
Siang menjelang, hujan masih setia mengguyur..
Vira telah memakai baju yang baru saja dibelikan oleh Alex, slim fit jeans dan turtleneck T - shirt warna putih sudah melekat di tubuhnya yang sexy, ia mengikat kuncir kuda rambutnya, dan memakai flat shoes sebagai padanannya
Vira terlihat begitu cantik dan modis, tak lupa ia mengoleskan lip balm pada bibirnya.. membuat wajahnya terlihat semakin cerah
Suara kenop pintu kamar dibuka, terlihat Alex masuk sambil fokus melihat box di tangannya
...“Vir, ini saya ba..” Alex yang tidak sadar bahwa Vira telah berganti baju melongo melihat tampilan Vira yang modis dan sexy, siapa yang mengira bahwa Vira adalah seorang janda yang hampir punya anak...
...“Ma - maaf Tuan, saya pinjam bajunya, saya tidak mungkin pulang menggunakan baju Tuan, saya takut Ibu - Ibu saya salah paham” ujar Vira sambil tertunduk...
...“Ya ampun Vir, itu kan punya kamu semua.. kamu bebas pake yang mana aja, nah sesuai dengan yang kamu inginkan besok saya minta Francis untuk mempersiapkan ruang ganti khusus buat kamu di ruangan saya” ...
...“Tidak perlu Tuan, saya bisa ganti baju di loker khusus karyawan” ujar Vira tidak enak...
...“Atau kamu lebih seneng kalo ganti bajunya di kamar saya aja yang di hotel?” Goda Alex...
...“Tuaaannn” pipi Vira memerah malu...
...“Ah iya sampai lupa, ini buat kamu.. dan kalau yang ini wajib kamu bawa kemana pun karena sewaktu - waktu saya akan menghubungi kamu, bahkan diluar jam kantor” ujar Alex menyodorkan sebuah box ponsel keluaran terbaru...
...“Baik Tuan, terima kasih” ujar Vira sambil menerima box tersebut...
...“Ya sudah, kamu mau pulang sekarang?” tanya Alex sambil mendekati Vira...
...“I-iya Tuan” jawab Vira terbata sambil perlahan melangkah mundur...
...“Kamu ga pengen tinggal aja disini sama saya?” goda Alex sambil terus mendekat, tangan Alex kini telah memegang tangan Vira lembut...
...“Ti - Tidak mau Tuan”...
...Ketika sudah sangat dekat, Alex menarik tangan Vira membuat tubuh Vira menabrak pelan tubuh jangkung Alex, Alex kemudian memeluk erat Vira...
...“Vir” lirihnya...
...“I - Iya Tuan” jawab Vira terbata...
...“I love you” ucap Alex sambil mengeratkan pelukannya...
Vira menenggelamkan dirinya dalam pelukan Alex, ia biarkan dirinya terhanyut sebentar dalam mimpi yang mungkin akan segera berakhir, seandainya saja ia punya kekuatan untuk mempertahankan Alex di sisinya dan mengungkapkan rasa yang sudah mulai membuncah di dadanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, sementara Vicky masih berkutat dengan setumpuk filenya, meskipun ini hari Sabtu tapi mau tidak mau Vicky harus masuk ke kantor untuk mengurus pekerjaannya yang tertunda akibat ia beberapa hari absen dari kantor
Vicky menghebuskan kasar nafasnya, kemudian memegang tengkuknya yang tegang, ia lalu menghempaskan punggungya ke sandaran kursi kebesarannya
Tubuh Vicky terasa sangat lelah, namun tak selelah perasaan dan pikirannya karena terus - terusan dihantui bayangan Vira
Apa pun yang ia lakukan fokusnya akan kembali ke Vira, bahkan ketika ia sedang berada di atas ranjang bersama Utari.
...“Kenapa kehilangan kamu terasa semenyakitkan ini Vir?” Gumamnya sambil memijit pangkal hidungnya yang mancung...
Vicky kemudian ingat pembicaraannya dengan Ibunya tadi malam, mungkin orang di panti tahu akan keberadaan Vira
Vicky kemudian gegas menghubungi Theo asisten pribadinya dan meminta Theo untuk menemaninya ke panti asuhan.
Sesampainya Vicky dan Theo di panti, suasana panti terasa hening.. hanya terdengar samar - samar anak - anak mengaji di surau depan panti, Vicky mengedarkan pandangannya ke sekeliling panti, mengingat - ingat pertama kalinya ia diajak Vira ke panti untuk berkenalan dengan Bu Citra, ingatannya juga melayang pada acara lamaran yang diadakan di panti.
Saat itu Vira terlihat begitu cantik dengan kebaya sederhana, senyumnya memabukkan, dan wajahnya berseri - seri tatkala Vicky menyematkan cincin ke jari manis Vira
Vicky memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak, bagaimana mungkin ia yang begitu mendamba Vira tega menyakiti hati perempuan itu, memakinya, menghinanya, bahkan menamparnya, dan yang paling parah adalah mengkhianatinya bersama Utari.
...“Tuan” panggilan Theo membuyarkan lamunan Vicky...
“Assalamu’alaikum” salam Theo sopan, Theo mengulang hingga 2 kali salamnya sebelum kemudian seorang perempuan baruh baya berjilbab dengan senyum yang ramah membuka pintu depan panti
...“Wa’alaikum Salam” jawabnya...
...“Maaf adik - adik ini cari siapa ya? Tanya Bu Wati pada Vicky dan Theo ...
...“Maaf Bu saya Theo, dan ini atasan saya, boleh kami masuk dulu Bu?” Jelas Theo dengan sopan...
...“Ah iya silakan… silakan” ajak Bu Wati sambil masuk ke dalam diikuti oleh Vicky dan Theo, ketiganya kemudian mendudukkan diri di kursi...
...“Maaf ada perlu apa ya? Tanya Bu Wati ...
...“Saya mencari Bu Citra Bu” ujar Vicky, senyum Bu Wati seketika memudar berganti dengan wajahnya yang sendu...
...“Maaf dik, Bu Citra kakak saya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu” ucap Bu Wati lirih dengan mata yang berkaca - kaca...
...“Innalillahi” ucap Theo, Vicky yang mendengar itu kaget dan membayangkan betapa sedihnya Vira saat Bu Citra meninggal karena Bu Citra sudah seperti Ibu sendiri buat Vira, lantas dimana Vicky saat itu ketika Vira sedang benar - benar membutuhkannya? Batin Vicky...
__ADS_1
...“Saya turut berduka Bu” ucap Vicky lembut...
...“Terima kasih dik” jawab Bu Wati sambil menyeka air matanya...
...“Oh ya adik ini ada perlu apa sama almarhumah kakak saya? Tanya Bu Wati...
...“Maaf Bu, saya Vicky suaminya Vira.. saya datang kesini barangkali Ibu tau dimana Vira berada sekarang” jelas Vicky yang kemudian membuat air muka Bu Wati yang tadinya bersahabat berubah menjadi dingin, Vicky yang menyadari hal itu yakin bahwa Bu Wati sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Vira dan dirinya, Bu Wati juga pasti mengetahui dimana Vira...
...“Nak Vicky ini mantan suaminya Vira kan? Tanya Bu Wati dingin...
...“Bagaimana Ibu tahu kalau kami sudah bercerai?” ...
...“Loh bukannya orang suruhan Nak Vicky sendiri yang mengantarkan akta cerai kalian kesini? Tanya Bu Wati sewot, sungguh ia tak suka dengan pria muda di depannya ini atas apa yang ia lakukan terhadap Vira...
...“Saya tidak.. “ ucapan Vicky terhenti oleh pikirannya sendiri yang yakin kalau Tante Gendis yang melakukannya...
...“Ekhm.. maaf Bu, apa Ibu tahu dimana Vira sekarang? Tanya Vicky lagi...
...“Tidak saya tidak tau, dan kalau pun saya tau saya tidak akan memberi tahu kemana Vira pergi” ...
...“Bahkan pada 2 orang dokter suruhan nak Vicky yang datang beberapa bulan yang lalu” ucap Bu Wati yang sontak membuat Vicky bingung, siapa 2 orang dokter yang Bu Wati maksud?...
...Vicky berpikir sejenak sebelum kemudian wajahnya terlihat marah ...
...“Bram dan Salim, ngapain kalian nyari istriku? Gumam Vicky pelan dengan rahang yang mengeras, ia kemudian menoleh dan menatap wajah Bu Wati dengan penuh harap...
...“Maaf Bu, saya benar - benar ingin ketemu Vira” Vicky memohon dengan lirih...
...“Kalian kan sudah bercerai, sudah jangan ganggu Vira lagi.. biarkan dia hidup tenang, jangan sakiti hati dan jiwanya lagi, saya tidak ingin melihat Vira menangis lagi, hari itu dia datang dengan perasaan yang hancur, raganya hidup tapi saya tahu jiwanya mati!” ucap Bu Wati berapi - api yang sukses membuat Vicky terdiam dan Theo tertunduk ...
...“Apa nak Vicky tidak diajarkan untuk menghargai seorang perempuan sampai tega membuat istri nak Vicky sendiri hancur lebur, saya menyaksikan sendiri bagaimana ia datang dengan jalan tertatih kemudian pingsan di depan sana!” Pekik Bu Wati sambil terisak dan menunjuk tempat dimana dulu Vira penah pingsan...
...“Maaf, maafkan saya Bu” ucap Vicky sambil tertunduk dan kemudian mulai terisak...
Theo yang berada disampingnya tampak bingung harus berbuat apa melihat atasannya menangis sesenggukan
...“Saya tidak berhak memaafkan, hanya Tuhan dan Vira yang berhak. Sebagai pengganti kakak saya, saya hanya mencoba melindungi anak - anak panti, terlebih Vira yang begitu dicintai oleh kakak saya karena Vira perempuan yang sangat baik” tutur Bu Wati dingin...
Vicky makin merasakan sakit di dadanya, ia tidak mempedulikan lagi gengsinya karena menangis di depan Theo dan Bu Wati, saat ini ia hanya ingin menemukan Vira dan memeluknya kemudian meminta maaf padanya
...“I love you Vira, I love you” rapalnya dalam hati ...
__ADS_1
...****************...