Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Skenario Liburan


__ADS_3

..."Vir, kamu cepet ganti baju ya!” ucap Maryam pada Vira yang baru saja keluar dari kamarnya pagi ini, Vira kaget melihat Ibu mertuanya yang tiba - tiba nongol depan kamarnya setelah beberapa hari absen mengunjungi Vira, tak terlihat juga wajah sinis Maryam seperti terakhir mereka bertemu, kini wajah Maryam sarat kebahagiaan. Vira segera mencium punggung tangan Mama Maryam dengan takzim...


..."Emang mau kemana Ma? Kok pake ganti baju segala?" tanya Vira bingung pada mertuanya yang tengah sibuk memindai layar ponselnya...


..."Mau liburan sayang, kita mau ke Bali" sahut Maryam, wajahnya terlihat sumringah...


..."dadakan banget Ma, Vira belum packing barang - barang Vira" tutur Vira...


..."Barang - barang kamu udah masuk koper, jangan khawatir, kamu tinggal ganti baju aja sama jangan lupa bawa susu hamil dan vitamin kamu ya Nak " sahut Maryam, matanya tak lepas dari layar ponselnya...


Vira melongo, entah kapan barang Vira diangkut oleh mertuanya itu


Maryam menoleh pada Vira yang masih bengong berdiri


..."Cepet sayang, udah ditungguin sama Ibu Wening dan Permaisuri diluar" ucap Maryam lagi, matanya kemudian fokus pada layar ponselnya lagi...


..."Iya Ma, sebentar ya” sahut Vira, ia lalu bergegas masuk ke kamar untuk mengganti bajunya...


Tak lama Vira keluar, kemudian mengekori mertuanya menuju mobil yang telah menunggu mereka, di dalam mobil limusin mewah itu ternyata Bu Wening dan Permaisuri sudah duduk manis menunggu Vira.


..."Ini cuma kita aja Ma yang liburan?" tanya Vira pada Maryam sambil celingukan melihat keluar lewat kaca jendela mobil...


..."Iya, cuma ibu - ibu aja yang liburan, yang Bapak - Bapak lagi main golf di Lombok" jawab Maryam ceria...


Vira menghela nafas lega mendengar Alex tak ikut serta mereka, entah harus bagaimana ia ketika bertemu dengan suaminya itu. Bukan apa - apa tapi Vira takut kelepasan memeluk atau mencium pria yang begitu ia rindukan.


Tak berapa lama mereka sampai di bandara, sebuah jet pribadi telah terparkir sempurna disana, sang pilot dan pramugari tersenyum ramah menyambut si empunya. Sepanjang perjalanan gelak dan tawa terdengar dari ke empatnya, seolah mereka tengah melepaskan semua polemik yang belakangan ini mendera mereka


Beberapa saat kemudian rombongan sampai di depan sebuah Villa mewah, letaknya jauh dari keramaian, bahkan untuk sampai disana tadi mereka harus menempuh perjalanan darat kurang lebih selama 3 jam menggunakan mobil, Villa milik keluarga Alex itu memang digunakan saat keluarga ingin sejenak lari dari hingar bingar keramaian kota


Tak banyak yang mereka lakukan begitu berada disana, hanya makan dan berkeliling di sekitar villa namun baru beberapa jam mereka sampai, tiba - tiba saja sebuah helikopter mendarat sempurna di helipad depan villa


..."Vir, Mama sama Ibu Wening dan Permaisuri mau pergi dulu sebentar ya, kami mau ke pulau pribadi punya temennya Mama, ga lama kok paling nanti sore udah pulang, si Chen juga ikut, kamu ga apa - apa kan ditinggal dulu sendirian?" tanya Maryam pada Vira yang tengah sibuk menyendok es krim...


..."Iya kamu ga usah ikut ya Nduk, takutnya kamu terlalu capek, malah nanti bahaya buat kandungan kamu" sambung Wening...


Vira mengangguk saja, hari masih siang jadi ia tak keberatan jika hanya ditinggal sebentar


..."kamu istirahat aja ya Nak, santai dulu disini, refreshing dulu biar ga stress, Ibu hamil itu ga boleh stress loh" ucap Permaisuri...


..."Iya Bu" sahut Vira singkat, senyum terbit di wajah cantiknya...


Tak lama Maryam, Wening, dan Permaisuri serta Chen bodyguard pribadi Maryam masuk ke dalam helikopter dan berlalu dari situ, sementara Vira memilih untuk merebahkan dirinya di tempat tidur, perjalanan 3 jam dengan mobil tadi membuat badannya lelah. Baru beberapa menit Vira terbaring, nafasnya sudah mulai teratur, Vira tidur terlelap.


Sore menjelang malam ketika Vira mendengar dering ponselnya yang berbunyi nyaring, Vira yang baru terbangun mengerjap - ngerjapkan matanya, ia lalu beringsut duduk di tempat tidur dan meraih ponsel di sampingnya


..."Halo Ma" ucap Vira pada Maryam yang menghubunginya...


..."Halo Vir, nak maaf ini kayaknya kami ga bisa pulang kesana sore ini deh, cuaca disini jelek banget, pilotnya ga berani terbang, paling cepet besok pagi kami baru kesana lagi sayang, ga apa - apa kan?"...


Vira seketika bangkit dari rebahannya, ia lalu memindai sekelilingnya, mana berani ia sendirian di villa sebesar itu semalaman


..."Ma, apa ga ada yang bisa nemenin Vira disini? Vira takut Ma" ucap Vira lirih, matanya masih awas memindai sekelilingnya...


..."Nanti Mama kirim orang buat nemenin kamu disana ya sayang, Vir ini signalnya jelek banget, suara kamu putus - putus, kamu tungguin aja ya Vir nanti orangnya dateng ya Nak" ucap Maryam sambil mengakhiri pembicaraannya dengan Vira...


Vira merengut, tak terbayang ia harus melewati malam sendirian di tempat sebesar itu, tempat asing yang jauh dari mana - mana pula.


..."Mama kok tega sih ninggalin Ibu hamil sendirian di tempat kayak gini" gumam Vira, matanya berkaca - kaca hendak menangis, pikirannya tak karuan, semua tiba - tiba sangat menakutkan bagi Vira, bahkan gorden putih yang tertiup angin pun seolah berbentuk lain baginya. ...


Mata Vira awas mengamati sekeliling ruangan, ia lantas merebahkan dirinya lagi sambil menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya, Vira mencoba memejamkan matanya di tengah ketakutannya, badannya yang tertutup selimut mulai berkeringat, semua do'a ia rapalkan untuk menghalau ketakutannya


Vira lama berada di bawah selimut, kepala dan bajunya basah sudah, matanya ia pejam - pejamkan meskipun tak ada sedikit pun rasa kantuk yang ia rasakan, hingga kemudian bel pintu berbunyi nyaring, Vira membuka telinganya lebar - lebar, memastikan ia tak salah dengar. Bel kembali berbunyi, kali ini beberapa kali seolah yang baru datang sudah tak sabar hendak masuk.


Vira membuka selimutnya pelan, menanti bel berbunyi lagi sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Senyum Vira terbit ketika bel itu kembali berbunyi, Vira seketika bangkit dan beranjak dengan setengah berlari menuju pintu depan


Vira membenar - benarkan rambutnya yang berantakan sambil berjalan cepat ke arah pintu yang belnya tak berhenti berbunyi


..."Bentar" pekik Vira...


Vira membuka pintunya perlahan, senyumnya mengembang menyambut pahlawan yang akan menemaninya malam ini, bayangan Chen terlintas di kepalanya karena tidak mungkin mertuanya mengirimkan bodyguard laki - laki untuk menemaninya malam ini


..."Halo Chen" ucap Vira sumringah ketika membuka pintunya, namun senyuman Vira sirna, wajahnya menegang dengan mata yang membulat melihat siapa yang datang...


Alex dengan celana jeans, kaos polo, sepatu kets, lengkap dengan topi sambil menyandang ransel di sebelah bahunya berdiri gagah di depan pintu, senyum manis terukir di wajahnya yang tampan


..."Mas ngapain disini?" tanya Vira pada suaminya, matanya masih membulat tak percaya, hatinya tak karuan sudah, jantungnya berdegup kencang. Apalagi melihat Alex yang terlihat makin tampan setelah beberapa hari mereka tak bertemu...


..."Mau nemenin kamu, tadi kata Mama kamu ditinggal sendirian di villa" jawab Alex, senyumnya makin manis membuat Vira salah tingkah dibuatnya...


Dari sekian banyak orang - orangnya Maryam entah kenapa lah mertuanya itu malah mengirimkan Alex, padahal Vira merasa belum siap untuk bertemu Alex, ia masih merasa bersalah atas omongannya terhadap Alex tempo hari.

__ADS_1


Vira gugup layaknya remaja yang baru bertemu kekasih hatinya, Ia bingung harus berbuat apa selain membalikan badannya dan berjalan kaku hendak menuju ke kamarnya, sementara Alex dengan sabar menutup pintu dan kemudian mengekori Vira menuju kamarnya, Vira yang menyadari itu seketika berhenti, ia lalu menoleh pada Alex yang tepat berada di belakangnya


..."Mas mau kemana?" tanya Vira pada Alex...


..."Mau ikut kamu, kamu mau ke kamar kan?”sahut Alex...


..."Mas tidurnya di kamar sebelah aja ya" ceplos Vira, ia tak sanggup berduaan dengan Alex di kamar, bisa - bisa ia khilaf, sementara ia tak ingin Alex tahu bahwa kemarahannya sudah mereda...


Alex mengangguk pasrah, ia tak ingin memaksa istrinya


..."Aku boleh nemenin kamu dulu nyampe kamu tidur ga?" tanya Alex penuh harap...


Vira hening sebentar, kemudian ia mengangguk ragu, tak apalah hanya sebentar saja sampai ia terlelap.


Hati Alex berbunga - bunga, paling tidak malam ini ia bisa puas memandangi wajah istrinya yang sudah berhari - hari tak ia temui. Ia memang sengaja tak menemui Vira dulu atas saran Maryam, dan keluarga Vira.


..."Kenapa Mama milih villa yang ini sih?" gumam Alex ketika baru sampai di kamar yang Vira tempati...


..."Emang kenapa Mas?" tanya Vira, matanya membulat pikirannya menduga - duga apa maksud Alex...


Alex paham bahwa istrinya tengah ketakutan, sebuah ide muncul di pikirannya


Alex berdehem


..."Enggak kenapa - kenapa sih, cuma dulu nih, dulu katanya villa ini angker" ucap Alex sambil mendudukkan dirinya di sofa kamar...


Vira terlonjak, ia lantas mendekati Alex dengan wajah panik


..."angker gimana Mas?" tanya Vira, sementara matanya sibuk melihat sekeliling kamar...


Alex menahan tawa melihat mimik takut istrinya, lantas ia berdehem lagi


..."Nih ya, jadi dulu di belakang villa ini ada pohon besar, kata yang jaga villa ini pohonnya ada penunggunya" ucap Alex setengah berbisik, suaranya ia buat semenyeramkan mungkin...


Vira seketika itu juga langsung mendudukkan dirinya di sebelah Alex, matanya sibuk memindai seluruh ruangan


Alex menahan tawanya kembali melihat Vira yang makin ketakutan


..."Ya udah, kamu istirahat dulu ya, aku temenin kamu disini" ucap Alex pada Vira yang tengah mengusap - ngusap tengkuknya...


Vira mengangguk pelan, ia lantas bangkit menuju ranjangnya, matanya bergerak ke kiri dan ke kanan melihat ke seluruh ruangan, Vira lantas beringsut membaringkan dirinya di kasur, lalu mencoba memejamkan matanya.


Alex lagi - lagi sekuat tenaga menahan tawanya melihat kelakuan Vira yang membenamkan dirinya dalam selimut, menyisakan bagian mata yang ia coba pejam - pejamkan agar terlelap. Seandainya Vira tak sedang marah padanya sudah tentu Alex akan mencumbu istrinya yang menggemaskan itu


..."Mau ngambil minum, haus Vir" sahut Alex...


Vira seketika bangkit dari tempat tidurnya, lantas berjalan mendekati Alex


..."Aku ikut" ucap Vira panik sambil menarik - narik lengan kaos yang Alex pakai...


..."Ya udah, ayo" sahut Alex sambil berjalan keluar dari kamar dan diekori oleh Vira, sepanjang perjalanan menuju ruang makan Vira tak melepas pegangannya dari lengan kaos Alex. Matanya awas melihat sekelilingnya...


Alex menenggak air minumnya hingga tandas, ekor matanya melihat Vira yang kini memegang lengan kekarnya, sementara mata Vira awas melihat sekeliling Vira. Darah Alex mendesir mendapat sentuhan tangan Vira di lengannya, jantungnya memompa cepat, pikirannya tak karuan. Ia ingin sekali mencumbu dan bergumul dengan wanitanya itu. tapi ia tahu itu tak mungkin sekarang, Alex hanya bisa menelan salivanya berulang kali, membuat jakunnya turun naik.


Alex menggeleng guna mengusir pikirannya yang sudah terbalut hasrat, ia lalu menghela nafasnya dan kemudian beranjak dari situ dengan Vira yang setia mengekorinya.


...“Kamu mau ikut masuk ke kamar mandi juga Vir?” Tanya Alex yang tanpa Vira sadari sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, Vira melepaskan pegangannya pada lengan Alex yang berotot...


...“Enggak Mas, aku nunggu disini aja” ucap Vira dengan wajah yang memerah malu...


Beberapa menit berlalu, Alex masih saja betah berlama - lama di kamar mandi. Vira menunggunya dengan berdiri tak tenang, matanya menoleh ke kiri dan ke kanan, kadang ia juga memindai ke atas, ia awas mengintai sekelilingnya dengan bulu kuduk yang berdiri.


...“Mas, masih lama ya?” Pekik Vira pada Alex yang tak kunjung keluar dari kamar mandi...


...“Lagi nyuci muka Vir, bentar!” Pekik Alex dari dalam, Vira terdiam, tengkuknya ia usap - usap, entah kenapa ia merasa merinding. ...


Bagai di film horor yang sering Vira tonton tiba - tiba saja semua lampu di villa itu padam, membuat Vira kaget setengah mati, matanya membulat memindai ruangan yang gelap gulita, keringat bercucuran


...“Mas, cepet keluar Mas! mati lampu, aku takut!” Tutur Vira sambil menggedor pintu kamar mandir...


Alex di dalam kamar mandi tak menyahut, membuat Vira semakin panik. Ketakutannya semakin menjadi - jadi tatkala suara ponsel yang tiba - tiba berbunyi nyaring mengagetkannya, Vira yang sudah sangat ketakutan menutup kedua telinga dengan kedua tangannya, matanya ia pejamkan


...“Mas, aku takut” tutur Vira lirih, ia hampir menangis...


...“Aku butuh kamu Mas” ucap Vira lagi, lolos sudah air matanya, matanya masih terpejam ia sama sekali tak berani membuka matanya...


...“Aku disini Vir” ucap Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia meraih Vira dan membawa Vira dalam pelukannya. ...


Vira serasa terbang melayang, wangi parfum Alex dan dada bidangnya membuat Vira makin menenggelamkan dirinya dalam rengkuhan Alex


...“Udah jangan takut” ucap Alex lagi, tangannya lembut membelai - belai rambut Vira...

__ADS_1


...“Mati lampu Mas, gelap banget, aku takut!” Tutur Vira namun ketakutannya mulai mereda seiring dengan pelukan erat Alex...


Alex berjalan pelan sambil merangkul Vira, ia berjalan sangat hati - hati dengan mata yang memicing mencoba melihat diantara kegelapan malam


...“Ini gensetnya di halaman belakang Vir, aku harus kesana buat ngidupin gensetnya” ucap Alex pada Vira, Vira yang masih dalam rengkuhan Alex hening sejenak...


Halaman belakang? Bukannya pohon besar yang ada penunggunya itu di halaman belakang ya? Batin Vira


...“Ga usah Mas, ga usah ngidupin genset, udah biarin aja kita tungguin nyampe listrinya nyala lagi ya Mas” tutur Vira panik, ia dilema kalau ia ditinggal sendiri jelas ia tak berani, tapi kalau ia ikut Alex ke halaman belakang sungguh ia tak mampu...


...“Tapi nanti kamu kepanasan Vir kalo ga pake AC, belum lagi gelap banget kayak gini, kasian kamunya ketakutan gitu” tutur Alex penuh khawatir...


...“Ga apa - apa Mas, ntar jendela kamarnya dibuka aja biar anginnya masuk, terus kita bisa pake lilin atau senter gitu supaya agak terang” ujar Vira, sungguh ia tak mau berurusan dengan halaman belakang villa itu...


Alex menghela nafasnya


...“Ya udah, kalo gitu kita cari HP kita dulu ya, habis itu kita cari lilin” tutur Alex yang kemudian berjalan perlahan tanpa melepas rangkulannya pada Vira, Alex yang kesulitan melihat dalam gelap benar - benar menjaga Vira, ia memicing - micingkan matanya untuk melihat jalan di depan Vira, memastikan agar istrinya itu tak tersandung meskipun pada akhirnya ia yang berkali - kali tersandung ...


Tak berapa lama mereka sampai di kamar yang Vira tempati


...“Ketemu” ucap Alex lega saat menemukan ponsel yang ia simpan di ranselnya, ia lalu segera menyalakan senter di ponselnya tersebut, membuat kamar yang tadinya gelap gulita sedikit diterangi cahaya...


Alex kemudian membimbing istrinya untuk duduk di tepi ranjang, Vira lekas beringsut dan duduk di atas tempat tidurnya. Sementara Alex beranjak ke arah jendela kamar dan membukanya, semilir angin yang masuk membuat hati Vira yang tenang karena ada Alex disisinya semakin damai.


...“Udah ga takut lagi kan Vir?” Tanya Alex pada Vira...


Vira menggeleng, senyum manis terukir di siluet wajahnya yang cantik membuat hati Alex tak karuan


...“Ya udah kamu istirahat ya” ucap Alex sambil membenar - benarkan bantal Vira dengan telaten...


...“Iya Mas, makasih ya” ucap Vira sumringah, Alex mengulas senyum melihat wajah berseri istrinya, ia kemudian berjalan dan hendak beranjak dari kamar itu...


...“Mas mau kemana?” Tanya Vira ...


...“Mau ke kamar sebelah, kan kamu yang bilang aku tidurnya di kamar sana” sahut Alex...


Vira menggigit bibir bawahnya, ia menyesali ucapannya tadi


...“Bisa ga kalo Mas tidurnya di kamar ini aja?” Tanya Vira malu - malu, ia sampai menundukkan wajahnya...


Alex mengerutkan keningnya, kaget sekaligus senang


Alex berdehem, ia jadi salah tingkah


...“Ya kalo kamu maunya gitu, boleh aja sih” ucapnya malu - malu, wajahnya yang berseri membuatnya terlihat semakin tampan...


Vira tersenyum manis, hatinya bergejolak, jantungnya makin memompa membayangkan ia kembali bersama di ranjang dengan suaminya


Alex lalu beranjak mendekati sofa dan mendudukkan dirinya disana, Vira mengerutkan keningnya


...“Loh kok disitu Mas?” Ucap Vira pada Alex yang baru saja akan merebahkan dirinya...


Giliran Alex yang kini mengerutkan keningnya


...“Ya disini Vir, dimana lagi? Kamu pasti nyuruh aku tidur di sofa kan?” Ujar Alex sambil merebahkan badannya...


Vira menggeleng pelan, ia menggigit bibirnya sekali lagi


...“Sini aja Mas” ucap Vira malu - malu sambil menepuk - nepuk tempat di sebelahnya...


Alex terlonjak kaget, ia yang tadinya sudah berbaring bangkit duduk dan menatap Vira tak percaya


“Disitu?” Tunjuk Alex pada Vira


Vira mengangguk malu


Entah mimpi apa Alex tadi malam hingga Vira mengizinkannya untuk tidur bersama


Alex tambah salah tingkah, ia menggaruk - garuk tak gatal kepalanya, ia lalu mendekati Vira dan beringsut duduk di depan Vira


Alex lalu menatap lekat wajah istrinya, netra bertemu netra membuat mereka merasakan gelenyar aneh dalam hati mereka seperti saat pertemuan mereka untuk kali pertama dulu


Alex yang terhanyut suasana memajukan wajahnya mendekati wajah Vira perlahan, memastikan Vira tak mendorongnya seperti tempo hari. Namun Vira Vira justru tak bergeming, ia menanti bibir Alex menemui bibirnya, dan gelenyar itu kembali terasa manakala wangi mint dari mulut Alex menyeruak di hidung Vira, seiring dengan kecupan hangat dari bibir Alex.


Baik Vira maupun Alex saling menahan hasrat mereka yang membuncah, mereka membiarkan bibir mereka saling mengecup lembut, cahaya temaram dari senter ponsel Alex membuat suasana makin syahdu, keduanya larut dalam buaian kerinduan mereka. Tak lama Vira semakin menuntut, ia memegang tengkuk Alex dan memperdalam pagutannya, namun tiba - tiba Alex menarik pelan wajahnya, membuat Vira mengerutkan kening dengan nafas yang memburu


...“Jangan Vir, aku tau kamu masih marah, ga usah dipaksain” ucap Alex pada Vira, Mata Vira membulat, jujur ia ingin lebih dari Alex, ia ingin Alex mencumbunya dan pada akhirnya mereka akan bergumul. ...


...“Bobo ya” ucap Alex sambil membantu Vira merebahkan dirinya di tempat tidur...


Vira yang masih bingung campur kesal diitambah penasaran karena hasratnya yang tak kesampaian manut saja, mau bagaimana lagi, ia tak mungkin memaksa Alex. Alex lalu merebahkan dirinya disamping Vira dengan posisi telentang, Vira yang masih menginginkan Alex merangsek masuk ke pelukan Alex dan merebahkan kepalanya di atas dada Alex.

__ADS_1


Alex merengkuh Vira dengan tenang lantas memejamkan matanya. Tak berapa lama Vira ikut terpejam, rasa takutnya hilang berganti rasa damai karena ada Alex disisinya.


__ADS_2