Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Perasaan yang mulai terjalin


__ADS_3

...Vira mematut dirinya di cermin, ia tengah memakai baju Alex yang kebesaran di tubuhnya, kemeja Alex menjuntai hingga hampir ke lutut Vira, kemeja yang ia pakai terasa sangat nyaman, tak heran karena kemeja Alex adalah kemeja - kemeja branded dengan harga yang fantastis....


Tiba - tiba pintu kamar diketuk, Vira kemudian berjalan mendekat ke arah pintu, kemudian membuka pintunya sedikit, memastikan siapa yang datang


...Alex sudah berdiri disana, dengan hanya menggunakan T - shirt berwarna putih dan dipadu dengan jeans warna hitam, membuat aura ketampanannya semakin mempesona...


Vira membuka pintu ragu mengingat ia hanya mengenakan kemeja Alex tanpa celana, karena pasti tidak ada celana Alex yang akan muat di badan Vira, kemeja Alex yang ia kenakan saja terlihat seperti rok di badan Vira.


Saat pintu terbuka penuh, Alex membulatkan matanya, jantungnya berdetak kencang, dadanya bergemuruh, membuat ia menelan ludah melihat wanita cantik yang ia damba tengah memakai kemejanya, Vira sangat menawan meskipun tanpa riasan


...“Ekhm, mmmhh.. kita makan malam yuk Vir” ujar Alex terbata menahan hasratnya yang sudah tidak karuan...


...“Ba - baik Tuan, tapi bagaimana saya bisa turun dengan pakai baju ini?” Tanya Vira sambil menggaruk tidak gatal kepalanya...


...“Kalau gitu kita makan disini, sebentar ya” ucap Alex sambil berlalu...


Beberapa saat kemudian, beberapa pelayan masuk


ke kamar Vira memboyong 2 buah kursi dan 1 meja, mereka kemudian menyajikan berbagai macam hidangan dilengkapi dengan lilin dan vas bunga di tengah meja, sekilas tampak seperti kursi dan meja makan di restoran bintang 5


Alex kemudian menarik kursi untuk Vira dan mempersilakan wanita itu untuk duduk


Vira kemudian duduk dengan anggun disusul Alex yang duduk dengan gagah


Alex dengan tangkas mengambil berbagai macam makanan dan meletakkannya di piring Vira


Vira terkekeh geli melihat kelakuan Alex yang memperlakukannya seperti anak kecil


...“Makan yang banyak, biar kerjanya semangat” ujar Alex pada Vira ...


...“Terima kasih Tuan” ucap Vira sopan sambil mulai menyantap makanannya dengan anggun...


Mereka akhirnya khusyu memakan hidangan masing - masing


Selesai bersantap, Vira maupun Alex tidak beranjak dari tempat duduk mereka


Sesekali netra mereka bertemu tanpa sengaja, membuat keduanya kemudian menunduk salah tingkah


...Alex benar - benar mendamba wanita yang kini ada di depannya, dari sekian banyak perempuan cantik yang mengerubuninya.. Vira terasa berbeda, wanita itu cantik meskipun dengan baju yang lusuh, tutur katanya sopan, sikapnya anggun, ia pun tidak suka mengeluh, wajahnya selalu ceria dalam setiap situasi...


Begitu pun Vira, hatinya yang pernah terluka seolah sedikit demi sedikit mulai terobati oleh hangatnya sikap Alex padanya, wajahnya yang tampan, sikapnya yang ramah pada siapa pun meskipun ia seorang konglomerat, Alex berbeda dengan Vicky yang kerap arogan dan dingin pada karyawan atau pun pelayan - pelayannya di rumah


...“Vir, kamu belum cerita kenapa kamu naik angkot tadi” ujar Alex memecah keheningan...


...“Jawab dengan jujur Vir” tandas Alex...


...“Sa - saya sedang berhemat Tuan” ...


...“Maksudnya?” ...


...“Saya harus berhemat agar saya bisa menghidupi Mbok Asih, Bi Welas, dan Tuti” Vira terpaksa jujur di depan Alex, ia tidak ingin berbohong pada laki - laki sebaik Alex...


...“Mbok Asih, Bi Welas? Itu nama - nama Ibu kamu?” ...


...“Bukan Tuan, mereka bukan Ibu saya.. saya yatim piatu” ...


Deeeeggg..


Jantung Alex serasa menciut mendengar omongan Vira

__ADS_1


...“Mbok Asih itu pengasuh di rumah mendiang Ayah saya dulu, sementara Bi Welas dia pelayan di rumah mantan suami saya” ujar Vira tenang...


...“Kamu pernah menikah?” Tanya Alex memastikan pendengarannya...


...“Iya Tuan, tapi sudah berakhir” jawab Vira sambil tersenyum...


Alex manggut - manggut


...“Lantas Tuti itu siapa Vir? Apa dia adik kandung kamu?” ...


...“Dia adik saya di panti Tuan”...


...“Di panti asuhan? Kamu tinggal di panti asuhan...


...“Sejak saya masih bayi Tuan” jawab Vira ...


...Hati Alex mencelos, ternyata perempuan cantik di depannya ini punya hidup yang tak mudah, namun yang membuat Alex salut ialah Vira menganggap para pelayannya sebagai Ibu dia sendiri, membuat Alex makin tertarik pada Vira ...


Alex menatap lekat wajah Vira yang tengah menyesap teh dari cangkirnya


...“Kamu cantik Vira” ucap Alex yang membuat Vira sedikit tersedak, teh yang sedang ia minum meleleh ke bibir dan dagunya...


Alex refleks mengelap teh di bibir Vira dengan lembut, jari Alex merasakan kenyalnya bibir Vira.. Vira terhenyak, namun entah kenapa ia tidak ingin menghempas jari Alex


Alex bangkit dari tempat duduknya, kemudian mendekati Vira, menarik tangan Vira lembut yang membuat Vira bangkit dari duduknya, jari Alex kembali bermain di bibir Vira, netra mereka saling bertemu, Alex kemudian menarik lembut wajah Vira membuat Vira mendongak, kemudian Alex menurunkan wajahnya.. menempelkan bibirnya di atas bibir Vira yang lembab dan manis


...Alex mengecupnya pelan, Vira yang bingung dengan perasaannya kemudian menutup matanya pelan, melihat Vira tanpa perlawanan Alex kemudian menyesap lembut bibir Vira, memainkan bibirnya disana, lidah Alex menerobos masuk, mengabsen satu per satu gigi rapi Vira, Vira membiarkan dirinya tenggelam di dalam perasaan yang belum pernah ia rasakan bahkan ketika sedang bersama dengan Vicky sekalipun...


Vira menarik wajahnya ketika merasakan nafas Alex yang memburu menahan hasratnya, Vira tak ingin Alex bertindak lebih jauh, ia tidak ingin kecewa lagi


...“Maaf” ujar Vira sambil tertunduk, ia kemudian kembali duduk...


Alex belum pernah merasakan ini sebelumnya pada wanita mana pun, ia sungguh ingin memiliki Vira


Meskipun jauh di lubuk hatinya ia bertanya - tanya siapa mantan suami Vira dan penyebab perceraian mereka hingga pria itu mampu melepaskan wanita luar biasa seperti Vira.


Alex kemudian duduk kembali, merogoh ponsel di saku celananya dan mengirim pesan pada Francis


...“Tolong selidiki siapa mantan suami Vira” ketiknya...


...“Baik Tuan” balas Francis ...


...“Saya sudah mendapat sedikit informasi mengenai keluarga Nona Vira, apa saya perlu melaporkan pada anda malam ini juga?” Balas Francis lagi kemudian...


...“Ya, tunggu di ruang kerja saya” balas Alex...


Alex memasukkan ponselnya lagi ke saku celananya, matanya kemudian menoleh ke arah Vira


Wanita cantik itu tampak sedang menahan kantuknya, Alex tersenyum melihat bagaimana wanita cantik itu terkantuk - kantuk sambil sekali - kali menguap kecil


...“Kamu istirahat dulu ya Vir, besok siang saya anterin kamu pulang”...


Vira tersadar dari kantuknya


...“Eh maaf, kenapa Tuan? Tanyanya ...


...“Kamu istirahat dulu, besok siang saya antar pulang” ujar Alex sambil mengacak rambut Vira kembali...


...“Maaf Tuan kenapa siang?” Tanya Vira dengan jari yang bertaut...

__ADS_1


...“Kenapa harus pagi kalau kamu bisa lebih lama disini, toh besok kamu libur kan?” Jawab Alex dengan senyum jahilnya...


...“Besok pagi saya ingin minta bantuan kamu Vir, ada beberapa hal yang harus saya kerjakan” ...


...“Baik Tuan” jawab Vira patuh...


Alex kemudian bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan ke arah pintu dan disusul oleh Vira


Begitu sampai di depan pintu Alex tiba - tiba berhenti dan membalikkan badannya, Vira yang jalan dengan tertunduk pun berhenti tiba - tiba, alhasil badan Vira menabrak badan Alex.. kepalanya kini berada di dada bidang Alex, wangi parfum Alex yang menenangkan membuat Vira enggan beranjak dari situ hingga ia merasakan tangan Alex di wajahnya, menarik lembut wajah Vira hingga Vira mendongak menatap wajah Alex yang rupawan,


...“Vir” ucap Alex lirih...


...“I- iya Tuan” jawab Vira gugup hingga ia menggigit bibir bawahnya...


Alex yang sedang mencoba menahan rasa semampunya benar - benar merasa tidak tahan sekarang, Vira benar - benar membuat hasrat Alex membuncah


Alex segera mendaratkan ciumannya di bibir Vira, memagutnya lembut, kedua tangannya menangkup wajah Vira memastikan bahwa Vira tidak akan melepaskan ciumannya


Vira yang juga terhanyut dalam perasaan yang sama membiarkan Alex memagut bibitnya, tangan Vira yang tadinya bertaut di depan badannya, Vira tempelkan di dada Alex yang bidang


Vira sudah tidak bisa berpikir lagi, laki - laki ini mempunyai sejuta pesona yang mampu membuatnya terhanyut


Lidah mereka saling bertaut sekarang, keduanya tenggelam dalam gejolak masing - masing, hanya suara decapan yang terdengar di kamar tamu itu


Hingga Vira menarik wajahnya pelan


...“Tu - Tuan” ucapnya lembut...


Alex membuka matanya, mata Alex sayu menahan hasrat yang bergejolak


...“Kamu tidur ya, please jangan membuat saya tambah gila” ucap Alex sambil mengelus lembut rambut Vira ...


...“Iya Tuan, maaf”...


Alex kemudian mengecup kening Vira dan berlalu dari kamar itu


Vira yang ditinggal Alex mendudukkan dirinya di tepi ranjang, ia memainkan jari di bibirnya.. mencoba merasakan jejak - jejak bibir Alex disana yang membuat pipinya merah merona, Vira kemudian tersenyum lirih


...“Sadar Vir sadar, kamu coba wanita yatim piatu yang miskin” ucapnya sambil menelungkupkan kepalanya ke bantal ...


...----------------...


Sementara di ruang tengah, Alex tengah manggut - manggut mendengarkan informasi yang diberikan oleh Francis


...“Jadi mereka bukan warga daerah sini?”...


...“Betul Tuan, mereka baru pindah sekitar 3 bulan yang lalu ke daerah ini, mereka pindah dari provinsi lain” ...


...“Kedua orang Ibu itu sehari - harinya membuka toko kelontong kecil dan nasi pecel di depan rumahnya, sementara adiknya yang bernama Tuti masik sekolah di bangku sekolah kelas 3 SMA” sambuh Francis...


...“Nona Vira dikenal baik dan ramah oleh warga, banyak laki - laki yang sudah meminang Nona Vira, termasuk anak salah satu Gubernur yang sedang berkampanye di daerah itu tapi Nona Vira selalu menolak semua pinangan yang datang” ...


...Alex terperangah mendengar hal itu, entah kenapa hatinya merasa tak rela membayangkan Vira dipinang oleh orang lain...


...“Lanjutkan pencarian informasi kamu tentang Vira, terutama tentang siapa mantan suaminya” Titah Alex pada Francis yang mengangguk mengerti...


Alex menyandarkan dirinya di kursi kerjanya, ingatan tentang ciuman pertamanya dengan Vira tak bisa hilang dari pikirannya yang sukses membuat Alex senyum - senyum sendiri.


__ADS_1


__ADS_2