Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Penghakiman untuk keluarga ningrat


__ADS_3

Ningsih memindai ballroom hotel milik Alex dengan mata yang berbinar, hotel tempat diadakannya acara keningratan yang diselenggarakan oleh Kesultanan itu memang sangat mewah, tak heran Ningsih sampai melongo dari mulai di tempat parkir dimana ia bisa melihat bangunan hotel yang menjulang tinggi hingga ia masuk ke ballroom


...“Wah hotelnya mewah banget yo Mas, pokoknya aku mau minta ganti rugi hotel ini aja sama Alex!” Tandas Ningsih pada Bagus yang duduk di sebelahnya, Bagus hanya menghela kasar nafasnya, sementara Sri mendelik tajam pada Ningsih...


...“Ya ga bisa gitu dong mba, yang paling di rugikan itu aku, ya aku dong yang harus dapet ganti rugi paling besar, jadi hotel ini mestinya jadi milik aku!” Tukas Sri sewot...


Asri berdecih


...“Mba Ningsih sama Mba Sri emang ga mikirin perasaan aku sama mba Murni apa? Kami juga dirugiin banyak mba, jadi jangan main nunjuk hotel ini buat Mba Ningsih atau Mba Sri doang dong!” Ujar Asri tak kalah sewot...


Bagus menghela kasar nafasnya lagi


...“Sudah sudah, ndak usah berebut, hotelnya punya Alex itu banyak dan semuanya mewah mewah, nyampe di luar negeri aja ada, nanti kan kita tinggal nunjuk satu satu mau yang mana, kalo ga mau hotel kita bisa pilih rumah sakit, rumah sakit punya Alex juga banyak, ndak usah khawatir ga kebagian!” Tutur Bagus menengahi adik - adiknya yang tengah berperang sengit memperebutkan hotel Alex...


...“Loh jadi hotel sama rumah sakit Alex itu banyak toh Mas?” Tanya Murni...


...“Banyak banget Mur! Makanya baca majalah bisnis, biar otaknya pinter dikit, di majalah bisnis itu nama Alex dan Bapaknya sering muncul, kamu sih Mur bacanya cuma gosip murahan!” Tukas Bagas pada Murni ...


...“Yo wis, berarti nanti kita tinggal milih mau hotel apa rumah sakit buat ganti rugi kita kan? Dan masing - masing dapet satu gitu kan Mas?” Tanya Ningsih pada Bagus...


...“Ya iya, ya syukur syukur kalo kita bisa dapet dua kalo kita bisa nego sama Kanjeng Sultan” ucap Bagus sambil menyeruput tehnya...


...“Dua Mas?” Asri melongo sambil mengacungkan dua jarinya...


...“Lah iya kenapa enggak” tandas Bagus...


Murni, Ningsih, dan Asri, serta beberapa sepupunya yang ada disitu tersenyum sumringah dengan mata berbinar - binar, pikiran mereka dipenuhi dengan bayangan mereka yang tengah berada di hotel atau rumah sakit milik mereka sendiri


Bagus memindai ballroom yang sudah mulai dipenuhi oleh orang - orang yang ia tahu semuanya adalah ningrat


...“Wah keluarga ningrat kayaknya datang semua ini, ballroom nyampe hampir penuh” ujar Bagus sambil terus memindai seluruh ruangan...


...“Iya Mas, ini sih acara gede - gedean Mas!” Ucap Ningsih dengan mata yang berbinar dan wajah sumringah...


...“Si Diah ga dateng ya? Kamu ajakin ga tadi Sri?” Tanya Bagus pada Sri...


...“Udah, tapi ga mau, sibuk ngurusin anaknya yang hampir gila” ucap Sri setengah berbisik yang membuat sepupu - sepupunya terkekeh...


...“Halah bilang aja ga mau nyampe ketemu mantan besan!” Tandas Asri...


...“Nah bener itu, pasti nyesel dia ternyata mantunya keponakan Sultan” ucap Murni sengit...


...“Padahal ya kalo dipikir - pikir Vira cerai sama Vicky juga gara - gara kita kok, kan kita yang manas - manasin supaya si Vicky nikahin si Utari dan cerai sama si Vira” ucap Bagus...


...“Lah iya kan kita ga tau kalo si Vira juga ningrat, kalo tau ya ga mungkin kita nyuruh mereka cerai” tandas Ningsih ...


...“Tapi si Gendis keterlaluan sih Mba, masa anaknya si Vira sama Vicky nyampe digugurin paksa” ucap ...

__ADS_1


...Murni...


...“Kalo aku jadi Gendis ya pasti aku akan melakukan hal yang sama, aku ga mau dong Vicky sampai punya anak dari yang bukan keluarga ningrat” ujar Asri sengit...


...“Iya juga ya Mba” ucap Murni sambil manggut manggut setuju...


...“Lah yo malah bagus kan Murni, jadinya si Vira cerai sama si Vicky, terus sekarang dapetin Alex” tandas Bagus yang diamini oleh Murni...


Derap suara sepatu terdengar, beberapa orang penasihat Kesultanan datang dan mendudukkan diri di depan sejajaran dengan kursi Kanjeng Sultan dan Romo, ballroom hening seketika hanya terdengar sayup sayup gending jawa dan dentingan gelas atau piring yang dibawa oleh waiter dan waitress


Tak lama derap sepatu kembali terdengar, beberapa prajurit keraton masuk dan langsung berjejer rapi pertanda Kanjeng Sultan masuk ke ballroom


Para hadirin yang datang bangkit semua sebagai bentuk penghormatan, gending Jawa ditabuh kencang seiring dengan masuknya Kanjeng Sultan yang diekori oleh Romo, dan Alex.


Tak ada yang berani bersuara sampai Kanjeng Sultan mendudukkan dirinya di kursi Kesultanan, diikuti oleh Romo dan Alex.


Sultan tampak gagah dengan baju kebesaran kesultanan berbentuk baju takwa dengan motif bunga berwarna merah jambu dengan benang emas, dan dilengkapi penutup kepala yang menjulang ke atas, sementara Romo menggunakan beskap berwarna emas lengkap dengan jarit dan blangkonnya, dan Alex tampak gagah menawan dengan setelan tuxedo berwarna hitam


Sultan kemudian memberikan isyarat kepada hadirin untuk duduk, bagai tentara yang telah dilatih sebelumnya hadirin serempak duduk


Seorang penasihat kesultanan kemudian maju dan membacakan susunan acara. Acara kemudian satu per satu terlaksana dengan lancar, hingga tiba acara kata sambutan dari Romo.


Tepuk tangan bergemuruh mengiringi Romo yang maju ke depan dengan gagah, Romo kemudian meraih mikrofon di depannya, lantas memindai semua orang di depannya


...“Assalamu’alaikum, selamat malam hadirin yang saya cintai dan saya hormati, dalam acara pertemuan kita malam ini ada maksud pribadi dari saya dan Kanjeng Sultan yang ingin kami sampaikan kepada semua yang hadir sebagai bahan pelajaran kepada kita semua” Tutur Romo yang kemudian memberikan isyarat kepada penasihat untuk memutar rekaman suara yang sudah disiapkan...


Romo kemudian meraih mikrofon lagi


Ini adalah rekaman suara dari Ningsih Abinyoto, Murni Abinyoto, Bagus Abinyoto, Sri Abinyoto, dan Asri Abinyoto yang tengah mencaci dan memaki putri kami dan juga merencanakan penculikan putri kami.


Suara langsung riuh, banyak yang berbisik - bisik


Sementara Bagus, Murni, Asri, Sri, dan Ningsih tersentak hebat, wajah mereka pucat pasi, semuanya seketika menunduk dengan jantung berdebar kencang, ingin rasanya mereka lari tapi tak mungkin, itu hanya akan tambah mempermalukan mereka.


Di rekaman suara terdengar bagaimana mereka mencaci maki Vira, menghina, bahkan merencanakan untuk menculik Vira dan menjadikannya gundik Vicky, rekaman suara yang dikirimkan Sumirah pelayannya Diah ketika mereka berada di rumah sakit


...“Penjahat! tega - teganya kamu merencanakan penculikan terhadap keponakannya Kanjeng Sultan dan menjadikannya gundik!” Ucap salah seorang hadirin yang bangkit dan menunjuk - nunjuk meja yang di duduki Bagus...


Bagus sekeluarga menunduk dan tak ada yang berani bergerak sedikit pun, mimpi ingin mendapat hotel dari Alex sirna seketika, malah kini mereka mendapatkan malapetaka besar


Suara seketika riuh kembali, banyak yang berteriak - teriak minta Bagus sekeluarga dihukum berat atas kejahatannya dan perlakuannya terhadap Vira


...“Tenang, tenang” ucap Romo menenangkan hadirin, hadirin seketika hening...


...“Saya dan Kanjeng Sultan tak punya niat untuk mempermalukan, tapi kami mau memberikan pelajaran pada siapa pun yang semena - mena karena gelar ningratnya” Kanjeng Sultan manggut - manggut setuju, sementara Alex duduk tenang namun matanya tajam menatap Bagus sekeluarga...


Kanjeng Sultan kemudian berdehem, lantas bangkit dan melangkah menuju podium, Romo bergeser ke samping

__ADS_1


...“Saudara - saudara saya yang saya cintai, gelar ningrat yang kita miliki harus disertai dengan tanggung jawab dan rasa asih yang besar terhadap sesama, tanpa pandang bulu dan pandang gelar. Anak saya Vira menjadi korban segelintir orang yang terlalu mengagung agungkan gelar keningratan yang tak punya perasaan, cucu saya bahkan digugurkan paksa juga karena keningratan” tutur Sultan, kemudian hening sejenak dan menunduk untuk mengusap air matanya dengan sapu tangan...


Hadirin terperanjat, riuh kembali terdengar, bahkan ada yang terisak


Sultan kemudian mendongak dan meraih mikrofon lagi


...“Gelar keningratan bukan untuk menjadikan kita semena - mena, tapi untuk menjadikan kita sebagai pengayom dan pelindung buat yang lemah, apalagi terhadap seorang wanita” ...


Hadirin mengangguk - angguk setuju, Bagus dan sekeluarga malu luar biasa, kebusukan mereka kini telah terpampang nyata di depan Kanjeng Sultan dan semua keluarga ningrat


...“Maka saudaraku, mari kita jaga kehormatan gelar ningrat kita dengan menghormati orang lain” tutur Kanjeng Sultan...


...“Hidup paduka, hidup paduka” teriak seorang hadirin yang langsung ditimpali oleh hadirin lainnya...


Bagus sekeluarga sudah tak tahu lagi harus berbuat apa, wajah mereka pucat pasi, keringat membasahi pelipis mereka, dosa - dosa mereka dalam melecehkan orang lain yang tak punya gelar ningrat seperti mereka terutama Vira terbayang satu per satu


Romo kemudian memberikan isyarat hadirin untuk hening, salah satu penasihat lantas datang menghampiri Kanjeng Sultan dan memberikan sebuah gulungan, Kanjeng Sultan segera memindainya lalu manggut - manggut


...“Setelah melalui perundingan dengan para sesepuh dan para penasihat Kesultanan, maka dengan ini saya memutuskan untuk mencabut gelar keningratan yang melekat pada Ningsih Abinyoto, Murni Abinyoto, Asri Abinyoto, Bagus Abinyoto, dan Sri Abinyoto atas perilaku yang tidak sesuai dengan adab keningratan, dan konspirasi untuk melakukan penculikan terhadap salah satu putri saya” tutur Kanjeng Sultan tenang namun membuat Bagus sekeluarga bak tersambar petir, Murni dan Sri langsung terisak, sementara Asri hendak pingsan, Ningsih mematung dengan air mata meleleh tak percaya apa yang terjadi...


Semua hadirin bertepuk tangan dan memuji kebijaksanaan Kanjeng Sultan


...“Hidup Paduka, hidup Paduka” ujaran dukungan kembali terdengar untuk Paduka Sultan, Romo tersenyum lega, sementara Alex tersenyum puas melihat malapetaka yang lagi - lagi menimpa keluarga Vicky, satu per satu janjinya pada Vira ia tepati. ...


Kanjeng Sultan kemudian turun dari podium dan berjalan mendekati Alex, ia lalu menepuk - nepuk bahu Alex


...“Terima kasih Nak, sudah membuat saya bisa menghukum perbuatan jahat terhadap anak saya Vira” ucapnya, lalu mendudukkan kembali dirinya di kursi Kesultanan. Alex mengangguk penuh hormat pada Kanjeng Sultan...


Romo kemudian naik lagi ke podium


...“Oleh karena itu atas lepasnya gelar dari keenam orang tersebut maka sesuai dengan peraturan karena ini adalah acara terbatas, keenam orang tersebut kami persilakan untuk keluar dari tempat acara...


Ibarat habis jatuh tertimpa tangga, setelah dicopot gelar diusir pula, seketika prajurit keraton maju ke meja Bagus sekeluarga dan meminta mereka untuk keluar


Riuh kembali terdengar, suara - suara sumbing juga sayup - sayup terdengar mengiringi langkah gontai keenam orang tersebut keluar ballroom. Bagus menoleh ke arah ballroom yang kini pintunya ditutup dari dalam, hatinya mencelos kini ia bukan bagian dari keluarga ningrat lagi, Asri tiba - tiba luruh ke lantai lalu pingsan, Murni dan Sri terisak, Ningsih mendudukkan diri di lantai dengan tatapan kosong kemudian menangis sesenggukan. Tak lama beberapa orang security datang


...“Mohon maaf apa betul dengan Pak Bagus, Bu Murni? Bu Asri? Bu Sri, dan Bu Ningsih? Tanya security tersebut sambil membaca secarik kertas di tangannya...


Bagus mengangguk lemah


...“Maaf Pak, anda sekeluarga diminta untuk segera meninggalkan hotel langsung oleh CEO kami, Pak Alex” ucap security tersebut tegas...


Bagus memejamkan matanya, air matanya meleleh tak menyangka karma ternyata ada. Ia pernah menjadi penyebab kehancuran hidup Vira dan kini ia tengah menuai hasilnya.


...“Maaf Pak, tapi ini adik saya sedang pingsan, apa tidak boleh kalo menunggu adik saya sadar dulu?” Murni memelas pada security tersebut, hal yang tak pernah ia lakukan selama hidupnya, karena baginya orang yang tak sederajat dengannya hanyalah orang rendahan yang bisa ia perlakukan semena - mena...


...“Maaf Bu tidak bisa, saya tidak berani melawan perintah langsung dari CEO, jadi tolong silakan segera keluar” ucap security itu tegas...

__ADS_1


Apa boleh dikata, memang inilah nasib mereka sekarang. Bagus membopong Asri dan beranjak untuk keluar dari hotel, diekori oleh adik - adiknya yang masih terisak dan digiring oleh para security layaknya maling, membuat orang - orang yang sedang berada di lobby menoleh ke arah mereka, ada yang berbisik - bisik, ada pula yang tertawa, beberapa bahkan ada yang merekam dengan video. Sungguh mimpi pun mereka tak pernah harus mengalami kejadian sememalukan itu.


__ADS_2