Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Menjelang pernikahan


__ADS_3

Pagi menjelang di kediaman Romo, suara gending jawa menambah sakral acara yang akan digelar. Tarub, bleketepe, dan tuwuhan sudah terpasang sempurna di tempatnya. Para putri keraton tengah bersenda gurau, yang masih kecil ada yang berlari - lari.


Sebagian orang tengah bersiap untuk prosesi acara siraman, sebagian ada yang mempersiapkan acara malam midodareni dimana pengantin pria dan keluarga besarnya akan datang nanti malam


Wening mengetuk kamar pintu Vira yang sudah dihias sedemikian rupa untuk ia dan Alex besok malam, kemudian ia perlahan masuk dan menatap Vira dengan penuh cinta layaknya seorang Ibu pada anaknya


...“Nduk” sapa Wening lembut, ia sudah rapi dan cantik dengan kebaya dan jarit serta rambut yang disanggul...


...“Iya Bu” ucap Vira, wajah Vira berseri seolah tak ada yang terjadi padanya tadi malam...


...“Sudah siap?” Tanya Wening pada Vira, ia kemudian berjalan mendekat dan duduk di samping Vira...


...“Kamu cantik banget Nduk, mirip Romo sama Ibumu” ucap Wening pada Vira ...


Vira tertunduk malu


...“Kamu sudah siap kan masuk ke kehidupan Nak Alex?” Tanya Wening serius...


Vira mengangguk pelan


...“Nak Alex itu bukan orang sembarangan, tadi malam Romo cerita sama Ibu, kamu harus siap - siap beradaptasi dengan kehidupannya yang serba mewah, pasti akan banyak wanita yang mendekati Nak Alex, selain karena tampan dia juga kaya raya, tapi sebagai istrinya kamu harus membuat Alex ga bisa lepas dari pelukanmu Nduk” nasihat Wening panjang lebar...


Hati Vira adem mendapat nasihat dari Ibunya itu


...“Bahagiakan dia ya Nduk, terutama masalah.. kamu tau sendiri kan Nduk” ucap Wening tak mampu menyebutkan tapi ia hanya menunjuk ranjang...


Vira tertunduk tersipu malu


...“Alangkah lebih baik lagi kalo kalian segera dikaruniai momongan, jadi ikatan antara kalian semakin kuat” ucapnya lagi, Vira masih menunduk menahan malu dinasehati seperti itu...


...“Dan untuk masa lalu kamu, tolong lupakan ya Nduk, Romo dan Ibu berharap ini adalah pernikahan kamu yang terakhir” ucap Wening hati - hati takut menyinggung perasaan sang putri...


Vira mendongak kemudian mengangguk patuh


...“Kamu sudah siap untuk acara siraman?” Tanya Wening pada Vira...


...“Sudah Bu” jawab Vira meskipun jantungnya berdebar kencang, ia gugup luar biasa. Ini bukan pernikahan pertama untuk Vira, tapi dulu pada saat pernikahan pertamanya ia tidak melakukan ritual apa pun, begitu pun keluarga Vicky. Justru pernikahannya terkesan dadakan dan dipaksakan. ...


Wening kemudian membimbing Vira keluar dari kamarnya menuju tempat acara siraman dimana para sesepuh termasuk Kanjeng Sultan sudah menunggunya.


...****************...


Beberapa jam kemudian di hotel milik Alex tempat ia dan keluarganya tengah bersiap - bersiap untuk datang ke rumah Romo menjelang malam Midodareni, berhubung hotel milik Alex dan rumah Romo jauh jadi mereka memutuskan untuk berangkat lebih awal agar bisa sampai di tempat acara sebelum jam 6 sore.


Mamanya Alex mengetuk pintu kamar putranya itu, kemudian ia masuk perlahan


...“Lex” sapa Mamanya Alex yang sudah cantik menggenakan kebaya dengan bawahan jarit dan rambut disanggul modern...


Alex menoleh


...“Ma” ucapnya dengan suara gemetaran, ia memang gugup luar biasa...


Maryam tersenyum kemudian mendekati anak tercintanya yang sangat tampan menggunakan atasan beskap dan bawahan jarit dilengkapi dengan blangkon


...“Kamu gugup ya?” Tanya Maryam seraya membenar - benarkan bros yang melekat di beskap warna hitam yang Alex pakai...


...“Iya Ma” ucap Alex seraya tersenyum...


Maryam memindai wajah anaknya yang tampan


...“Ini kok brewoknya sama kumisnya ga dicukur sih Lex?” Tanya Maryam sambil membelai - belai brewok halus anaknya...


...“Jangan Ma, Vira suka” ucapnya tanpa malu - malu...


Maryam menghela pelan nafasnya

__ADS_1


...“Dasar bucin” ucap Mamanya...


Alex mesam mesem saja, Maryam lanjut memindai anaknya dari atas ke bawah, mencari jika ada yang tidak sesuai, hingga matanya membulat melihat buku tangan Alex yang memerah dan lecet, Maryam segera meraihnya dan memindainya


...“Ini kenapa Lex? Ada hubungannya sama Vira?” Selidik Maryam...


...“Vicky” jawab Alex singkat, ia lalu menarik tangannya pelan dari Mamanya...


...“Selesaikan nanti setelah pernikahan, untuk saat ini buat Vira bahagia, dia sudah terlalu lama menderita” ucap Maryam datar sambil menepuk - nepuk beskap anaknya ...


...“Ma” ucap Alex...


...“Heem” jawab Mamanya...


...“Apa Mama senang setelah tau kalo Vira itu keluarga ningrat juga, bahkan keponakan Kanjeng Sultan?” Tanya Alex...


...“Ga ada bedanya buat Mama, Mama udah jatuh cinta sama Vira sebelum Mama tau dia anak siapa” jawab Maryam yang masih fokus membetul - betulkan baju anaknya...


Maryam kemudian menghela pelan nafasnya


...“Lex, Mama ga pernah ngebedain orang berdasarkan bibit, bebet, atau bobot mereka, yang Mama liat itu bagaimana hatinya dan perilakunya terhadap sesama, Mama liat hati Vira baik kita bisa liat sendiri kan gimana dia mau banting tulang kerja buat orang - orang yang bukan tanggung jawabnya, dan bagaimana ia santun terhadap siapa aja” tutur Maryam...


...“Buat apa kita membanggakan gelar ningrat kalau kelakuan kita mencerminkan sebaliknya seperti Gendis, iya kan?” tutur Maryam lagi...


...“Kalau pun status Vira sama seperti dia sebelum ketemu keluarganya, yaitu yatim piatu, janda, miskin, Mama akan tetap menerima dia karena dia anak baik” ujar Maryam panjang lebar...


Alex tersenyum lebar, bangga karena Ibunya begitu bijaksana


Tiba - tiba derap sepatu terdengar masuk ke ruangan Alex, sang Baba datang tergopoh dengan senyum sumringah, ia langsung menghambur dan memeluk Alex erat


...“Baba bangga sama kamu” ucapnya dengan aksen Arab yang masih terasa, badannya yang tinggi tegap hari ini memakai beskap dan jarit, kepalanya yang biasa dihiasi dengan sorban putih kini dipakaikan blangkon oleh Maryam, Baba manut - manut saja “demi Vira” katanya...


Maryam yang melihat kedekatan antara Ayah dan anak itu tersenyum haru, ia kemudian memindai jam di kamar Alex dan terbelalak


...“Udah jam segini, ayo berangkat” ucapnya panik, ia kemudian berjalan tergesa menggandeng Alex...


Tak ada pewarta di sekitar hotel hari ini karena Alex tak memperbolehkannya, tapi tetap saja kerumunan wartawan sudah memadati jalan yang akan dilalui oleh para sultan itu. Dari seribu orang yang datang untuk ikut acara akad esok hari, tak kurang dari lima ratus orang yang akan ikut iring - iringan seserahan. sebagian lagi Maryam biarkan istirahat di hotel agar tidak menimbulkan kemacetan yang terlalu panjang


Alex sampai di lobby, diapit oleh Baba dan Mamanya, semua mata menoleh pada Alex seiring dengan suara riuh puji - pujian terhadap Tuhan yang menciptakan mahluk berwajah tampan seperti Alex, sebagian ada yang curi - curi foto wajah sang rupawan termasuk para pegawai hotel, sebagian ada sibuk bisik - bisik membicarakan betapa beruntungnya sang calon istri


Dua orang MC kemudian mengarahkan para rombongan untuk masuk ke dalam mobil yang sudah berjejer rapi di parkiran hotel, mobil - mobil mewah khas sultan memadati parkiran, membuat parkiran hotel layaknya show room mobil mewah raksasa


...“Ma, ini aku susah jalannya pake baju gini” keluh Alex pada Ibunya...


Maryam menghela kasar nafasnya


...“Biasain Alex, kamu masih harus pake baju gini beberapa kali lagi, resepsi nikahan kamu masih panjang” ucap Mamanya Alex datar ...


...“Lex, nanti kamu duduk sendirian ya di mobil, Mama dan Baba ada di mobil belakang kamu” ucap Maryam lagi...


Alex mengangguk patuh, kini ia sibuk memindai jaritnya mencari cara agar ia bisa jalan lebih leluasa.


Tak lama Umar dan Francis datang tergopoh, mereka sudah gagah dengan beskap dan jaritnya. Francis memindai sang tuan lalu tersenyum bangga melihat gagahnya Alex, layaknya seorang Bapak yang bangga melihat anaknya.


...“Silakan Tuan, mobil sudah siap” ujarnya...


Alex patuh mengekori. mereka kemudian masuk ke dalam mobil mewah jenis Rolls Royce, di belakang mobil yang Alex tumpangi ada mobil SUV jenis Mercy sang Mama dan Baba


Konvoi mobil mewah melaju pelan, berbagai pengamanan tampak sepanjang jalan yang mereka lalui, arus lalu lintas di rekayasa sedemikian rupa untuk menghindari kemacetan, para pewarta sibuk mengambil gambar, berbagai berita muncul di media sosial, dari mulai foto iring - iringan mobil dengan tajuk “Konvoi mobil sultan menjelang pernikahan triliuner muda”, sampai ke tajuk “seserahan mewah pernikahan sang pebisnis tampan”


Alex duduk gelisah di mobilnya, beberapa kali ia membuka blangkonnya lalu memakainya kembali, gugup menderanya, ia kemudian menghela nafasnya, lalu merogoh sakunya dan meraih ponselnya disana


...“Vir” tulisnya pada sang kekasih, ia lalu menunggu balasan, lama tak ada balasan ia kemudian mengirimkan pesan lagi...


...“Vira” tulisnya hingga beberapa kali, ia lalu fokus memindai layar ponselnya menanti jawaban Vira...

__ADS_1


...“Alex” balas Vira, Alex tersenyum sumringah mendapat balasan pesan dari sang kekasih...


...“Aku udah di jalan menuju rumah Romo” tulis Alex...


“Iya aku tau, tadi Romo yang ngasih tau” balas Vira


...“Nanti temuin aku ya, aku pengen ketemu, kangen banget” tulis Alex...


...“Ga boleh ketemu Lex, aku lagi dipingit buat besok” balas Vira...


Alex mengerucutkan bibirnya


...“Kalo gitu aku aja yang nemuin kamu diem - diem di kamar ya” tulis Alex...


...“Ga boleh sayang, pamali! Kita belum boleh ketemu lagi” balas Vira, Alex lemas sudah.. harapannya ingin melihat sang pujaan hati tak bisa terpenuhi hari ini...


...“Kangen” tulisnya lagi pada Vira...


...“Aku juga” balas Vira, seketika wajah Alex yang tadinya cemberut berubah tersenyum lagi...


Beberapa saat kemudian iring - iringan telah sampai di kediaman Romo, keluarga Romo termasuk Kanjeng Sultan dan istri menyambut di depan


Alex dan orang tuanya beserta rombongan kemudian turun dari mobil dan berjalan perlahan mendekati keluarga Romo yang sudah siap menanti, ritual pun mulai dilakukan dengan dibimbing oleh seorang pengatur acara, dimulai dari penyerahan seserahan yang berjumlah tak kurang dari 499 buah berisi kebutuhan Vira sehari - hari dari merk - merk mahal, acara berlangsung dengan khidmat meskipun sesekali diselingi gelak tawa tatkala melihat Alex yang kikuk mengikuti setiap ritual yang asing baginya, keluarga Baba yang semuanya dari Timur Tengah sibuk mengabadikan moment yang jarang mereka lihat.


Di kamar pengantin, Vira yang telah dirias cantik duduk dengan anggun, ditemani oleh Mbok Asih, Bi Welas, dan Tuti. Sesekali terdengar gelak tawa ketiganya yang menggoda Vira yang tengah gugup luar biasa mendengar keluarga Alex telah datang dan sedang mengikuti ritual acara


Suara ponsel Vira yang berbunyi tanda pesan masuk, Vira gegas meraih ponselnya di atas meja dan membuka pesan yang masuk, nama Bram tertera disana


...“Vira” tulis Bram...


...“Iya dok” balas Vira singkat...


...“Aku ga pengen ngucapin selamat, tapi gimana pun aku hanya mendo’akan kebahagiaan kamu, dan ingat jika Alex melakukan kesalahan seperti yang Vicky lakukan, aku ada buat kamu” tulisnya...


Vira menghela kasar nafasnya


...“Makasih dok” tulis Vira...


Tak lama bram mengirimkan sebuah foto, Vira memindainya dan membulatkan matanya melihat foto Salim yang tengah tertidur di sofa, botol - botol minuman keras bergelimpangan di sebelahnya


...“Korban kamu” tulis Bram yang membuat Vira langsung merengut, tak lama satu foto ia terima lagi dari Bram, Vira membukanya dan memindainya hingga ia terlonjak seketika ia bangkit dari kursinya, foto itu memperlihatkan Vicky yang tergolek tak berdaya di ranjang rumah sakit, wajahnya nyaris tak terlihat seperti Vicky karena babak belur...


...“Yang ini aku ga tau kenapa, tadi malam tiba - tiba masuk rumah sakit pas aku jaga, Tante Diah nyampe pingsan” tulis Bram...


Jantung Vira berdegup kencang, bukan karena khawatir terhadap Vicky hanya saja ia teringat lagi kejadian tadi malam dimana ia nyaris di nodai oleh Vicky, badan Vira gemetaran.


Tuti yang melihat itu langsung menghambur


...“Mba, Mba kenapa?” Tanya Tuti khawatir, Vira memegang erat tangan Tuti seolah meminta kekuatan, ia lalu memejamkan matanya ingin menghalau ingatannya tentang kejadian semalam, Vira lalu menghela kasar nafasnya...


...“Mba ga apa - apa Tut, cuma capek aja mungkin” jawabnya ...


Mbok Asih dan Bi Welas saling pandang melihat wajah Vira yang tiba - tiba memucat, keduanya khawatir sesuatu sedang terjadi pada orang yang mereka sayangi itu.


Pintu diketuk tanda ritual selanjutnya sedang dilakukan, Vira membenarkan duduknya, dan mengatur ekspresi wajahnya, senyum ia terbitkan disana. Tak lama Romo dan Ibunya masuk ke dalam kamar dan mendekati Vira


...“Nduk, Romo dan Ibu kesini mau bertanya pada kamu sekali lagi, apa kamu sudah mantap mau menerima Alex sebagai suami kamu?” Tanya Romo...


Vira tersipu malu, wajahnya yang tadi pucat kini bersemu merah membuatnya terlihat sangat cantik


Vira kemudian mengangguk pelan


...“Iya Romo, saya mantap ingin menikah dengan Alex” jawab Vira lembut...


Romo dan Wening saling pandang lalu tersenyum

__ADS_1


...“Ya sudah akan Romo sampaikan pada Alex dan keluarganya di bawah” tutur Romonya yang kemudian keluar dari kamar diekori oleh Wening...


Ritual - ritual berikutnya kemudian dilakukan dengan khidmat, gelak tawa bercampur dengan gending jawa menambah sakral suasana, baik Alex maupun Vira hanya ingin semuanya segera selesai, mereka menanti hari esok dimana keduanya akan resmi menjadi suami istri


__ADS_2