Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Pengakuan dr. Salim


__ADS_3

Hari ini Vira pulang lebih cepat dari biasanya, Alex sedang terbang ke Batam untuk survey resort yang ingin dia beli disana, Alex tak mengajak Vira untuk ikut serta berhubung wajah Vira yang terlihat pucat, Alex sangat panik, ia sampai hendak membatalkan kepergiannya ke Batam, namun Vira meyakinkannya kalau ia hanya butuh istirahat. Alex pun mewanti - wanti Vira untuk segera pulang ke rumah.


Tuti dan Bi Welas tengah berada di rumah Pak RW yang sedang syukuran kelahiran putranya, sementara Mbok Asih sedang menemani Vira duduk di teras rumahnya


Sebuah mobil berhenti tepat di depan halaman rumah Vira, pria tampan berkacamata yang tak lain adalah dr. Salim keluar dari mobil tersebut


...“Assalamu’alaikum” sapa Salim sopan pada Mbok Asih dan Vira...


...“Wa’alaikum Salam Pak dokter, sini sini masuk” ujar Mbok Asih sambil membukakan pintu pagar, Vira berdiri dengan senyuman yang ramah menyambut dokter muda itu...


...“Ga sama Pak dokter bule toh?” tanya Mbok Asih sambil celingukan mencari keberadaan Bram ...


...“Bram sedang ada urusan Mbok, tadi siang sudah pulang, tapi lusa dia mau kesini lagi” jawab Salim sopan...


...“Oh ya sudah, si Mbok bikinkan Pak dokter minum dulu nggeh” ucap Mbok Asih kemudian berlalu dari situ...


...“Vira” sapa Salim sambil tersenyum hangat...


...“dok, silakan duduk” ujar Vira ...


...Salim dan Vira pun kemudian duduk di kursi taman...


...“Ada apa dok? apa ada sesuatu yang penting?” tanya Vira ...


...“Ga ada apa - apa Vir, cuma pengen mampir aja sebelum pulang besok”...


...“Dokter mau pulang?” tanya Vira...


...“Kamu ga mau saya pulang? Salim balik bertanya, Netranya memandang Vira dengan lekat membuat Vira jengah dan menunduk...

__ADS_1


...“Maaf Vir” ucap Salim kemudian...


...“ga apa - apa dok” sahut Vira sambil tersenyum...


...“Vir, saya boleh tau apa hubungan kamu dengan Alex?” lontaran pertanyaan dari Salim ini sontak membuat Vira bingung, entah ia harus menjawab apa, selama ini tidak ada pembicaraan antara ia dan Alex mengenai status hubungan mereka, baginyaAlex adalah orang yang menghadirkan mimpi - mimpi indah untuk Vira dan Vira adalah penikmat mimpi - mimpi itu...


...Vira tak menjawab, ia hanya tersenyum. Senyum yang tak bisa Salim artikan...


...“Saya cuma ga mau kamu terluka lagi Vir, saya kenal keluarga Danuarja, mereka keluarga ningrat, selain itu Ayahnya Alex adalah pengusaha besar di Dubai, saya khawatir mereka ga akan mudah menerima kamu” tutur Salim...


...“karena saya janda, yatim piatu, dan miskin kan dok?” todong Vira sambil terkekeh membuat Salim menjadi tak enak hati meskipun sebenarnya tujuannya baik...


...“Dok.. dok, saya tau diri.. hubungan saya dengan Tuan Alex hanya sebatas karyawan dan atasan, tolong jangan pikirkan perlakuan Tuan Alex terhadap saya tadi malam, saya yakin Tuan Alex tidak ada maksud apa - apa” tutur Vira sambil tersenyum ...


...“Bermimpi pun saya tidak berani untuk menjalin hubungan dengan siapa pun apalagi dengan Tuan Alex” ucap Vira tenang, namun membuat hati Salim tercubit ...


...“Pasti akan ada yang nerima kamu dengan tulus Vir, percaya sama saya!” tutur Salim ...


...“Siapa dok? Bahkan kalau dia menerima apa keluarganya bisa? Coba dokter tanyakan pada orang tua dokter apa mereka mau menerima saya sebagai mantu? Tutur Vira dingin...


...Hati Salim mencelos, bagaimana pun apa yang Vira sampaikan itu benar adanya, bahkan orang tuanya pun tidak akan setuju jika Salim menikahi Vira, meskipun keluarga Salim tak sekaya ketiga sahabatnya yang lain, tapi Ibu Salim yang seorang ningrat dan berpikiran kolot pasti tak akan mau menerima Vira, terlebih Vira jandanya Vicky. ...


...Namun Salim sudah bertekad, jika Vira menerimanya ia akan meninggalkan keluarganya, ia tak ingin trahnya sebagai ningrat menghalangi kebahagiaannya, ia tidak seperti Vicky. ...


...“Vir, kamu harus percaya kalau kamu berhak bahagia, kamu berhak dicintai” ujar pria berwibawa itu...


...“Berikan kesempatan itu padaku Vir, biarkan aku yang membuat kamu bahagia” tutur Salim seraya meraih tangan Vira dan menggenggamnya...


Mbok Asih yang tadinya hendak mengantarkan minum urung dan kembali masuk ke rumah

__ADS_1


Vira menarik perlahan tangannya, kemudian menunduk


...“Kalau pada akhirnya saya hanya akan terhina lagi buat apa dok?” Tanya Vira ...


...“Saya ga akan membiarkan siapa pun menghina kamu, termasuk Ibu saya” tandas Salim...


...“Sama seperti Mas Vicky dulu, namun kemudian keluarga besarnya ikut campur, akhirnya akan sama saja dok, saya hanya akan jadi cacian” ...


...“Saya sudah bahagia dengan hidup saya sekarang, ada beberapa orang yang peduli sama saya meskipun mereka tak memiliki ikatan darah dengan saya” tandas Vira...


...“Saya ga akan mundur Vir, ketika kamu terluka nanti termasuk oleh Alex, saya ada buat kamu, ingat itu” ujar Salim lantas beranjak pergi dari rumah Vira...


Vira menghela nafasnya pelan, pikirannya sekarang menerawang pada Alex, ia tak bisa memungkiri rasa yang Alex ciptakan untuknya. Namun ia pun tak sanggup dengan konsekuensi yang akan ia tanggung nantinya, penghinaan itu masih membekas di hatinya.


Mbok Asih yang mencuri dengar pembicaraan antara Salim dan Vira mendekati Vira kemudian duduk di samping Vira


...“Non, maaf kalau si Mbok ikut campur, tapi apa yang Pak dokter sampaikan itu benar, ga semua laki - laki seperti Tuan Vicky, si Mbok yakin pasti ada laki - laki yang mau menerima Non begitu pun keluarganya”...


...“Si Mbok lihat dokter Salim baik, dan sepertinya punya itikad baik sama Non” ...


...“Tapi si Mbok ragu sama Tuan Alex, dia ibarat mimpi.. hampir mustahil, kemarin Tuti ngeliatin majalah tentang Tuan Alex, hidupnya terlalu beda jauh sama kita Non” tutur Mbok Asih ...


Vira tersenyum miris, air matanya kemudian menetes, entah kenapa ia merasa sakit mendengar ucapan Mbok Asih tentang Alex, ia memang sudah mempersiapkan dirinya untuk sewaktu - waktu harus kehilangan Alex, orang yang tidak akan mungkin bisa ia miliki, tapi kini ia merasa tak siap. Tembok besar yang ia bangun agar tak terluka lagi jebol oleh Alex, dan kini ia harus banjir air mata lagi.


...“Vira ga berharap - apa dari Tuan Alex Mbok, Vira cuma nyari nafkah, Tuan Alex sebentar lagi akan kembali ke Dubai, Vira ga akan ketemu dia lagi. Mbok jangan khawatir” tutur Vira lirih...


...“Mbok cuma ndak mau liat Non nangis lagi, penderitaan Non udah panjang, dari bayi dulu. Udah saatnya Non bahagia” ucap Mbok Asih sambil membelai lembut rambut Vira...


...“Terima kasih Mbok, udah Mbok ga perlu khawatir” ujar Vira sambil menggenggam tangan yang renta itu...

__ADS_1


__ADS_2