Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Pertemuan Vicky dan Vira


__ADS_3

Malam menjelang, halaman hotel dan tempat parkir sudah disesaki oleh mobil - mobil mewah milik para pembesar perusahaan rekanan Alex, suara bising baling - baling helikopter yang menjemput tamu pun menambah hingar bingar acara


Lobby hotel yang terang benderang kini telah berubah menjadi lautan manusia berusia tua maupun muda berdompet tebal, alunan musik terdengar menyambut para pria dengan setelan jas pesta atau tuxedo yang didampingi wanita dengan dress berbagai model dan warna


Lampu sorot dari hotel seolah menandakan bahwa di hotel sedang terjadi perhelatan besar milik seorang triliuner muda


Pintu ballroom sudah terbuka, tanda bahwa acara akan dimulai, MC kondang yang bertugas tengah mempersilakan para undangan untuk masuk ke tempat acara


Satu persatu para kaya raya itu masuk ke dalam ballroom dan kemudian duduk di meja yang telah disediakan sesuai dengan nama yang tertera di meja, gelak tawa dan dentingan gelas serta alunan musik membuat acara semakin meriah


Para waiter dan waitress sibuk hilir mudik mengantarkan makanan yang menggugah selera, tak tanggung - tanggung bahan semua makanan adalah bahan impor


Bram dan Salim baru saja masuk dan duduk di meja sesuai dengan arahan Umar


Baik Bram maupun Salim menggunakan setelan jas pesta yang sudah disiapkan oleh Umar


“Lim, kita semeja sama Alex nih?” tanya Bram yang baru saja melihat bahwa meja yang ia duduki berbeda dengan meja hadirin yang lain, meja yang ia tempati adalah meja VVIP milik Alex


...“Ya iya kali, ga tau gue coba liat aja ntar” jawab Salim santai sambil fokus pada layar ponselnya, pasiennya tengah berkonsultasi padanya...


Bram kemudian memindai sekelilingnya, mencari tahu siapa saja yang datang


...“Lim, gilaaaa.. semua pengusaha gede pada dateng” ucapnya sambil terus memindai sekelilingnya...


...“Lah bokap lu diundang dong?” Tanya Salim yang masih setia pada ponselnya...


...“Iya sih tadi nyokap laporan, tapi bokap lagi di Brussel.. lagi ada kerjaan” ucap Bram santai sambil terus memindai orang - orang yang ia tahu bukan orang sembarangan ...


Hingga netra Bram membola


...“Mati gue” ucap Bram, ia lalu menoleh ke arah Salim yang sibuk dengan ponselnya ...


...“Lim.. Lim, gawaaaat” ucapnya setengah berbisik...


...“Apalagi sih Bram, ntar napa!! ini pasien gue yang gawat kalo lo ngajakin gue ngomong mulu!” Ucap Salim bersungut - sungut...


...“Liiiim, liat dulu siapa yang dateng!” ucap Bram panik sambil menyikut - nyikut Salim...


Salim akhirnya mendongak penasaran


Salim melongo melihat siapa yang datang, ia refleks meletakkan ponselnya begitu saja di atas meja dengan mata yang fokus pada kedatangan Vicky


Vicky datang dengan menggandeng Utari yang berperut makin buncit


...“Bakalan jadi perkara ini Lim, hadeeeuuhh” ucap Bram sambil memijit pelipisnya...


...“Udah biarin aja, yang penting ga semeja.. cuekin anggap ga kenal” ucap Salim sambil kemudian meraih ponselnya lagi...


...“Ga semeja matamu Lim, itu dia mau kesini!” tutur Bram yang sibuk menutup mukanya dengan menu di atas meja berharap Vicky tak melihatnya...


Namun apa mau dikata, memang Alex yang merancang semua agar mereka bisa satu meja


Vicky dan Utari sampai dimeja yang diarahkan oleh Umar


Mereka sama kagetnya dengan Bram dan Salim


Bram gugup kemudian pura - pura sibuk melihat - lihat menu, sementara Salim memang tak menyadari kehadiran Vicky


“Loh Lim, Bram kalian diundang juga?” Ucap Vicky sambil memindai Bram kemudian Salim


Bram meletakkan menunya, kemudian melihat Vicky dengan sengak


...“Eh ada Tuan Vicky dan istri barunya ternyata” ucap Bram sinis sambil bangkit dari tempatnya duduk...


Salim yang mendengar ucapan Bram baru menyadari kedatangan Vicky ia kemudian bangkit dari kursinya dan menatap Vicky datar


Vicky menghela pelan nafasnya, Utari tak enak hati ia memilin rambutnya dan sesekali memindai kukunya


...“Bram, Lim.. kenalin ini Utari, istri gue” ucap Vicky lemas, perasaannya sungguh tak enak ...


Utari menyodorkan tangannya ke depan Bram, Bram memundurkan badannya sedikit hendak menghindar sebelum kemudian Salim menyikutnya,


dengan terpaksa Bram menyambut uluran tangan Utari


...“Bram” ucap Bram singkat kemudian ia segera menarik tangannya ...


...“Salim” ucap Salim dengan tatapan dingin...


Mereka kemudian duduk berempat dalam keheningan, hanya suara musik dan gelak tawa serta suara alat makan yang terdengar


Tiba - tiba suara MC terdengar mengumumkan kedatangan sang CEO triliuner, seluruh hadirin berdiri tanpa kecuali begitu pun dengan Salim, Bram, Utari dan Vicky

__ADS_1


Vicky mengulum senyum menanti kedatangan sang sahabat yang melesat sukses hingga sangat dihormati


Suara derap sepatu dan jepretan foto mengiringi kedatangan Alex yang menyeruak kerumunan banyak orang yang ingin melihatnya


Baik Salim, Bram, maupun Vicky belum bisa melihat sosok Alex karena pandangan mereka terhalangi oleh hadirin yang berdiri maju ke depan mejanya untuk mengabadikan kedatangan Alex


“Gilaaaa, keren banget dah si Alex” ucap Bram sambil menggeleng dan bertepuk tangan sendiri terkagum - kagum akan sosok Alex yang begitu dinanti banyak orang


...“Emang lo udah bisa liat Alex?” Tanya Salim sambil celingukan...


...“ya belum Lim, dia lagi di kerubutin orang noh” jawab Bram yang juga celingukan ...


Salim, Bram, Vicky dan Utari akhirnya kembali duduk sementara menanti Alex yang sepertinya tengah menyalami hadirin satu per satu


Suara jepretan foto tak berhenti - berhenti, lalu terdengar gelak tawa antara Alex dan hadirin yang ia ajak bicara


...“Yang, itu Alexander Yusuf Danuarja Al Maktoem kan? triliuner itu kan ya? Dia Alex sahabat kecil kamu itu? Tanya Utari bertubi - tubi pada Vicky, Utari begitu senang ia tak menyangka bisa semeja dengan seorang trilliuner tampan yang kerap ia lihat di majalah...


...“Iya, itu Alex sahabat aku” ucap Vicky dengan senyum bangga...


Salim dan Bram saling memandang


...“Cewek ganjen” gumam Bram pelan jijik melihat Utari...


Setelah beberapa saat kemudian MC mengumumkan pada hadirin untuk duduk kembali setelah memastikan bahwa Alex telah menyalami semua hadirin dan hendak menuju ke mejanya


Alex datang dari arah belakang Vicky dan Utari, sementara Bram yang duduk diantara Utari dan Salim menyadari kehadiran Alex


...“Mampus!” Ujar Bram setengah berbisik pada Salim yang melihat kedatangan Alex dan Vira...


Salim yang akhirnya menyadari ikut terhenyak, melihat Alex menggandeng mesra Vira yang sangat cantik dan anggun


“Haduh ribet deh urusan” gumam Salim


Alex tersenyum dari kejauhan melihat punggung Vicky dan perempuan yang ia yakini adalah Utari


Vira yang sibuk tersenyum pada orang - orang yang menyapanya tak menyadari ada Vicky disana


Hingga Alex sampai di meja tempat Vicky duduk dan berdiri di belakang Vicky, Vicky yang menyadari kehadiran seseorang di belakangnya segera bangkit berdiri dan menoleh ke belakangnya


Vicky tersenyum senang melihat Alex sebelum ia kemudian menyadari siapa yang Alex gandeng


Vicky terhuyung, hampir terjatuh jika saja Alex tak segera meraih tangannya, sementara Vira mematung, badannya gemetaran, ia mengeratkan gandengannya pada Alex


“Ba - Baik” jawab Vicky terbata


Utari melongo melihat Vira seolah ia melihat hantu, matanya seolah mau melompat keluar melihat Vira digandeng seorang triliuner seperti Alex


Alex kemudian membimbing Vira untuk duduk di meja yang Vicky tempati


...“Nah kan bener perasaan gue, si Alex emang sengaja ini” ujar Bram berbisik pada Salim...


...“Kita liatin aja dulu maunya Alex apa” sahut Salim yang juga berbisik...


Mereka berenam kemudian duduk bersama dalam satu meja bundar


Vicky tak henti memandangi Vira yang berada di kursi depannya, matanya berkaca - kaca, badannya lemas hingga lututnya gemetaran, jantungnya berdetak sangat kencang


Vira yang ia cari - cari selama ini kini ada di hadapannya


Utari yang menyadari tatapan Vicky pada Vira menyikut Vicky lalu mendelik pada Vira


“Berengsek” batin Utari


Vira yang sangat cantik dengan dress hitam semata kaki yang menampilkan pundaknya yang putih dan mulus, dileher Vira terkalung berlian yang mewah, rambutnya ia biarkan terurai indah, dengan pewarna bibir merah yang membuatnya semakin menawan


Vira menatap Vicky yang terpaku padanya, hati Vira sakit luar biasa melihat mantan suami dan selingkuhannya yang kini tengah mengandung hasil pengkhianatan Vicky padanya, entah apa maunya Alex hingga ia tega mempertumakannya dengan Vicky


Alex yang menyadari tatapan Vira pada Vicky segera merangkul wanita itu dan membelai pipi Vira dengan penuh kasih sayang


Bram melengos


...“Kunyuk” gumamnya...


Sementara Salim cuma berdehem menguatkan hatinya


Lain lagi dengan Vicky, ia terus saja menatap Vira hingga nyaris tak berkedip, tubuhnya semakin lemas melihat sentuhan Alex pada Vira


...“Sorry lupa ngenalin, Ini Vira.. tunangan gue Lex” ucap Alex sambil tersenyum menang...


Bram menoleh pada Alex begitu juga Salim, mereka kaget luar biasa.. sejak kapan mereka tunangan? Batin Salim

__ADS_1


...“Loh Lim emang bener mereka udah tunangan?” bisik Bram pada Salim yang menunduk dengan wajah yang sendu...


Hati Vicky seakan diremas kuat hingga ia tak bisa bernafas, matanya terus berkaca - kaca, air mata nyaris jatuh di pelupuk matanya


Vicky hendak berucap namun ia tak bisa berkata apa - apa, bibir Vicky gemetaran, ia sudah tak mempedulikan Utari yang merengut disebelahnya, buatnya sekarang hanya Vira dunianya


...“Vick? Lo ga apa - apa kan? Lo pucet banget Vick” ucap Alex pura - pura khawatir...


Vira tak bergeming, ia hanya duduk mematung dan mengulum senyum, sekuat hati ia menahan sakit karena hatinya kembali berdarah


Vicky mengusap kasar wajahnya, menghela beberapa kali nafasnya


...“Iya Lex, gue kenal Vira, dia.. “ ...


...“Aku mantan istrinya Mas Vicky Lex” belum sempat Vicky menyelasaikan ucapannya Vira langsung memotongnya, nada bicara Vira tenang dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya yang cantik...


Vicky terpukul, meskipun Vira adalah mantan istrinya tapi ia tak rela mendengar Vira mengatakannya langsung


Vicky menunduk menutupi air matanya yang hendak keluar


Sementara Utari beberapa kali berdecih, duduknya tak tenang


Bram dan Salim menjadi penonton drama ini


“Dunia kecil banget ya ternyata ” ucap Alex dengan tatapannya yang sinis pada Vicky


Salim melonggarkan dasinya, ia sesak melihat sikap Alex, apalagi Alex yang terus - terus menyentuh Vira seolah ingin memperlihatkan kalau Vira adalah miliknya


Vicky merasa tak berdaya, ia begitu lemas, dadanya sesak, wanita yang ia dambakan untuk kembali padanya sekarang berada dalam pelukan sahabatnya sendiri


Vicky kembali menatap Vira dengan berkaca - kaca, Vira tampak tenang, wajahnya terus tersenyum bahagia di dekat Alex, ia seolah tak merasakan apa pun


Vicky berharap Vira akan marah atau menangis, karena itu berarti Vira masih mengharapakannya, tapi Vira yang di depannya seolah tak melihat kehadirannya


“Oh ya itu istri baru kamu Vic? Tanya Alex


“Utari” Utari tanpa di komando langsung menyodorkan tangannya pada Alex


“Jijik gue” gumam Bram sambil bergidik melihat Utari


“Kalian udah mau punya anak ya?” Selamat ya” ucap Alex


Hati Vira tersayat, ia teringat akan anaknya yang telah tiada, sementara Nyonya muda suaminya sekarang berbadan dua


”kuat Vir, kuat” rapal Vira


“Bram, Lim makasih ya udah mau dateng jadi kita bisa reunian gini, udah lama banget kan ya kita ga ketemu” ucap Alex sambil tersenyum


“Sama - sama Lex, selamat ya lo makin sukses sekarang” tutur Bram memecah kekauan antara mereka


...“Lex, lo kapan tunangan sama Vira?” Tanya Salim menyelidik...


...“Kemarin, gue ngelamar dia kemarin” ucap Alex sambil memamerkan cincin yang tersemat di jari Vira...


...“Selamat ya Vir, Lex. Semoga lo berdua bahagia nyampe tua nanti, moga terhindar dari pelakor!” Tandas Bram tajam, biarlah untuk malam ini ia ikuti saja permainannya Alex...


Utari mendelik pada Bram, rahangnya mengeras kalau saja disitu tidak ada orang sudah pasti ia akan mencakar wajah Bram


Vira tak bergeming, ia begitu tenang, senyum terus mengembang di wajahnya yang rupawan, meskipun dalam hatinya ia merintih dan menjerit, tidak ada yang lebih menyakitkan dibanding melihat pengkhianatan suami, terlebih di depan matanya sendiri


Hati Vicky bagai di godam, ia begitu menyesali perbuatannya pada Vira, air matanya menggantung menunggu untuk luruh, ia ingin memeluk Vira dan memohon ampun padanya, tapi Vira sekarang dalam pelukan seorang Alex yang amat berkuasa, ditambah Alex adalah sahabatnya sendiri


Suara MC yang memanggil Alex ke depan untuk memberikan kata sambutan menggema, membuyarkan pikiran keenam orang itu


...“Sebentar ya sayang” ucap Alex pada Vira lantas mengecup puncak rambutnya...


Bram mengepalkan tinjunya, sementara Salim kembali melonggarkan dasinya


Dan Vicky, ia nyaris menangis yang diiringi oleh sumpah serapah Utari di telinganya


Semua hadirin berdiri bertepuk tangan melihat Alex di atas panggung untuk memberikan tepuk tangan


tangisan Vicky akhirnya luruh, beruntung hanya Salim, Bram, dan Utari yang melihatnya, Vira melihat Vicky dengan datar


Vicky mengusap kasar wajahnya lalu beranjak dari tempat duduknya, Utari memanggil - manggil Vicky yang terus beranjak pergi, Utari kemudian bangkit dan mendelik ke arah Vira sebelum ia lantas menyusul suaminya


...“Nangis kan lo, mampus!” Ucap Bram pada Vicky yang telah berlalu...


...“Kamu ga apa - apa Vir?” Tanya Salim khawatir...


...“Saya baik - baik saja dokter, terima kasih atas kedatangan dokter Salim dan dokter Bram” ucap Vira dengan senyum yang ramah...

__ADS_1


Malam itu bagai malam penghakiman untuk Vicky, dan malam yang menyakitkan untuk Vira.



__ADS_2