
Vira beringsut mendudukkan dirinya di tempat tidur, ia sulit sekali terlelap malam ini, beberapa kali rasa mulas mendera perutnya hilang dan pergi, Vira menoleh pada suaminya yang kini terlelap, ia ingin membangunkan suaminya itu dan mengeluh tentang rasa mulasnya, tapi ia tak tega mengingat Alex yang tampak kelelahan karena baru saja ia pulang dari Jepang untuk mengurus hotelnya disana.
Rasa mulas yang tadi ia rasa hilang kembali, namun matanya tak juga terpejam. Vira lantas beringsut turun dari tempat tidurnya, ia melangkah perlahan keluar dari kamarnya menuju kamar bayi yang kini menjadi tempat yang paling Alex dan Vira sukai.
Vira memindai kamar bernuansa biru itu, semuanya sudah siap menanti sang jagoan lahir, setelah berulang kali di USG dokter Lili memastikan bahwa anak Vira dan Alex berjenis kelamin laki - laki, anak pertama yang akan menjadi pewaris kesultanan juga pewaris keluarga Al - Maktoem. Vira berjalan menyusuri kamar yang telah penuh dengan barang - barang perlengkapan bayi hasil belanja Alex, Maryam, Permaisuri dan Wening. Bukan barang - barang murah tentunya, Alex bahkan membelikan anaknya stroller seharga ratusan juta rupiah.
Vira tengah berdiri di depan box bayi ketika tiba - tiba rasa mulas menderanya, ia menarik nafasnya beberapa kali guna menghalau rasa sakitnya, ia tak yakin kalau hari ini ia akan melahirkan mengingat jadwal lahirannya masih 2 minggu lagi. Vira terus saja menarik dan mengeluarkan nafasnya, kedua tangannya berpegangan pada pembatas box bayi, hingga rasa mulasnya mendera makin hebat
...“Mas!!” Pekiknya meminta pertolongan Alex, tak ada sahutan, artinya suaminya masih terlelap...
...“Mas, tolong” pekik Vira dengan suara yang meninggi, namun masih hening, belum ada sahutan...
...“Mas!!” Pekik Vira lebih keras, ia menunggu sebentar hingga ia mendengar suara debuman, Alex terjatuh dari tempat tidurnya sepertinya, namun tak lama langkah tergesa mendekatinya...
...“Vir, kamu kenapa sayang?” Tanya Alex dengan rambut acak - acakan dan mata yang merah...
...“Mas, kayaknya aku mau lahiran” ucap Vira pada suaminya, bibir bawahnya ia gigit untuk mengurangi rasa sakitnya...
...“Bukannya masih dua minggu lagi ya yang?” Tanya Alex panik...
Vira menggeleng
...“Sekarang Mas, aku mau lahiran sekarang!” Sewot Vira...
Alex panik, ia lantas lari ke kamar mereka dan menekan tombol alarm yang sengaja disiapkan untuk membangunkan seisi rumah termasuk kamar sopir dan para pelayan, serta para bodyguard jika Vira melahirkan sewaktu - waktu, Alex tak lupa menghubungi Francis untuk mengurus persiapan di rumah sakit
Alex lantas masuk lagi ke ruang bayi dan membopong Vira keluar kamar
Maryam dan Baba Jaber, Sultan dan Permaisuri serta Romo dan Wening tergopoh keluar dari kamar masing - masing dan lalu mengekori Alex yang membopong istrinya menuju keluar rumah
...”Lex, Vira udah kontraksi ya? Bukannya 2 mingguan lagi?” Tanya Maryam panik...
...“Udah mau lahiran Ma, tolong siap - siap sesuai latihan!” seru Alex sambil terus membopong Vira menuju tempat parkir dimana mobil dan sopirnya sudah menunggu...
Sementara Maryam dan yang lainnya gegas bersiap - siap sesuai dengan latihan yang telah mereka jalani
Wening dan Permaisuri sigap meraih perlengkapan bayi yang telah disiapkan oleh para pelayan, sementara Maryam menyambar tas berisi perlengkapan Alex dan Vira sebelum kemudian mereka berangkat dengan mobil masing - masing
__ADS_1
Di dalam mobil Vira meraung - raung merasakan kesakitannya, Alex yang mendekapnya hanya mampu menciuminya dan merapalkan segala jenis do’a, berkali - kali Vira memekik ketika rasa sakit melanda perut dan pinggangnya
...“Mas, sakit Mas!” Ucapnya pada suaminya yang kini berlinang air mata...
...“Sabar sayang, sabar, bentar lagi nyampe” ucap Alex lirih, ia tak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu...
Tak lama mobil Alex menepi di depan rumah sakit milik Alex. Francis, Umar, belasan perawat serta dokter sudah menanti disana, dan sigap membawa Vira dengan brankar menuju ruang pemeriksaan, Alex patuh mengekori, tangannya tak sebentar pun lepas dari tangan Vira yang merintih - rintih kesakitan
Beberapa saat kemudian, mobil iring - iringin mobil Maryam dan yang lainnya pun tiba di pelataran rumah sakit, mereka kemudian menemui Francis dan Umar yang setia berdiri disana, lalu mendudukkan diri mereka di ruang tunggu dan menunggu dengan cemas, semua do’a dirapalkan untuk keselamatan Vira dan bayinya.
Beberapa kali perawat dan dokter mondar mandir dari ruangan itu, dan setiap kali itu juga Maryam dan yang lainnya akan bertanya
...“Masih pembukaan 7 Nyonya, mohon menunggu dengan sabar dan mohon do’anya ya” ucap seorang dokter setelah kurang lebih 5 jam mereka menunggu dalam cemas, Kanjeng Sultan sebentar- sebentar bangkit kemudian duduk kembali, Baba sibuk menghubungi keluarganya di Dubai minta di do’akan, begitu pun Romo yang sibuk menghubungi sesepuh dan keluarga besar keraton, sementara Maryam, Wening, dan Permaisuri sibuk berdzikir dan merapalkan segala macam do’a ...
Hampir 8 jam sudah, waktu bahkan sudah beranjak shubuh, Alex keluar ruangan sebentar untuk sholat shubuh berjamaah bersama keluarganya. ia lalu mengganti baju tidur yang masih ia kenakan setelah Maryam mengingatkannya, ia kemudian makan sedikit dari suapan Ibunya, dan bergegas kembali ke dalam ruangan tindakan untuk menemani Vira.
Suara Vira yang meraung kesakitan, membuat keluarganya yang berada di luar kian panik. Tak terkecuali Alex yang gemetaran menahan tangisnya ketika istrinya bertarung hidup dan mati untuk melahirkan anaknya
...“Mas sakit Mas, sakit banget!” Pekik Vira, dengan berurai air mata dan keringat yang membasahi pelipisnya, ia terus bertarung melawan rasa sakitnya demi melahirkan anaknya dan Alex...
...“Yang kuat sayang, demi aku, demi anak kita” ucap Alex lirih, tangannya menggenggam erat tangan Vira...
...“Nyonya Alex, apabila saya perintahkan untuk mengejan mohon mengejan ya Nyonya, sudah pembukaan 10, sebentar lagi kepala bayinya akan keluar Nyonya” tutur dokter Lili...
Vira manut saja, ia terus mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh dokter Lili dan dokter obgyn yang lain yang dikhususkan untuk menanganinya
Beberapa kali Vira menarik nafasnya kemudian mengejan, Hingga ia mengejan sekuat tenaga dan pekikan terakhirnya beriringan dengan keluarnya sang buah hati,
...“Alhamdulillah” ucap Alex yang kemudian menangis sesenggukan melihat buah hati mereka yang kini sedang ditangani para dokter, ia lantas menciumi Vira yang tengah lemas tak berdaya...
...“Anak kita udah lahir sayang” ucap Alex dengan wajah penuh kebahagiaan dan air mata yang terus berlinang sambil mengecupi bibir Vira yang tersenyum bahagia...
Suara tangisan bayi membuat keluarga yang menunggu diluar mengucap syukur, Mama Maryam dan Permaisuri serta Wening menitikkan air mata bahagianya, sementara Kanjeng Sultan dan Baba saling berpelukan bahagia, meskipun mereka belum sepenuhnya lega karena masih menanti kabar kondisi Vira.
Vira menciumi bayinya yang kini tengah diembankan di dadanya, rasa syukur ia ucapkan terus menerus atas anugerah bayinya yang sempurna, Alex kemudian mengumandangkan adzan di telinga bayinya itu, dadanya dipenuhi kebahagiaan yang tiada tara melihat istri dan anak yang kini menyempurnakan hidupnya.
...“Aduh kok lama banget sih? Kapan Mama bisa liat cucu Mama sih Baba?” Tanya Maryam sambil mondar mandir dengan kepala celingukan ke ruangan yang pintunya belum juga terbuka...
__ADS_1
...“Sabar Ma, mungkin masih ditangani dokter” tutur Baba menenangkan istrinya meskipun ia sama celingukannya...
Kanjeng Sultan dan Romo tak kalah kurang sabarnya, mereka ikut berjalan mondar mandir
Hingga beberapa saat kemudian Vira dibawa keluar dari ruangan tindakan menuju ruang inap VVIPnya, keluarganya menghambur mendekati Vira dan Alex
...“Sayang, anak Ibu, selamat ya sayang” ucap Permaisuri sambil menciumi pipi Vira yang kini masih terbaring tak berdaya, hanya wajah sumringah yang mewakili kebahagiaannya, keluarganya bergantian mencium pelipis Vira mengungkapkan rasa syukur dan ucapan selamat atas kelahiran anaknya. ...
Alex tak luput dari pelukan Baba, Kanjeng Sultan, Romo, bahkan Francis dan Umar yang turut bahagia
...“Loh cucu Mama mana Lex?” Tanya Maryam pada Alex...
...“Lagi di observasi Ma, nanti dianterin ke kamar” ucap Alex sumringah...
...“Mirip siapa Lex?” Tanya Baba ...
...“Mirip aku banget dong Ba!” Sahut Alex bangga, Baba sekali lagi mengucap syukurnya. ...
Beberapa saat kemudian Vira sudah berada di ruangan inap VVIPnya, sang buah hati pun kini sudah berada disana, Mama Maryam, Permaisuri, serta Wening bergantian menggendong dan memindai cucu kebanggan mereka itu. Sementara Kanjeng Sultan, Baba, dan Romo sibuk menghubungi keluarga dan kerabat untuk menyampaikan berita bahagia. Sedang Alex, Alex sibuk memeluk dan menciumi istrinya
...“Makasih ya sayang, kamu udah ngasih aku hadiah terbaik, tadi kamu hebat banget yang berjuangnya” ucap Alex pada Vira ...
...“Tapi aku jangan diciumin terus Mas, aku masih bau keringet” protes Vira...
...“Kamu kapan baunya sayang? Ini wangi banget kok!” Ucap Alex sambil mendaratkan ciumannya bertubi - tubi di pipi dan bibir sang istri...
...“Aku takut banget tadi Vir” tutur Alex ...
Vira menatap lekat suami yang kini berada di sampingnya
...“Kenapa?” Tanya Vira...
...“Aku takut kehilangan kamu, aku takut kamu nyerah tadi” lirih Alex...
...“Ga ada seorang Ibu yang menyerah pada saat melahirkan anaknya Mas” ucap Vira sambil mengelus - elus sayang wajah suaminya...
...“Kamu hebat” ucap Alex, ciumannya kini mendarat di pucuk kepala Vira...
__ADS_1
Vira memindai bayinya yang kini tengah diemban oleh Maryam, hatinya menghangat mengingat kini ia adalah seorang Ibu. Seandainya janinnya yang dulu tak digugurkan dan berhasil tumbuh dalam rahimnya, sudah tentu ini adalah anak kedua baginya. Tuhan memang Maha baik, meskipun ia sempat kehilangan anaknya dulu, kini Tuhan mempercayai dirinya untuk menimang seorang anak laki - laki yang sehat dan sempurna dari pria yang begitu ia cintai.