Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kebahagiaan Alex dan Vira (Episode Terakhir)


__ADS_3

...(Episode Terakhir)...


Vira memeluk erat Alex suami sekaligus pahlawan dalam hidupnya, lagi - lagi Alex berhasil menyelesaikan polemik yang terjadi di keluarga besar mereka. Kabar bahagia jika Wening dan Romo telah menerima Bram dan orang tuanya menjadi angin surga buat Vira yang belakangan gundah memikirkan masalah keluarganya itu.


“Jadi dokter Bram sama Hanum nikahnya kapan Mas?” Tanya Vira antusias


“Keputusan dari orang tua Bram sama Hanum sih seminggu sebelum pernikahannya Salim sayang, jadi nanti Bram sama Hanum sekalian honeymoon di Brunei” jawab Alex


“Ah aku happy banget Mas, akhirnya semua selesai juga!” Sahut Vira, Wajahnya mengembangkan senyum


“Belum selesai Vir, masih ada yang harus aku pikirin” sahut Alex sambil merangkul pinggang istrinya


“Apalagi Mas? Emang kita ada masalah apalagi?” Tanya Vira bingung


“Vicky belum dapet pasangan baru lagi Vir, jadi ya aku belum tenang” ucap Alex


“Ahahaha… ngapain kamu mikirin jodoh orang coba? Mas Vicky itu kan bukan remaja lagi yang perlu kamu jodoh - jodohin!” Ucap Vira sambil terkekeh


“Aku khawatir kalo dia belum bisa ngelupain kamu Vir”


Vira terdiam sesaat, lantas mengeratkan pelukannya pada Alex


“Itu makanya kamu mau nyariin Mas Vicky pasangan juga?” Tanya Vira


“Iya, aku ga suka kalo dia masih nyimpen perasaan sama kamu” tutur Alex


Vira sih senang dengan kecemburuan Alex, itu artinya suaminya itu takut kehilangan dirinya.


“Semoga Mas Vicky bisa segera dapet jodoh lagi ya Mas” tutur Vira


“Iya, semoga” ucap Alex


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya Maryam dan Baba Jaber sampai di Indonesia untuk ikut dalam acara lamaran Bram sesuai janji mereka, begitu mendengar kedatangan Maryam dan Baba Jaber, Wening dan Romo gegas datang ke rumah Vira untuk meminta maaf dan mencairkan kekakuan antara mereka. Maryam dan Baba Jaber dengan senang hati menerima permintaan maaf Wening serta Romo, mereka kemudian mengakrabkan diri kembali dengan makan malam bersama, suasana hangat pun kembali terasa diantara mereka.


Beberapa hari kemudian acara lamaran diadakan di keraton, tak seperti acara lamaran Alex dan Vira, acara lamaran Bram dan Hanum berlangsung sakral, tanpa sorotan kamera para pewarta, hanya keluarga besar kedua mempelai yang datang, meskipun begitu karena Hanum merupakan puteri keraton beberapa ritual keraton tetap dilakukan. Baik Bram maupun Hanum memancarkan aura kebahagiaan, meskipun usia Bram yang terpaut lima tahun lebih tua dibanding Hanum, tapi pembawaan Hanum yang anggun mampu mengimbangi Bram.


Acara lamaran terlaksana dengan khidmat dan lancar, kini kesibukan mempersiapkan pernikahan Bram dan Salim pun makin terasa, Vira dengan senang hati membantu Ibunya Bram dan Ibunya Salim untuk mempersiapkan pernikahan mereka, tak ada rasa sakit hati dan dendam yang ia rasakan pada Ibunya Salim dan Bram, baginya mendapatkan suami seperti Alex dan anak seperti Alevir sepadan dengan semua penderitaan yang pernah ia rasakan.


“Vira hebat ya Lex, setelah direndahin gitu dia masih aja mau bantuin Ibunya Bram sama Salim” tutur Maryam pada Alex yang tengah memandang istrinya yang sedang sibuk memilih - milih perhiasan dengan Ibunya Bram dan Salim dari kejauhan.


“Iya Ma, dia cocok jadi seorang Kanjeng Ratu keraton dan mimpin rakyatnya, hatinya lapang, padahal aku aja yang udah sahabatan lama sama Bram dan Salim kadang masih kesel sama kelakuan orang tua mereka” tutur Alex


“Kamu beruntung dapetin Vira Lex, pertahankan rumah tangga kalian, jangan nyampe goyah karena apa pun” ucap Maryam sambil menepuk - nepuk pundak anaknya


“Pasti Ma, itu yang selalu aku perjuangkan selama ini” sahut Alex


Maryam lantas berlalu dan menghampiri Vira beserta kedua sahabatnya, sementara Alex masih memandangi istrinya yang tengah bersenda gurau, wajah Vira yang berseri - seri bahagia menambah kecantikannya.


Waktu terus berjalan, hari pernikahan Bram dan Hanum pun tiba, setelah akad dilaksanakan, ritual demi ritual ala keraton juga berlangsung dengan lancar. Seperti acara lamaran sebelumnya, acara pernikahan Bram dan Hanum pun berlangsung sakral dan hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua mempelai serta para sahabat Bram dan Hanum, Salim dan Raina pun turut datang, begitu pun dengan Vicky dan Ibunya, memang sudah kesepakatan kedua mempelai agar acaranya dilaksanakan secara sederhana saja tanpa banyak mengundang orang, hanya orang - orang yang dekat dengan keluarga mereka saja.


Meskipun acaranya sederhana, tapi hadiah yang diberikan untuk kedua mempelai tak main - main, Kanjeng Sultan dan Permaisuri memberikan satu unit mobil mewah, sementara Maryam dan Baba Jaber memberikan satu set perhiasan berlian, lain lagi dengan Alex dan Vira yang menghadiahkan satu unit rumah mewah tak jauh dari tempat tinggal mereka.


Di hari itu juga untuk pertama kalinya Vira dipertemukan kembali dengan Diah dalam suasana yang berbeda, jelas berbeda karena kini Diah menderita stroke yang mengakibatkan ia harus menggunakan kursi roda, Diah yang mendapat ciuman di punggung tangannya dari Vira menangis tersedu melihat mantan menantu yang pernah ia sakiti dulu masih menghormatinya seperti dahulu.


Tak cukup hanya dengan mencium tangan, Vira bahkan menyuapi mantan mertuanya itu makan dengan telaten ketika waktu santap telah tiba, sambil mengajak Diah ngobrol dan sesekali tertawa seolah mereka tak pernah terlibat prahara apa - apa.


Semua orang yang tahu persis sejarah antara Vira dan Diah menggelengkan kepalanya melihat bagaimana kelapangan dan ketulusan hati Vira, siapa pun yang pernah salah padanya ia maafkan sudah. Keakraban Diah dan Vira tak luput dari pandangan Vicky, hatinya mencelos, sekejap ia membayangkan jika Vira masih menjadi istrinya dan bisa sedekat itu dengan Ibunya, air mata Vicky kemudian menetes di ujung matanya yang kemudian ia segera usap sebelum ada yang melihatnya.

__ADS_1


Kedekatan Vira dan Diah juga tak lepas pula dari pandangan Alex, hatinya sedikit memanas, ingin ia membawa Vira dari situ, namun ia tak ingin membuat suasana yang sedang bahagia menjadi tak enak


“Tenang Lex, Vira hanya kasian sama Tante Diah, ga lebih” tutur Salim tiba - tiba sambil menepuk pundaknya


“Gue ga kenapa - kenapa kok” kilah Alex


“Yang bener? Jadi ga apa - apa kalo Vira akrab lagi sama Tante Diah, terus nanti deket lagi sama Vicky, terus… “ Salim berhenti saat melihat tatapan tajam Alex padanya


“Ahhahhaha.. kan sok cool sih lo, kalo cemburu bilang aja cemburu, keliatan banget tau” tutur Salim yang kemudian terkekeh, “Udah, lo tenang aja, Vira tuh cinta banget sama lo, susah deh buat siapa pun ngerebut dia dari lo, bucin parah dia tuh ama lo Lex” tambah Salim


Hati Alex melebar mendengarnya, bukannya ia tak percaya diri tapi cemburunya memang terlalu besar, khawatir jika istri tercintanya ada yang ambil. Oleh karena itu begitu sesi foto, Alex sengaja meminta foto bertiga saja dengan Vira dan Alevir, pose foto pun ia buat seromantis mungkin dengan Vira seolah ingin menegaskan bahwa Vira hanya miliknya.


Salim dan Bram hanya terkekeh melihat kelakuan posesif Alex, sementara Vicky paham gelagat yang Alex sampaikan, tak ingin membuat sahabatnya itu salah paham, ia memutuskan untuk membawa Ibunya berkeliling keraton agar Ibunya tak lagi berbincang dengan Vira.


Setelah gelaran hajatan Bram dan Hanum dilaksananakan, seminggu kemudian acara pernikahan Salim pun digelar di Brunei, sehari sebelum acara rombongan keluarga dan sahabat dari Indonesia bertolak ke Brunei, tak kurang dari keluarga besar Vira dan Alex, keluarga Bram dan Hanum, serta keluarga Vicky ikut menghadiri acara bahagia Salim itu, tak tanggung - tanggung mereka terbang kesana menggunakan dua jet pribadi milik keluarga Alex dan menginap di hotel milik Alex disana.


Acara pernikahan Salim dan Raina jelas berbeda degan acara pernikahan Bram dan Hanum, mengingat Raina adalah putri dari seorang perdana menteri. Sama seperti pernikahan Vira dan Alex, pernikahan Salim digelar besar - besaran, para pejabat dalam dan luar negara turut datang, begitu pun dengan beberapa kepala negara yang ikut hadir menambah semarak dan ketatnya protokol acara.


Untuk kostum kali ini rombongan yang hadir kompak menggunakan baju tradisional melayu, semua mata jelas tertuju pada pasangan Alex dan Vira, entah baju apa pun yang mereka gunakan tetap saja membuat mereka menjadi pusat perhatian. Setelah prosesi akad nikah selesai dengan lancar, kemudian resepsi hari pertama pun digelar dengan meriah, di tengah - tengah resepsi, seorang fotografer yang mengenali siapa Alex meminta agar Alex dan Vira berfoto bersama kedua mempelai, Alex berkenan dengan syarat kedua sahabatnya yang lain turut serta, jadilah keempat sahabat itu berfoto bersama dengan pasangan masing - masing kecuali Vicky, jika Vira duduk di depan Alex yang berdiri di belakangnya begitu pun dengan Hanum dan Raina di depan pasangannya masing - masing, maka lain halnya dengan Vicky yang setia berdiri sendiri.


Diah jelas sedih melihatnya, ia pun ingin agar Vicky segera melepas masa kesendiriannya, namun Vicky enggan, cintanya buat Vira terlalu besar sehingga ia merasa tak satu pun yang bisa menggantikan Vira, entah sampai kapan.


Pesta pernikahan yang digelar selama sebelas hari berturut - turut itu membuat rombongan tinggal cukup lama disana, selain untuk resepsi Alex juga memutuskan untuk memperpanjang acara mereka disana untuk liburan keluarga. Namun nyatanya Alex punya rencana lain, ia ingin honeymoon kedua dengan Vira, tak mau kalah dari Bram dan Salim. Selama beberap hari Alevir lebih sering berada dalam pengawasan Maryam, Wening, atau Permaisuri mereka membiarkan Alex Vira mengobarkan cinta mereka kembali, Alex dan Vira menikmati honeymoon mereka dengan mengunjungi beberapa objek wisata ikonik disana seperti masjid - masjid megah dan museum, meskipun pada akhirnya Alex lebih senang menghabiskan waktu mereka di hotel untuk melepaskan hasratnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah dua hari kepulangan dari Brunei, tapi entah kenapa pusing dan mual Vira tak juga hilang, tak biasanya ia mengalami jet lag seperti ini, ia bahkan tak bisa makan apa pun dari pagi. Beruntung stok ASI untuk Alevir masih melimpah di lemari pendinginnya, kalau tidak bisa - bisa Alevir tak mendapatkan asupan ASI yang cukup karena Vira tak bisa makan apa pun


“Masih mual sayang?” Tanya Maryam pada Vira yang baru saja keluar dari kamar mandi


“Iya Ma, aduh ini Vira kenapa ya? Apa masuk angin ya Ma?” Keluh Vira yang merasa badannya juga lemas


“Bentar lagi dokter Lily dateng, kamu ganti baju dulu ya Nak, bajunya basah tuh” ucap Maryam sambil beranjak sambil bersenandung penuh kebahagiaan


“Dokter Lily, ngapain Mama manggil dokter Lily?” Gumam Vira, “oh ya ampun!” Ucapnya kemudian begitu tersadar apa maksud Maryam, Vira menjadi harap - harap cemas sendiri, ia memang telah telat datang bulan selama beberapa hari, tapi bisa saja karena dia stress akibat mengurus persiapan pernikahan Bram dan Salim, kalau ternyata ia tidak hamil sudah barang tentu mertuanya itu akan kecewa.


Tak berapa lama dokter Lily datang, lantas mengekori Maryam menuju kamar Vira. Setelah memeriksa kondisi Vira, dokter Lily lantas memberikan test pack sebagai pemeriksaan awal.


“Vir, udah belum?” Pekik Maryam diluar pintu kamar mandi Vira setelah Vira beberapa menit di dalam sana, Vira tak menyahut namun kemudian pintu kamar mandi terbuka bersamaan dengan wajah sumringah Vira


“Positif Ma” ucap Vira sambil memeluk mertuanya itu, Maryam balas memeluk sambil mengucapkan rasa syukur berulang - ulang kali.


“Selamat ya Nyonya Vira, tapi kita pastikan dulu dengan USG ya, Nyonya Maryam dan Nyonya Vira, apa kita bisa berangkat sekarang?” Tanya dokter Lily, Vira dan Maryam mengangguk setuju, ketiganya kemudian berangkat ke rumah sakit milik Alex sekaligus tempat dokter Lily praktek


Setibanya disana Vira langsung diperiksa kembali dengan mesin USG oleh dokter Lily


“Selamat ya Nyonya Vira, kehamilan anda kurang lebih sudah masuk usia enam minggu” tutur dokter Lily kembali


Maryam dan Vira yang mendengarnya kembali mengucap syukur atas karunia dan kebahagiaan yang lagi - lagi mereka dapatkan


“Dan kandungannya Nyonya Alhamdulillah sangat kuat ya, bahkan tidak ada keluhan sama sekali padahal belakangan ini bahkan terbang ke luar negeri” ucap dokter Lily lagi yang diamini oleh Vira dan Maryam


Vira mengelus perutnya yang kembali diisi oleh buah cintanya dan Alex, rasa bahagia kembali menyelimutinya. Entah bagaimana reaksi Alex nanti mengetahui kehamilan kedua yang begitu dinantikannya.


...****************...


Menjelang malam Alex baru saja sampai di depan rumah yang disambut hangat oleh Vira, malam ini Vira begitu cantik dengan gaun berwarna hitam kesukaan Alex, make up tipis juga menghiasi wajahnya yang cantik, entah ada acara apa malam ini, karena ia pun melihat mobil milik Kanjeng Sultan dan Romo yang terparkir di depan rumah


“Ada acara apa sayang?” Tanya Alex pada Vira yang baru saja mencium punggung tangannya

__ADS_1


“Ga ada acara apa - apa sayang, cuma makan malam bareng aja” sahut Vira dengan wajah gembira


Alex mengangguk saja, kebetulan ia memang sudah kelaparan, begitu ia sampai di ruang makan semua orang menyambutnya dengan hangat, entah kenapa wajah semua orang malam itu terlihat begitu bahagia.


“Mau makan sekarang? Apa mau hadiah dulu?” Tanya Vira pada Alex


“Hadiah? Untuk apa sayang? Ulang tahunku masih dua bulan lagi kan?” Tanya Alex yang kebingungan


“Hadiah karena kamu udah jadi suami dan Ayah yang baik, bentar aku ambilin” ucap Vira


“Iya Vir, cepet diambilin, entar keburu Nak Alex ga laper lagi karena penasaran” goda Permaisuri sambil terkekeh yang ditimpali tawa oleh yang lain


Alex jelas semakin penasaran, entah hadiah apa yang Vira ingin berikan padanya. Tak lama Vira keluar dengan membawa sebuah kotak besar berbentuk hati, lalu ia serahkan pada Alex. Alex menerimanya dengan antusias


Tanpa basa basi ia langsung membuka kotak tersebut yang ternyata diisi dengan banyak potongan - potongan kertas, Alex yang penasaran semakin penasaran karena potongan kertas yang tak kunjung habis


“Ayo semangat Nak Alex” seru Romo yang membuat Alex kian semangat mengobrak abrik isi kardus itu, tak lama ia melihat sebuah kotak kecil seukuran kotak pena di dasar kotak tersebut, Alex tersenyum senang berpikir bahwa Vira menghadiahinya sebuah pena, entah berapa harga pena tersebut sampai Vira susah payah menyiapkan kejutan untuknya dan mengundang keluarga mereka, tak apalah, apa pun pemberian Vira selalu membuat Alex senang.


“Makasih ya untuk hadiah penanya sayang” ucap Alex sambil mengecup dahi sang istri


“Ahhahhaha.. pena? Kamu pikir isinya pena Alexander?” Tawa Baba menggema disusul dengan tawa yang lain yang tak urung membuat Alex bingung


“Apanya yang lucu Ba? Emang dikasih hadiah pena sama istri itu lucu ya?” Protes Alex


“Aih Alex, makanya kamu buka dulu biar tau isinya apa!” Seru Maryam gemas


“Ya isinya pena lah Ma, ini kan kotak pena!” Keukeuh Alex sambil sigap membuka pita merah yang menghiasi kotak pena tersebut lantas membuka tutupnya perlahan


Begitu terbuka mata Alex membelalak, bukan pena yang ia dapatkan melainkan test pack dengan hasil positif, ia meraih test pack tersebut dan memindainya lantas menoleh pada Vira


“Yang kamu hamil lagi?” Tanya Alex dengan mata berkaca - kaca, Vira mengangguk dengan wajah tersipu, Alex menarik pelan dagu Vira


“Tatap mata aku Vir, bilang kalau kamu hamil lagi, ayo!” Titah Alex


Vira menggigit bibirnya, malu pada para orang tua yang berada disitu karena wajah Alex hanya beberapa senti dari wajahnya


“Aku hamil lagi Mas” ucap Vira malu - malu


“Lagi Vir, kurang keras” titah Alex lagi


Vira menarik nafasnya


“Aku hamil lagi Mas!” Ucap Vira lantang


Alex bagai mendapat rembulan yang jatuh di pelukannya, senyumnya lebar, wajahnya berseri - seri


“Alhamdulillah, terima kasih!” Ucapnya penuh syukur pada sang kuasa dengan air mata bahagia yang meleleh dari sudut matanya, tak lama ia bangkit dari kursinya dan menarik tangan Vira agar ikut bangkit, tanpa malu - malu ia memeluk erat tubuh Vira, lantas menciumi pipinya


“Makasih ya sayang, makasih” ucap Alex


“Mas malu diliatin sesepuh ih” protes Vira sambil mencoba mengurai pelukan Alex


“Ga apa - apa Nduk, kami juga pernah muda kok!” Goda Wening sambil terkekeh, yang lain ikut tertawa senang.


Alex begitu bahagia, kini hidupnya terasa makin sempurna, kehadiran Vira, Alevir, dan calon anak keduanya membuatnya merasa menjadi laki - laki yang paling beruntung di dunia, setali tiga uang dengan Alex, Vira pun merasakan hal yang sama, semua penderitaannya lenyap tak berbekas berganti kebahagiaan yang tiada tara, tentunya semua itu tak lepas dari buah kesabarannya dalam menghadapi semua musibah yang menderanya.


Do’a Alex dan Vira semoga mereka tetap bersama hingga di surga nanti.


...-TAMAT- ...

__ADS_1


(Note Author: Tak terasa ini merupakan episode terakhir dari karya pertama Author, terima kasih untuk like, komen, favorite, gift, serta votenya selama ini ya. Masih ditunggu like, komen, favorite, gift serta votenya tak lupa kritik serta saran tentunya 🥰🥰🥰🥰. Dan semoga teman - teman suka dengan karya kedua Author yang berjudul: Satu Suami Dua Istri, ditunggu like, komen, favorite, gift, vote, serta kritik dan sarannya ya ❤️❤️❤️)


__ADS_2