Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kecemburuan Vira (Bagian 2)


__ADS_3

Salim tersenyum bahagia, apa yang ia rencanakan sejak lama bersama Bram untuk menangkap Gendis akhirnya terwujud, meskipun ia pun mengakui bantuan dari Alex lah yang paling berperan besar dalam penangkapan Gendis. Salim ingin segera mengabarkan kabar bahagia ini pada Vira, dan saat ini ia sedang mengendarai mobilnya untuk memberitahunya langsung.


...“Akhirnya, udah hampir nyampe” gumam Salim dengan senyumnya yang cerah...


Salim kemudian menoleh ke kiri dan ke kanan, menikmati hamparan teh hijau yang luas, waktu sudah menunjukkan lebih dari jam 6 sore, tapi hari ini langit sedang bersahabat jadi langit belum terlalu gelap


Mobil Salim bergerak pelan, menyusuri jalan aspal yang mulus tanpa hambatan, hingga Salim tiba - tiba mengerem mobilnya dan lalu ia sedikit memundurkan mobilnya, setelah berhenti ia lalu menurunkan kaca mobilnya. Mata salim memicing, memastikan penglihatannya


...“Itu kayak Vira” gumamnya, ia kemudian memastikannya sekali lagi dengan memicingkan mata bulatnya sekali lagi...


...“Kayaknya sih Vira, tapi ngapain dia duduk disitu?” Gumamnya pada diri sendiri, yang kemudian ia segera turun dari mobilnya...


Salim berjalan mendekat dengan hati - hati, takut - takut apabila yang ia lihat ternyata bukan Vira, atau parahnya malah bukan bangsa manusia, Salim memegang kuduknya yang merinding membayangkan kalau yang di depannya itu bukan manusia


...“Vira” panggil Salim pada wanita yang tengah duduk itu, beberapa detik kemudian Salim bernafas lega saat Vira menoleh padanya...


...“Dok? Ngapain disini?” tanya Vira...


...“Saya tadinya mau ke rumah kamu Vir, lah kamu ngapain disini? Tanya Salim yang kemudian memindai wajah Vira yang sembab...


...“kamu habis nangis?” Tanya Salim lagi khawatir, ia kemudian duduk disamping Vira...


...“Ga kok dok, saya ga nangis” jawab Vira tenang, namun Salim tahu saat ini Vira sedang tidak baik - baik saja, apa karena Alex? Batin Salim...


...“Kamu tau kan kalo ada apa - apa kamu bisa cerita ke saya Vir” tekan Salim...


...“Makasih dok, tapi saya ga apa - apa, saya lagi pengen duduk disini aja” jawab Vira meyakinkan...


...“Mau duduk disini doang nyampe pake baju mahal kayak gitu?” Goda Salim sambil menunjuk baju yang Vira pakai, Vira lupa mengganti bajunya saat hendak pulang tadi...


Vira hanya tersenyum, ia tak ingin menceritakan apa - apa pun pada Salim, terutama tentang Alex.


...“Vir, asal kamu tau apa pun yang sedang terjadi sama kamu, saya selalu ada buat kamu” tutur Salim...


Vira menoleh pada Salim, kemudian ia menunduk


...“Kamu udah makan?” Tanya Salim ...

__ADS_1


...“Belum dok” jawab Vira sambil menggeleng pelan...


...“Saya pernah liat restoran deket sini, restorannya bagus, kamu mau makan disana ga?” tanya Salim...


Vira menatap Salim sebentar, kemudian ia mengangguk ragu, ia tidak enak kalau menolak tawaran orang yang sudah banyak membantunya


Salim tersenyum sumringah seolah Vira menerimanya untuk kencan pertama, hati Salim berbunga - bunga, wajahnya merona bahagia.


...“Yuk” ucap Salim sumringah, kemudian berjalan menuju mobilnya yang diekori Vira dengan gontai, sampai di mobil, Salim gegas membukakan pintu mobil untuk Vira, Salim memperlakukan Vira layaknya seorang ratu yang harus ia lindungi...


Salim bahkan menyetir extra hati - hati, bahkan sangat pelan, ia tak mempedulikan klakson kendaraan di belakangnya. Salim sesekali menoleh ke arah Vira yang hanya terdiam dan fokus ke jalan, semakin ia melihat Vira semakin ia ingin memiliki wanita cantik itu


...“Semoga ini pertanda baik” batin Salim, bayangan dokter muda berkaca mata itu malah sudah jauh ke depan, ia membayangkan akan seperti apa wajah anaknya dan Vira nanti...


Tak berselang lama, Salim dan Vira telah sampai ke restoran yang dituju. Layaknya tadi, Salim bergegas turun dan membuka pintu mobil untuk Vira


Restoran itu berada di tengah pohon pinus, tampilannya sangat menarik, dengan dinding - dinding kaca dan lampu - lampu temaram di sekelilingnya yang menambah romantis suasana


...“Cocok buat married nih” batin Salim, lagi - lagi ia sudah berpikir jauh ke depan...


Seorang waiter menghampiri mereka dengan ramah, Salim segera memesan ruangan VIP, ia tak ingin kesempatan ini diganggu oleh siapa pun


Ruangan VIP itu berada di lantai 2 cafe, satu - satunya ruangan disana, dinding sekelilingnya terbuat dari kaca, dan viewnya menghadap pohon pinus, suasana romantis makin terasa dengan alunan musik jazz


Salim dan Vira duduk berhadapan, membuat Salim salah tingkah seolah ini adalah acara kencan


...“Kamu mau makan apa Vir?” Tanya Salim pada Vira yang tengah memindai kumpulan pohon pinus di depannya...


Vira kemudian memindai menu yang disodorkan Salim, tak ada yang menggugah seleranya, semua makanan mahal sudah terlalu sering ia makan dengan Alex, ah Alex lagi.. Vira kembali ingat kejadian tadi


Vira menghela pelan nafasnya, berharap Alex keluar dari pikirannya, ia kemudian lanjut memindai makanan hingga wajahnya berseri melihat mi instan di menu tersebut


“Dok, saya mau makan ini aja” ucap Vira sumringah


Salim melihat apa yang ia tunjuk, ia terkekeh sambil geleng - geleng kepala


...“Vir Vir, saya pikir kamu nemuin apa nyampe segitu bahagianya, padahal itu cuma mi instan Vir!” Ucap Salim yang masih terkekeh, lesung pipinya muncul menambah tampan wajahnya...

__ADS_1


Vira mengerucutkan bibirnya, membuat Salim gemas melihat Vira


...“Tuhan, please kasih aja Vira buat hamba” do’anya dalam batinnya...


Salim lantas memesan beberapa makanan pada waiter yang setia berdiri di dekatnya


...“Kamu jangan terlalu sering makan mi ya Vir” ucap Salim, keluar jiwa dokternya...


...“Kayaknya saya salah mesen mi instan depan seorang dokter” guyon Vira, kini ia sudah mencair, Salim membuatnya sedikit nyaman...


Salim mendamba melihat senyum yang terbit di wajah Vira


...“Kamu kenapa ga milih makanan lain? Bukannya kalo cewek itu senengnya makanan yang mahal - mahal ya?” Tanya Salim heran...


...“Ga semua yang mahal itu enak dinikmati dok, justru kadang yang mahal itu menyiksa” seloroh Vira penuh arti...


Salim terperangah, wanita secantik Vira bisa berpikir seperti itu? Agak sulit menemukan wanita seperti Vira, Salim menghela nafasnya.. menahan gelora yang ia rasakan pada Vira


...“Jadi kamu ga apa - apa gitu hidup sederhana, maksudnya misalnya suami kamu ga sekaya Alex gitu?” Tanya Salim menyelidik, sekalian ia mencari tahu kesempatannya untuk mendapatkan Vira...


...“Saya sudah pernah terhina karena harta dok, jadi saya ga masalah harus hidup sederhana, selama suami saya setia dan menyayangi saya, dan yang terpenting dia menerima saya apa adanya” tutur Vira jujur, namun sukses membuat Salim melambung tinggi, ia merasa apa yang diucapkan Vira sesuai dengan dirinya...


...“Itu aku Vir, itu aku” batin Salim bersorak gembira, senyum Salim sangat lebar sekarang, jantungnya bertabuh, malam ini fix Salim tidak akan bisa tidur nyenyak...


...“Vir, kamu ada masalah sama Alex?” Tanya Salim, sekalian ia korek informasi tentang saingan terberatnya...


Vira yang tengah tertunduk kemudian mendongak, ia kemudian tersenyum manis, semanis madu buat Salim


...“Saya ga ada masalah apa - apa sama Tuan Alex dok” ucap Vira tenang, ia kemudian menunduk lagi...


...“Tuan? Dia manggil Alex Tuan? Ini berarti mereka ga pacaran kan? Atau udah putus? Ya Allah, terima kasih” batin Salim, Salim tersenyum sumringah, malam ini ia begitu bahagia...


Beberapa saat kemudian makanan pesanan mereka datang, Vira menyambut mi instannya dengan girang, ia sampai bertepuk tangan kecil seolah ia sedang mendapat hadiah, Salim melihatnya dengan penuh cinta


Selama disana Salim hampir tak makan, ia sibuk memperhatikan Vira yang girang dengan mi instannya, sesekali Salim menambahkan makanan ke mangkuk mi Vira yang kemudian membuat wanita itu cemberut, Uh, seandainya Vira sudah menerima cintanya udah dipastikan bibirnya akan mendarat di bibir Vira


Malam itu Salim begitu bahagia, ia membangun banyak impian bersama Vira, sementara Vira jauh di lubuk hatinya ia kembali terluka, hatinya kembali lara.

__ADS_1


__ADS_2