Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Alevir


__ADS_3

Gelaran syukuran dilaksanakan kembali di keraton dalam rangka menyambut cucu pertama sekaligus penerus tahta Kanjeng Sultan sebelum diadakannya acara aqiqah. Vira manut pada protokoler Keraton, sebagai seorang putri keraton ia memang berkewajiban untuk mematuhi semua pakem yang berlaku meskipun rasa kantuk menderanya selama acara karena sang bayi mengajaknya bergadang semalaman, rangkaian acara yang panjang pun membuat Vira harus bolak - balik masuk ke dalam kamarnya di kedhaton untuk menyusui sang buah hati tatkala bayinya itu mulai menangis.


Tak kurang dari Presiden, para pejabat negara dan daerah, para duta besar, para kyai, dan relasi Baba juga Alex ikut hadir dalam acara penyambutan serta pemberian nama bayi Alex Vira.


...“Alevir Maheswara Yusuf Al - Maktoem Notonegoro” ucap Alex lantang di mikrofon ketika ditanya oleh pembawa acara tentang nama yang akan diberikan untuk sang bayi ...


Para hadirin riuh bertepuk tangan, sementara para pewarta sibuk mengabadikan momen pengumuman nama bayi Alex dan Vira. Nama yang sebelumnya sudah mendapat restu terlebih dahulu dari para sesepuh keraton, sedangkan keluarga Baba manut dengan nama yang kini disandang pewarisnya selama nama Al - Maktoem tercantum di dalamnya.


...“Saya garis bawahi, Alevir itu singkatan dari nama Alex dan Vira” tutur Alex lagi tanpa malu - malu, hadirin serentak bertepuk tangan lagi, ada yang berbisik - bisik, dan tak sedikit yang terkekeh melihat kebucinan Alex pada Vira...


Yang malu ya Maryam, ia sampai menutup wajahnya dengan kipas tangannya, sudah dapat dipastikan Alex akan makin terkenal dengan kebucinannya pada Vira.


Setelah acara ramah tamah dengan para tamu undangan selesai, Vira dan Alex serta Alevir, kini tengah berfoto keluarga untuk nanti diterbitkan di majalah - majalah bisnis dalam dan luar negeri, tak seperti pemotretan untuk majalah bisnis sebelumnya yang memakai setelan jas, kali ini Alex diminta oleh para fotografer dan pengarah gaya untuk memakai beskap, jarit serta blangkon yang senada dengan Alevir, sementara Vira setia berbalut kebaya dan jarit senada dengan suami dan anaknya.


Baru saja mereka selesai pemotretan ketika Raina datang dan menghampiri mereka, kedatangan Raina sebagai salah satu tamu undangan mewakili Ayahnya yang berhalangan datang


...“Selamat ya Alex, akhirnya kamu punya pewaris keluarga Al - Maktoem, Papa titip salam dan meminta maaf karena absen hadir berhubung sedang ada kunjungan ke negara lain” ucap Raina pada Alex sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat, Alex menyambut uluran tangan Raina...


...“Makasih udah bersedia datang Rai, kenalin ini istriku Vira” ucap Alex sambil merangkul istrinya dengan bangga...


Raina memindai wanita cantik yang tengah mengemban pewaris Alex itu


...“Oh ini rupanya yang membuat dunia Alex berubah total? Goda Raina...


Vira tersenyum hangat pada Raina, ia sudah mendengar dari Alex tentang peranan Raina dalam membongkar rencana jahat Gendis dan keluarganya


...“Terima kasih untuk bantuan Nona Raina kemarin, kami berhutang banyak pada Nona Raina” ucap Vira tulus...


Raina tersenyum


...“Saya bukan semata - mata menolong Alex, itu semua saya lakukan karena saya tidak ingin bermasalah dengan Alex dan keluarganya, Ayah saya sampai mewanti - wanti untuk tidak membuat ulah pada Alex. Percayalah Nyonya Vira, anda tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana ketika Alex marah, anda tau apa yang terjadi pada Sarah kan?” Goda Raina lagi sambil melayangkan pandangannya pada Alex ...


Alex cengengesan saja, sementara Vira mengamini omongan Raina karena ia pernah beberapa kali menyaksikan apa yang Alex lakukan pada orang - orang yang mencari masalah dengannya.


Obrolan santai mereka kini berlanjut di aula tempat jamuan makan diadakan. Tak seperti sangkaan Vira, Raina ternyata menyenangkan untuk diajak bicara sehingga tak butuh waktu lama untuk mereka bisa akrab, terlepas dari Raina yang pernah menjalin hubungan dengan Alex dulu, ketiganya memang memilih untuk tidak melibatkan masa lalu mereka.


Francis yang hari ini memakai beskap dan jarit tergopoh datang dengan susah payah karena jarit yang dipakaianya, ia datang mengabarkan jika Bram dan Salim ingin menemui Alex dan Vira, Vira menghela nafasnya, takut - takut jika Salim akan membuat ulah atau mengamuk seperti yang sudah - sudah.


...“Lex, woi” pekik Bram dari jauh, bukan Bram namanya kalau ia bisa kalem dan tak berisik, Salim tampak mengekori Bram namun kali ini dengan wajah sumringah, tak terlihat wajah kusutnya seperti biasa kala melihat Alex dan Vira, Alex sontak bangkit berdiri dan menyambut kehadiran kedua sahabatnya itu...


...“Selamat ya Lex” ucap Bram sambil merangkul sahabatnya itu...


...“Thanks Bram, lo ama Salim udah mau datang” ucap Alex pada kedua sahabatnya ...

__ADS_1


...“Pasti datanglah, kita juga pengen tau wajah Alex junior gimana” sahut Bram sambil melihat Alevir yang tengah tertidur di buaian Vira...


...“Ganteng banget Vir calon sultan sama pewaris Al - Maktoem, mirip banget sama Alex, bener kan Lim?”tutur Bram sambil memandangi Alevir yang terlelap damai...


...“Iya, selamat ya Vir, semoga kelak bisa menjadi Sultan yang adil dan bijaksana, juga jadi pebisnis sukses seperti keluarga Al - Maktoem” ucap Salim pada Vira...


Senyum Vira terbit melihat ketulusan di wajah Bram, dan Salim, ia lega karena ketakutannya tadi tak terjadi, sebenarnya baik Bram maupun Salim kini sudah menerima kenyataan jika Alex dan Vira tak mungkin terpisahkan, apalagi setelah kehadiran Alevir.


Alex yang mengingat ada Raina disitu, langsung mengenalkan kedua sahabatnya pada Raina, agak canggung awalnya namun kini mereka berempat bisa ngobrol santai. Salim bahkan mengemban Alevir sekarang, matanya memindai wajah Alevir yang mungil dengan penuh kasih, entah kenapa hati Raina yang duduk di sebelah Salim tiba - tiba menghangat melihat Salim yang begitu lembut pada Alevir, bahkan beberapa kali ia mencuri pandang pada Salim yang hari ini tampak gagah dengan beskap dan jaritnya.


Vira dan Alex saling pandang dan senyum - senyum melihat Rania yang terfokus pada Salim, raut kagum pada Salim juga tampak jelas di wajah Raina.


...“Gendongnya jangan kaku gitu Bram, lo mau diberedel bodyguard Alex kalo Alevir nyampe jatuh?!” Omel Salim pada Bram yang nampak canggung ketika mengemban Alevir...


...“Gue ga pernah gendong bayi Lim” ucap Bram panik, keringat mendadak mengucur deras di pelipisnya melihat Alex yang tengah menatapnya tajam, Bram yang tak kuasa dipindai Alex segera mengembalikan Alevir ke tangan Salim...


...”Sini sama Om, anak ganteng” ucap Salim lembut, ia jatuh hati sudah pada bayi tampan itu. Raina terhanyut pada gelombang rasa yang hadir ketika ia melihat sikap Salim yang lemah lembut, namun sayang ia tak bisa berlama - lama menikmati perasaannya, ia harus segera pamit mengingat bahwa penerbangannya tinggal sebentar lagi...


Raina dan rombongan pengawalnya baru saja beranjak pergi ketika Vicky terlihat muncul mengekori Francis dan Umar


Kehadiran Vicky membuat semua orang menahan nafasnya, khawatir jika Vicky akan membuat keributan di depan para tamu undangan serta pewarta dan menciptakan skandal baru setelah skandalnya yang mencium kaki Vira menjadi sorotan.


Bram dan Salim termasuk orang yang terkejut melihat kedatangan Vicky, sementara Alex dan Vira tampak santai dan menyambutnya hangat


Lain halnya dengan Alex yang justru segera merangkul Vicky, membuat keduanya menjadi objek jepretan foto para pewarta.


...“Selamat ya Lex atas kelahiran buah hati lo, gue berharap lo sekeluarga bahagia terus” tutur Vicky tulus...


Bram dan Salim saling pandang, bingung dengan sikap Vicky yang melunak dan bahkan mendo’akan kebahagiaan Alex dan Vira


Vicky kemudian mendudukkan dirinya di samping Salim sebelum kemudian matanya terkesiap melihat Alevir yang kini tengah bergerak - gerak kecil membuatnya tambah menggemaskan


...“Pewaris lo ganteng Lex” ucap Vicky, matanya berbinar melihat Alevir yang masih terpejam...


...“Makasih udah nyempetin datang Mas” ucap Vira pada Vicky, Vicky mengangguk dan tersenyum...


...“Lo ga ama Tante Diah?” Tanya Bram mengurai kecanggungannya...


...“Mami belum sanggup ketemu sama Vira katanya, Mami masih malu banget sama semua yang pernah Mami lakuin sama Vira” ucap Vicky yang kemudian tertunduk...


Vira menghela pelan nafasnya


...“Tolong sampein sama Tante Diah, saya udah ga apa - apa Mas, itu udah masa lalu” tutur Vira...

__ADS_1


Bram dan Salim kembali saling pandang, entah apa yang terjadi sehingga baik Alex maupun Vira luluh pada Vicky dan Diah


Salim berdehem


...“Ini maaf banget ya sebelumnya, sekali lagi maaf. tapi gue ga ngerti sama sekali, gimana seorang Alex tiba - tiba berubah sikap sama Vicky, kalo Vira ok lah dia emang baik dan pemaaf, tapi kalo Alex? Gue ga ngerti lo kesambet apa Lex nyampe tiba - tiba lo bersikap beda sama Vicky!” cerocos Salim pada Alex yang kini terkekeh mendengar omongan Salim...


Baru saja Alex hendak menjawab ketika Alevir menggerak - gerakan kepalanya dan kemudian menangis, Salim sigap menyerahkan Alevir pada Vira yang kemudian beranjak dari situ.


...“Gue sama Vira ga mau nginget masa lalu lagi Lim, udah cukup, sekarang kami cuma pengen fokus sama keluarga kecil kami, dan nyiapin Alevir untuk mengemban tanggung jawab besarnya nanti” tutur Alex...


...“Gue dan Mami bener - bener minta maaf, dan makasih banyak atas kebaikan lo sama Vira yang udah ngizinin gue buat kerja di perusahaan lo” tutur Vicky, matanya berkaca - kaca...


...“Lo sekarang kerja di perusahaannya Alex?” Tanya Bram terkaget setali tiga uang dengan Salim yang juga melongo ...


...“Iya, berkat kebaikan Vira, dia yang nyaranin ke Alex supaya gue kerja di perusahaannya” ucap Vicky sendu, sekali lagi ia benar - benar merasa malu pada Vira, wanita mulia yang pernah ia sia - siakan dulu...


...“Astaga Vira, cewek modelan lo masih ada ga sih?” Ucap Bram keceplosan, untung reaksi Alex biasa - biasa saja...


Salim menghela kasar nafasnya


...“Susah Bram nyari cewek kayak Vira sekarang” tambah Salim...


...“Siapa bilang?” Seloroh Alex, membuat ketiga sahabatnya menoleh padanya...


...“Raina itu mirip - mirip sama Vira” ucap Alex sambil menatap Salim dengan senyum penuh arti...


...“Ah masa sih Lex? Anak perdana menteri loh dia!” Sewot Bram berapi - api...


...“Dia kayaknya naksir sama lo Lim” ucap Alex...


Salim terperangah


...“Ah gila lo Lex, mana mungkin dia mau ama gue, lah gue siapa coba, lagian bukannya dia mantan lo Lex?” Tanya Salim...


...“Itu makanya gue bilang dia mirip Vira, dia baik Lim, dan sepengetahuan gue dia ga pernah beda - bedain status orang” tutur Alex lagi, kali ini sukses membuat Salim terdiam dengan muka tersipu, ia memang sempat mencuri pandang pada Raina tadi, tapi begitu ia tersadar itu adalah anaknya Perdana Menteri, Salim urung karena tahu diri. ...


...“Bentar nih Lex, bentar.. kenapa lo jodohinnya sama Salim bukan sama gue?” Protes Bram...


...“Bram, cinta itu ga bisa dipaksa, lo nanti bakalan ketemu yang emang tepat buat lo” hibur Alex...


Bram mendengus kesal merasa Alex tak adil padanya


Pembicaraan mereka berlanjut, ke empatnya sekarang bisa kembali ngobrol hangat seperti dulu sebelum polemik mendera mereka, kelahiran Alevir membuat mereka kembali bersatu sebagai sahabat. Para pewarta kemudian mengabadikan kebersamaan ke empat sahabat itu dengan jepretan foto, mereka saling merangkul layaknya pada saat mereka kecil dulu.

__ADS_1


__ADS_2