
...Malam ini Alex tak dapat memejamkan matanya, bayangan Vira yang menangis dalam pelukannya membuat dadanya merasa sesak, Vira sudah sangat menderita, haruskah ia menambah penderitaannya?...
Cerita dari Mbok Asih, Bi Welas, dan Tuti tentang kehidupan Vira yang sulit dari dulu terngiang lagi di telinga Alex, apalagi mengenai Vira yang kehilangan anaknya
Alex bangkit dari tempat tidurnya, meraih ponsel dari atas side tablenya dan lalu menghubungi seseorang
Alex menunggu beberapa saat sebelum kemudian teleponnya diangkat
...“Mama” sapa Alex ...
...“Alex, hei tumben.. sudah beberapa hari semenjak grand opening disana kamu tidak menghubungi Mama, apa kamu ga kangen sama Mama ha?” cerocos Ibunya...
...“Ma” ujar Alex ...
...“Hem” sahut Ibunya singkat...
...“Mama belum tidur?” Tanya Alex...
...“Belum, Mama masih menunggu Baba, dia sedang makan malam dengan Tuan Asadul di At. Moshpere” jawab Nyonya Maryam, Ibunya Alex...
...“Ma, aku ingin menanyakan sesuatu” ucap Alex...
...“Apa itu Lex apa ini menyangkut Sarah?” tanya Ibunya lagi...
...“Bukan Ma” jawab Alex enggan...
...“Lantas?” Tanya Maryam...
...“Ma, gimana perasaan Mama kalau kehilangan anak?” tanya Alex ...
“Maksud kamu? Anak Mama pergi? Hei Alex Al Maktom jangan kamu berani - berani pergi dari Mama!” pekik Ibunya
...“Bukan Ma, bukan gitu” ujar Alex sambil mengulas rambutnya...
...“Terus?” tanya Maryam...
...“Gimana rasanya kalau Mama keguguran?” tanya Alex kemudian...
...“Lex? Apa maksud kamu? Apa Sarah keguguran? Hah? Kalian sudah.. “ Nyonya Maryam tak sanggup melanjutkan kata - katanya...
...“Ma, Ma tolong jawab Alex saja” tutur Alex...
__ADS_1
...“Mama pernah keguguran dulu Lex” ujar Maryam...
...“Hah? Kenapa Mama ga pernah cerita? ...
...“Untuk apa menceritakan kisah sedih, Babamu tidak suka Lex” jawab Maryam...
...“Mama terlalu capek bolak balik Indonesia Dubai pada saat kita belum pindah, akhirnya Mama keguguran...
...“Mama sangat sedih, Mama terpukul, Mama sempat membenci Baba karena merasa ia penyebabnya”...
...“Berhari - hari Mama tak mau makan” ...
...“Kehilangan anak itu sangat menyakitkan Lex, tidak ada hal yang lebih menyakitkan untuk seorang Ibuselain kehilangan anaknya, makanya pada saat istri kamu hamil nanti kamu harus menjaga istri kamu dengan baik untuk menjaga agar anak dan istri kamu sehat” cerocos Maryam...
...“Baik Ma” sahut Alex ...
...“Apa artinya kita sedang berbicara tentang pernikahan Lex?” goda Maryam ...
...“Terima kasih Ma, aku harus tidur” pungkas Alex...
...“Lex?” panggil Maryam...
...Alex duduk di tepi ranjangnya, ia menyugar rambutnya ke belakang, kemudian menghela nafasnya pelan, pikirannya tak karuan, ia sungguh menginginkan Vira, tapi ia tak tahu apakah orang tuanya akan menerima Vira, ia tak ingin berakhir seperti Vicky...
...Tiba - tiba ponsel Alex berdering, Alex meraih ponselnya dan melihat nama Mamanya disana...
...“Halo Ma” sapa Alex...
...“Halo Lex ” sahut Maryam...
...“Lex, kamu tidak sedang melakukan sesuatu yang akan membuat Baba marah kan?” Tanya Maryam lembut...
...“Tidak Ma” jawab Alex singkat...
...“Lex, jangan membuat janji yang tidak bisa kamu tepati” ujar Mamanya seolah bisa membaca hati Alex ...
...“Ga akan Ma, aku akan menepati janjiku” tandas Alex...
...“Bagus, Mama percaya itu, Mama percaya sama kamu begitu pun Baba” ...
...“Lex” panggil Maryam lagi...
__ADS_1
...“Ya Ma” sahut Alex...
...“Jangan sakiti perempuan, Mama ga suka itu terutama Baba” tandas Maryam...
...“Tidak akan Ma” jawab Alex...
...“Ya sudah, kamu istirahat” ujar Mamanya dan kemudian mengakhiri pembicaraannya dengan Alex ...
Alex menghembuskan kasar nafasnya, omongan Mamanya barusan seolah mempertegas keputusannya untuk mempertahankan Vira apa pun yang terjadi
Alex beringsut ke tempat tidur mewahnya, matanya menatap langit - langit, senyum terbersit di bibir merahnya, ia merasa punya jalan untuk mempertahankan Vira.
“Akan aku tepati janjiku sama kamu Vir” gumam Alex
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di kamar Vira
Vira tak juga dapat memejamkan matanya, padahal waktu sudah lebih dari tengah malam, Vira berbaring dengan menatap langit - langit
Ia mengingat kejadian tadi pagi di kantornya, bagaimana ia bisa seberani itu terhadap Alex?
Ia pun mengingat jelas apa yang Alex ucapkan tentang keinginannya untuk menikahi Vira
Tapi mungkinkah?
Memiliki Alex bagai mimpi, belum lagi keluarganya Alex, bagaimana jika apa yang menimpanya pada saat menjadi istri Vicky kemudian menimpanya setelah menjadi istri Alex?
Vira beringsut kemudian duduk, ia tak dapat melupakan Alex sedikit pun, Vira yang sudah membangun tembok besar untuk laki - laki manapun namun ia buka lebar untuk Alex.
Vira merutuki dirinya sendiri yang tak dapat menanahan perasaannya terhadap Alex, ia merasa begitu lemah depan Alex. Ia merasa sangat bodoh, pengkhianatan dan penghinaan Vicky belum bisa ia lupakan, namun berani - berani ia membuka hatinya untuk Alex yang lebih segalanya dari Vicky, yang artinya ia akan merasakan sakit hati yang lebih parah
Dada Vira bergemuruh, jantungnya memompa cepat, air matanya luruh hingga akhirnya Vira menjerit, kemudian melempar ponsel pintarnya ke tembok hingga retak. Beruntung keluarganya sudah terlelap hingga tak ada yang mendengar teriakan Vira
Vira menangis sesenggukan, dadanya terasa sakit. Kenapa tak mudah untuknya bahagia, kenapa ia yatim piatu, kenapa Vicky mengkhianatinya, kenapa Gendis membunuh anaknya, dan kenapa ia harus jatuh cinta pada Alex dan lupa pada siapa dirinya, pertanyaan - pertanyaan itu muncul di benak Vira, membuat dadanya sakit luar biasa, ia merasa dipermainkan kehidupan.
...Vira meluapkan kesedihannya, ia menenggelamkan wajahnya ke bantal, kemudian memukul mukul tempat tidurnya, ia ingin bahagia sama seperti yang orang lain rasa, apa salahnya? Ia tak ingin lahir sebagai yatim piatu, ia pun tak memilih untuk jadi miskin, ia juga tak meminta masuk ke dalam lingkaran para pria yang seperti mimpi baginya, Vicky hadir begitu saja dalam hidupnya yang malang, Vicky mengemis cintanya, memohon untuk menikahinya, namun kemudian ia membawa Nyonya muda baru ke istana mereka berdua, memporak porandakan hidup Vira, yang akhirnya mempertemukannya dengan Alex....
...Alex yang begitu sempurna, Alex yang digilai kaum hawa, dan Alex yang tak mungkin ia gapai. ...
Vira akhirnya terlelap, dengan air mata yang membasahi bantal dan pipinya.
__ADS_1