
...“Alevir, tungguin Om, jangan lari - lari terus!” Ujar Bram sambil mengejar anak kecil tampan yang sibuk berlari kesana - kesini, di belakang Bram ikut berlari dua abdi dalem dan dua pengasuh, Alevir bocah berusia 5 tahun itu berlari menuju jajaran kursi para anak yatim piatu, dengan percaya dirinya menjulurkan tangannya, minta berkenalan, anak yatim yang gemas melihat malaikat Alex dan Vira itu menerima uluran tangan Alevir dengan senang hati...
...“Haduh nih anak, entar lagi mainnya sama Kakak - Kakak, itu Mama mau gunting pita dulu” ucap Bram sambil ngos - ngosan, tangannya sigap menggendong Alevir...
Sementara orang tua Alevir tengah berdiri di atas panggung, siap untuk menggunting pita peresmian panti asuhan milik mereka yang ke - 100, panti asuhan elit dengan fasilitas mumpuni untuk anak - anak yang tak memiliki orang tua atau tempat berlindung, seperti Vira dulu
Wajah cantik Vira berseri begitu tangannya dan tangan Alex memotong pita, tanda rumah untuk yatim piatu itu siap dihuni, suara tepuk tangan bergemuruh dari wajah - wajah yang sumringah dan penuh syukur, kebanyakan anak kecil yang sudah tak memiliki Ayah dan Ibu.
Tuti, adik angkat Vira saat menjadi anak panti sekaligus pengawas panti asuhan milik Vira dan Alex memberikan sambutan, setelah itu lanjut sepatah dua kata dari Kanjeng Sultan, dilanjut dengan sambutan dari para pejabat daerah, lalu acara makan - makan dan keakraban bersama para anak yatim piatu dan pengasuhnya
Vira, otak dibalik pembangunan 100 rumah yatim piatu elit itu, setelah menikah dengan Alex dan kembali pada keluarga keraton serta hidup bergelimang harta tak membuatnya lupa seperti apa hidupnya dulu, rumah yatim pertama yang dibangun merupakan hadiah ulang tahunnya dari Alex, sesuai permintaan Vira, ternyata satu tak cukup baginya, dibanding membeli tas harga milyaran rupiah atau menambah koleksi perhiasannya, ia lebih memilih mengeluarkan uangnya untuk membangun panti asuhan.
Melihat antusiasme istrinya, Alex dengan senang hati membantu istrinya menjadi donatur, menyusul Baba Jaber dan keluarga besarnya yang di Dubai, setelah itu Kanjeng Sultan dan Romo, belum lagi orang tua Raina yang di Brunei. Vicky, Bram, dan Salim terlibat langsung dalam pengawasan panti asuhan itu, jika Vicky mengawasi bagian keuangan, maka Salim dan Bram bertanggung jawab masalah kesehatan anak - anak panti.
Jika biasanya kebaikan para pesohor itu selalu diliput media, maka tidak dengan Vira dan keluarganya, apa yang mereka lakukan tertutup rapat untuk awak media, meskipun informasi tersebut sempat bocor ke telinga para pewarta, tapi anak buah Alex berhasil menutupinya. Kebaikan mereka cukup mereka sendiri yang tahu, itu kira - kira prinsip mereka.
...“Anak - anak nyaman ga kira - kira dengan tempat tidur seperti itu Tut?” Tanya Vira pada Tuti saat mereka meninjau lagi fasilitas di panti asuhan tersebut...
...“Wah ini sih empuk banget Mba, beda jauh dengan kasur yang kita pakai dulu waktu di panti.. ahahaha” ucap Tuti sambil tergelak...
...“Iya ya nyampe - nyampe kalau bangun tidur saling pijit dulu, soalnya badannya sakit - sakit” tambah Vira, makin membahana lah suara tertawa Tuti, sedang Vira harus anggun seperti biasa, jika sampai Wening atau Permaisuri mendengarnya tertawa terbahak sudah pasti telinganya habis dijewer lagi...
Salim tiba - tiba datang sambil ngos - ngosan
...“Vir, Alexi sama Axel dimana ya?” Tanya Salim, ia kelimpungan mencari dua anak kembar Alex dan Vira...
...“Tadi kayaknya lagi sama Mas Vicky dan Laura deh dok” sahut Vira...
...“Aih dibawa kemana tuh anak - anak sama si Vicky, ga tau apa sekarang jadwal anak - anak makan?” Salim menggerutu sambil berlalu dari situ...
“Temennya Kak Alex perhatian banget ya sama Alevir, Alexi, sama Axel” tutur Tuti
...“Terlalu perhatian malah Tuti, kalau lagi sama mereka, Mba aja susah deket - deket sama anak - anak, sama lah kalau lagi sama Eyang - Eyangnya anak - anak, Mba cuma kebagian pas anak - anak udah mau tidur aja” ucap Vira...
...“Kak Alex ga apa - apa tuh Mba?” Tanya Tuti...
__ADS_1
...“Mas Alex ga masalah, biar anak - anak nikmati dunia kecilnya mereka dulu katanya, terutama Alevir, soalnya mulai SMP nanti Alevir udah di training sama Baba Jaber untuk jadi pengusaha, pas SMA giliran di training mimpin keraton” tutur Vira...
Tuti meringis
...“Masih kecil tanggung jawabnya udah gede banget ya Mba” ucapnya prihatin mengenang nasib Alevir...
...“Iya Tut, awalnya Mba juga mikir gitu, sempet protes juga, ga tega ngebayangin beban yang harus dia tanggung, tapi Mas Alex bilang semua demi masa depan Alevir dan ratusan ribu karyawan perusahaan keluarga Mas Alex, belum lagi warga keraton” tutur Vira lirih...
...“Aih, semoga Alevir kuat ya Mba, tapi kalau ngeliat dari kecerdasan anaknya sih, aku yakin dia sanggup Mba” hibur Tuti...
...“Mba yakin juga begitu” sahut Vira...
Tak lama Alex datang menghampiri Vira
...“Sayang, makan dulu” ajak Alex lembut...
...“Iya Mas, sebentar aku lagi ngecek kebutuhan anak - anak takut ada yang kurang” sahut Vira...
...“Vira” ucap Alex, wajahnya yang tampan tersenyum penuh arti, kalau sudah melihat wajah Alex yang begitu Vira tak sanggup adu argumen lagi, bak di hipnotis ia mengekori Alex menuju hall besar tempat acara makan - makan berlangsung ...
Sementara Salim dengan telaten menyuapi Raina yang sedang hamil besar anak pertama mereka, di sebelahnya ada Bram dan Hanum yang sibuk menimang bayi mereka, lalu Vicky tengah bersusah payah membujuk Laura yang sedang morning sickness untuk makan.
Alex merangkul mesra Vira
...“Kamu bahagia?” Tanya Alex pada istrinya...
...“Persis dengan apa yang aku impikan Mas” jawab Vira bahagia...
...“Semua bisa berkumpul disini atas kebaikan kamu Vira” tutur Alex bangga...
...“Atas kerja keras kamu juga Mas” tak mau kalah Vira balas menyanjung Alex...
...“Ada lagi impian kamu yang belum tercapai?” Tanya Alex...
Vira ingin menyebut, tapi malu - malu, pipinya sampai memerah
__ADS_1
...“Itu Mas, aku pengen bulan madu lagi” ucap Vira sambil tersipu...
Glek..
Alex hening tapi hatinya senang bukan kepalang
...“Mau berangkat kapan?” Tanya Alex antusias...
...“Aih kalau soal bulan madu responnya cepet banget” ucap Vira...
...“Hehehe.. kita emang perlu liburan sayang, udah lama kan ya kita ga liburan” kelit Alex, padahal niat di hatinya sudah lain...
...“Tapi ada syaratnya Mas” ucap Vira...
...“Syarat?” Tanya Alex...
...“Nih kita berangkatnya cuma berdua aja, terus pake pesawat komersil, selama di tempat kita honeymoon nanti ga boleh bawa - bawa bodyguard, pokoknya cuma kita berdua aja, oke?” ...
...“Oke” sahut Alex mantap...
...“Tumben ga nawar?” Tanya Vira bingung...
...“Kan ini program kita buat nambah 2 anak lagi” jawab Alex sumringah...
...“Aih, udah lah cancel aja bulan madunya” tandas Vira, kakinya melangkah masuk ke dalam hall...
Alex sigap mengekori
...“Loh kok ga jadi, jadi dong, yuk Vir yuk” bujuk Alex...
Dan jadilah sepanjang acara Alex membujuk Vira untuk berbulan madu kedua, pantang menyerah.
Akhir cerita bahagia kisah hidup seorang Vira, seorang anak yatim piatu yang dulunya disepelekan dan tak dipandang sebelah mata, kini meskipun hidupnya sudah berbanding terbalik, kebaikannya tetap melekat, ia menjelma menjadi wanita kaya raya yang baik hati, bersama suaminya ia bahu membahu menolong siapa pun yang membutuhkan.
...-TAMAT- ...
__ADS_1
(Note Author: Tak terasa ini merupakan episode terakhir dari karya pertama Author, terima kasih untuk like, komen, favorite, gift, serta votenya selama ini ya. Masih ditunggu like, komen, favorite, gift serta votenya tak lupa kritik serta saran tentunya 🥰🥰🥰🥰. Dan semoga teman - teman suka dengan karya kedua Author yang berjudul: Satu Suami Dua Istri, ditunggu like, komen, favorite, gift, vote, serta kritik dan sarannya ya ❤️❤️❤️)