Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kemarahan Vicky


__ADS_3

Praaaaanggg…:


Laptop, file, HP, serta apa pun yang ada di atas meja kerja ruangan kantor Vicky pecah dihempas oleh tangannya


...“Kalian becus kerja ga sih hah? Masa nyari 1 perempuan aja kalian ga bisa?!” Bentak Vicky pada beberapa orang yang tengah berdiri dan menundukkan kepala mereka...


...“Maaf Tuan, kami sudah berusaha mencarinya ke seluruh pelosok kampung dan kota tapi Nyonya Vira seperti hilang ditelan bumi” jawab Theo sang asisten pribadi Vicky...


...“Kamu sudah pastikan dia tidak ada di kampungnya Bi Welas?” Tanya Vicky ...


...“Sudah Tuan, orang kita sudah mengintai rumah Bi Welas 2 bulan ini.. tapi nihil, bahkan para tetangga dan Pak RT pun mengira kalau Bi Welas masih bekerja di rumah Tuan”...


...“Bagaimana dengan di panti?” Timpal Vicky...


...“Hasilnya sama Tuan, bahkan kemarin orang kita menanyakan langsung pada pengasuh panti yang bernama Bu Wati karena selama 2 bulan ini Nyonya Vira tidak pernah kelihatan di sekitar panti, tapi maaf Tuan… Bu Wati juga tidak tahu kemana Nyonya Vira pergi” jawab Theo...


...“Bu Wati? Nama pengasuh panti itu Bu Citra, kalian mengintai panti yang benar kan?” Tanya Vicky penuh penekanan...


...“Iya Tuan, panti yang sama dengan panti tempat Tuan melaksanakan acara lamaran dengan Nyonya Vira” jawab Theo yakin...


Kalau itu benar panti cahaya kalbu, lantas siapa Bu Wati? Dan kemana Bu Citra.. batin Vicky


...“Suruh orang - orang kita untuk mengecek lagi di sekitar rumah Bi Welas dan panti, jangan kembali sampai membawa hasil!” Titah Vicky pada Theo ...


...“Baik Tuan, kalau begitu kami permisi” ucap Theo sambil membungkukan badannya pada Vicky dan berlalu dari sana bersama orang - orangnya ...


Vicky memijat pangkal hidungnya lantas menghela kasar nafasnya, ia benar - benar bingung harus mencari Vira kemana lagi, wanita itu tak punya sanak saudara, bahkan tak punya teman, mencari keberadaan Vira sekarang ibarat mencari jarum di tumpukan jerami.


Tok.. Tok.. Tok


Pintu ruangan Vicky diketuk


...“Masuk” ucap Vicky...


Rossa membuka pelan pintu ruangan kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh barang yang berhamburan di lantai.


...“Ada apa?” Tanya Vicky sambil menoleh ke arah Rossa ...


Rossa kemudian mendekat menuju meja Vicky


...“Ma - maaf Tuan, tadi ada orang yang mengantarkan ini untuk Tuan” ujar Rossa sambil menyodorkan sebuah amplop cokelat. ...


...“Tinggalin aja disitu, dan tolong cancel semua meeting saya hari ini, dan saya sedang tidak ingin menemui siapa pun” Titah Vicky pada Rossa...


...“Baik Tuan, kalau begitu saya permisi” Rossa undur diri ...


Vicky menoleh ke arah amplop coklat tadi, ia membolak balikan amplop tanpa nama pengirim itu, dan kemudian membukanya kasar

__ADS_1


Mata Vicky terbelalak begitu mengeluarkan isi amplop, seketika wajahnya memerah dan rahangnya menguat


...“Apa - apaan ini!!!!” Pekiknya sambil melempar akta cerainya dengan Vira ke sembarang arah...


...“Sial.. sial.. siaaallll” teriak Vicky penuh amarah...


Siapa yang berani - beraninya mengurus perceraiannya dengan Vira… batin Vicky


...“Tante Gendis” desis Vicky...


...“Sial!!!” Umpatnya lagi...


Ia kemudian menghubungi Rossa lewat interkom di ruangannya


...“Suruh Pak Wayan untuk segera menyiapkan mobil saya sekarang” perintahnya pada Rossa...


Vicky kemudian menyambar jas, HPnya yang tergeletak di lantai, dan akta cerainya dengan Vira yang ia masukan lagi ke dalam amplop, ia kemudian meninggalkan ruangannya dengan tergesa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gendis dan Utari sedang makan siang ketika Vicky datang dan menghampiri mereka


Vicky menghempas akta cerainya di atas meja makan, membuat Gendis dan Utari berhenti makan seketika


...“Apa - apaan ini Ma?” sentak Vicky nyalang...


...“Jaga toto kromo kamu Vic” sentak Gendis...


...“Jawab Ma, apa maksud Mama mengurus perceraian Vicky dan Vira?” Tanya Vicky dengan nada yang tinggi...


Utari yang baru paham maksud Vicky lekas membuka amplop di meja makan dan mengeluarkan isinya, senyum puas terulas di bibirnya begitu melihat akta cerai Vicky dan Vira


Gendis bangkit dari kursinya


...“Maksud Mama sudah jelas kan, Mama ingin kalian bercerai, Diah pun sudah setuju, masalah keluarga besar kita nanti Mama yang akan bicara sama mereka kalau Vira yang meminta cerai dan kabur dari rumah ini” Tandas Gendis dengan tatapannya yang dingin...


...“Tapi Mama tau kan kalau Vicky ga mau cerai sama Vira, dari awal Vicky udah bilang kalau pun Vicky menikahi Utari tapi Vicky tidak akan melepaskan Vira” ...


...“Terus kamu akan membiarkan anakku Utari hanya menjadi istri siri kamu tanpa buku nikah begitu? Ingat Utari sedang mengandung anak kalian!” Nyalang Gendis...


...“Aku tau Ma, aku tau.. Utari tetap akan jadi Nyonya muda di rumah ini dan Ibu dari penerusku, tapi setidaknya biarkan Vira tetap disini Ma, denger ya Ma sampai kapan pun Vira harus tetap di rumah ini, Mama suka atau tidak” pungkas Vicky yang kemudian berlalu meninggalkan Utari dan Gendis ...


Gendis kemudian mendudukkan kembali di kursi makannya


...“Mama cepat juga geraknya, tau tau mereka udah cerai aja” ujar Utari pada Gendis dengan senyuman jahatnya...


...“Mama tidak akan membiarkan wanita rendah itu tetap berada di rumah ini, kamu harus menjadi satu -satunya wanita buat Vicky.. semua harta Vicky dan Diah harus jatuh ke tangan anak kamu!”...

__ADS_1


...“Pasti Ma, tenang aja.. aku pastikan Mas Vicky bertekuk lutut sama aku dan melupakan wanita rendah itu” ujar Utari sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit...


...“Kamu harus berusaha untuk membuat Vicky dan Diah tunduk sama kamu, terutama Diah karena Vicky akan menuruti apa pun permintaan Diah” ...


...“Dan kamu perlu ingat Utari, Diah itu gampang goyah.. dia gampang dipengaruhi, kamu harus pastikan bisa membuat Diah terkesan sama kamu” ...


...“Sekarang Diah pasti masih merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Vira beberapa bulan yang lalu, tapi sekembalinya Diah dari Bali pastikan dia lebih memihak kamu, jangan berikan peluang sekecil apa pun pada Vira untuk kembali kesini” ...


...“Dan satu lagi, kurangi pertemuan kamu dengan Dion.. Mami tidak mau kalau Vicky sampai curiga” ...


...“Iya Ma, iyaaaa.. aku ketemuan sama Dion cuma sekali - sekali kok, itu pun kalo Mas Vicky lagi lembur di kantornya” jawab Utari sambil mengerucutkan bibirnya...


...“Denger ya Tari, Mama tidak peduli benih siapa yang ada dalam kandungan kamu, tapi hanya Vicky yang boleh jadi Ayahnya!” Tandas Gendis...


...“Harta kekayaan kita dari Bapak kamu sudah hampir habis, Mami juga ga bisa menjalankan perusahaan yang di New Work karena keuangannya sedang tidak bagus”...


...“Vicky dan Diah ini kaya raya, dia satu - satunya harapan kita agar kita tetap bisa hidup enak, ingat itu!” Tandasnya lagi...


...“Iyaaa Ma Iyaaaa, Utari juga mau hidup miskin.. Utari bisa gila kalo nyampe jatuh miskin.. udah Mama tenang aja, Tante Diah sama Mas Vicky pasti bakalan manut sama Utari.. Utari kan lagi hamil anak yang mereka nanti - nantikan” ...


...“Seandaianya mereka tau kalo Vira juga sempat hamil anaknya Mas Vicky ya Ma, Tante Diah sama Vicky pasti ga bakalan ngelepasin Vira” ujar Utari dengan senyuman puas yang terbersit di wajahnya...


...“Jangan nyampe ada yang tau apa yang udah Mama lakukan sama Vira, bisa bahaya buat kamu dan Mama” Gendis berbisik sambil menempelkan telunjuk di bibirnya...


...“Terus kalo Vira ngadu ke Mas Vicky sama Tante Diah gimana Ma?”...


...“Kamu pikir Diah sama Vicky bakalan lebih percaya sama Vira?” ...


...“Kamu tenang aja, semua udah beres di tangan Mama” ucap Gendis yang kemudian melanjutkan makan siangnya bersama Utari dengan sumringah...


...Tanpa mereka sadari sepasang telinga Leni menguping semua yang mereka bicarakan...


...“Jadi bener Nyonya Gendis yang gugurin kandungannya Nyonya Vira” batin Leni...


...“Terus tadi Nyonya Gendis bilang kalau anaknya Non Utari belum tentu anak Tuan muda Vicky?” Batin Leni lagi...


Leni seketika merinding mengetahui ada orang sejahat dan setega Gendis dan Utari, ia kemudian mengendap meninggalkan tempatnya menguping dan kembali ke area dapur, Leni kemudian menghadap Bu Mirna dan meminta izin untuk kembali sebentar ke paviliun


Sesampai di paviliun, Leni memastikan bahwa tempat itu masih kosong karena semua pelayan masih ada di rumah utama


...Ia kemudian segera menelepon dr. Salim dengan gawainya, ya Leni adalah orang yang diminta oleh dr. Salim untuk memata - matai Gendis dan Utari di rumah itu, dr. Salim dan dr. Bram diam - diam masih menyelediki tentang peristiwa keguguran yang dialami oleh Vira, mereka tengah mengumpulkan bukti untuk menyeret Gendis dan Utari ke penjara sekaligus untuk membuktikan pada Vicky dan Diah bahwa Gendis dan Utari tega melenyapkan darah daging Vicky dan Vira. ...


Dr. Salim tersenyum puas mendengar laporan dari


Leni, kecurigaannya ternyata benar.. paling tidak Gendis sudah mengakuinya secara tidak langsung, sekarang tugasnya dan dr. Bram lah untuk mengumpulkan bukti - bukti yang bisa menyeret Gendis ke penjara, ia pun bertekad untuk mencari tahu siapa ayah dari bayi yang dikandung Utari.


...Pikiran dr. Salim kemudian melayang kepada wanita cantik yang sampai sekarang belum ia ketahui keberadaannya, dr. Salim kemudian membuka laci mejanya, lalu merogoh sebuah foto yang kini ia pandangi dalam - dalam, ia tersenyum melihat Vira yang terlihat sangat cantik dalam balutan kebaya pada saat pernikahannya dengan Vicky. ...

__ADS_1


...Rasa cinta dr. Salim terhadap Vira semakin besar setelah kepergian wanita itu, ia kini sadar betapa ia menginginkan mantan istri sahabatnya itu, ia pun bukannya tak tahu kalau dr. Bram juga merasakan hal yang sama dengan Vira, tapi untuk kali ini ia akan berjuang semampu yang ia bisa untuk membuat Vira jatuh dalam pelukannya. ...


__ADS_2