Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Keinginan Alex


__ADS_3

Pagi ini Vira sudah berada di kantornya, ia melarutkan diri dalam pekerjaannya, mencoba untuk melupakan obrolannya dengan Salim dan Mbok Asih kemarin


“Aku disini buat kerja, kerja, kerja, aku harus nyari uang, nyari nafkah” rapal Vira


Suara keycard yang ditempel seketika membuat Vira bangkit, ia kemudian berdiri tegap untuk menyambut atasannya


Wangi partum Alex menyeruak, seiring dengan langkahnya yang tegap. Alex tersenyum lebar mendapati Vira sudah berada di mejanya dengan tampilan yang cantik seperti biasa


...“Selamat pagi Tuan” ujar Vira sambil mengangguk sopan...


...“Selamat pagi Vir” sahut Alex dengan senyum yang tak lepas dari wajah tampannya...


Alex kemudian duduk di meja kerjanya, kemudian mulai membuka tumpukan file di tempatnya


Vira berjalan menghampiri Alex


...“Maaf Tuan, hari ini Tuan ada meeting jam 10 pagi bersama general manager dan departemen marketing” ...


...“Kemudian jam 2 nanti Tuan ada meeting dengan bagian personalia” tutur Vira...


...“Jam 5 sore nanti ada pertemuan dengan para pengusaha hotel dan restoran” jelas Vira lagi...


...“Tolong diundur semua jadwal meetingnya jadi besok Vir” ucap Alex...


...“Maaf Tuan, apa ada hal lain yang harus anda lakukan hari ini?”...


...“Iya, saya mau ngajak kamu ke pulau pribadi punya resort saya” jawab Alex santai...


...“Maaf Tuan saya tidak bisa, masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan” Vira merasa sekarang lah waktunya ia harus membatasi dirinya dari Alex, ia tak ingin terlalu berharap, mimpinya tentang Alex terlalu tinggi...


...“Maksud kamu? Kamu nolak ajakan saya Vir?” tanya Alex penuh selidik...


...“Maaf Tuan, saya banyak pekerjaan” tutur Vira tenang...


...“Tunda Vir, kamu bisa ngerjain semuanya besok, hari ini kamu ikut saya” tandas Alex...


...“Maaf Tuan, saya tidak mau kalau pekerjaan saya terbengkalai, saya tidak mau dianggap tidak profesional” tolak Vira lagi yang membuat Alex menatapnya tajam...

__ADS_1


...“Kamu kenapa Vir?” tanya Alex sambil berjalan mendekat dan mencoba untuk membelai rambut Vira, Vira seketika mengelak dan beringsut menjauh...


Alex menatap Vira heran


...“Maaf Tuan, pekerjaan saya benar - benar menumpuk” ucap Vira meyakinkan...


...“Kamu kenapa Vir? Apa gara - gara Bram atau Salim?” Cecar Alex...


...“Bukan Tuan, ini hanya karena pekerjaan tidak ada hubungannya dengan siapa pun” jawab Vira lagi...


Alex mendekati Vira, lalu memegang bahu Vira


...“Atau karena Vicky iya? Kamu masih menyimpan rasa sama Vicky hah? Cecar Alex dengan nada tinggi...


...“Karena Tuan!, ini karena Tuan!” Pekik Vira, lolos sudah amarahnya, Alex mematung...


“Tuan bagai mimpi buat saya, Tuan membawa saya ke alam mimpi! Tuan membelikan saya barang - barang mahal, Tuan membawa saya ke rumah mewah Tuan, Tuan membawa saya ke peternakan Tuan, cerita yang hanya ada dalam novel - novel, Tuan terlalu mustahil buat saya!” tutur Vira mengeluarkan unek - uneknya


“Tuan menyentuh saya, Tuan datang ke rumah kecil saya, Tuan bercengkrama dengan keluarga saya, buat saya itu cuma mimpi Tuan!”


“Saya cuma janda dari sahabat Tuan, saya yatim piatu, saya miskin!” Pekik Vira dengan air mata yang lolos dari matanya


“Tuan datang memberi saya mimpi - mimpi indah, kemudian nanti Tuan pergi dan saya harus nangis lagi, itu yang Tuan mau?”


“Vira” ucap Alex


“Tuan menyentuh saya, Tuan berjanji pada saya tapi setelah itu apa? Saya hanya akan dibuang karena saya yatim piatu, saya mis.. !”


“Viraaaaa!” Sentak Alex


Vira terdiam nafasnya terengah - engah


Alex menghambur, memeluk Vira erat, Vira menangis sesenggukan, Alex memeluknya erat


...“Gimana mungkin kamu bisa berpikir seperti itu tentang saya Vir?” Tanya Alex lembut pada Vira yang masih terisak...


...“Saya capek Tuan, tiap hari saya meyakinkan diri bahwa Tuan tidak nyata, Tuan cuma mimpi” tutur Vira yang masih terisak ...

__ADS_1


...“Saya tau diri Tuan, tapi mulai sekarang saya mohon Tuan tak perlu mengajak saya kemana pun, membelikan saya apa pun, dan tolong jangan sentuh saya lagi, saya hanya ingin mencari uang untuk makan Tuan” tutur Vira lirih...


Dada Alex terasa sesak mendengar omongan dan isakan Vira


...“Maafkan saya Vir, maaf karena saya ga berani mengungkapkan apa yang saya rasa, saya takut kamu masih terluka, saya bukan mimpi Vira, saya nyata” tutur Alex sambil mengelus lembut rambut Vira dan sesekali menciuminya...


...“Saya membelikan barang - barang mahal karena kamu pantas memakainya, saya mengajak kamu kemana pun saya pergi karena saya pengen selalu dekat sama kamu, saya pengen kamu bahagia, saya pengen memenuhi janji saya Vir” ...


Vira terdiam, entah ia harus berpikir apa, ia bingung, ia takut membuka hati sementara ternyata ini cuma mimpi


“Saya nyata Vir, sentuhan saya sama kamu karena saya menginginkannya, saya ga peduli sama siapa kamu atau masa lalu kamu”


...“Saya cinta sama kamu Vira, saya ingin hidup sama kamu, saya ingin nikah sama kamu” ucap Alex ...


Deeeeggg


Jantung Vira serasa copot mendengar pengakuan Alex, ia mendongak menatap lekat mata Alex, mencari - cari kebohongan dan tak menemukannya disana


...“Tuan ga perlu mengasihani saya, saya ga apa - apa, saya cuma minta Tuan untuk ga menyentuh saya lagi” tandas Vira...


Alex mengurai pelukannya


Ia memegang bahu Vira, kemudian memandangnya lekat


...“Vir, saya ga kasian sama kamu, saya justru kagum sama kamu, saya kagum dengan bagaimana kamu menghargai orang lain, saya kagum karena kamu kerja keras dan itu bukan untuk kamu tapi untuk orang lain, untuk anak - anak panti, untuk Mbok Asih, Bi Welas dan Tuti yang tidak ada hubungan darah sama kamu” ...


...“Lupakan masa lalu kamu Vir, kamu hidup untuk sekarang, untuk saya” lanjut Alex lagi...


...“Tuan” ucap Vira...


...“Ya” sahut Alex...


...“Bagaimana dengan keluarga Tuan?” tanya Vira...


Alex menghela nafas


...“Baba dan Mama akan mengerti, mereka akan melihat betapa spesialnya kamu, saya akan segera bicara dengan mereka” tutur Alex seraya memeluk Vira kembali...

__ADS_1


Jauh di dalam hatinya Alex khawatir, tidak mudah bagi keluarganya untuk menerima seseorang yang jauh berbeda dengan mereka, terlebih Vira adalah janda sahabat Alex sendiri, Vicky sudah mereka kenal sejak kecil begitu pun Ibunya Vicky.


Kini Alex berharap Baba dan Mamanya dapat melihat apa yang Alex lihat dari Vira, Alex sudah berjanji pada Vira dan pantang baginya untuk tidak menepati janji.


__ADS_2