
Siang menjelang, sudah sebagian besar pelamar pekerjaan menyelesaikan tahapan wawancara kerja mereka, Vira masih duduk dengan sabar menunggu gilirannya untuk diwawancara
Pintu hall terbuka lebar, General Manager hotel tersebut datang ke hall tempat wawancara kerja, ia dengan tergesa - gesa menghampiri manager personalia dan berbicara sebentar dengannya, tak lama setelah itu manager personalia tersebut kemudian beranjak dari sana bersama salah satu karyawannya dengan membawa setumpuk file, proses wawancara kerja kemudian diumumkan dihentikan sementara dan para pelamar dipersilakan untuk menunggu di tempat.
Beberapa saat kemudian, Pak Yonto sang General Manager, dan Pak Adi yang merupakan manager personalia tadi serta salah satu stafnya datang menghadap Alex, mereka berdiri dengan patuh di depan sang CEO
...“Bisa saya minta berkas surat lamaran yang saya minta tadi?” Tanya Alex...
...“Silakan Tuan, ini adalah berkas lamaran beserta dengan hasil tes tertulis para calon karyawan” jawab Pak Adi sambil menyodorkan setumpuk file...
Alex segera memindai file - file tersebut sebelum kemudian senyumnya terulas melihat file atas nama Vira disana, fotonya sama persis dengan wanita yang ia lihat tadi. Alex membaca file wanita tersebut dengan teliti, senyumnya kembali terulas ketika membaca bahwa status Vira adalah single.
...“Pak Adi dan Pak Yonto, sepertinya saya sudah menemukan calon sekretaris pribadi saya, bisa tolong atur proses wawancara Nona Vira Halmayhera dengan saya?” ucap Alex dengan sopan pada dua laki - laki di depannya tersebut...
...“Baik Tuan, kami akan segera mengaturnya.. kalau begitu kami permisi” kemudian ketiga orang tersebut keluar dari ruangan Alex ...
......................
Pintu hall kembali terbuka, para calon karyawan menoleh ke arah pintu, Pak Adi dan karyawannya terlihat masuk kemudian berbicara dengan karyawannya yang lain disitu, salah satu karyawan kemudian berdiri dan kemudian berbicara di depan mic
...“Kepada pelamar atas nama Nona Vira Halmayhera, mohon untuk maju ke depan” ...
Semua calon karyawan celingukan mencari si empunya nama. Vira terkejut, ia merasa mendengar namanya baru saja dipanggil, bayangan bahwa dirinya tidak lolos seleksi tes tertulis pun muncul di pikirannya, seketika wajahnya berubah bingung memikirkan kemana lagi ia akan mencari pekerjaan
...“Sekali lagi kepada saudari atas nama Nona Vira Halmayhera, mohon untuk maju ke depan” ...
Tidak ada satu orang pun yang berdiri, artinya memang namanya lah yang dipanggil, Vira kemudian bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh beratus pasang mata yang memindainya
Vira berjalan dengan tenang, ia sudah pasrah.. toh ia merasa sudah melakukan yang terbaik, mungkin bekerja di hotel mewah ini bukan rezekinya
Ketika Vira sampai di depan, seorang perempuan cantik menghampirinya kemudian tersenyum hangat pada Vira
...“Nona Vira Halmayhera, silakan ikut saya ya” ujarnya sambil memimpin Vira berjalan keluar dari hall...
Wanita tersebut kemudian masuk ke dalam lift, Vira mengekor di belakangnya
“Nona tolong siapkan diri ya, karena Nona akan diinterview langsung oleh CEO kami” ucapnya ramah
Vira terkejut, seketika jantungnya berdebar, tubuhnya berkeringat dingin, ia benar - benar tidak menyangka kalau ia akan di wawancara langsung oleh pucuk pimpinan tertinggi disana
Lift kemudian berhenti di lantai 15, wanita itu dan Vira berjalan keluar lift, desain interior yang mewah menyambut mereka sepanjang koridor, di ujung koridor tampak 2 orang pria berbadan tinggi dan besar yang berdiri dengan tegap
Wanita itu kemudian menghampiri salah satu dari pria tersebut
__ADS_1
...“Tolong sampaikan kepada Tuan bahwa Nona Vira Halmayhera sudah datang” ucap wanita itu...
Pria tersebut kemudian mengangguk dan segera membukakan pintu untuk Vira dan wanita itu, Vira berjalan patuh dibelakang wanita tersebut
Tak lama berjalan, seorang pria berwajah Timur Tengah berdiri tegap di depan pintu besar sebuah ruangan dengan tulisan CEO, Vira tambah gugup, badannya gemetaran, jantungnya berdebar kencang.
...“Tuan Umar, ini dia calon karyawan yang bernama Nona Vira Halmayhera”...
Pria tersebut kemudian mengangguk
...“Nona Vira saya tinggal disini ya, nanti Pak Umar akan mengantarkan Nona ke dalam ruangan CEO” ucapnya ramah ...
...“Terima kasih” ucap Vira sopan...
...“Silakan ikut saya Nona Vira” ucap laki - laki bernama Umar tersebut ...
...Vira berjalan patuh di belakang laki - laki jangkung tersebut, hatinya semakin tak karuan, ia mengepalkan tangannya yang gemetaran, ...
...Umar kemudian berdiri di depan sebuah pintu, ia lalu mengetuknya pelan dan kemudian Umar masuk, Vira mengekori Umar dengan detak jantung yang semakin cepat, hatinya semakin tak karuan, wajah Vira tertunduk membayangkan wawancara kerjanya langsung dengan pemilik perusahaan...
Vira perlahan mendongak, ia kemudian memindai sekeliling ruangan mewah tersebut membuat rasa gugupnya semakin bertambah
Di depan Vira Umar tampak berbicara dengan pria yang Vira yakini merupakan sang CEO, wangi parfumnya yang menguar membuat Vira merasa damai. Vira belum bisa melihat wajah sang CEO, Umar yang tinggi besar menghalangi pandangan Vira, bayanga pria dengan perut buncit dan kepala botak muncul di benak Vira, membuatnya tersenyum geli. Vira kemudian menghela pelan nafasnya untuk menghalau pikirannya yang tak karuan
...“Kamu bisa Vir, kamu bisa” batin Vira...
Deg
Dua netra itu bertemu, netra dari dua rupawan yang hatinya sama - sama merasakan gelenyar aneh. Mereka sama - sama terpaku, membiarkan diri mereka mengagumi satu sama lain, tatapan mereka ibarat slow motion di film - film romantis. Vira tak menyangka bahwa sang CEO adalah pria muda yang sangat tampan di depannya.
Hingga Vira tersadar, ia kemudian mengangguk sopan
...“Selamat siang Tuan” ucap Vira lembut...
Deg..
Suara lembut Vira membuat hati Alex seolah dibelai lembut
...“Ekhm, Nona Vira sudah datang Tuan” Umar yang melihat atasannya mematung mencoba untuk menyadarkannya...
...“Ah iya, selamat siang Nona Vira” sahut Alex yang jadi salah tingkah...
...“Silakan duduk Nona Vira” ujarnya kembali ...
__ADS_1
Vira kemudian berjalan mendekat, bau parfum Alex membuatnya sangat nyaman, Vira kemudian mendudukkan dirinya di kursi depan Alex
...“Ekhmm, saya sudah baca surat lamaran beserta CV anda, disini anda melamar sebagai seorang waitress, apa betul Nona? Tanya Alex, entah kenapa ia tiba - tiba saja tergagap...
...“Betul Tuan” jawab Vira ...
...“Nona Vira kalau saya menawarkan posisi sebagai sekretaris pribadi saya, apa anda bersedia?” Tanya Alex, matanya kini menatap lekat wajah cantik Vira, membuat jantung Alex berdebar kencang...
...“Maaf sebelumnya Tuan, tapi kualifikasi saya tidak memenuhi untuk posisi sebagai sekretaris pribadi karena saya hanya berbekal ijazah SMA” tolak Vira hu senyum manis terulas di wajahnya membuat Alex menjadi salah tingkah...
Alex kemudian melonggarkan dasinya yang terasa mencekik
...“Ekhm.. Nona Vira bisa mengoperasikan laptop? Bisa membantu mengatur jadwal saya? Bisa membuat notulen ketika saya rapat nanti?” Berondong Alex pada Vira ...
...“Se- sepertinya bisa Tuan” jawab Vira tergagap mendapat pertanyaan Alex yang memberondong...
...“Baik, kalau begitu selamat.. anda saya terima menjadi sekretaris pribadi saya” ucap Alex tanpa ragu sambil berdiri dan menyodorkan tangannya pada Vira untuk bersalaman...
...“Te - terima kasih Tuan” ucap Vira bengong sambil menerima jabatan tangan Alex, Vira masih mencerna apa yang sedang terjadi, apa wawancara kerjanya hanya sebatas itu? Dan kenapa ia malah tiba - tiba menjadi sekretaris pribadi CEO? Batin Vira...
Jagatan tangan keduanya erat, membuat Alex merasakan hatinya yang tak karuan, jantungnya memompa cepat, darahnya berdesir cepat, Alex sekuat tenaga menahan perasaannya
...“Jadi kita bisa mulai besok pagi ya Nona Vira, masalah gaji nanti Francis asisten pribadi saya yang akan mengurusnya” ujar Alex sambil menunjuk Francis yang berdiri di belakang kursi tempat Vira duduk...
...“Baik Tuan, terima kasih.. kalau begitu saya permisi” ucap Vira seraya berdiri dan mengangguk hormat...
Alex ingin sekali menarik tangan wanita itu agar ia tidak beranjak pergi dari sana, sungguh ia ingin berlama - lama dengan Vira disana
...“Aku pasti sudah gila” gumamnya...
...“Kenapa Tuan?” Tanya Umar yang setia berdiri disana dan sekilas mendengar gumaman Alex...
...“Aku bahagia Umar” ucap Alex sambil menyugar rambutnya ke belakang dan merekahkan senyum manisnya...
...----------------...
Hari sudah menjelang sore ketika Vira keluar dari hotel, mendung menggelayut pertanda hujan akan segera turun, sepanjang jalan Vira tak menyangka bahwa hari ini ia yang melamar menjadi waitress malah mendapatkan posisi sebagai sekretaris pribadi CEO
Vira merasa sangat bahagia terlebih gaji yang disebutkan oleh Francis pada saat tanda tangan kontrak tadi sangat tinggi, meskipun pekerjaan ini hanya untuk sementara karena Alex hanya beberapa bulan disitu, tapi kalau Vira pintar berhemat, ia akan bisa menabung untuk biaya ia dan keluarganya ke depan.
Langkah Vira lebar dengan hati yang riang, hingga tak terasa kini ia sudah sampai di gerbang depan hotel, Vira merogoh tasnya dan meraih ponselnya disana untuk memesan ojek online, matanya fokus melihat layar ponselnya sebelum kemudian ia ingat bahwa ia hanya memiliki 3 lembar uang sepuluh ribuan di dompetnya, kalau ia memakai ojek online sekarang maka ia kemungkinan tidak akan memiliki uang untuk pulang esok hari.
Vira menghela nafas, ia lalu menoleh ke kiri dan ke kanan berharap ada angkot yang lewat namun jalanan terlihat lengang, hanya beberapa kendaraan pribadi yang lewat.
__ADS_1
Hotel tersebut memang hotel baru yang belum dibuka, belum ada transportasi umum yang melewati daerah itu, sementara untuk ke terminal angkot butuh waktu kurang lebih 40 menit dengan berjalan kaki.
Rintik hujan kecil menetes di kepala Vira, membuat ia akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki menuju terminal angkot, hari sudah sore dan cuaca yang mendung membuat tidak banyak orang yang melewati daerah itu, jalanan di depannya kini tampak lengang. Vira mengulas senyumnya, tak apalah hujan menemani perjalanannya pulang hari ini, yang penting bagi Vira ia telah mendapat pekerjaan untuk ia menyambung hidup.