
Keesokan harinya Vira sudah pindah ke rumah kontrakannya tepat di bibir pantai, rumah yang berdinding kayu dan beratap seng itu kecil, tapi cukup nyaman untuk ditinggali Vira sementara waktu sebelum ia pergi.
Bian sudah mencair, tak lagi sekaku kemarin. Ranti menasihatinya semalaman agar bersimpati pada Vira, meskipun Vira tak menceritakan apa pun tapi Ranti tahu Vira menanggung beban yang tak ringan, firasatnya sebagai seorang Ibu mengatakan bahwa Vira berada dalam titik nadir dalam kehidupannya.
Sore ini sepulang kerja Bian mampir ke rumah kontrakannya Vira, membawa beberapa buah jagung lengkap dengan pembakaran dan arangnya, Vira girang bukan kepalang, selain karena Bian sudah tak ketus lagi padanya, juga karena jagung bakar membuat air liurnya menetes, ngidam sepertinya. Jadilah mereka membakar jagung di depan rumah kontrakan Vira
...“Makasih ya Bian kamu udah bawain mba jagung, tau aja mba lagi ngidam jagung bakar” tutur Vira sumringah...
...“Iya Mba, makan yang banyak, biar dedenya sehat!” Sahut Bian sambil mengipas - ngipas jagung di atas pembakaran ...
...“Mba, kenapa Mba ga tinggal di rumahku aja? Daripada tinggal disini, mana rumahnya kecil, panas, depan laut banget lagi, kalo ada tsunami baru tau rasa lo” tutur Bian, tangannya sibuk membolak - balik jagung...
...“Mba ga mau ngerepotin kalian, Mba aja belum tau cara ngebalas kebaikan kamu yang udah nyelametin Mba kemarin” ucap Vira...
...“Gampang Mba, cukup janji Mba ga bakalan nyoba - nyoba bunuh diri lagi, takutnya ga ada yang nyelametin, ga selamanya kita beruntung Mba!” Tandas Bian, membuat hati Vira mencelos...
...“Mba emang bisa betah tinggal di rumah kecil gini? Pasti rumah Mba gede banget kan?” Tanya Bian...
...“Sok tau kamu!” Sahut Vira sambil menyunggingkan senyum...
...“Bener kan Mba? Keliatan kok Mba kalo Mba itu orang kaya, aku tau tas sama baju yang Mba pake kemarin aja harganya puluhan juta” cerocos Bian...
...“Mba betah tinggal di rumah ini Bian, rasanya tenang, begitu bangun pagi Mba langsung liat laut, malemnya Mba dengerin ombak sebelum tidur” tutur Vira ...
Bian menggeleng sambil terkekeh, bingung dengan pemikiran Vira yang ajaib, ia saja yang sudah lama tinggal di pesisir pantai tak kuat berlama - lama di dalam rumah kontrakan Vira, apalagi Vira yang sepertinya dari daerah perkotaan.
...“Eh Bian, kata Ibu kemarin disini sering banyak yang nyebrang secara ilegal gitu ke Malaysia ya?” Tanya Vira ragu - ragu...
...“Iya Mba, ini jalur strategis buat nyebrang Mba, banyak warga sini yang nyebrang ke negara tetangga tanpa paspor” tutur Bian...
...“Tapi bisa?” Selidik Vira...
...“Ada yang sukses, ada yang ketangkep, tergantung nasib sih Mba” ucap Bian lagi...
...”Terus mereka ngapain di Malaysia sana?” Tanya Vira lagi...
...“Ya kerja Mba, ada yang jadi pembantu rumah tangga, kerja di perkebunan, ada yang di kafe” jawab Bian lagi...
Senyum terbit di wajah Vira, ia kini tahu kemana tujuannya, tempat dan cara yang tidak mungkin terpikirkan oleh Alex atau keluarga keraton, ia memantapkan diri untuk berangkat ke Malaysia dan bekerja disana mumpung kehamilannya masih muda, soal nanti bagaimana ketika kehamilannya menua, ia akan pikirkan nanti saja.
Bian menyodorkan piring berisi jagung bakar yang masih mengepul, aromanya membuat perut Vira keroncongan
...“Di makan Mba, tapi awas masih panas jagungnya” ucap Bian...
Vira mengangguk, wajahnya sumringah meraih jagung bakar dan menggerogotinya perlahan
...“Emang disini ada orang yang bisa nyebrangin ke Malaysia gitu Bian?” Tanya Vira...
...“Ada Mba, namanya si Cakil, tinggalnya di desa sebelah, dia targetnya aku dari dulu, udah beberapa kali hampir ketangkep tapi belum bisa di proses karena belum ada bukti kuat Mba” ...
Vira mengangguk - angguk, tapi Bian yang tengah menggerogoti jagungnya seketika menghentikan makannya menyadari kemana arah pertanyaan Vira
...“Mba ga niat mau nyebrang ke Malaysia kan?” Tanya Bian curiga...
Vira gelagapan, merasa niatnya tertangkap basah
...“Ya enggak lah Bian, Mba kan lagi hamil, masa Mba nyebrang ke Malaysia terus kerja disana, siapa yang mau nerima perempuan hamil buat kerja coba?” Bohong Vira, mencoba setenang mungkin di tengah pandangan Bian yang menyelidik ...
...“Bian!” Pekik Ranti dari kejauhan, tangannya melambai memanggil Bian, ia berjalan mendekat, disampingnya turut berjalan seorang pria gagah, wajahnya tampan dan teduh, badannya tegap berwibawa...
Bian seketika bangkit, lantas segera berlari menghambur ke arah pria tersebut dan memeluknya
Vira ikut berdiri, menyambut Ranti yang datang mendekat, senyum Ranti sumringah
...“Arjuna kakaknya Bian datang Nak Vira, itu lo yang kemarin Ibu ceritain sama kamu, udah 2 minggu dia ga nemuin Ibu sama Bian” ucap Ranti, senyum tak lepas dari wajahnya, pandangannya lekat pada kedua anak laki - lakinya yang tengah bersenda gurau...
...“Mas, kenalin, ini Mba Vira, tamunya Ibu sama aku” ucap Bian begitu mereka sampai di depan Vira dan Ranti...
Arjuna menjulurkan tangannya untuk berjabat, Vira menyambutnya
...“Arjuna” ucapnya, suaranya tegas khas Polisi...
...“Vira” jawab Vira, Arjuna menatap lekat Vira di depannya membuat Vira tertunduk tak nyaman...
__ADS_1
Bian melerai jabatan tangan Vira dan Arjuna
...“Mas udah ih, bini orang, jangan diliatin lama - lama” ucap Bian yang membuat wajah Arjuna memerah malu...
...“Makan yuk, Ibu udah masak di rumah, kamu juga ikut makan ya Vira” ucap Ranti ...
Vira menggeleng pelan, tak ingin terlibat dalam reuni keluarga.
...“Ga usah Bu, terima kasih. Vira udah kenyang, tadi Bian bakarin jagung buat Vira” tutur Vira segan...
...“Udah ga usah malu - malu” tandas Ranti sambil menggandeng tangan Vira, lantas beranjak dan diekori oleh kedua anaknya...
...“Vira itu siapa sebenarnya Bian?” Tanya Arjuna pada Bian, tatapannya lekat memandang Vira yang berjalan agak jauh di depannya...
...“Cewek hamil yang putus asa, kemarin mau bunuh diri Mas, untung aku liat” sahut Bian...
Arjuna tercekat, seketika menghentikan langkahnya
...“Bunuh diri gimana Bian?” Tanyanya pada Bian, matanya membelalak kaget...
...“Heemmm Mas juga heran kan? Aku sama Ibu juga heran Mas, masa cewek secantik itu, punya suami, lagi hamil, orang kaya, tapi mau bunuh diri” ucap Bian...
...“Tapi bisa aja sih, mungkin suaminya selingkuh, terus dia liat langsung, ga kuat, terus akhirnya mau bunuh diri” tutur Arjuna...
...“Nah kalo suaminya selingkuh, itu cocok!” Ujar Bian...
...“Cocok apanya?” Tanya Arjuna bingung...
...“Cocok buat Mas, nanti dia cerai tuh sama suaminya, terus Mas nikahin deh” ucap Bian asal...
Arjuna melongo mendengar penuturan adiknya, jitakannya pun mendarat sempurna di kepala pelontos sang adik
...“Sakit Mas” ucap Bian meringis sambil mengelus ngelus kepalanya ...
Ranti memekik' memanggil anak - anaknya yang jauh tertinggal di belakang, Vira ikut menoleh ke belakang melihat Arjuna dan Bian, Arjuna yang menangkap tatapan Vira merasakan keputus asaan di matanya, entah kengerian apa yang Vira pernah alami.
Malam itu mereka berempat makan malam dengan hangat, Arjuna maupun Bian tak henti - hentinya membuat candaan yang membuat Ibunya terkekeh, lain halnya dengan Vira, ia tak lagi ingin tertawa terbahak, khawatir esoknya tangis yang akan datang mengganti tawanya, Vira hanya sesekali tersenyum melihat interaksi kedua orang tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berbagai bukti kehamilan Sarah ditampilkan terang - terangan di tayangan televisi, begitu pun bukti aborsi yang dilakukannya. Sejumlah saksi di wawancara oleh berbagai stasiun televisi, menguatkan tuduhan terhadap Sarah Adofo
Apalagi setelah pria yang menghamili Sarah ikut muncul ke permukaan, menceritakan hubungannya dengan Sarah dulu hingga Sarah hamil, namun tiba - tiba Sarah memutuskan hubungan mereka dan tega menggugurkan kandungannya untuk mengejar cintanya Alex
Skandal Sarah yang terus memanas membuat harga saham perusahaan Adofo merosot jatuh, nyaris tak berharga. Belum lagi investor yang ramai - ramai menarik investasinya dari perusahaan keluarga Sarah
Alex, Baba Jaber, dan Mama Maryam tengah menonton dan memonitor kejatuhan keluarga Sarah lewat layar televisi mereka, senyum puas terbit di wajah ketiganya.
...“Aku harap kamu nonton ini Vira, kami sudah menghancurkan orang yang ingin menghancurkan pernikahan kita” batin Alex...
...“Bagus, rencana kita sudah di eksekusi dengan baik sekali oleh Ahsan, sekarang kita tinggal menunggu pengakuan Sarah mengenai motif dan komplotan yang membantu rencananya” tutur Baba Jaber, ia begitu puas amarahnya terhadap Sarah bisa ia lampiaskan...
...“Dan sekarang tugas kamu untuk mencari Vira sampai ketemu Lex” ucap Maryam pada anaknya...
...“Iya Ma, aku akan melakukan apa pun agar menemukan Vira” ucap Alex ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sarah memekik dan menangis melihat berita tentang kejatuhan keluarganya yang dipertontonkan oleh Francis dan Umar lewat layar laptop mereka
...“Berengsek kamu Alex, berengsek! Jerit Sarah, laptop Francis dibantingnya begitu saja, mata dan wajahnya merah padam, air matanya berderai tak terbendung, tangannya sibuk menjambak rambutnya sendiri diiringi dengan tangisannya yang sesenggukan, ia bangkit dari kursi yang ia duduki yang kemudian ia hempas begitu saja, kini ia berjalan mondar mandir dengan air mata yang berlinang dan tak henti - hentinya mengumpat Alex...
Francis dan Umar santai saja melihat amukan Sarah, mereka duduk tenang dengan mata awas mengamati gerak gerik Sarah
...“Dimana Alex? Pertemukan aku dengan Alex!” Ucap Sarah sengit pada Francis di depannya...
...“Ada keperluan apa Nona mau bertemu Tuan Alex?” Tanya Francis dingin ...
...“Bajingan kamu Francis, aku tau Alex yang sengaja menyebarkan berita tentangku dan membuat perusahaan keluargaku hancur, jadi pertemukan aku dengan dia sekarang, dia ingin mengorek informasi dariku kan? Baik, pertemukan aku dengan dia dan aku akan ceritakan semua padanya!” Sengit Sarah lagi, dadanya kembang kempis menahan amarah...
Francis dan Umar saling pandang lantas mengulas senyum puas
...“Baik, saya akan sampaikan pada Tuan Alex” ucap Francis dan Umar lantas berlalu dari ruangan tempat Sarah di tahan...
__ADS_1
Sarah jatuh luruh ke lantai, pikirannya kalut dan hatinya ketar ketir, bagaimana ia bisa menghadapi keluarganya sekarang, entah apa yang akan Ayahnya lakukan padanya setelah skandalnya terungkap, mendapatkan Alex pun sudah mustahil, jebakan yang ia siapkan untuk Alex justru menenggelamkan dirinya sendiri. Hasutan serta janji manis dari Vicky membuat ia lupa bahwa ia berhadapan dengan keluarga Al - Maktoem
Beberapa saat kemudian kunci pintu terdengar kembali dibuka dari luar, Sarah segera bangkit dari lantai dan mengusap air mata yang membasahi pipinya, Sarah tahu Alex lah yang datang, ia tak boleh kelihatan lemah di depan Alex agar ia bisa bernegosiasi dengannya.
Pintu terbuka, Francis dan Umar menyeruak masuk ke dalam diekori oleh Alex
Wajah Alex bengis, tatapannya pada Sarah sarat akan kebencian, aura mendominasi begitu terasa membuat Sarah merinding
Alex mendudukkan dirinya di kursi depan Sarah, sementara Francis dan Umar setia berdiri di belakang Alex
...“Ada yang mau kamu sampaikan Sarah?” Tanya Alex dingin...
Sarah tergagap tak sanggup berkata - kata, Alex di depannya tampak begitu mengerikan
...“Kalo ga ada, aku ga punya kepentingan apa pun disini” ucap Alex lalu hendak bangkit...
...“Kenapa kamu tega mempermalukanku dan menghancurkan perusahaan keluargaku Lex?” Tanya Sarah, suaranya gemetaran antara takut dan menahan amarah...
Alex mendelik tajam pada Sarah
...“Lalu kenapa kamu ingin menghancurkan pernikahanku dengan Vira, hah?” Sengit Alex...
Sarah tertunduk, tak sanggup menatap mata Alex yang menatapnya nyalang
...“Kamu tau gimana perasaanku sama kamu dari beberapa tahun lalu kan Lex? Aku ga rela Vira yang akhirnya kamu pilih setelah semua pengorbananku” tutur Sarah lirih, air mata mengalir deras membasahi pipinya...
...“Pengorbanan? Maksud kamu dengan membunuh darah daging kamu sendiri? Sinting kamu Sarah!” Sentak Alex, dada Alex bergemuruh hebat penuh amarah...
...“Ada lagi yang ingin kamu sampaikan? Aku ga mau lama - lama satu ruangan dengan wanita licik seperti kamu!” Tandas Alex...
Sarah mendongak, air matanya semakin mengalir deras
...“Tolong tarik semua pemberitaan tentangku Lex, gimana aku bisa menghadapi keluarga dan teman - temanku setelah berita yang kamu sebarkan Lex?” Tutur Sarah, yang kemudian kembali terisak...
Alex mengeringai
...“Kamu pikir aku peduli sama nasib kamu Sarah? Setelah apa yang kamu lakukan padaku dan Vira, andai kamu mati di depanku pun aku ga akan peduli Sar, camkan itu baik - baik” tandas Alex dengan mata yang memerah dan gigi yang gemeretak...
Sarah kembali menangis, kali ini sesenggukan, hatinya hancur berkeping - keping setali tiga uang dengan hidup dan masa depannya yang sudah porak poranda sekarang
...“Alex, tolong. Hentikan semua ini Lex, aku ga tau apa yang akan Papa lakukan padaku setelah semua yang terjadi, keluargaku sudah jatuh miskin Lex, nama baikku juga sudah tercemar, aku cuma punya Papa Lex, tolong bicara sama Papa agar Papa mau menerimaku kembali di rumah” pinta Sarah, tatapannya memelas penuh keputus asaan ...
Alex tertawa terbahak, puas melihat penderitaan Sarah di depan matanya
...“Sar, apa yang terjadi sama kamu dan keluarga kamu sekarang itu belum seberapa, aku bisa melakukan hal yang ga pernah kamu bayangin sebelumnya Sar, aku masih bisa memenjarakan kamu atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, bahkan aku bisa menjual kamu jika aku mau, Sar!” tutur Alex lagi yang membuat Sarah terlonjak, jantungnya berdegup kencang, badannya gemetaran...
Francis dan Umar saling pandang, sama - sama merinding mendengar omongan Alex
Sarah bangkit dari kursinya dan kemudian berlutut di depan Alex, tangannya ia tangkup di depan dadanya untuk memohon belas kasih dari Alex
...“Alex, ampun, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan pada kamu dan Vira, tapi tolong Lex, hentikan semua ini Lex, aku ga mau dipenjara atau dijual Lex, aku akan ceritain semuanya sama kamu, aku akan beberkan siapa dalang dibalik rencanaku Lex” ucap Sarah lirih, bibirnya bergetar, begitu pun badannya yang gemetaran mendengar ancaman Alex...
Alex tersenyum puas
...“Jadi siapa dalang dibalik rencana jahat kamu Sar?” Tanya Alex, tatapannya lekat menatap Sarah yang masih berlutut di depannya...
...“Aku minta maaf Lex, aku benar - benar minta maaf, aku terbujuk rayuan dan hasutan mereka, mereka tiba - tiba datang padaku Lex, mereka bilang ingin kerja sama denganku untuk memisahkan kamu dari Vira agar aku bisa memiliki kamu” tutur Sarah lirih, dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir dari matanya...
Alex terkesiap
...“Siapa maksud kamu dengan mereka Sar?” Tanya Alex penasaran...
Sarah menelan salivanya, tenggorokannya tercekat
...“Siapa Sarah?!!” Sentak Alex ...
Sarah terlonjak kaget karena bentakan Alex
...“Vi.. Vicky dan Ibunya, Lex” tutur Sarah tergagap...
Deg…
Alex terhenyak mendengar pengakuan Sarah, Alex tak menyangka kedua orang itu bisa punya rencana licik untuk memisahkannya dengan Vira, Alex masih bisa paham jika Vicky terlibat, mengingat sebelumnya Vicky pernah mencoba memperkosa Vira, meskipun Vira memilih untuk bungkam dan tak memperkarakan itu ke jalur hukum karena Tante Diah, tapi Alex tak pernah menyangka ternyata Tante Diah sama liciknya dengan anaknya.
__ADS_1
Nafas Alex memburu, tangannya mengepal, giginya gemeretak, dadanya turun naik merasakan murka yang teramat. Francis dan Umar yang setia berdiri di belakang Alex sama terkejutnya dengan Alex, kini mereka bersiap akan tugas baru yang pasti akan segera Alex berikan pada mereka, yaitu menghancurkan Vicky dan Diah.