Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Rencana Utari


__ADS_3

Utari merinding melihat sekeliling ruang tunggu penjara yang ia datangi, ia bukannya mau untuk datang kesini, tapi mau bagaimana lagi ia tak punya pilihan selain menemui Ibunya di bui.


Beruntung ia tak ikut masuk bui seperti Ibunya, itu semua berkat kemurahan hati Vira, setelah di deportasi dari Swiss kemarin, Utari hampir saja dijebloskan ke penjara oleh pengacara keluarga Maryam dan Kanjeng Sultan, namun entah dengan alasan apa Vira tiba - tiba urung menjebloskannya ke penjara.


Utari kembali memindai sekelilingnya, bulu kuduknya merinding melihat para tahanan yang berpakaian warna orange, beberapa ada yang bertato, ada pula yang tampilannya biasa saja, dan tak jarang Ibu - Ibu juga ada disana entah perbuatan jahat apa yang mereka lakukan.


Seandainya saja Vira tetap mengusut kasus pemukulan yang hampir ia lakukan pada Vira, sudah barang tentu ia akan menjadi salah satu penghuni penjara itu. Utari mengepalkan tinjunya mengingat Vira, meskipun Vira sudah berbaik hati padanya tapi dendam di hatinya masih membara, karena Vira ia diceraikan dan diusir oleh Dion dan keluarganya.


...“Ngapain kamu kesini?” Hardik Gendis yang membuyarkan lamunan Utari, Utari seketika mendongak dan terhenyak kaget melihat tampilan Ibunya sekarang, sebagian rambutnya sudah memutih dan acak - acakan, wajahnya yang dulu terawat kini kendur dan kerutannya nampak jelas, lingkaran hitam menambah seram matanya yang cekung, belum lagi kulitnya yang lebih gelap, badannya pun kurus kering. Entah kemana Gendis yang dulu selalu tampil necis itu....


...“Maaf.. maafin aku ya Ma, aku baru dateng sekarang” ucap Utari terbata pada Ibunya, ia lalu lanjtut memindai Ibunya dari ujung kaki ke ujung kepala, kalau boleh jujur saat ini merasa malu memiliki Ibu seperti Gendis...


Gendis mendelik tajam pada anaknya


...“Anak kurang ajar, tak tau diuntung! Setelah apa yang aku lakukan untuk kebahagiaanmu tega - teganya kamu mengkhianati Ibu kamu sendiri, bahkan kamu tak pernah sekali pun datang menjengukku dari awal aku ditahan!” Sengit Gendis pada anaknya...


Utari menundukkan kepalanya, jujur ia pun malas harus bertemu dengan Ibunya itu, tapi apa boleh buat, ia tak punya lagi tempat untuk dituju.


...“Ma, maafin aku, untuk sementara aku harus berpura - pura dulu ga sekongkol sama Mama supaya aku ga ikut dipenjara Ma, Mama inget kan pas Mama masuk penjara dulu itu pas aku lagi hamil gede, aku ga mungkin Ma dipenjara dalam kondisi hamil gitu” ucap Utari, ia berpura - pura sedih di depan Ibunya yang tengah amarah...


Gendis yang tadinya meradang agak mereda mendengar omongan Utari, apalagi ketika ia mengingat tentang kehamilan Utari dulu, harusnya Utari sudah melahirkan sekarang.


...“Dimana cucuku?” Tanya Gendis pada Utari, ia memang tidak mengetahui kabar apa pun tentang anaknya itu, semenjak masuk penjara ia tak pernah sama sekali mendapat kabar dari anaknya itu, anaknya seolah sengaja melupakannya...


Utari tertunduk lesu


...“Aku keguguran Ma, pas aku hamil 7 bulan” tutur Utari lirih...


Gendis tersentak kaget, badannya gemetaran, seketika ia mengingat dosanya pada Vira, apa ini karma buatnya? Tidak, ini bukan karma, apa yang ia perbuat dulu pada Vira murni karena kasih sayangnya pada anaknya, batin Gendis. Ia lalu mendudukkan dirinya di bangku depan Utari


...“Gimana bisa kamu keguguran? Terus gimana reaksi Vicky?” Tanya Gendis...


Utari menarik nafasnya

__ADS_1


...“Aku sama Vicky udah cerai Ma” tutur Utari yang lagi - lagi sukses membuat Gendis tercekat ...


Sebelum ibunya itu kembali meradang, Utari kemudian menceritakan semua yang terjadi pada dirinya semenjak Ibunya di penjara, dari mulai perselingkuhannya dengan Dion yang diketahui Vicky karena Alex, kebangkrutan Vicky dan keluarga besarnya oleh Alex, hingga insiden terakhir yang menyebabkan ia diceraikan oleh Dion karena Vira.


Gendis mengeraskan rahangya, jantungnya memompa cepat, darahnya mendidih. Terlepas dari Utari pernah mengkhianatinya dan meninggalkannya tapi bagaimana pun Utari adalah anak semata wayangnya, ia sangat menyayangi putrinya itu.


...“Makanya aku datang kesini Ma, aku udah ga punya siapa - siapa lagi, aku juga ga punya uang, aku bingung mau tinggal dimana” tutur Utari dengan mata yang berkaca - kaca...


Amarah Gendis mereda sudah, ia prihatin pada nasib anak semata wayangnya sekarang.


Gendis memindai seluruh ruangan, memastikan bahwa tak ada sipir yang mencuri dengar pembicaraan mereka


...“Kamu harus bisa bertahan Utari, balaskan semua yang terjadi pada kita, hancurkan Vira dan Alex” tandas Gendis setengah berbisik...


Utari kaget mendengar ucapan Ibunya itu


...“Ma, apa Mama sadar siapa yang akan kita lawan? Aku mana mampu Ma ngelawan keluarga Sultan, apalagi keluarga Al - Maktoem!” Protes Utari...


Gendis menghela kasar nafasnya


...“Ma, mau ngelawan pake cara apa? Aku ga punya duit sama sekali, buat ngelawan mereka itu aku harus punya kekuasaan besar Ma, nah ini boro - boro kekuasaan, duit buat makan besok aja aku ga punya Ma” protes Utari lagi...


Gendis menarik kursinya maju lebih dekat pada Utari


...“Pake cara yang ga mungkin bisa dilawan sama Alex, kalo Alex terperangkap maka Vira akan hancur” tutur Gendis lagi...


Mata Utari berbinar mendengar omongan Mamanya


...“Jadi maksud Mama aku disuruh godain Alex sama dengan dulu aku godain Vicky gitu?” Tutur Utari sumringah, siapa yang tak tertarik pada Alex, bahkan jika harus jadi gundiknya Alex, Utari dengan senang hati bersedia...


Gendis mendelik mendengar omongan anaknya, ia lalu terkekeh, suara tawanya yang mengerikan membuat orang - orang di sekelilingnya menoleh padanya termasuk sipir yang awas berjaga


...“Bu, jangan buat keributan! Atau saya hentikan jam kunjungan Ibu” hardik seorang sipir pada Gendis...

__ADS_1


Gendis yang menyadari itu seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia lalu menatap tajam mata anaknya


...“Astaga Utari, kamu goda Alex dengan cara apa pun dia pasti ga akan tergoda, dia udah tau kotornya kamu, lagi pula buat Alex cuma ada Vira di hatinya, makanya dia rela repot - repot balas dendam pada semua orang yang nyakitin Vira” tandas Gendis, yang membuat Utari seketika bermuka masam...


...“Terus aku harus gimana, Ma? aku denger si Vicky pernah mau ngejebak Alex, tapi dia gagal. Terus cewek yang sekongkol sama si Vicky dipermalukan dan dibikin bangkrut sama keluarganya si Alex” tutur Utari lagi...


Gendis tersenyum sinis


...“Kali ini perempuannya ga akan bisa ditolak sama Alex, bukan perempuan sembarangan. Pokoknya kamu ikutin aja omongan Mama, selain bisa bales dendam kita juga mungkin akan dapat uang dari perempuan itu” tutur Gendis dengan senyumnya yang licik...


Utari makin mengerutkan keningnya


...“Maksud Mama siapa sih Ma?” Tanya Utari lagi...


...“Mama udah merencanakan ini semenjak hari pertama Mama dibui, selama disini Mama pelajari tentang sepak terjang si Alex lewat majalah bisnis yang memuat artikel tentang dia, ada beberapa artikel yang menulis tentang kedekatan si Alex dengan Raina Al - Hadid” ...


Utari sontak terkejut


...“Astaga Mama, itu bukannya anak perdana menteri ya Ma?” Mata Utari membulat tak percaya apa yang di dengarnya ...


Gendis mengangguk


...“Ma, mungkin itu cuma gosip, yang digosipin sama Alex itu banyak Ma, apa buktinya kalo Alex dan Raina punya hubungan coba!” Protes Utari lagi...


...“Majalah itu ga mungkin nerbitin artikel tentang mereka berkali - kali kalo mereka ga punya hubungan Utari” tandas Gendis...


...“Terus gimana cara aku ngedeketin dia Ma? Jangankan buat kerja sama, buat ketemuan aja pasti susah Ma” ucap Utari, ia semakin pusing dengan rencana Ibunya...


Gendis menghela kasar nafasnya, anaknya ini memang berbeda dengan dirinya yang penuh rencana dan akal bulus


...“Mama masih punya tabungan di rekening Mama, tarik semuanya dan temui Pakdhe Bagus, libatin dia dalam kerja sama kita, selagi ada uang dia pasti mau” titah Gendis pada Utari...


Utari mengangguk patuh pada Mamanya, sejujurnya ia takut untuk berurusan dengan Alex atau pun Vira, entah apa yang akan mereka lakukan pada dirinya jika rencananya gagal. Tapi disisi lain iming - iming uang yang mungkin akan ia dapat dari Raina membuat ia memutuskan untuk mengamini rencana Mamanya, setelah ia mendapat uang itu ia berencana untuk kabur dari Mamanya dan memulai hidup baru.

__ADS_1


__ADS_2