
Alex sepelan mungkin membuka pintu kamar mandinya, khawatir jika istri tercintanya akan terbangun karena suara yang ia buat, ia pun berjalan mengendap - ngendap menuju lemari dan mengeluarkan bajunya dari sana lantas memakainya, ia lalu beringsut ke tempat tidur sepelan mungkin, lalu membaringkan dirinya di sebelah Vira yang membelakanginya
..."Mau kamu atau aku yang tidur di sofa Mas?" tanya Vira tiba - tiba, posisinya tak bergeming ia tetap membelakangi Alex...
Alex terkesiap
..."loh kamu belum tidur sayang?" tanya Alex, tangannya mengulur membelai rambut Vira...
Vira beringsut bangun dari tempat tidurnya, menyambar bantalnya lalu beranjak ke sofa
Alex menghela nafasnya, sadar kalau sang istri masih marah padanya, ia lalu menyambar bantalnya dan beringsut menyusul Vira ke sofa
..."Ya udah aku aja yang tidur di sofa, kamu tidur di tempat tidur ya, kasian kamu sama anak kita kalo kamu tidur di...
...sofa" ucap Alex pada Vira...
Vira membisu, ia lantas bangkit lalu mengemban bantalnya dan kembali ke tempat tidur
Alex menahan rasa rindunya pada Vira yang membuncah, ingin rasanya ia menyentuh dan memeluk Vira sepanjang malam, namun ia tahu ini belum saatnya, ia masih harus berusaha membuat Vira memaafkannya
Tak berapa lama suara nafas Alex mulai teratur, baru pertama kali ia tertidur pulas setelah berhari - hari ia tak dapat memejamkan matanya semenjak kepergian Vira. Sementara Vira sama sekali tak dapat memejamkan matanya, hatinya masih berbalut luka. Ia memang lega karena Alex tak sesuai sangkaannya, tapi kesalah pahaman itu tak akan terjadi seandainya saja Alex mendengarkannya dari awal.
Vira beringsut dari tempat tidur, lalu beranjak dari kamarnya. Ia memutuskan untuk tidur di kamar lain, untuk sementara ia tak ingin sekamar dengan Alex. Keegoisan Alex membuat mereka masuk ke dalam skenario yang Vicky buat, dan gara - gara itu ia hampir saja kehilangan nyawanya dan bayinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela kaca membuat Alex memicingkan matanya, Alex merenggangkan badannya yang terasa ngilu, sepanjang hidupnya kali pertama ia tidur di sofa, tak apalah apa pun akan ia lakukan demi Vira. Alex beringsut untuk duduk, netranya tertuju pada tempat tidur di depannya mencari sang istri, tapi Vira tak disana. Alex seketika bangkit dan mencari Vira hingga ke kamar mandi, tapi Vira tak ia temui. Baru saja Alex akan beranjak dari kamar untuk mencari Vira ketika pintu kamarnya dibuka dari luar dan menampakkan sosok yang ia tengah cari - cari
..."Vir, kamu dari mana?" tanya Alex lembut...
..."Dari kamar tamu" sahut Vira, Alex mengerutkan keningnya...
__ADS_1
..."Kamu ga tidur disini tadi malam? Kenapa Vir?" tanya Alex, tangannya menyentuh bahu Vira...
Vira menoleh pada Alex, senyuman sinis terbit di wajah cantiknya
..."Aku ga bisa sekamar sama orang yang ga percaya sama aku Mas" ucap Vira...
Alex menghela nafasnya, kedua tangannya terulur memegang kedua bahu Vira
..."Vir, apa kamu ga bisa maafin aku? hanya karena aku mempercayai Sarah waktu itu apa kamu harus menghukum aku seberat ini Vir?" tanya Alex lirih...
Vira mendelik tajam pada Alex, ia menghempasakan kedua tangan Alex dari bahunya
..."hanya kamu bilang? Kamu pikir kesalahan kamu itu sepele Mas?" gara - gara rasa percaya kamu sama perempuan murahan itu kamu membuat kita semua masuk dalam skenario yang Vicky buat Mas!" sengit Vira...
..."Dan gara - gara kesalahan kamu itu aku nyaris kehilangan nyawaku dan anak kita Mas, tega - teganya kamu menyepelekan kesalahan yang udah kamu buat Mas, kamu egois Mas, kamu sombong!" lantang Vira, matanya nyalang menatap Alex...
Alex menghembuskan nafasnya, matanya menatap Vira sendu
..."Bukan begitu Vir, aku percaya Sarah karena.."...
..."Karena dia lebih berpendidikan, dia wanita berkelas, dan dia anak pengusaha terkenal begitu kan Mas?!" Alex belum selesai menjelaskan namun Vira memotong ucapannya dengan sengit...
Alex membisu, entah apalagi yang harus ia ucapkan untuk mendapat maaf dari Vira
..."Apa aku harus seperti Sarah dulu baru kamu percaya omongan aku, hah?" nyalang Vira lagi...
Lagi - lagi Alex membisu, bahkan ketika Vira beranjak dari kamar itu dengan membanting pintu.
Alex mendudukkan dirinya di tepi ranjang, tangannya memijit - mijit pangkal hidungnya, kemarahan Vira memang beralasan, tapi sampai kapan Vira akan menghukumnya dengan bersikap dingin padanya, padahal jangankan diacuhkan oleh Vira bahkan ketika ia terbangun tanpa melihat Vira pun bisa membuat hatinya resah
...****************...
__ADS_1
Beberapa saat keemudian, Maryam yang baru sampai di keraton langsung menghambur memeluk Vira. Begitu mereka mendengar kabar kepulangan Vira dari Alex tadi malam, selepas sholat shubuh mereka langsung meluncur dari rumah Alex menuju keraton
Vira mengurai pelukan Maryam lantas takzim mencium punggung tangan kedua mertuanya
..."Gimana kabar kamu dan cucu Mama sayang?" tanya Maryam pada Vira, tangannya lembut mengelus rambut menantunya itu...
..."Kami baik - baik aja Ma" Sahut Vira, senyum manis terpancar di wajah cantiknya...
..."Mama dan Baba khawatir banget Nak, Mama nyampe ga bisa tidur mikirin kamu sama cucu Mama" tutur Maryam, tangannya kini mengelus perut Vira...
..."Maaf karena sudah membuat khawatir Ma" ucap Vira sambil menundukkan kepalanya...
Maryam meraih tangan Vira dan menggenggamnya
..."Kamu ga salah, yang salah itu si Sarah sama si Vicky. Tapi kamu tenang aja, Baba dan Alex udah ngurus semuanya, Sarah ga akan berani macam - macam lagi. Yang penting kamu dan Alex harus lebih berhati - hati ke depannya ya Nak" tutur Maryam yang hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Vira...
Tak lama Kanjeng Sultan dan Permaisuri datang, lantas menggiring besannya itu ke meja makan untuk santap sarapan bersama
Suasana di meja makan begitu semarak, semua merasakan suka cita atas kembalinya Vira. Alex yang duduk tepat di sebelah Vira terlihat sibuk memperhatikan istrinya itu, namun semuanya ditanggapi dingin oleh Vira, membuat Maryam dan Wening yang menyadari itu saling pandang, paham situasi yang terjadi antara Alex dan Vira
Wening berdehem
..."Ibu seneng Nak Alex dan Vira bisa kumpul lagi, Ibu berharap kalian akan bersama terus apa pun yang terjadi, jaga ikatan pernikahan kalian ya Nak, jangan nyampe ada orang ketiga yang masuk dalam rumah tangga kalian" ucap Wening pada Vira dan Alex, Alex mengangguk setuju, sementara Vira hanya membisu...
..."Iya, yang dikatakan Dik Ayu benar, rumah tangga itu ibarat kerajaan, harus punya pondasi yang kokoh supaya ga gampang diterobos musuh, harus saling menjaga, saling menghargai, saling percaya" tutur Kanjeng Sultan...
..."kalo tidak saling percaya gimana Romo Sultan?" seloroh Vira tiba - tiba, wajahnya memulas senyum...
..."Ya kalo tidak saling percaya bisa - bisa..." belum selesai Kanjeng Sultan bicara, Permaisuri menyikut lengan suaminya, Kanjeng Sultan terdiam baru sadar kemana arah pembicaraan Vira, Maryam dan Wening menghela nafas, Romo menggaruk tidak gatal kepalanya, Baba Jaber memijit pelipisnya, sementara Alex tertunduk lesu...
..."Vira permisi dulu ya, Vira sudah kenyang" ucap Vira sambil bangkit dari tempat duduknya dan berlalu dari sana...
__ADS_1
Sepeninggal Vira suasana menjadi canggung, para sesepuh menjadi hening, bingung hendak bicara apa di depan Alex yang kini termenung. Entah berapa lama lagi Vira akan menghukumnya, sungguh ia sudah tak tahan. Ia merindukan Vira yang selalu bersikap hangat padanya, ia rindu bersentuhan dan menghabiskan waktu bersama Vira.