kalau ia ingin menyampaikan berita bahagianya langsung pada Salim yang selama ini telah membantunya


Vira yang ditanya malah merengut, bayangan kejadian tadi malam membuat ia malas membahas dokter tampan itu, seandainya saja Alex tahu apa yang dilakukan sahabatnya itu pada Vira, bisa habis Salim, tapi Vira pasti tak akan menceritakannya karena itu akan membuat persahabatan diantara mereka bisa hancur.


“Vir?” Tanya Alex curiga karena Vira malah melamun


“Vir” Tanya Alex lagi, kali ini sambil mengelus pipi calon istrinya, Vira yang mendapat sentuhan Alex langsung tersadar


...“Ah iya Lex, iya.. tadi malem aku jadi ketemuan sama Salim” ucap Vira sambil memulas senyum...


Alex tersenyum lega, paling tidak salah satu pesaing sekaligus sahabatnya itu sudah bisa menerima bahwa Vira memilih Alex.


Beberapa saat kemudian laju mobil Alex berhenti di depan sebuah bangunan entah apa karena orang luar tak bisa melihat ke bagian dalam, akibat benteng putih yang menjulang tinggi dengan beberapa plengkung sebagai pintu masuk yang menembus benteng tinggi tersebut


...“Yuk” ajak Alex yang kemudian turun dari mobil dan diekori oleh Vira...


Seorang pria paruh baya menghampiri mereka dengan tergopoh - gopoh


...“Iya Mas, apa ada yang bisa dibantu?” Ucapnya sopan ...


...“Saya yang tadi malam menelepon” ucap Alex singkat namun cukup membuat mengerti pria tua tersebut, ia lalu meminta Alex untuk masuk menggunakan mobil melalui gerbang besar yang ada di samping plengkung, Alex manut kemudian naik kembali ke dalam mobil bersama Vira...


Mobil Alex perlahan masuk melalui pekarangan luas, pekarangan tersebut dipenuhi rumput - rumput hijau yang tertata rapi, pohon - pohon besar menjulang tinggi menghantarkan semilir angin yang sejuk


Mobil Alex berhenti tepat di depan seorang pria yang tampaknya sedang menunggu kedatangan mereka


Alex dan Vira kemudian turun dari mobil mereka, pria tersebut bergegas menghampiri Alex dan Vira


...“Maaf, sudah ditunggu di dalam oleh Kanjeng Raden” ucap pria itu sopan, Alex dan Vira patuh mengekori, alunan musik jawa samar terdengar menemani langkah mereka menyusuri jalan yang ternyata cukup jauh dari bangunan utama...


Vira memindai bangunan besar khas Jawa yang ia lihat di depannya, pendopo itu tampak kokoh dengan beberapa tiang penyangga dan beberapa lampu temaram yang masih menyala meskipun hari sudah pagi


“Silakan duduk, sebentar lagi Kanjeng Raden akan datang menemui” ucap pria itu sopan menunjuk kursi - kursi jati yang berjejer rapi disana


Alex dan Vira kemudian duduk di salah satu kursi tersebut


“Lex, ini rumah siapa?” Tanya Vira yang masih tak mengerti ia sedang dibawa kemana


Alex menoleh seraya tersenyum manis


...“Bentar lagi kamu akan tau Vir, sabar aja” ucap Alex seraya mengucek puncak rambut Vira...


Tak lama beberapa orang datang tergopoh, yang paling depan adalah seorang pria yang berkharisma, meskipun sudah tak muda tapi badannya masih tegap dan gagah, disampingnya tergandeng seorang wanita paruh baya yang cantik dan anggun dengan mata berkaca - kaca, sesekali ia mengusap mata dan hidungnya dengan tisu. Di belakang mereka masih ada beberapa orang yang berbondong - bondong datang, kepala mereka celingukan melihat Alex dan Vira seolah sudah tak sabar ingin segera melihat mereka


Alex seketika berdiri, begitu pun Vira


...“Ini toh putrinya, Kang Mas?” Tanya wanita itu sambil menunjuk Vira yang kini ada di depannya, mata wanita itu berkaca - kaca...


...“Iya” ucap pria tersebut yang juga menatap Vira nanar dengan mata berkaca - kaca...


...“Gusti!!!” Pekik wanita itu sambil menghambur memeluk Vira yang terpaku bingung dengan apa yang terjadi...


Wanita itu kemudian menangis terisak, begitu pun dengan rombongan yang mengusap air mata mereka sambil menatap Vira. Sedang Vira hanya mematung tak tahu harus berbuat apa, bahkan ia pun tak mengenal wanita yang tengah memeluknya erat kini


...“Kamu mirip sama Romomu nak, kamu ayu” ucapnya sambil mengusap - ngusap pelan rambut Vira...


Romo? Batin Vira

__ADS_1


Deg..


Seketika Vira tersadar dengan siapa kini ia berhadapan, jantung Vira mendadak memompa cepat, badannya gemetaran, matanya berkaca - kaca. Jadi inilah keluarganya, keluarga yang selama 25 tahun ini ia impikan


...“Sudah toh dik Wening, dilepas Viranya.. kasian nanti dia bingung” ucap pria tersebut...


Wening manggut, ia kemudian mengurai pelukannya pada Vira lalu menuntun Vira untuk duduk disebelahnya, tangannya tak lepas menggandeng tangan Vira


...“Sini nduk” ucapnya lembut, sesekali tanganya membelai rambut Vira...


Pria sepuh dan Alex kemudian ikut duduk


...“Ini dengan Nak Alex yang tadi malam menghubungi saya ya?” Tanya pria itu pada Alex ...


...“Betul, tadi malam saya yang menelepon Bapak. Maaf kalau semuanya serba mendadak, saya baru menemukan informasi tentang Bapak kemarin sore” ucap Alex sopan...


...“Ga apa - apa Nak, saya paham. Memang Vira ini sudah seperti mati obor, sepeninggal Kang Mas Raden Cahyo Notonegoro kami mencarinya bertahun - tahun, saya dan istri Dek Ayu Wening sampai mencari ke rumah sakit - rumah sakit, tapi tetap tak ada hasil, sampai akhirnya kami menyerah begitu Gendis Adiningrat istri mudanya Kang Mas Cahyo bilang bahwa Vira dibawa lari oleh pengasuhnya sendiri...


Vira dan Alex terperangah ketika mendengar nama Gendis


...“Maaf, apa Gendis Adiningrat yang Bapak maksud itu adalah ini?” Tanya Alex sambil menyodorkan ponselnya pada pria yang tak lain adalah Raden Arya Notonegoro pamannya Vira...


Raden Arya kemudian meraih ponsel yang disodorkan Alex, ia lantas meraih kaca mata yang tersamping di saku bajunya, ia memindai gambar di ponsel itu sebentar sebelum kemudian mengangguk yakin


...“Iya Nak, itu Gendis yang saya maksud.. tapi kok Nak Alex bisa tau soal Gendis?” Tanya Raden Arya penasaran...


Hati Vira serasa diremas ketika mengetahui bahwa orang yang menghancurkan kebahagiaannya pada saat kecil dan kemudian menghancurkan pernikahannya dengan Vicky adalah orang yang sama, yaitu Gendis


Alex kemudian menceritakan apa yang Gendis lakukan terhadap Vira


Raden Arya dan Wening serta rombongan orang - orang yang mendengarkan Alex dengan seksama terkejut luar biasa, Wening sigap memeluk keponakannya tercinta sambil nangis sesenggukan,


...“Sabar ya Nduk” ucapnya lirih pada Vira yang juga menangis mengenang bahwa hidupnya hancur oleh Gendis...


...“Maafkan kesalahan Eyangmu Nduk, maksud beliau itu sebenarnya baik yaitu untuk membalas hutang nyawa pada Bapaknya Gendis, kami para anak - anak Romo sebenarnya tidak setuju mengingat Kang Mas yang begitu mencintai Raden Ayu Lestari istrinya, terlebih saat itu Ibu kamu tengah mengandung kamu Nduk” ucap Raden Arya sambil mengusap pelan air matanya...


...“Ga apa - apa Tuan, saya sudah ikhlas” ucap Vira lirih...


Vira tersenyum penuh haru, wajah yang tadinya sendu perlahan berseri kembali. Alex yang melihat raut kebahagiaan Vira tersenyum senang


...“Baik Romo” ucap Vira lirih, air mata bahagia mengalir di pipinya...


Bahagia menyelimuti keluarga yang baru dipertemukan kembali itu, beberapa pemuda dan pemudi yang wajahnya sekilas mirip dengan Vira menghampiri Vira dan memeluknya hangat


“Itu adik - adik kamu Nduk” ucap Wening pada Vira


Wajah Vira sumringah, akhirnya impiannya terwujud. Kini ia mendapatkan keluarga yang sempurna, ia tak pernah menyangka bahwa pada akhirnya ia bisa bertemu dengan keluarga besarnya,


...“Ekhm maaf Romo, kedatangan saya kesini juga ada maksud lain” ucap Alex ...


...“Oh ya kenapa Nak?” Tanya Romo sambil menatap Alex serius...


...“Saya dan Vira akan melangsungkan akad nikah 3 hari lagi Romo, dan saya meminta kesediaan Romo untuk menjadi wali nikah Vira” tutur Alex ...


...“Opo? 3 hari lagi??” Romo terlonjak kaget, begitu pun Wening dan orang - orang yang ada disitu yang seketika riuh...


...“Iya Romo, persiapan sudah selesai semua tinggal menunggu restu Romo saja” tutur Alex sopan...


Romo memijit pelipisnya


...“Apa ga bisa diundur Nak Alex, persiapan nikah itu banyak, banyak ritual yang harus dilakukan oleh Vira dan keluarga kami” tutur Romo...


Alex dan Vira saling pandang


...“Maaf tidak bisa Romo, rombongan keluarga saya dari Dubai sudah siap - siap” tutur Alex lagi...


Romo memijit lagi pelipisnya


...“Dik Ayu, gimana ini?” Tanyanya pada Wening...

__ADS_1


...“Ya sudah kita segera urus aja Kang Mas, sebisa kita karena waktunya mepet, ini pernikahan putri kita, jadi ndak usah di tunda - tunda” jawab Wening sambil merengkuh Vira hangat...


Romo menghela kasar nafasnya


...“Yo wes lah, tolong urus segera Dik Ayu” titah Romo pada istrinya...


Seketika hiruk pikuk terdengar di keluarga yang tengah berbahagia itu, Romo tengah berjalan mondar mandir sambil menelepon, Wening tengah berbicara dengan semua kerabat Vira yang berada disana sambil sesekali menelepon seseorang


Beberapa abdi dalam datang dengah tergopoh setelah mendapat instruksi dari Wening


...“Marni, telepon tukang kembangnya segera” sayup - sayup terdengar suara Wening yang tengah memerintah seseorang, beberapa orang tampak hilir mudik datang menghampiri Wening ...


Alex bangkit dari tempat duduknya kemudian beranjak menuju kursi disebelah Vira dan duduk disana


Vira menoleh pada Alex dengan semburat wajah yang bahagia


...“Kamu bahagia kan Vir?” Tanya Alex...


Vira mengangguk mantap


...“Makasih ya Lex, aku ga tau gimana usaha kamu untuk nyari keluargaku, tapi gimana pun rasa terima kasih aja ga bakalan cukup untuk membalas kebaikan kamu Lex” ucap Vira, senyum tak sedikit pun lepas dari wajah cantiknya...


...“Gampang” bisik Alex ...


...“Apanya?” Tanya Vira bingung...


...“Cara kamu berterima kasih sama aku!” ucap Alex pelan...


...“Gimana?” Tanya Vira penasaran...


...“Anak kita nambah satu, jadinya enam” goda Alex...


Pipi Vira memerah malu, ia lantas mencubit pinggang Alex gemas


...“Ekhm, itu masalah anaknya nanti saja ya dibahasnya setelah nikah, ini ada yang mau Romo tanyain” ucap Romo yang entah dari kapan sudah berdiri di depan mereka...


Vira makin malu, sementara Alex hanya senyum - senyum saja


...“Nak Alex ini akadnya dilaksanakan di rumah sini toh?” Tanya Romo...


...“Maaf Romo, akadnya akan dilangsungkan di hotel milik saya” jawab Alex...


Romo memijit lagi pelipisnya, mungkin pusingnya sudah sampai ubun - ubun, Wening tergopoh menghampiri


...“Ada apa Kang Mas?” Tanya Wening pada suaminya tengah berdiri dengan ponsel yang masih menempel di telinganya dan sebelah tangannya sibuk memijit pelipisnya ...


...“Ini Dik Ayu, katanya akadnya di hotel milik Nak Alex” jawab Romo...


Wening terkaget, ia kemudian menghela kasar nafasnya


Alex yang tak enak melihat itu kemudian merogoh sakunya dan meraih ponselnya disana, ia lalu menghubungi Ibunya


...“Romo, maaf ini Ibu saya mau bicara untuk menjelaskan lebih lanjut” ucap Alex sambil menyodorkan ponselnya, Romo kemudian menerima ponsel Alex dan menyerahkan ponsel di telinganya pada Wening...


...“Coba bicarakan dulu dengan Kanjeng Sultan” ucapnya pada Wening yang lalu meraih ponsel dari tangan Romo...


Kini keduanya sibuk bicara di ponsel, Romo yang tadinya tegang kini tampak sumringah bicara dengan Mamanya Alex, sesakali tawa Romo terdengar


Beberapa saat kemudian Romo menghampiri Alex dan Vira lalu menyodorkan ponsel Alex


...“Ternyata keluarga Danuarja toh, Eyang kamu dan Vira itu temenan Nak Alex” tutur Romo dengan senyum sumringah...


...“Yo wes, acara akad digelar di hotel” tandas Romo...


Vira dan Alex menghela lega nafasnya


Wening datang menghampiri


...“Kanjeng Sultan yang akan jadi wali nikah Vira” ujar Wening pada suaminya, Romo manggut - manggut...

__ADS_1


...“Kanjeng Sultan itu Kakak tertua kami, jadi beliau yang akan jadi wali” ujar Romo ...


Vira dan Alex menggangguk patuh, siapa pun yang jadi wali nikah tak masalah buat mereka, yang terpenting sekarang adalah Vira yang bertemu dengan keluarganya.


__ADS_2