Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kekecewaan dr. Salim


__ADS_3

...“Kenapa Vir?” tanya Salim dengan sorot mata yang tajam, nafasnya memburu seolah - olah ingin menelan Vira di depannya hidup - hidup....


...“Dok, maaf tapi ini sudah keputusan saya dan Alex” ucap Vira lirih ia ingin meredam kemarahan Salim...


...“Vir apa kamu ga khawatir apa yang menimpa kamu dulu pada saat kamu nikah sama Vicky akan terulang lagi setelah nikah sama Alex?” Sentak Salim, membuat beberapa pengunjung restoran tempat mereka bertemu menoleh penasaran...


...“Saya percaya Alex orang baik Dok, dia dan keluarganya menghargai saya tanpa melihat status saya” ucap Vira tenang, ia tak ingin membuat Salim semakin tersulut...


Salim tersenyum miris


...“Bukannya dulu di awal pernikahan kamu dan Vicky, dia dan Ibunya menjanjikan hal yang sama? Tapi apa jadinya setelah itu? Kamu disakiti Vir nyampe kamu harus kehilangan anak!” Tutur Salim sengit, matanya memerah...


Vira tak bergeming, apa yang dikatakan oleh Salim memang benar adanya, tapi Vira yakin Alex dan keluarganya berbeda


...“Denger ya Vir, Alex itu bukan orang sembarangan, dia dan orang tuanya itu kaya raya, mereka triliuner! Kamu harusnya mikir Vir apa mungkin orang seperti mereka bisa nerima kamu” Tandas Salim berang...


Vira hanya terdiam, sulit memang bicara dengan orang yang terlanjur tersulut emosi. Niat hati ingin memberi tahu rencana bahagianya dengan Alex, Vira tak menyangka Salim yang ia kenal baik dan bijak itu boro - boro mengucapkan selamat padanya, justru Salim malah meradang


Vira menarik pelan nafasnya


...“Dok, saya percaya pada Alex dan keluarganya” ulang Vira...


Salim menatap Vira nanar, gurat wajahnya penuh kekecewaan


...“Kamu naif Vir” ucapnya lirih...


Vira tertohok, bagaimana bisa Salim yang ia kenal bicara seperti itu padanya


...“Saya mencintai Alex, dok. Saya yakin Alex juga begitu” Tandas Vira...


Salim meradang sudah


...“Lalu bagaimana dengan saya Vira?!” Sentaknya lagi, tangannya yang kokoh menghentak meja, membuat minuman di gelas tumpah sedikit. Semua pengunjung restoran menoleh kembali ke arah Vira dan Salim...


Vira menciut, antar malu karena orang - orang memperhatikan mereka dan takut pada amarah Salim


...“Apa kamu ga ngerti perasaan saya Vira?” Tanya Salim lirih...


...“Dok maaf, saya mohon tolong mengerti, saya ga punya perasaan apa - apa terhadap dokter selain rasa terima kasih karena dokter sudah banyak membantu saya” ucap Vira lirih, ia harap - harap cemas Salim akan kembali mengamuk...


Salim menyandarkan bahu tegapnya, dadanya turun naik imbas dari kemarahannya, ia menatap nanar Vira di depannya, matanya berkaca - kaca

__ADS_1


...“Saya anterin kamu pulang” ucap Salim tanpa menanggapi omongan Vira...


Vira semakin tak enak


...“Ga perlu dok, saya bisa pulang sendiri. Terima kasih atas tawarannya” tolak Vira halus...


...“Ayo Vir” ucap Salim seraya bangkit dari tempat duduknya...


Vira menghela pelan nafasnya, kemudian ia bangkit mengekori Salim.


Beberapa menit sudah mereka berada di dalam mobil, baik Vira maupun Salim tak berucap apa - apa. Awalnya mobil bergerak biasa saja, hingga tiba - tiba Salim mempercepat laju kendaraannya


Vira mulai gusar, duduknya tak nyaman.


...“Vir” ucap Salim, dengan pandangan yang tak lepas dari jalan di depannya...


...“I-iya dok” ucap Vira terbata, Vira khawatir akan membuat dokter ganteng itu semakin meradang...


Salim mulai menambah lagi laju kendaraannya, membuat Vira memegang erat sabuk pengamannya. Beberapa kendaraan yang Salim lewati dengan kecepatan tinggi membunyikan klakson dan mengumpat


Mata Salim memerah marah, rahangnya mengeras


Vira tak bergeming, ia hanya fokus melihat jalan yang dilaluli dengan sangat cepat oleh mobil Salim, cengkramannya pada sabuk pengaman makin kencang


...“Jawab Vira!” Sentak Salim nyalang...


Vira gelagapan, ia dilema karena menjawab atau tidak hanya akan membuat Salim semakin amarah


...“Dok, bisa tolong jangan ngebut, saya takut” ucap Vira lirih...


Salim tersenyum sinis


...“Kamu hampir mati gara - gara Vicky, terus kamu hampir mati lagi gara - gara Alex, kenapa kamu harus takut mati sekarang?” Sengit Salim...


Vira membisu, hanya jantungnya yang bekerja lebih cepat, badannya gemetaran


...“Berapa kali lagi aku harus melihat kamu berdarah - darah gara - gara cinta buta kamu Vira?!” Sentak Salim lagi...


Vira semakin menciut, suara klakson kendaraan yang didahului Salim dengan ugal - ugalan membuat suasana semakin mencekam


...“Saya yang ada pada saat kamu hampir mati karena keguguran, saya yang disamping kamu pada saat kamu hampir mati gara - gara Alex Vir, saya!!!” Sentaknya lagi dengan menepuk - nepuk keras dadanya...

__ADS_1


Vira tak mampu berucap, jantungnya makin berdetak kencang, ia memegang jok tempat ia duduk erat, Salim melajukan kendaraannya dengan ugal - ugalan, lubang - lubang ia terabas


...“Dok, tolong pelanin mobilnya, saya takut!” ucap Vira lirih ...


...“Jawab pertanyaan saya Vir, apa kamu beneran cinta sama Alex?!” Tanya Salim, matanya yang merah menatap lekat wajah Vira yang tengah ketakutan...


Vira menoleh pada Salim, mencoba membaca wajah pria yang tengah mengamuk itu


...“Jawab Vira!” Sentak Salim lagi...


Lidah Vira seolah kelu, takut - takut kalau jawabannya bisa membuat Salim meledak


...“Vira!!” Sentak Salim lagi...


...“Iya dok, iya, saya cinta sama Alex” tutur Vira, wajah cantiknya memucat...


Salim makin menggila, ia mempercepat lagi laju kendaraannya hingga kecepatan penuh, ia lalu memukul - mukul setir mobillnya, lalu memaki kendaraan yang menghalangi di depannya


...“Dok, tolong turunin saya disini dok, saya mau pulang sendiri aja” ujar Vira gemetaran...


Boro - boro dengerin omongan Vira, Salim menoleh pada Vira pun tidak


...“Dok, tolong berhenti.. saya turun disini aja” Vira memelas, berharap kali ini Salim mendengarkannya...


Tapi seperti sebelumnya, dokter tampan itu sibuk memanjakan amarahnya


...“Dok” ucap Vira lagi...


Salim tiba - tiba berhenti, membuat Vira terlonjak dan hampir nyungsruk ke depan kalau saja ia tidak memakai sabuk pengaman


Vira mengelus - ngelus dadanya karena kaget luar biasa namun beberapa detik kemudian ia merasakan bibir Salim mendarat di bibirnya lalu memagutnya kasar


Vira gelagapan, ia lalu mendorong kasar dada Salim hingga Salim mengurai pagutannya, Vira kemudian mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangannya


...“Dokter lancang! Inget saya calon istri Alex dok, sahabat dokter sendiri!” Nyalang Vira ...


Vira lalu beranjak turun dari mobil Salim, dan membanting kasar pintu mobil Salim


Sepeninggal Vira, Salim merutuki perbuatannya terhadap Vira, rasa cemburu telah menggelapkan matanya. Dua kali sudah ia kehilangan Vira yang jatuh ke pelukan sahabatnya sendiri, padahal sudah banyak pengorbanan yang ia lakukan untuk Vira. Hatinya remuk redam, dia yang sudah berkorban dari dulu untuk Vira namun Vira lebih memilih Alex yang baru datang dalam hidupnya.


Salim memukul - mukul lagi setir mobilnya dan menangis sesenggukan, sungguh ia tak rela Alex lah yang kali ini memenangkan persaingan antara empat sahabat itu.

__ADS_1


__ADS_2