Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Rencana Alex (Bagian 2)


__ADS_3

Hari ini kesibukan kembali terjadi di ballroom, sudah semenjak pagi hari para karyawan hotel sibuk mempersiapkan acara yang akan digelar nanti malam


Meja - meja dan kursi khusus VIP sudah disusun, dekorasi nan mewah juga sudah disiapkan, para karyawan kerja extra hati - hati untuk memastikan acara berlangsung lancar, mengingat acara ini adalah acara bos besar mereka yaitu Alex.


Sementara itu Vira tengah berjibaku dengan setumpuk pekerjaannya, matanya fokus pada layar laptop kemudian kembali memindai laporan di tangannya, sesekali ia memelototi Alex yang duduk disampingnya dan tak berhenti - henti menggodanya


...“Alex, stop.. ini di kantor!” ucap Vira sewot pada Alex yang lagi lagi meraih wajah Vira untuk diciuminya...


...“Iya aku tau, ini kan kantorku!” jawab Alex santai sambil terus menciumi pipi Vira ...


...“Leeex, nanti… aku lagi sibuk banget” ucap Vira dengan mata yang fokus pada layar laptopnya...


...“Nanti? Janji?” todong Alex dengan mata yang berbinar...


^^^Vira terkekeh membuat Alex gemas setengah mati^^^


...Ia kembali menarik wajah Vira dan menciumi bibir manis Vira lantas memagutnya, Vira hendak protes tapi Alex mengunci bibirnya dan memainkan lidahnya yang menerebos ...


Vira menyerah, ia menyambut permainan Alex dan menyesap bibir pria tampan itu dan berperang lidah dengannya


Tangan Alex kini berada dileher Vira dan menariknya membuat ciuman mereka semakin dalam, wajah Alex lalu turun ke arah leher Vira hendak menambah jejak kekuasaannya disitu


...“Alex, jangan” ucap Vira dengan nafas yang memburu...


...“Kenapa?” tanya Alex dengan suara yang serak sambil terus mencecapi leher Vira...


...“Nanti ada pesta Lex” ucap Vira sambil menggigit bibir bawahnya...


...Alex melepas pagutan di leher Vira...


...“ya udah kamu lanjutin kerjanya, aku pergi dulu ada urusan sebentar” ucap Alex sambil mengecup puncak rambut Vira, Vira mengangguk patuh sambil tersenyum hangat...


...----------------...


Mobil Bram dan Salim sudah terparkir sempurna di tempat parkir sebuah restoran mewah tempat mereka dan Alex janjian, rencananya hari ini mereka akan memberi tahu Alex mengenai peristiwa keguguran yang dialami Vira


Bram dan Salim kemudian masuk dan memindai ke dalam resto, hingga melihat sosok Francis yang mereka pernah lihat di rumah Vira tempo hari


Francis berjalan mendekat ke arah Bram dan Salim


...“Tuan Alex sudah menunggu di dalam, silakan ikut saya” tutur Francis yang kemudian berjalan dan diekori oleh Salim dan Bram...


Aura Francis yang dingin ditambah pertemuan dengan Alex membuat 2 sahabat itu merasa merinding


...“Gue kok tiba - tiba merinding ya Lim?” Tanya Bram sambil mengelus kuduknya...


...“Lo bawa setan masuk kali” jawab Salim cuek yang membuat Bram menoleh ke kiri dan kanan...


Francis kemudian masuk ke dalam ruangan dimana Alex berada


Alex yang melihat kedua sahabatnya datang menyambut mereka dengan hangat, mereka bertiga kemudian duduk sambil minum teh dan kudapan


...“Sorry kalo kami dateng tiba - tiba Lex, lo pasti lagi sibuk jam segini” ucap Salim...


...“Ga apa - apa, gue ga sibuk. Ada Vira yang dampingin gue handle semuanya” ucap Alex santai yang dirasa pamer oleh Bram dan Salim...


...“Ah iya, Vira kabar?” tanya Bram sambil senyum yang sedikit ia paksakan...


...“Baik, baik banget malah” jawab Alex mengulas senyum pamernya...


Bram mengeratkan giginya, dia menyesal bertanya tentang Vira pada Alex


“Kunyuk” batin Bram geram

__ADS_1


Salim yang paham situasi menghela pelan nafasnya


...“Ekhm, gini Lex kedatangan gue sama Bram mau nyampein sesuatu yang penting soal Vira yang mungkin lo belum tau” tutur Salim tenang...


Wajah Alex berubah penasaran, entah apa yang ia tidak tahu soal Vira namun diketahui kedua sahabtnya itu


...“Ekhm… Jadi gini Lex, mmmhhh..kandungan Vira ga keguguran Lex, tapi digugurkan” tutur Bram hati - hati ...


Alex tercekat, wajahnya berubah bingung.. ia mengernyitkan dahinya


“Maksud lo?” tanya Alex sambil menatap Bram lekat


...“Kandungan Vira digugurin sama Tante Gendis, mertuanya Vicky Lex” tutur Bram lirih, ia masih saja sedih mengingat peristiwa yang menimpa Vira...


Alex lemas seketika, hatinya mencelos, dadanya sakit dan sesak


...“Orang - orang gue sama Bram udah nyari siapa dokter sama dua perawat yang bantuin Tante Gendis tapi nyampe sekarang belum ada hasil, gue tau lo peduli sama Vira.. jadi gue sama Bram mau minta bantuan lo buat ikut nyari” cerocos Salim...


Alex termenung, ia terdiam.. pikirannya melayang pada Vira, bagaimana Vira menanggung beban sebesar itu sendirian


Lalu ia ingat ekspresi wajah Vira ketika menonton bersamanya kemarin, pantas saja Vira begitu dingin, rasa traumanya begitu dalam apalagi ketika ia melihat darah, belum lagi kejadian di rumah Alex tempo hari, Vira begitu ketakutan ketika ada petir dan ia tak mau ditinggalkan sendirian seolah - olah akan ada orang yang menyakiti dia


Alex merutuki dirinya sendiri yang tak paham akan situasi Vira


...“Maaf Vir” batinnya lirih...


Bram menyikut Salim melihat Alex yang terbengong dengan mata berkaca - kaca


...“Mau nangis kayaknya” bisik Bram pada Salim...


...“Hus diem” tandas Salim pelan sambil menyikut Bram...


...“Kondisi Vira waktu itu parah Lex, gue dokter ob-gynnya jadi gue tau, anaknya Vira digugurin pake pil dan kalo menurut gue dosisnya tinggi banget jadi prosesnya cepet, Vira pendarahan hebat tanpa ada yang dampingi, dan dia hampir meninggal Lex karena Ibu yang keguguran harus segera ditangani medis” ujar Salim lirih...


...“Vicky..” ucap Salim namun tak sanggup melanjutkan...


...“Vicky ga tau kalo Vira lagi hamil, dan saat Vira sedang bertarung antara hidup dan mati, Vicky lagi ke Singapore buat periksa kandungan istri barunya” timpal Bram...


Rahang Alex mengeras, ia tak menyangka serendah itu sahabatnya


...“Gue belum punya bukti soal kejahatan Tante Gendis, belum ada informasi yang didapat sama orang - orang gue atau Bram, gue percaya orang - orang lo lebih banyak jadi kerjanya bisa lebih cepet makanya gue minta bantuan lo” tutur Salim...


Alex tak mampu berkata apa - apa, bahkan untuk bernafas pun ia sulit, memikirkan seorang wanita yang mengalami derita sebesar itu saja membuat bulu kuduknya berdiri terlebih ini Vira


Air mata Alex sudah menggantung


...“dia ga tau aja kita kayak gimana paniknya waktu itu” bisik Bram lagi...


...“Hus diem lo” tandas Salim yang juga berbisik...


...“Coba kalo dia liat Vira waktu itu bisa pingsan dia” lanjut Bram lagi sambil berbisik ...


...“Ck, Bisa diem ga si lo?” Salim melotot pada Bram sambil berbisik...


...“Gue tau semua ini juga dari Leni pelayannya Alex, awalnya gue pikir Vira keguguran, tapi setelah Leni cerita gue paham ini bukan keguguran melainkan digugurkan” lanjut Salim lagi...


Alex mengusap kasar wajah tampannya, sedikit air mata lolos dari netranya yang segera ia usap kasar


...“Lo kasih ke gue data apa yang udah lo dapet, nanti orang gue yang bakal ngembangin” ucap Alex dengan suara yang bergetar...


...“Ok Lex, gue harap dalam hal ini kita bisa kerja sama” ujar Salim...


“Kita bertiga sama - sama tau gimana perasaan kita masing - masing sama Vira, tapi untuk hal yang satu ini kita harus bisa kerja sama karena ini menyangkut kejahatan yang sudah membunuh anaknya Vira dan hampir membunuh Vira juga” tutur Salim

__ADS_1


Bram mengangguk angguk setuju


...“Lex, kita udah sama - sama tau sekarang apa yang udah Vira alamin, apa pun hubungan antara kalian gue berharap lo ga nyakitin Vira, kalo lo ngerasa ga sanggup buat ngelindungi Vira, lo bilang ke Salim atau ke gue” tambah Bram...


Alex seketika menatap Bram dengan tajam, membawa hawa dingin yang mencekam


Bram mengusap pelan tengkuknya


Salim paham situasi mencoba untuk menjernihkan keadaan


...“Maksud Bram, baik Bram atau gue ga mau liat Vira menderita lagi, cukup apa yang gue sama Bram liat dengan mata kepala sendiri pada saat Vira hampir meregang nyawa, jangan tambah derita Vira. Kehidupannya pernikahannya sama Vicky udah sulit karena latar belakangnya dia, gue sama Bram ga mau dia mengalaminya lagi” tutur Salim panjang lebar...


Kali ini Alex menunduk, pikirannya melayang pada Baba dan Mamanya, apa mereka bisa menerima Vira? batin Alex


...“Kenapa lagi ni orang?” bisik Bram pada Salim ...


...“lo bisa diem apa harus gue sumpel” bisik Salim sambil mendelik ke arah Bram yang langsung terdiam...


...“Makasih Lim, Bram.. tapi gue udah janji sama Vira buat lindungin dia, lo berdua ga usah khawatir” tutur Alex dingin...


...“Kita liat aja Lex, ga ada yang tau apa yang akan terjadi di depan” tukas Salim...


...“Ya udah gue sama Salim pamit dulu, kami tunggu perkembangan informasinya dari lo” sahut Bram yang kemudian bangkit dan disusul oleh Salim...


...“Lim, Bram” panggil Alex yang membuat kedua sahabat itu menoleh lagi pada Alex...


...“Napa Lex?” tanya Bram...


...“Malem ini kalian ada acara ga?” tanya Alex...


Salim melihat jam yang melingkar di tangannya


...“Belum ada sih Lex, rencananya malah gue sama Bram mau nginep di hotel lo” tukas Salim...


“Kebetulan, lo berdua bisa dateng ke acara makan malam perusahaan gue ga ntar malem?” tanya Alex


...“Ntar Umar yang ngatur semuanya termasuk kamar buat kalian” lanjut Alex...


Bram dan Salim saling menoleh, Bram mengangguk tanda setuju pada Salim


...“Mmm boleh sih, ntar gue sama Bram dateng” ucap Salim...


...“Thanks” ucap Alex sambil tersenyum ...


...“Ya udah gue ama Bram pamit, sampe ketemu ntar malam” ucap Salim sambil beranjak dari situ diiringi oleh Bram...


Sepeninggal Bram dan Salim, Alex terduduk lemas, matanya sendu, beberapa kali ia memijit pelipisnya,


entah apa yang akan ia katakan ketika bertemu dengan Vira, wanita malang itu.


Sementara di perjalanan menuju hotel Bram yang tengah menyetir tak henti - hentinya mengernyitkan keningnya dengan mata yang fokus ke jalan


...“Lim lo ngerasa ada yang ga beres ga sih sama undangan Alex?” Tanya Bram pada Salim...


...“Ck, apaan sih lo, kebanyakan nonton film detektif jadi bawaannya curiga mulu sama orang” jawab Salim acuh dengan mata yang fokus menatap jalan di depannya...


...“Coba lo pikir - pikir deh ngapain dia ngundang kita ke jamuan makan perusahaannya? kita kan bukan rekanannya, kerja sama dia juga kagak” tutur Bram...


...“Pengen ngumpul aja kali mumpung kita disini” tukas Salim santai...


...“Iya kali ya, kangen kali dia sama kita - kita cuma malu mau ngomong” ucap Bram sambil nyengir...


...“Iyalah suka - suka lo aja!” tukas Salim...

__ADS_1


Bram dan Salim tak tahu siapa yang akan mereka temui malam ini.


__ADS_2