
...“Kamu apakan anakku Alex? Kenapa dia bisa sampai pergi?” Ucap Wening histeris, air matanya berderai, dadanya kembang kempis menahan amarah yang teramat...
Baik Kanjeng Sultan, Permaisuri, maupu Romo duduk lemas di kursi, mereka kaget luar biasa atas berita yang Alex bawa
...“Dek Ayu, duduk dulu biar Nak Alex menjelaskan” ucap Romo mencoba tenang meskipun dadanya bergemuruh hebat...
...“Apa lagi yang perlu dijelaskan Kang Mas, anak kita minggat dalam kondisi hamil muda, apa masih perlu dijelaskan masalahnya apa? Pasti Alex yang membuatnya minggat!” Ucap Wening yang masih saja histeris, kini ia berjalan mondar mandir dengan air mata yang berlinang sambil mengelus - ngelus dadanya...
...“Ya Allah nduk, kamu kemana sayang? Kenapa ga pulang ke sini aja, ke rumah Ibu” lirih Wening...
...“Nak Alex bisa tolong dijelaskan apa duduk permasalahannya hingga Vira kabur?” Tanya Kanjeng Sultan ...
Alex kemudian menjelaskan apa yang terjadi padanya dari awal sampai tragedi penjebakan yang dilakukan oleh Sarah
Kanjeng Sultan menggeleng seraya menghela nafasnya
...“Atas dasar apa wanita itu ingin menghancurkan pernikahan kalian Nak Alex?” Tanya Kanjeng Sultan...
Alex menunduk
...“Maaf, saya yang salah, saya ga mendengarkan peringatan dari Vira bahwa Sarah punya niat jahat pada keluarga kami” ucap Alex lirih...
...“Apa susahnya buat Nak Alex mendengarkan omongan Vira? inget Nak Alex dia pernah dikhianati sebelumnya, dia pasti akan lebih hati - hati karena ga ingin disakiti lagi, terus dia melihat Nak Alex yang lagi seperti itu dengan wanita lain, menurut Nak Alex gimana perasaannya sekarang?” Tutur Permaisuri yang kemudian terisak ...
Kanjeng Sultan mengelus - ngelus punggung istrinya untuk menenangkannya. Alex masih menunduk, sesekali ia mengusap air matanya yang menetes.
...“Sekarang dia kemana Nak Alex, dia pasti sedang hancur, Romo ga bisa ngebayangin gimana perasaannya sekarang, Romo takut, bener - bener takut dia berbuat nekad” ucap Romo kemudian terisak ...
__ADS_1
Wening mendelik ke arah suaminya, ia lantas mendekat dengan tergesa dan mendudukkan dirinya di samping Romo
...“Opo maksudnya itu Kang Mas?” Cecar Wening pada suaminya yang ia tatap lekat, Romo hanya terisak, kepalanya menggeleng pelan sulit baginya untuk berkata - kata, bayangan Vira mengakhiri hidupnya sendiri menghantuinya. Wening seakan bisa membaca pikiran suaminya, dadanya seketika sesak, ia lalu terduduk lunglai sebelum kemudian ia tak sadarkan diri. Permaisuri dan Romo sigap memburu Wening, lalu memanggil beberapa abdi dalem untuk membantunya membawa Wening ke kamar. ...
Alex duduk tak bergeming, ia syok. Apa yang Romo ucapkan sejujurnya terlintas di pikirannya, ia ingat betul saat Vira koma dulu, wanita itu seolah enggan untuk bangun, Salim bahkan meminta Alex mengikhlaskan Vira karena Salim tahu betapa lelahnya Vira. Sesal selalu saja terlambat, hanya pengandaian yang menemani Alex sekarang, seandainya saja ia mendengarkan omongan Vira tentang Sarah, tentu tak akan begini kejadiannya. Batin Alex
Tak lama Romo berjalan dengan gontai dan mendudukan dirinya kembali
...“Gimana kondisi Dek Ayu Wening?” Tanya Kanjeng Sultan pada Romo...
...“Kata dokter Wening syok, tadi sudah diberi obat agar bisa istirahat” jawab Romo pada Kanjeng Sultan...
Kanjeng Sultan menghela nafasnya
...“Nak Alex, berapa orang yang sudah Nak Alex turunkan untuk mencari Vira?” Tanya Kanjeng Sultan pada Alex yang sibuk mengusap air matanya...
...“Hampir seratus orang, sepuluh diantaranya mantan agen rahasia luar negeri” ucap Alex dengan suara gemetar ...
Kanjeng Sultan mengangguk - angguk
...“Arya, panggil prajurit terbaik dan pasukan khusus keraton lalu kumpulkan mereka dan beri arahan untuk mencari Vira sampai ketemu, dan kalau sampai 24 jam Vira belum bisa ditemukan segera hubungi pihak kepolisian, hubungi pihak intel juga” Titah Kanjeng Sultan pada Romo...
...“Baik” sahut Romo patuh, lantas gegas memanggil kepala prajurit dan memberikan arahan padanya...
Kanjeng Sultan kemudian menatap lekat Alex
...“Nak Alex, apa wanita yang bernama Sarah itu sudah mengatakan alasannya melakukan semua itu?” Tanya Kanjeng Sultan...
__ADS_1
...“Sudah, Sarah mengaku bahwa ia cemburu terhadap Vira, maaf Sultan saya lalai dalam menjaga Vira” ucap Alex lirih...
...“Nak Alex, saya kok merasa ada yang masih disembunyikan oleh Sarah, sepertinya Sarah menyimpan motif lain selain ingiin menghancurkan keluarga kalian” Tutur Kanjeng Sultan lagi yang kemudian membuat Alex termenung sebentar...
...“Baik Sultan, saya dan orang - orang saya akan segera menginterogasi Sarah lagi” ucap Alex ...
Tak berapa lama Romo datang lagi, di belakangnya permaisuri mengekori, mereka kemudian mendudukkan dirinya.
Permaisuri menghela nafasnya, matanya yang sembab kembali meneteskan air mata
...“Nak Alex, tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang perempuan selain pengkhianatan suami dan kehilangan anaknya, Vira sudah mengalami keduanya, terlepas dari kejadian tadi rekayasa Sarah, tapi apa yang Vira lihat itu yang Vira yakini, besar harapan saya pada Nak Alex agar Nak Alex bisa menjaga jarak dengan lawan jenis, Nak Alex harus paham semua kelebihan Nak Alex itu menjadi sasaran buat perempuan lain merebut Nak Alex dari Vira” tutur Permaisuri ...
...“Kalau Nak Alex merasa ga mampu untuk memenuhi harapan saya, tolong kembalikan Vira pada kami, saya tidak ingin melihat Vira menderita lagi” tandas Permaisuri...
Alex hening, tak mampu berucap apa - apa, hanya Vira dipikirannya sekarang. Ia merutuki dirinya yang begitu bodoh hingga tak mampu melihat apa yang dilihat Vira pada Sarah.
...****************...
Vira masih saja di tempat yang sama, entah sudah berapa jam ia duduk terpaku disana. Ia bingung hendak kemana atau hendak minta tolong pada siapa. Ia kini tak percaya siapa pun, karena pada akhirnya ia hanya akan dikhianati hanya tinggal menunggu waktu, dan ia sudah tak sanggup mendapat kejutan - kejutan lainnya. Baginya hanya dua, menyusul Ayah, Ibu, serta anaknya yang telah tiada, atau ia pergi dari sana sejauh yang ia bisa, hanya berdua saja bersama buah hatinya yang ia yakini tak mungkin mengkhianatinya
Vira mengelus perutnya yang masih kram, kini kembung juga terasa akibat angin lalu yang menerpanya selama berjam - jam
...“Mana yang harus Mama pilih nak?” Lirihnya...
Vira menghela pelan nafasnya yang sesak, ia lalu menanggalkan sepatunya dan menjatuhkan apa pun yang tengah ia bawa di tangannya, Vira berjalan lambat menyusuri pasir di bibir pantai, ia terus saja berjalan hingga kini kakinya diterpa ombak - ombak kecil, dingin kini memeluk tubuh Vira yang ringkih. Vira meneruskan langkahnya membuat dress semata kakinya kini telah terendam hingga ke lututnya, kakinya sudah mulai berat melangkah karena arus yang mulai menyeretnya perlahan, Vira melepas air matanya yang jatuh dan bercampur dengan air laut, jalannya semakin sulit seiring dengan arus ombak yang kini menyeret tubuhnya, Vira memejamkan matanya tak kala gulungan ombak menerpa tubuhnya dan menenggelamkan dirinya, dadanya sudah mulai sesak, ia kini tak dapat bernafas, wajahnya perih diterpa ombak besar barusan, Vira pasrah, inilah akhir kehidupannya yang penuh derita. Namun sayup - sayup ia mendengar orang bicara padanya
...“Mba, Mba, tahan Mba, tenang, jangan banyak gerak” ucap pria itu, Vira hanya bisa melihatnya sekilas sebelum kemudian ia terpejam...
__ADS_1