
5 hari sudah Vira terbaring koma, segala upaya telah dilakukan, Alex mendatangkan belasan dokter untuk menangani Vira, tapi Vira tak bergeming ia seperti terlena tidur. Alex yang empunya rumah sakit sampai memindahkan semua kegiatannya ke rumah sakit, ia menempati kamar presiden suite yang letaknya tak jauh dari ruang Vira dirawat.
Setiap pagi sebelum ia tele conference atau berkutat dengan dokumennya ia akan menemui Vira, siang hari ia akan kembali lagi, begitu pun dengan malam hari saat ia hendak beranjak tidur, Alex akan mengajaknya bicara dan menceritakan rencana - rencana indah setelah mereka menikah nanti, namun Vira tak merespon hanya beberapa kali Vira mengeluarkan air mata saat matanya terpejam.
Sementara Bram dan Salim cuti dari tempat mereka praktek, untuk sementara mereka tinggal di hotel Alex. Mereka datang berkunjung bergiliran, kadang Bram berkunjung pagi dan Salim siang, atau sebaliknya karena Alex yang mendominasi jam kunjungan. Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti serta Yani pun datang bergantian, mereka datang untuk melantunkan ayat suci, mendo’akan atau menceritakan keseharian mereka.
Wajah Alex tampak lelah setelah berkutat dengan dokumennya yang menumpuk, selepas makan siang seperti sekarang ia akan menemui Vira untuk menemaninya
...“Vir” panggil Alex pada Vira yang tengah terpejam, Alex kemudian membelai pelipis Vira dengan penuh kasih sayang...
...“Kapan kamu bangun? Sampai kapan kamu mau tidur kayak gini?” Tanya Alex lirih...
...“Tinggalkan semua rasa sakit kamu Vir, lepaskan semua beban kamu, kembali padaku Vir” ...
...“Ayo berjuang Vir, demi aku, demi masa depan kita” tutur Alex, air mata menetes di pipinya yang putih, semburat kesedihan begitu terlihat di wajah Alex...
Alex kemudian menyandarkan dirinya di kursi, menyandarkan punggungnya yang lelah, matanya yang sembab lalu memindai Vira, melihat wanita yang ia cintai tergolek tak berdaya.
Gurat wajah Vira menyiratkan kedamaian, seolah ia sedang mengarungi impian indah yang membuatnya enggan bangun, Alex mengusap wajahnya kemudian ia memindai Vira, hatinya tersayat manakala mengabsen satu per satu peristiwa pahit dalam hidup Vira
...“Apa ucapan Salim bener Vir? kamu udah terlalu capek ya?” gumam Alex lirih, manik matanya jatuh...
...“Aku harus gimana Vir, apa kamu mau aku ikhlasin kamu?” gumamnya memilukan...
Alex menyugar rambutnya, kemudian ia menunduk membiarkan air matanya menitik di lantai, ia lalu mendongak dan seketika matanya membulat mendapati jari Vira bergerak pelan, Alex bergeming, ia bangkit dari kursinya dan mendekati Vira memastikan kalau apa yang ia lihat benar adanya, Alex tersenyum bahagia saat kelopak mata Vira perlahan terbuka,
...“Vir, kamu udah bangun sayang?” Tanya Alex sumringah, ia bahagia luar biasa, kelegaan menyelimuti hatinya yang nyaris putus asa, Alex kemudian mendekati Vira lagi dan menciumi keningnya, ia lalu segera menekan tombol di samping tempat tidur Vira untuk memanggil dokter...
Vira hanya terdiam, matanya sesekali mengerjap - ngerjap, namun ekor matanya setia mengawasi setiap gerakan Alex seolah ia ingin menyampaikan kerinduannya
Tak berapa lama beberapa dokter dan perawat datang, mereka segera memeriksa kondisi Vira dengan sigap
...”Gimana dok?” Tanya Alex pada dokter yang baru saja memeriksa kondisi Vira...
...“Tuan Alex, perkembangan Nyonya Vira bagus sekali, semua organnya berfungsi normal, responnya juga cukup bagus, tolong sesering mungkin diajak komunikasi, untuk sementara mungkin pasien belum bisa berkomunikasi karena masih harus adaptasi, tapi seiring berjalannya waktu dan dukungan dari keluarga maka pasien akan berangsur membaik” tutur dokter panjang lebar...
Alex tersenyum penuh kebahagiaan, ia kemudian mendekati Vira yang tak lepas memandanginya
...“Makasih karena udah bangun sayang, makasih karena udah kembali lagi” ucap Alex sambil mengecup pelipis Vira, ...
Para dokter dan perawat yang telah selesai memeriksa kemudian undur diri dari sana, menyisakan Alex dan Vira berdua
Vira tak berkata apa pun, masker pernafasannya pun masih terpasang, namun ekor matanya setia mengikuti Alex
__ADS_1
...“Aku kangen, jangan bikin aku takut lagi” ucap Alex lirih, ia kini menggenggam erat tangan Vira, menyalurkan rasa rindunya yang membuncah...
...----------------...
Beberapa hari telah berlalu, Vira berangsur sembuh,
Masker pernafasannya sudah dibuka, ia kini ditempatkan di ruang inap VVIP, kini ia sudah dapat bicara meskipun belum bisa beraktifitas seperti biasa, Vira masih tergolek lemas di tempat tidurnya.
Baik Alex, Bram, maupun Salim selalu datang menjenguk Vira, Vira tak pernah dibiarkan sendirian, begitu pun Mbok Welas, Bi Asih, Tuti dan Yani mereka selalu datang untuk menghibur Vira.
Siang ini ruangan inap Vira hening, setelah baru saja Salim menemaninya dan kemudian pamit karena ada urusan yang harus Salim selesaikan
Vira yang tadi terlelap karena pengaruh obatnya, kini membuka matanya perlahan karena tenggorokannya terasa kering, mata Vira mengerjap - ngerjap, lalu memicing untuk menghalau rasa silaunya
Vira kemudian memindai ruangannya yang sunyi, mencari siapa pun di sekitarnya karena seingatnya ia tak pernah dibiarkan sendiri, hingga ia mendapati wajah seorang perempuan baruh baya yang cantik duduk dengan anggun di sofa sebelah tempat tidurnya, Vira bersusah payah beringsut untuk duduk dan mengamati wanita yang kini tersenyum hangat padanya
...“Eh ga usah bangun sayang, bobo aja.. kamu pasti masih lemes” ucap wanita paruh baya itu begitu lembut, senyum manis mempercantik wajahnya yang teduh...
...“Ma - maaf, Tante siapa ya?” Tanya Vira, ia merasa tak pernah melihatnya...
...“Tante? Kamu manggil Tante? Setelah kamu nyuri hati anak Mama?” tanya wanita itu...
Vira mengerutkan keningnya bingung
Belum lagi wanita itu menjawab, Alex masuk dengan tergesa, ia lalu tersenyum dan langsung menghambur pada Vira untuk menciumi pipi wanitanya itu
...“Alex Al Maktoem, apa kamu lupa ada Mamamu disini?” Ucap Mamanya Alex sengit, sedang Alex hanya terkekeh ...
Vira terperangah, jadi ini Mamanya Alex? Batin Vira
Wanita paruh baya itu begitu cantik, tampilannya elegan, baju dan perhiasan yang ia pakai jelas mahal tapi tak berlebihan, senyumnya ramah, matanya teduh, Tak heran Alex begitu rupawan, kulit putih Maryam menurun pada Alex
Vira menciut, ia kemudian menunduk, jantungnya berdegup kencang, badannya gemetaran, batinnya yang lelah seolah bersiap untuk hinaan apa pun yang akan ia terima sekarang, jari Vira bertaut, ia sama sekali tak berani menatap Mamanya Alex
Nyonya Maryam kemudian bangkit dan berjalan mendekati Vira, ia lalu beringsut duduk di depan Vira, tangannya yang hangat menarik dagu Vira lembut hingga Vira mendongak dan menatapnya takut
...“Kenapa sayang, apa kamu ga seneng ketemu sama Mama?” tanya Maryam...
Vira tertegun, ia bingung, ia tak tahu harus berkata apa, tidak mungkin Mamanya Alex sebaik itu padanya, Ibunya Alex pastinya arogan dan memandang Vira sebelah mata mengingat Alex bukan orang sembarangan,
Maryam menghela pelan nafasnya, ia kemudian meraih tangan Vira dan menggenggamnya
...“Jangan takut, Mama kesini cuma mau ngeliat kondisi kamu” tutur Mamanya Alex,...
__ADS_1
Hati Vira menghangat, ia memberanikan diri menatap Mamanya Alex
...“Terima kasih Nyonya” ucap Vira sopan, wajahnya yang pucat perlahan berseri...
...“Mama Vir, kenapa manggil Mama Nyonya?” tanya Maryam lagi, wajah Vira memerah, detak jantungnya kian cepat...
...“Saya tidak pantas Nyonya” ucap Vira lirih, Maryam menoleh pada Alex yang tengah menatap wanita itu sendu, Maryam sekarang tahu bagaimana perasaan Alex terhadap Vira, Maryam kemudian menoleh lagi pada Vira dan menatapnya lekat...
...“Mama harap kamu bisa membiasakan diri Vira, kamu kan calon istrinya Alex, masa kamu manggil Mama Tante sih?” ucap Maryam, ia mengelus bahu Vira yang ringkih, ia pun dapat merasakan badan Vira yang gemetaran ...
Vira terperangah, jantungnya berdebar kencang, apa ia ga salah dengar? Mama Alex menyebutnya sebagai calon istri Alex? Batin Vira
Maryam menghela nafas, ia seperti bisa membaca ketakutan Vira
...“Vir, dari dulu Mama selalu percaya dengan keputusan Alex, ia tak akan mengambil keputusan sembarangan, dan Alex akan menanggung apa pun konsekuensi keputusannya” tutur Maryam lagi...
...“Seperti keputusannya untuk menolak pinangan keluarga Sarah dan mengembalikan maharnya, itu yang bikin kalian berantem kan? Alex cerita semuanya” tandas Maryam, Vira jelas kaget, hatinya mencelos, ia malu pada Alex dan Mamanya karena tempo hari ia salah paham pada Alex...
...“Maaf” ucap Vira malu, wajahnya tertunduk...
...“Udah, ga usah minta maaf. Sekarang Mama potongin buah dulu ya, kamu harus makan banyak buah, biar cepat sehat, kalau udah sehat langsung nikah sama Alex, Mama udah pengen cepet - cepet ngemong cucu” tutur Maryam yang sukses membuat Vira makin malu, Maryam kemudian bangkit dan meraih keranjang buah di samping tempat tidur Vira...
...“Mama udah pengen punya cucu?” Seloroh Alex tiba - tiba, ia kemudian duduk persis di depan Vira, tangannya perlahan menggenggam erat tangan Vira...
...“Ya iya Lex, menantu Mama kan cantik, jadi cucu Mama juga bakalan lucu - lucu” sahut Maryam, matanya fokus memotong - motong apel ...
...“Mau berapa Ma?” tanya Alex lagi sambil melirik nakal pada Vira...
...“Ya yang banyak!” Tandas Maryam sekenanya...
...“Kapan Ma maunya?” goda Alex pada Mamanya...
...“Alex!!!” Sengit Maryam, Alex hampir saja ditimpuk buah oleh Maryam...
Vira tersenyum bahagia melihat Alex dan Mamanya, hatinya menghangat, namun jauh di lubuk hatinya yang terdalam ia takut kalau kebahagiaannya hanya untuk sementara seperti yang sudah - sudah
...“Mama harap persiapan pernikahan diurus secepatnya, besok Mama pulang dulu. Minggu depan Mama sama Baba datang untuk melamar kamu” tutur Maryam sambil menyuapi Vira apel...
Vira tersenyum bahagia, ia lalu menatap Alex yang tengah menatapnya lekat, senyum Alex mengembang
...“Alex akan menepati janjinya sama kamu Vir, dan Mama juga berharap kamu mau janji untuk jagain Alex dan ga ngecewain dia” tandas Maryam...
...“Vira janji Ma” ucap Vira dengan mantap, Alex mengeratkan genggamannya, sedang Maryam tersenyum bahagia dan kemudian menghambur merengkuh badan Vira hangat...
__ADS_1
Siang itu hati Vira yang beku kembali mencair, ia seperti baru saja terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan bangun dengan kejutan besar yang membuatnya bahagia.