Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Vicky tergila - gila (Bagian 2)


__ADS_3

Vicky menggeliat - geliat di tempat tidurnya, tangan dan kakinya terikat di pembatas tempat tidur, mau tidak mau keputusan untuk mengikat tangan dan kakinya diambil setelah beberapa kali Vicky mencabut paksa jarum infus dari tangannya dan mengamuk ingin bangun dari tempat tidurnya, lagi - lagi karena ingin menemui Vira, perawat dan dokter sampai kewalahan menahan Vicky yang berbadan tinggi besar itu.


Diah hampir tak pernah memejamkan mata, ia sigap mengawasi anaknya yang sebentar - sebentar bangun dan memanggil - manggil nama Vira, Diah dengan telaten mengusap air mata Vicky yang membasahi pipinya, meskipun air matanya sendiri berderai jatuh melihat kondisi putra semata wayangnya yang kini memprihatinkan.


...“Vir, Vira” panggil Vicky lirih, matanya memindai ruangan mencari - cari sosok idaman, bibirnya yang kering memanggil nama Vira tanpa henti...


Diah tersadar dari tidurnya yang sebentar di sofa, ia kemudian bangkit dengan tergesa dan menghampiri anaknya


...“Vicky” ucap Diah lirih, tangannya mengelus pelipis sang anak lembut...


...“Vira, Vira” ucap Vicky lirih sambil perlahan menoleh ke arah Diah...


...“Vira mana Mi?” Tanya Alex pilu...


Diah menghela nafasnya, air mata ia tahan - tahan agar tak keluar


...“Vick, Vira ga ada disini, dan ga mungkin kesini Nak” ucap Diah lembut, Vicky menatap lekat mata Ibunya lalu kemudian memindai ruangan sekali lagi memastikan bahwa apa yang Ibunya ucapkan benar...


“Kenapa Mami ga nyari Vira” tanya Vicky, matanya kini nanar melihat langit - langit ruangan VIP yang ia tempati


Diah sendu, hendak berucap bahwa itu mustahil karena Vira istri Alex sekarang namun ia takut anaknya menggila lagi, akhirnya Diah hanya diam


...“Mi, kenapa Mami ga nyari Vira, bawa dia kesini Mi, aku mohon” pinta Vicky sambil terisak, air mata kembali membasahi pipi wajah tampannya yang masih dihiasi luka - luka bekas amukan Alex...


Diah menarik nafasnya, sudah lah ia mungkin harus menguatkan Vicky meskipun menyakitkan buatnya.


...“Vick, Vira udah nikah Nak, dia ga akan mungkin kesini buat nemuin kamu, kamu harus sabar, lupain Vira nak” ucap Diah lirih...


Vicky menoleh pada Ibunya dan menatap Ibunya sengit


...“Ini gara - gara Mami, aku kehilangan Vira gara - gara Mami, Mami yang membuat hidupku hancur!!” Sentak Vicky yang membuat hati Diah seketika hancur...


...“Kalo saja Mami ga bawa Utari ke rumah kita, kalo saja Mami ga nyuruh aku buat nikahin Utari, ini semua ga akan terjadi Mi!” Sentak Vicky lagi, Diah hening namun air matanya tumpah, baru kali ini Vicky bicara sekeras itu padanya...


“Mami egois, Mami ga mikirin perasaan aku, Mami cuma mentingin gelar ningrat yang selalu Mami banggain, Mami puas sekarang? Mami seneng ngeliat aku hancur, hah?” Sentak Vicky lagi


Diah tergagap, hatinya bak di remas, tenggorokannya tercekat, ia mematung,


Beberapa perawat menghampiri dengan tergesa mendengar suara Vicky yang meninggi, Diah segera menghapus kasar air matanya


...“Ibu, tolong pasien dibuat tenang dulu, jangan di ajak komunikasi yang berat - berat dulu ya Bu” ujar salah seorang perawat...


...“Baik Sus, terima kasih” ucap Diah lirih, tangannya gemetaran hendak mengelus rambut anaknya, namun seketika Vicky memalingkan wajahnya, tangan Diah terkepal dan gemetaran...


...“Sudah waktunya pasien makan siang Bu, mohon dibantu ya” tutur seorang perawat yang lain sambil menyodorkan nampan berisi makanan pada Diah, Diah kemudian menerimanya dengan tangan gemetaran...


Tak lama para perawat yang telah memeriksa Vicky kemudian beranjak keluar dari sana


Diah menatap sendu anaknya yang kini bahkan memalingkan wajah enggan melihatnya, hatinya mencelos, semua perkataan Vicky tadi memang benar adanya, ia tahu namun ia tak mampu menerimanya.


...“Vick, makan dulu ya sayang” ucap Diah lembut pada anaknya, Vicky tak bergeming ...


...“Nak, makan dulu biar cepet sembuh” ucap Diah lagi...


...“Vick, ayo dong makan dulu, kamu dari kemarin ga mau makan, nanti kamu tambah drop Nak” bujuk Diah...


Vicky seketika menoleh, ia kemudian menyeringai

__ADS_1


...“Aku emang maunya drop, biar aku mati sekalian” Nyalang Vicky pada Ibunya, Diah terperanjat...


...“Nak, kamu ga boleh ngomong gitu, kamu akan sembuh, kamu akan hidup, kita akan memulai hidup baru dan lembaran baru Nak!” Tutur Diah sendu, tak menyangka anaknya yang selama ini membuatnya bangga dengan segala prestasinya kini nyaris putus asa...


...“Apa gunanya aku hidup kalo ga ada Vira?” Nyalang Vicky lagi...


Diah menciut, ini yang dia khawatirkan, Vicky ada di ambang batas keputus asaannya.


...“Vicky, sadar!! Vira itu udah jadi milik orang lain, dia ga akan mungkin kembali lagi sama kamu!” Sentak Diah, hilang sudah sabarnya...


...“Mami tinggal pilih, bawa Vira padaku, atau aku mati” tandas Vicky, ia kemudian memalingkan mukanya lagi enggan melihat wajah sang Mama...


Diah terkesiap, matanya basah, bibirnya bergetar


Apa yang harus ia lakukan sekarang? Nasi sudah jadi bubur, Vira tak mungkin kembali lagi pada Vicky, atau haruskah ia mencobanya dulu? batin Diah, sekarang apa pun akan ia lakukan untuk kesembuhan dan kebahagiaan anaknya tercinta


...****************...


Sementara itu di kamar pengantin kediaman Romo


Vira dan Alex tengah terbaring lemas setelah pergulatan mereka sepanjang malam hingga nyaris pagi, ditutup dengan tambahan satu ronde hasil rengekan Alex pada Vira begitu mereka bangun dari tidur mereka yang cuma sejam.


...“Lex, udah, udah lemes banget ini” ujar Vira pada suaminya yang lagi - lagi menciumi dadanya yang polos...


...“Satu kali lagi Vir” ucap Alex serak, entah berapa banyak tenaga yang pria ini miliki hingga ia tak kunjung ingin berhenti...


Vira tersenyum nakal


Dan, ranjang itu berderit lagi bersamaan dengan ******* - ******* Vira yang memenuhi kamar mereka.


Suara ketukan masih terdengar


...“Nak Alex, Vira, kalau sudah selesai tolong segera bersiap ya, para sesepuh ingin sarapan bareng” ujar Wening diluar pintu seolah mengerti kenapa pintunya tak segera dibuka, membuat Alex dan Vira tersenyum malu...


Suara langkah Wening kemudian terdengar menjauh


...“Kamu mau mandi duluan Lex?” Tawar Vira pada suaminya...


...“‘Mandi bareng” ucap Alex seraya membopong istrinya masuk ke kamar mandi...


Di kamar mandi keributan juga terjadi, Alex masih saja minta nambah satu ronde membuat Vira benar - benar kelelahan


Tak lama kemudian pengantin baru itu sudah sama - sama rapi dan segar, wajah bahagia terpancar dari keduanya meskipun badan mereka lemas akibat pergulatan yang tak kunjung selesai, mereka kemudian berjalan bergandengan menuju ruang makan untuk sarapan bersama para sesepuh


Rumah Romo yang tadinya penuh dihiasi oleh janur kuning kini perlahan sudah mulai rapi lagi, beberapa orang tampak sedang mengangkut tiang - tiang penyangga tenda sisa pesta kemarin


Di ruang makan tampak Kanjeng Sultan dan istri, Romo dan Ibu Wening, serta Baba dan Mamanya Alex tengah bercengkrama, kedatangan pasangan pengantin membuat semuanya menoleh pada dua insan yang tengah dimabuk cinta itu


Maryam menahan malu melihat jejak merah yang sedikit terlihat di leher putih Alex, yang lain entah mereka sadar atau pura - pura tidak lihat


...“Nak Alex, Nduk, sini sini, ayo kita sarapan bareng” ucap Kanjeng Sultan, Alex dan Vira berjalan mendekat ke arah para sesepuh...


...“Itu gandengannya di lepas dulu toh, ga bakal nyasar kok Viranya” ucap Wening membuat seisi ruangan terkekeh melihat kebucinan Alex pada Vira...


Alex dan Vira kemudian mengurai gandengannya, mereka lalu duduk di kursi di sebelah sesepuh


...“Nah Nak Alex makan yang banyak, biar usahanya makin semangat” ucap Romo sambil menyendok makanan dan meletakkannya di piring Alex...

__ADS_1


...“Iya Romo, saya emang harus makan banyak kayaknya” seloroh Alex yang sontak membuat Maryam malu ke ubun - ubun sementara Kanjeng Sultan dan Babanya hanya manggut - manggut senang, yang lain tersenyum malu, apalagi melihat jejak merah di leher Alex yang nampak juga di leher Vira...


Romo kemudian berdehem, mencoba untuk bicara serius, matanya sambil fokus menyendok makanan dan mengisi ke piringnya yang masih kosong


...“Rencananya nanti kalian mau tinggal dimana Nak?” Tanya Romo pada Alex...


Alex menjeda makannya, kemudian berpikir sejenak


...“Sepertinya saya sama Vira akan tinggal di rumah saya Romo, atau mungkin bisa di hotel saya, kalo saya sih terserah Vira nyamannya dimana” ucap Alex bijak sambil menoleh ke arah istrinya yang kemudian tersenyum manis padanya...


...“Lah kamu maunya tinggal dimana Nduk?” Tanya istri Kanjeng Sultan pada Vira...


Vira termenung sesaat


...“Vira ikut Alex aja, terserah Alex mau ngajak Vira kemana” tutur Vira yang membuat Alex tersenyum bangga...


...“Lah kok sama - sama terserah, terus jadinya tinggal dimana dong kalo sama - sama terserah?” Tanya istri Kanjeng Sultan lagi...


Babanya Alex berdehem


...“Kalo menurut Baba sebaiknya kalian tinggal di rumah yang sudah Alex beli sebelum kalian menikah, kalian harus mandiri agar bisa mengarungi rumah tangga berdua tanpa ada yang ikut campur” ujar Baba Alex bijak...


Kanjeng Sultan dan Romo manggut - manggut setuju


...“Iya Lex, Vir, Mama juga setuju sama pendapatnya Baba, setelah berumah tangga sebaiknya kalian punya istana sendiri dan bangun kerajaan kalian disana, nanti kalo kangen sama Baba dan Mama atau sama Romo dan Ibu serta Kanjeng Sultan kalian kan bisa berkunjung” tutur Diah menambahi, Wening hening tampak tak senang...


...“Maaf, apa ndak sebaiknya Vira dan Alex untuk sementara tinggal disini sama kami? Maklum lah kami yang sudah mencari Vira selama bertahun - tahun masih kangen sama Vira, banyak hal yang belum kami lakukan untuk Vira” tutur Wening sendu, ia tak ingin jauh lagi dari putrinya itu...


Hening sesaat, semua sibuk dengan pemikiran masih - masing


...“Tapi sekarang Vira udah milik Alex seutuhnya dik Wening, apa pun keputusan Alex harus Vira ikuti” ujar Kanjeng Sultan...


Wening tertunduk sedih, membuat Vira tak enak hati melihatnya


...“Bu, nanti kan Vira bisa sering - sering main kesini, Ibu juga bisa sering - sering datang ke rumah kami” ucap Vira, jujur Vira masih merasa asing dengan keluarga yang baru ia temui, ia akan lebih nyaman tinggal berdua saja bersama Alex, apalagi mengingat Alex yang ganas minta ampun, bisa berabe kalau mereka serumah dengan salah satu sesepuh...


...“Ya sudah sudah, ayo monggo dilanjut sarapannya” ucap Romo memecah keheningan, mereka kemudian bersantap sambil bercengkrama hangat...


...“Nah resepsinya kapan mau digelar dik Maryam?” Tanya Romo lagi, Wening dan istri Kanjeng Sultan ikut menoleh pada Mamanya Alex menunggu jawaban...


...“Kalo tidak ada halangan resepsi pertamanya digelar satu minggu lagi Mas, setelah selesai upacara Ngunduh Mantu” ucap Mamanya Alex sumringah, semangat menggelar segala macam hajatan untuk anak dan mantunya...


...“Lah emang ada berapa resepsi toh Mba?” Tanya Wening penasaran...


...“Rencananya empat resepsi Mba, jadi digelar setiap minggu dalam satu bulan, supaya relasi - relasi dan teman - teman Alex bisa kebagian hadir” tutur Mamanya Alex dengan senyum terus mengembang di wajahnya...


...“Lah iya ini Alex dan Vira perlu ada acara sowan juga ke para sesepuh yang lain Mba, biar pada kenal” tutur istri Kanjeng Sultan...


...“Ah iya bener itu Mba, perlu diatur acaranya itu” sahut Maryam senang ...


Vira lemas sudah, membayangkan ia seharian harus pasang badan menyalami semua tamu yang hadir, dan entah berapa ribu orang.


...“Kamu sudah siap kan Vir?” Tanya Maryam tiba - tiba pada mantunya yang tengah melongo bingung...


...“Ah iya, siap Ma” jawabnya seenaknya, sudah lah dia ikut saja maunya sesepuh apa, yang penting kini ia sudah menjadi istri Alex...


Dan pagi itu obrolan keluarga baru nan bahagia itu khusus membahas acara - acara yang masih akan digelar untuk merayakan pernikahan Alex dan Vira.

__ADS_1


__ADS_2