Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Permohonan Diah


__ADS_3

Diah menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu mengusap pelipisnya yang tak henti berpeluh, sudah berjam - jam ia duduk di luar gerbang keraton menunggu hingga keraton sedikit sepi, ratusan ribu warga yang dari pagi datang memenuhi luar benteng keraton untuk melihat acara resepsi yang dihadiri para petinggi negeri termasuk Presiden itu kini mulai menyusut seiring dengan berakhirnya resepsi akbar tersebut. Gerbang keraton kini sepi hanya menyisakan para penjaga keamanan yang terdiri dari polisi, tentara, dan prajurit keraton yang masih berjaga di depan gerbang keraton dan sekitarnya serta beberapa warga yang masih mengabadikan suasana sekitar keraton.


Diah menghela nafasnya, sesekali tangannya meraih ponsel dalam tasnya, memeriksa apakah ada pesan atau telepon dari rumah sakit yang mengabarkan kondisi Vicky. Diah terpaksa meninggalkan anak kesayangannya disana untuk memenuhi permintaan anaknya yang ia sanggupi, meskipun badan dan hatinya lelah menjaga anaknya yang kebanyakan orang bilang sudah hampir gila.


Diah mengedarkan pandangannya ke sekitar gerbang keraton, hari sudah semakin sore suasana depan gerbang keraton semakin sepi, sudah tak ada warga yang terlihat, hanya beberapa polisi, tentara, dan prajurit yang masih setia berjaga


Tak berapa lama seorang prajurit depan gerbang keraton yang lengkap membawa tombak dan perisai menghampirinya


...“Maaf Bu, keraton sudah ditutup untuk umum, Ibu silakan meninggalkan tempat ini” tutur sang prajurit sopan, Diah seketika bangkit dari bangku besi yang ia duduki dari tadi...


...“Pak, apa bisa saya bertemu dengan Vira sebentar?” Tanya Diah lirih...


...“Vira? Maaf Vira siapa ya Bu?” Tanya prajurit itu bingung...


Diah menghela pelan nafasnya, ia lupa bahwa Vira kini adalah seorang putri keraton, ia tak mungkin menyebut Vira dengan namanya saja


...“Maaf maksud saya Gusti Kanjeng Ratu Vira, Pak” tuturnya, suaranya gemetar menyebut nama mantan menantu yang pernah ia sia - siakan dulu...


...“Maaf Bu, Kanjeng Ratu tidak bisa menerima tamu sembarangan, harus melalui penasihat terlebih dahulu, dan itu harus dari jauh - jauh hari” tutur prajurit itu...


...“Pak, tolong bantu saya, saya datang dari jauh.. saya ingin minta tolong pada Kanjeng Ratu, saya mohon sebentar saja Pak” ucap Diah memelas, hilang sudah harga diri yang ia selalu bangga banggakan...


...“Maaf Bu, itu diluar kekuasaan saya, saya tidak bisa melanggar peraturan yang berlalu, jadi Ibu tolong segera meninggalkan tempat ini” ucap prajurit itu lagi...


Mata Diah berkaca - kaca, sungguh ia tak ingin sampai gagal menemui Vira setelah perjuangan panjangnya dari tadi pagi, ia bahkan harus berjalan jauh bersama warga lain hingga ikut berdesakan karena mobil dilarang melintas ke wilayah keraton selama acara resepsi


...“Pak, saya mohon, sebentar saja” tutur Diah memelas...


Prajurit itu mulai jengah, ia lalu menoleh pada para penjaga keamanan yang dari tadi mengamati gerak gerik Diah, beberapa orang kemudian berjalan mendekat ke arah Diah dan prajurit itu


...“Ada apa ini?” tanya seorang polisi...


Diah menelan salivanya kasar, polisi itu dan beberapa temannya yang lain melihat Diah penuh curiga


...“Ini Pak, Ibu ini maksa mau menemui Gusti Kanjeng Ratu, saya sudah jelaskan, tapi Ibunya tetap tak mau pergi” tutur prajurit itu geram pada Diah...


Polisi tersebut kemudian memindai Diah dari atas sampai bawah, meskipun tampilannya mewah tapi Diah tampak lusuh, wajahnya merah karena sengatan matahari, keringat mengalir deras, rambut sedikit acak - acakan


...“Ibu, tidak sembarangan orang bisa bertemu dengan Gusti Kanjeng Ratu, ada tata caranya, kalau Ibu mau silakan Ibu kembali lagi besok, lalu nanti menghadap kepala prajurit dulu sebelum menghadap penasihat kesultanan untuk dipertimbangkan apa Ibu bisa menemui Gusti Kanjeng Ratu atau tidak” tutur polisi itu ...


Diah menggeleng pelan, air matanya nyaris keluar


...“Pak, anak saya tidak bisa menunggu lagi, saya harus segera menemui Gusti Kanjeng Ratu Vira, tolong pertemukan saya sebentar saja” ucap Diah dengan memelas...


Polisi itu kemudian memindai Diah lagi, lalu melempar pandang pada temannya


...“Ibu ini punya maksud apa ya sama Gusti Kanjeng Ratu sampai Ibu memaksa buat menemui beliau?” Selidik polisi tersebut yang semakin curiga pada Diah...


Diah menggeleng pelan, air matanya kini meleleh


...”Saya tidak ada maksud apa - apa Pak, saya hanya ingin bertemu sebentar” ucap Diah gemetaran...


...“Kalau begitu Ibu silakan ikut ke pos penjaga di sebelah sana untuk kami data terlebih dahulu” ucap polisi itu...


Diah gelagapan, air matanya kembali mengalir


...“Pak, tolong saya ga ada maksud jahat terhadap Gusti Kanjeng Ratu, saya cuma ingin ketemu sebentar” lirih Diah...


Polisi itu tak mau dengar, ia dan beberapa temannya menggiring Diah menuju pos keamanan untuk diperiksa, Diah melangkah dengan gontai ia merasa sangat terhina sekarang, seumur hidupnya baru kali ini ia digiring polisi dan prajurit keraton layaknya seorang penjahat


Mobil mewah Maryam melaju pelan keluar dari gerbang keraton, Maryam bersama Chen bodyguard wanita yang asal Cina itu baru saja akan menghadiri undangan jamuan yang diadakan oleh para istri pengusaha kaya untuk merayakan pernikahan Alex dan Vira. Maryam yang tengah melihat keluar melalui kaca mobilnya kemudian terbelalak melihat Diah yang tengah digiring oleh beberapa polisi dan prajurit keraton


...“Chen berhenti dulu, saya mau turun sebentar” ucap Maryam pada Chen yang duduk di kursi depan, Chen mengangguk.. mobil Maryam seketika berhenti...


Chen dengan sigap turun lalu memindai sekelilingnya sebelum kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Maryam, Maryam seketika turun dan jalan dengan tergesa menuju Diah, Chen sigap mengekori

__ADS_1


...“Mba Diah!” Pekik Maryam pada Diah yang tengah berjalan gontai digiring oleh para polisi, Diah seketika berhenti, tangisnya meledak, ia kemudian berlari menghambur pada Maryam, para polisi sigap mengejar Diah, beruntung Chen segera menghadang sehingga para polisi dan prajurit kerajaan berhenti mengejar...


...“Itu tamu Nyonya Maryam” ucapnya, polisi dan prajurit mengangguk kemudian berlalu dari situ...


Maryam menatap Diah pilu, tampilannya sekarang acak - acakan, rambut berantakan, wajahnya merah, air mata mengalir dari matanya yang sembab


...“‘Mba Diah lagi ngapain disini?” Tanya Maryam sambil memegang kedua bahu Diah...


Diah masih saja terisak, tenggorokannya tercekat, ia tak bisa bicara apa pun, Maryam prihatin melihat Diah ia kemudian merangkulnya dan menggiring Diah masuk ke dalam keraton


Sesampainya di keraton, Maryam mendudukkan Diah di pendopo tempat para tamu diterima, tak lama seorang abdi dalem membawakan air minum yang langsung diteguk habis oleh Diah, beruntung baik Kanjeng Sultan maupun Romo tengah beristirahat, kalau tidak pasti Diah akan semakin malu


Maryam menghela nafasnya, tak mengerti apa yang terjadi pada Diah


...“Mba Diah, Mba kenapa? Dan kok bisa ada disini? Tanya Maryam...


Diah termenung, bingung mau menjawab apa, ia sadar kalau sekarang Maryam adalah mertua dari Vira yang tengah ia cari


...“Mba Diah, ga apa - apa cerita aja sama saya, siapa tau saya bisa bantu” tutur Maryam sambil meraih tangan Diah dan menggenggamnya...


Diah menatap Maryam, tatapannya sarat akan kepedihan


...“Saya mau ketemu Vira, Nyonya” ucap Diah lirih, matanya memelas penuh harap, namun Maryam menghela kasar nafasnya ...


...“Mba Diah ada perlu apa sama Vira? Mba tau kan sekarang Vira udah nikah sama anak saya, dan mereka sekarang lagi sibuk - sibuknya menggelar resepsi” tandas Maryam, ia sedikit tak suka Diah mencari Vira, kekhawatirannya muncul takut - takut kalau Diah akan menyakiti hati Vira lagi...


“Maafkan kelancangan saya Nyonya, tapi saya benar - benar membutuhkan bantuan Vira sekarang” Diah lalu menceritakan semua yang terjadi pada Vicky hingga ia sampai harus mencari Vira di keraton


Maryam mengangguk - angguk, di dalam hatinya berkecamuk di satu sisi ia tak ingin mempertemukan Vicky dengan Vira, namun disisi lain ia juga seorang Ibu yang mengerti apa yang sedang Diah rasakan sekarang


Maryam hening sebentar


...“Baik Mba, saya akan coba bicarakan dulu dengan Vira” tutur Maryam...


Diah terperangah, matanya berkaca - kaca, wajahnya yang tadi lesu sedikit bercahaya


Maryam kemudian beranjak meninggalkan Diah untuk menemui Vira


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alex dan Vira tengah memagut bibir satu sama lain di kamar mereka, suara decapan dan lenguhan saling berlomba


...“I love you Vira” ucap Alex berkali - kali sambil terus mengecupi bibir ranum istrinya...


...“I love you Mas” balas Vira, dan tak kalah liar ia langsung memagut bibir Alex dan menyesapinya penuh hasrat...


Alex membimbing Vira menuju tempat tidur mereka untuk melampiaskan hasratnya yang hampir meledak. Rasa lelah karena acara resepsi dari pagi tak membuat Alex kehilangan nafsu untuk menggauli istrinya.


Alex menciumi leher istrinya bertubi - tubi, menelusurinya dengan lidah dan menghisap - hisapnya pelan


...“Mas, jangan dimerahin lehernya, nanti masih ada acara” ucap Vira sambil menggeliat - geliat penuh hasrat...


...“Ya udah yang dimerahin ini aja” ucap Alex sambil membuka kancing dress Vira dan menyingkap penutup dadanya, ciumannya menuruni leher Vira dan lalu ke dadanya, Alex menciuminya disana dan menghisapnya pelan lalu mengulumnya membuat Vira melenguh, Alex lalu memagut dada Vira dan meninggalkan banyak jejak merah disana...


Alex tak tahan melihat Vira yang gelinjangan, ia membuka kancing kemejanya satu persatu dan melemparnya sembarangan, ia lalu terburu membuka celananya, Vira tak kalah nafsunya, ia meloloskan dressnya dan membuka semua yang melekat padanya


Alex semangat mengungkung Vira dan memposisikan miliknya untuk menyatu dengan istrinya, baru saja pergulatan itu akan terjadi ketika pintu kamar mereka di ketuk


Alex mengacungkan telunjuk di jarinya memberi isyarat istrinya untuk diam


...“Biarin aja” bisiknya...


Ia tak bisa menunggu lagi, hasrat Vira pun semakin bergelora, ia tak ingin siapa pun mengganggu mereka sekarang, Alex kemudian mengungkung Vira lagi, hingga tiba - tiba suara Maryam terdengar


...“Alex, Vira, Mama boleh masuk?” Tanya Maryam dari luar pintu...

__ADS_1


Alex dan Vira berpandangan


...“Mama” ucap Alex panik, Vira mengangguk...


Mereka kemudian bangkit dan sibuk memakai baju mereka masing - masing


...“Nanti ya” ucap Alex sambil mengecup kening Vira dan berlari untuk membukakan pintu...


...“Maaf lama Ma” ucap Alex pada Mamanya yang kemudian masuk ke dalam kamar mereka...


Maryam tersenyum penuh pengertian


...“Alex, Vira, ada yang mau Mama bicarain” ucap Maryam dengan wajah serius...


Alex dan Vira saling pandang


...“Ada apa Ma?” Tanya Alex khawatir...


...“Alex, Vira, ada Tante Diah di depan” ucap Maryam yang membuat Alex dan Vira tercengang...


...“Tante Diah mau ngapain kesini Ma? Tanya Vira panik, ia sama sekali tidak ingin bertemu dengan siapa pun yang berhubungan dengan Vicky...


...“Tante Diah mau ketemu kamu Vir, dia mau minta tolong soal…… Vicky” tutur Maryam ragu, ia khawatir Alex atau Vira akan murka mendengar nama Vicky disebut...


Baik Alex maupun Vira sama - sama tak percaya dengan apa yang mereka dengar, bisa - bisanya Diah minta tolong pada Vira setelah apa yang mereka lakukan


...“Ma, Mama udah bilang kan kalo Vira ga mau ketemu sama Tante Diah dengan alasan apa pun apalagi soal Vicky?” Tanya Alex, ia tak rela istri yang begitu ia cintai harus bertemu lagi dengan masa lalu yang telah membuatnya begitu menderita, apalagi peristiwa teakhir saat Vicky hampir menodai Vira...


Maryam menghela lagi nafasnya, ia berat mengatakan ini pada anak kesayangannya


...“Mama bilang akan omongin dulu ke Vira Lex” ucap Maryam, Alex menghela kasar nafasnya menyayangkan keputusan Mamanya...


Vira mendudukkan dirinya di kursi, jantungnya berdegup kencang, entah kenapa Vicky tak juga membiarkannya hidup tenang. Maryam beranjak dan mendekati Vira lalu duduk disampingnya


...“Vir, Mama tau ini pasti berat buat kamu, kalo pun kamu ga mau nemuin Vicky itu ga masalah, tapi menurut Mama ada baiknya kamu temuin Tante Diah dulu, bagaimana pun Mama seorang Ibu, Mama paham perasaan Diah sekarang” tutur Maryam...


Hati Vira berkecamuk, apa lagi maunya Vicky ini sampai ia melibatkan Ibunya, apa Vicky belum puas dengan kejadian beberapa waktu yang lalu saat Vicky hampir saja menodainya tepat sebelum ia akan menikah dengan Alex? Batin Vira


...“Ga bisa gitu dong Ma, Tante Diah itu udah jahat banget sama Vira, apalagi si Vickynya! Tante Diah ga bisa seenaknya datang terus minta tolong sama Vira apalagi menyangkut si Vicky!” Ujar Alex protes, ia benar - benar tak mau Vira berhubungan lagi dengan Vicky dan keluarganya...


Maryam tersenyum, ia memahami perasaan Alex


...“Alex, Tante Diah memang salah, begitu juga Vicky, tapi bukan berarti ketika Tante Diah kesulitan lantas kita ga mau membantunya” tutur Maryam lembut...


Alex berjalan mondar mandir, rahangnya mengeras, tangannya berkacak pinggang, raut wajahnya tak senang


...“Ma, maaf tapi Vira benar - benar ga bisa ketemu sama Tante Diah atau siapa pun yang berhubungan dengan Mas Vicky” ucap Vira sendu, bayangan perbuatan mereka kembali mencuat, Alex tersenyum senang mendengar keputusan Vira...


...“Mama ngerti Vir, tapi tolong temui Tante Diah sebentar aja, kasih tau baik - baik kalo kamu ga mau berurusan lagi dengan Vicky dan apa pun yang menyangkut dia, menurut Mama itu sangat bijaksana” ucap Maryam yang membuat Alex meradang lagi...


...“Ma, Vira kan udah bilang ga mau, udah ga usah dipaksa lagi Ma” tandas Alex...


Vira menarik nafasnya


...“Ga apa - apa Mas, aku mau nemuin Tante Diah seperti saran Mama, semoga setelah ini urusanku dan mereka benar - benar selesai” ucap Vira yang membuat Alex mendelik tajam padanya...


...“Kamu yakin sayang? Kamu ga perlu maksain diri untuk ketemu Tante Diah kalo kamu ga mau” tutur Alex cemas...


...“Iya Mas, sebentar aja. Dan ini karena aku menghormatinya sebagai seorang Ibu” tandas Vira yang membuat Maryam tersenyum lega, sementara Alex masih bersungut - sungut...


...“Boleh kan Mas?” Tanya Vira pada suaminya yang kini menatapnya tajam. Alex terdiam sebentar kemudian ia mengangguk lemah...


Vira bangkit dan memeluk erat suaminya, Alex pun membalas pelukan Vira dan mengecupi rambutnya


...“Bentar aja” ucap Vira, lagi lagi Alex hanya menggangguk tanpa kata...

__ADS_1


Mama Maryam kemudian bangkit lalu beranjak, diekori oleh Vira yang mengikutinya dengan langkah gontai.


__ADS_2