Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Permintaan Diah pada Vicky


__ADS_3

...Vicky menatap nanar kolam renang di depannya, wajahnya tampak lelah dan putus asa, hatinya luluh lantak, bumi seolah membayar tunai kejahatannya pada Vira. Ia tak pernah membayangkan bahwa kehidupannya akan berbanding terbalik dengan dulu, saat ada Vira....


Sentuhan lembut di bahu Vicky membuyarkan lamunannya


^^^“Vick” ucap Mamanya lembut, Vicky hanya menoleh sedikit kemudian ia kembali menatap lagi ke depan^^^


...“Maafin Mami ya Nak” ucap Diah sendu...


...“Seandainya Mami ga dengerin omongannya Gendis mungkin hidup kamu ga akan berantakan seperti sekarang, Mami ga pernah nyangka kalo Gendis memang punya niat jahat sama keluarga kita Vick” tutur Diah kemudian ia terisak...


...“Mami menyesal Vick, Mami udah menyakiti hati Vira dan akibatnya Mami kehilangan Vira dan cucu Mami sendiri” ...


Vicky tak bergeming, apa pun yang Maminya katakan padanya semua sudah terlambat, semua sudah hancur.


...“Vick, setiap orang pasti melakukan kesalahan, sekarang yang harus kita pikirkan adalah memperbaiki kesalahan dan memulai hidup baru” tutur Diah lagi...


...“Maksud Mami apa?” Tanya Vicky lagi - lagi tanpa melihat wajah Mamanya, ia sebenarnya tak tertarik untuk mendengarkan Maminya sekarang...


...“Maksud Mami mungkin kita bisa minta maaf sama Vira, kita minta Vira untuk kembali lagi ke rumah ini” tutur Diah, tangannya memegang bahu Vicky untuk menguatkan anaknya itu...


Vicky bergeming, ia lalu menatap Mamanya lekat untuk memastikan bahwa pendengarannya tidak salah


...“Tapi sulit Mi, Vira sekarang sudah sama Alex” tutur Vicky, matanya berkaca - kaca menahan sesak di dadanya...


Diah mengulas senyum


...“Mami itu kenal sama Ibunya Alex, Mami tau betul seperti apa karakternya, rasanya sangat tak mungkin kalo dia mau menikahkan putra satu - satunya pada Vira, Alex dan Vira itu ibarat langit dan bumi Vick, terlalu jauh berbeda” tutur Diah, Vicky hening mendengarkan Ibunya baik - baik...


...“Kamu tau betul kan kalau Ayahnya Alex itu orang kaya raya di Dubai, belum lagi Mamanya Alex. Vira itu sulit untuk diterima oleh keluarga besar kita, dulu Mami setuju kamu nikah sama dia karena Mami ngeliat kamu yang tergila - gila sama dia, terus Mami kasian sama dia. Nah apalagi sama keluarganya Alex!” Tandas Diah...


...“Tidak ada kata terlambat Vick, coba kamu cari dan temuin Vira, yakinkan dia kalau kamu menyesali perbuatan kamu, dia orang baik Vick jadi Mami yakin dia pasti mau memaafkan kamu, sekarang tinggal seberapa besar upaya kamu” sambung Diah lagi...


Secercah harapan tumbuh di hati Vicky


...“Bawa Vira kembali kesini Vicky, bangun keluarga kalian lagi, kasih Mami cucu” ucap Diah meyakinkan anaknya...


...“Semenjak Mami tau Vira pernah hamil anak kamu dan digugurkan sama Gendis, tiap malam Mami ga bisa tidur Vick, Mami keingetan cucu Mami terus” ujar Diah sendu...


...“Jadi tolong cari dan temuin Vira, bawa dia ke rumah ini lagi” titah Diah pada anaknya...


Vicky mengusap air matanya, senyum terbit di wajah yang tadinya sendu, ia lalu mencium punggung tangan Ibunya


...“Aku janji Mi aku bakalan bawa Vira pulang lagi kesini” tutur Vicky ...


Vicky merangkul hangat Ibunya, bersamaan dengan menghangatnya hatinya mendengar keinginan Ibunya barusan yang setali tiga uang dengan keinginannya untuk membuat Vira kembali lagi ke pelukannya.


Bayangan bagaimana ia dan Vira akan membangun keluarga kembali dan punya anak yang lucu - lucu pun mengelebat, membuat Vicky senyum - senyum sendiri


...“Kapan kamu mulai mau nyariin Vira? Eh bukannya dia kerja di hotelnya Alex ya? Coba kamu cari dia disana Vick” ucap Diah...


...“Iya Mi, aku akan segera berangkat dengan Theo” ucap Vicky, lalu ia merengkuh Maminya dengan hangat...


...“Makasih ya Mi, karena udah mendukung aku untuk bawa Vira pulang, semenjak Vira pergi aku ngerasa nyesel Mi, tiap hari aku inget sama Vira, sama anak kami” tutur Vicky berurai air mata...


...“Mami tau nak, Mami tau. Seorang Ibu mengerti perasaan anaknya, Mami sekarang tau gimana perasaan kamu terhadap Vira” ujar Diah sambil mengelus punggung Vicky lembut...


Diah mengurai pelukannya dan memandangi wajah anaknya yang terlihat lelah


...“Vira beruntung nak karena keluarga kita mau menerima dia yang bukan siapa - siapa, jadi jangan khawatir Mami yakin seribu persen bahwa Vira akan dengan senang hati menerima kamu lagi” tutur Diah...


...“Kalau pun dia marah atas apa yang pernah terjadi padanya, terima dulu kemarahannya, biarkan dia melampiaskan kekesalannya sama kamu, lalu setelah itu kamu minta maaf, dan bilang padanya kalo kamu nyesel dan kamu janji ga akan ngulangin lagi” sambung Diah...


Vicky sumringah, omongan Diah membuatnya yakin bahwa Vira akan segera kembali ke dalam pelukannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari berikutnya di tempat lain Vira tengah menyeruput es teh manis gelas keduanya, cuaca yang panas membuat ia mengibas - ngibaskan tangannya untuk menghalau rasa panas, sesekali ia menyeka keringat di pelipisnya

__ADS_1


Ponsel Vira berdering, ia merogoh tasnya dan meraih ponselnya


...“Halo Nduk, kamu dimana sayang, kok sepulang dari makam Romo sama Ibumu kamu ga langsung pulang?” Tanya Wening panik ...


...“Maaf Bu, tadi Vira sudah izin sama Romo, Vira mau ketemuan sama temen dulu, mau makan bakso Bu” jawab Vira ...


...“Loh kamu suka bakso toh Nduk? Tau gitu Ibu bikinkan, ga usah pake makan diluar segala, kamu itu calon manten Nak, ndak baik keluyuran” tutur Wening...


Vira merengut, ia jadi merasa tak enak sekarang. Vira sudah mulai tinggal di rumah Romonya untuk persiapan pernikahan mereka, tadi pagi sepulang dari makam Ayah dan Ibunya Vira meminta izin pada Romo untuk menemui Yani temannya di kedai bakso langganan mereka, Yani yang baru mendapat informasi dari Vira beberapa hari yang lalu bahwa Vira akan menikah meminta Vira untuk ketemu terakhir kali sebelum Vira melepas masa lajang katanya.


...“Maafin Vira ya Bu karena Vira udah bikin Ibu khawatir” ucap Vira lirih...


Wening menghela pelan nafasnya


...“Ya sudah tapi jangan lama - lama Nduk, segera pulang, lusa itu sudah malam midodareni kamu, kamu ndak boleh keluyuran lagi” tutur Wening...


...“Iya Bu, Vira sebentar aja, nanti langsung dijemput sama sopirnya Romo” ucap Vira...


...“Ya sudah, ingat sebentar saja” Tutur Wening kemudian mengakhiri teleponnya...


Tak lama Yani datang tergesa


...“Maaf ya Kak Yani telat datangnya, acara nikahan kamu bikin orang sehotel sibuk banget” ucap Yani dengan nafas tersengal...


...“Emang sesibuk apa Kak?” Tanya Vira polos sambil sibuk menyeruput minumannya...


...“Kamu ga tau apa dek? hotel ga operasi selama 1 hari untuk acara akad nikah kamu, jadi semuanya fokus ngurusin acara akad nikah kamu dek!” Tutur Yani yang kemudian beranjak untuk memesan minuman dan bakso...


Vira manggut - manggut tak tertarik, baginya nikah dengan Alex dan bertemu keluarganya adalah kebahagiaan yang tak terhingga, ia tak peduli dengan acara - acara yang disiapkan untuk pernikahannya


Yani kemudian duduk kembali di depan Vira


...“Eh dek, kok nikahnya dadakan sih? Kamu ga lagi itu kan dek?” Ucap Yani sambil mengelus perutnya...


Vira terkekeh geli


“Orang - orang sehotel heboh dek, kamu nyampe dijuluki janda Cinderella, siapa yang nyangka coba kamu bakalan nikah sama Tuan Alex, mana mewah lagi nikahannya, kamar hotel udah penuh dipesan untuk rombongan seserahan dari Dubai loh dek, kalo Kak Yani ga salah denger yang datang nyampe seribu orang lebih dek” cerocos Yani bersemangat


Vira hanya tersenyum melihat Yani yang begitu bahagia menyambut pernikahannya, hati Vira menghangat, hidupnya sekarang ibarat mimpi atau kisah di Novel yang sering ia baca.


...“Kak Yani, aku udah ketemu sama keluarga aku” ucap Vira yang sukses membuat Yani terlonjak, bakso sampai menggelinding dari sendok yang hendak ia suapkan ke mulutnya...


...“Serius dek? Kamu ketemu dimana dek?” Tanya Yani serius, bola matanya membulat menunggu jawaban Vira...


Vira kemudian menceritakan pertemuan dengan keluarganya berkat Alex, Yani mendengarkan dengan seksama, sesekali matanya kembali membulat kaget, atau senyumnya mengembang mendengar cerita Vira


Yani menghela kasar nafasnya


...“Kak Yani ga nyangka dek kalo ternyata kamu itu turunan ningrat, padahal hidup kamu itu dari kecil memprihatinkan banget dek, suami Kak Yani aja nyampe nangis pas Kak Yani cerita soal kamu” tutur Yani, tangannya erat menggenggam tangan Vira...


...“Aku juga ga nyangka Kak, ini kayak mimpi buat aku” tutur Vira...


...“Makanya dek kita ga boleh ya nyepelein orang hanya gara - gara statusnya ya, kalo mantan suami kamu sama keluargan denger, bisa muntah darah mereka dek!” Tandas Yani...


Dan, pucuk dicinta ulam tiba.. tak disangka tak di nyana, Vicky kini berdiri di belakang Vira dan memandangnya dengan penuh kerinduan


Vicky dan Theo yang sebelumnya telah membuntuti Yani dari hotel berkat informasi dari salah satu karyawan hotel bahwa Yani adalah teman dekat Vira, kini berhasil menemukan Vira


Vira meremang, bulu kuduknya berdiri, ia kemudian mengelus kuduknya


...“Vir.. Vir, ada cowok ganteng banget di belakang kamu lagi ngeliatin” ucap Yani setengah berbisik...


Vira menoleh pelan ke belakang tubuhnya, kemudian matanya membola lebar, jantungnya berdegup kencang, Vira seketika bangkit dari tempat duduknya yang disusul Yani


...“Vir” ucap Vicky lirih, matanya berkaca - kaca...


Vira gemetaran

__ADS_1


...“Ngapain kamu disini Mas?” Tanya Vira dengan suara gemetar...


Yani yang melihat gelagat tidak beres segera menghambur maju ke samping Vira


...“Vir” ucap Vicky lirih...


...“Ngapain kamu Mas? Pergi! Aku ga mau ketemu kamu!” Pekik Vira, membuat beberapa orang di kedai bakso termasuk pedagangnya menoleh pada mereka...


...“Aku mau ketemu kamu Vir, aku mau minta maaf” tutur Vicky lirih...


Vira menggeleng - geleng, air matanya mulai mengalir


...“Ga, aku ga perlu permintaan maaf kamu Mas Vicky, kamu pergi aja, jangan nyari aku lagi, jangan deketin aku lagi” jawab Vira panik...


Yani yang tersadar akan siapa laki - laki di depannya ini segera pasang badan


...“Anda sudah dengar kan? Vira ga mau ketemu sama anda, jadi silakan anda pergi!” Nyalang Yani geram...


Vicky tak bergeming, biarlah ia dimaki atau bahkan dicaci oleh siapa pun selama itu bisa mengembalikan Vira


...“Vira, aku benar - benar menyesal Vir, aku minta maaf, aku ga bisa hidup tanpa kamu Vir” ucap Vicky sendu...


...“Aku ga mau ketemu kamu lagi Mas, buatku kamu udah mati bersamaan dengan kematian calon anakku” ucap Vira sambil menyeka kasar air matanya...


Theo yang setia berdiri di belakang Vicky menundukkan kepalanya prihatin


Vicky mendekat, ia mencoba meraih tangan Vira namun ditepis oleh Yani


...“Jangan berani - beraninya nyentuh Vira Tuan!” Nyalang Yani sambil menunjuk wajah Vicky...


Vicky tak bergeming, ia tak peduli dengan tatapan orang - orang yang memindainya. seorang pria tampan yang tengah mengemis kepada seorang wanita


...“Vira please, kasih aku kesempatan” ucap Vicky lagi...


Air mata Vira makin luruh, ia kini berlindung di belakang punggung Yani


...“Pergi!” Nyalang Vira...


Vicky makin mendekat, Yani refleks makin mundur


...“Vir, kasih aku kesempatan, aku akan perbaiki semuanya, aku janji aku akan membuat kamu bahagia Vir, kita akan nikah lagi, kita akan punya banyak anak, adik dari anak kita yang telah tiada” tutur Vicky pantang menyerah...


...“Aku ga mau Mas, aku ga mau!!” Pekik Vira membuat semua orang di kedai bakso itu makin fokus melihat drama di depan mereka...


...“Tuan, anda sudah dengar kan? Jadi silakan pergi atau saya telepon calon suaminya supaya datang kesini!” Ancam Yani sengit...


Vicky terperangah


...“Calon suami?” Tanya Vicky lirih...


...“Iya, Vira dan Tuan Alex akan segera menikah, jadi anda jangan coba - coba deketin Vira lagi!” Tandas Yani geram...


...“Vir, kamu mau nikah sama Alex? Kenapa Vir? Apa cinta kamu buat aku udah hilang sama sekali Vira? Aku emang pernah salah dan aku nyesel Vir, tapi tolong kasih aku kesempatan lagi” tutur Vicky...


Yani dapat merasakan pegangan tangan Vira yang semakin gemetaran pada punggungnya, ia kemudian merogoh sakunya dan meraih uang selembar seratus ribuan dan meletakkannya di meja kedai bakso


Ia lalu sigap merangkul Vira dan membawanya keluar dari sana. Vicky tak pantang menyerah, ia lalu mengekori Vira dan memanggil - manggil Vira di tengah hingar bingar pangkalan angkot, hingga kemudian ia meraih tangan Vira hingga Vira tersekat dan berhenti, Vicky lalu berlutut di depan Vira, Yani dan Theo yang melihat itu terlonjak kaget. Puluhan pasang mata kini melihat Vicky dan Vira


...“Vir, aku salah hukum aku semaumu, tapi aku mohon Vir beri aku kesempatan, aku benar - benar menyesal Vir, aku mohon” ucap Vicky memelas...


Vira tak bergeming, ia menatap Vicky dingin


...“Vira, aku mohon” ucap Vicky dan mulai terisak, bebeberapa orang tampak menunjuk - nunjuk, ada yang sibuk memvideo, ada yang sibuk bertepuk tangan menyemangati Vicky karena mereka pikir Vicky tengah melamar Vira....


...“Vira sudah mati buat kamu saat kamu memutuskan untuk mengkhianati aku Mas” tandas Vira datar...


Ia kemudian menggandeng Yani dan berlalu dari sana, Vicky bangkit dengan terhuyung hendak menyusulnya namun Theo segera menahannya, Theo tahu Vira tak mungkin akan Vicky dapatkan lagi.

__ADS_1


__ADS_2