Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Patah kembali


__ADS_3

Siang ini, seperti kemarin Vira kembali datang ke hotel untuk mengantarkan masakan buatannya pada Alex, pertengkarannya kemarin sore membuat Vira merasa bersalah karena seolah menyamakan Alex dengan Vicky. Meskipun tadi pagi ia dan Alex kembali bercumbu mesra, tapi tetap saja perasaan bersalah menggelayut di hati Vira, semoga permintaan maaf dan makanan yang ia bawa bisa membuat perasaan bersalahnya pada Alex akan hilang.


Sepanjang perjalanan menuju hotel Vira tersenyum mengingat semua kenangannya bersama Alex dari mulai pertemuan mereka hingga mereka menikah dan tak lama lagi akan menimbang seorang anak. Vira berharap pernikahannya dengan Alex akan berlangsung selamanya tanpa ada orang ketiga diantara mereka.


Sementara itu di hotel seperti hari kemarin, Sarah kembali menemui Alex di ruangannya, Alex tak terlalu mempedulikan Sarah dan fokus pada rasa mual yang menderanya, segala macam makanan dan minuman penghilang rasa mual telah masuk ke perutnya namun ia keluarkan kembali.


Hingga Alex tiba - tiba terduduk lemas di kursinya, wajahnya pucat, membuat Sarah, Francis, dan Umar panik. Francis dan Umar lantas membantu Alex untuk membaringkan dirinya di sofa, ia lemas tak berdaya setelah hampir setiap jam ia harus memuntahkan isi perutnya.


..."Minum ini dulu Lex, ini bisa ngilangin rasa mual kamu" tutur Sarah, sambil menyodorkan minuman kemasan pada Alex, Alex gegas meraihnya dan menenggaknya hingga tandas, Sarah tersenyum puas...


..."Francis tolong beliin minuman kayak gini lagi, ini bagus buat ngilangin rasa mualnya Alex, tempatnya ga jauh dari sini kok" Titah Sarah pada Francis...


..."Dan kamu Umar, ambil baju ganti untuk Alex, bajunya basah" ucap Sarah yang pura - pura panik melihat Alex terkapar tak berdaya. Francis dan Umar saling pandang tak ingin meninggalkan Sarah dan Alex hanya berduaan seperti pesan Alex...


..."Bisa tolong segera berangkat? Apa kalian ga bisa lihat gimana Alex sekarang?" sengit Sarah, kesal karena Francis dan Umar tak segera beranjak...


Alex hendak melarang Umar dan Francis untuk pergi, tapi entah kenapa pandangannya berkunang, matanya berat ingin terpejam, badannya lemas sulit digerakan, hingga ia hanya bisa terbaring lemas menahan kantuk yang tiba - tiba mendera


Francis dan Umar segera berlalu begitu melihat kondisi Alex yang memprihatinkan, membuat Sarah menerbitkan senyum liciknya


Sarah kemudian merogoh tasnya dan meraih ponselnya lantas mengetik pesan pada asistennya yang tengah menunggu di lobby


..."Istri Alex sudah datang?" isi pesan Sarah pada asistennya...

__ADS_1


..."Baru saja Nona, sekarang sedang menuju lift" balas asistennya...


Sarah segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya, lantas perlahan mendekati Alex, ia membelai wajah Alex yang tengah terpejam akibat obat tidur yang ia tambahkan di minuman kemasan yang Alex tenggak tadi, meskipun dosisnya sedikit tapi Sarah yakin obat itu bisa melancarkan rencananya. Sarah memandangi wajah Alex yang rupawan lalu membelainya, tak hanya disitu, ia menciumi kerah kemeja Alex dan meninggalkan noda lipstik disana, ia lalu melonggarkan dasi Alex dan membuka kancing atas kemejanya, tak lupa ia membuka kancing jas Alex dan membuatnya tampak berantakan


Derap sepatu terdengar seiring dengan pintu yang terbuka, Sarah segera membuka beberapa kancing dressnya hingga penutup dadanya terlihat mengintip, ia lalu naik ke atas sofa dan duduk mengangkangi Alex, tangan Alex ia tangkupkan di dadanya, ia kemudian mendesah - desah perlahan seolah mereka tengah bergumul.


..."Mas, kamu dimana? kok sepi banget?" pekik Vira dari luar, Alex yang sayup mendengar suara istrinya ditambah dengan beban yang terasa menghimpit di atas badannya memaksakan dirinya untuk terjaga meskipun matanya terasa sangat berat enggan untuk terbuka...


..."Mas, kamu di dalam kan? Aku suapin lagi ya, aku bawain....." Vira tercekat melihat pemandangan di depannya, Alex yang mengerjapkan matanya berkali - kali kini makin jelas melihat Vira berdiri terpaku dengan nafas yang terengah dan air mata yang jatuh, Alex kemudian memindai beban yang menindihnya hingga ia kaget luar biasa melihat Sarah diatasnya dengan dress yang nyaris terbuka dan meliuk - liuk di atas Alex, sementara kedua tangan Alex kini berada di dada Sarah, sekilas terlihat bahwa Alex tengah terpejam menikmati cumbuannya dengan Sarah. Alex mencoba mendorong Sarah dari pangkuannya sekuat tenaga, hingga Sarah nyaris terjungkal, Alex lalu menoleh kembali pada Vira yang tengah terisak...


..."Vira" ucap Alex lemah, ia hendak bangkit dan meraih Vira namun Vira telah berlari dari sana, meninggalkan Alex yang sekuat tenaga berusaha untuk bangun, sedang Sarah ia tersenyum penuh kemenangan sambil mengancing kembali dressnya....


Vira berlari, ia bahkan seolah lupa kalau ia tengah hamil muda, air matanya berderai, dadanya sakit luar biasa. Vira terus berlari tak peduli pada pandangan orang - orang yang memandangnya penasaran, bahkan ketika ia berpapasan dengan Francis ia sama sekali tak peduli ketika Francis berteriak - teriak memanggil namanya, ia hanya ingin berlari.


..."Umar, urus Tuan Alex, dan hubungi semua bodyguard Tuan Alex di lobby untuk segera mencari Nyonya Vira, aku akan urus Sarah, dia telah berupaya memisahkan Tuan Alex dan Nyonya Vira" ucap Francis dingin, rahangnya mengeras, giginya gemeretak, tangannya mengepal, tatapannya tajam melihat Sarah yang kini tengah gemetaran menatap takut pada Francis...


...****************...


Vira terus saja berlari, hingga ia keluar dari kawasan hotel, ia kemudian menaiki taxi yang kebetulan melintas di depannya, Vira menoleh ke belakang dari dalam taxinya dan melihat bodyguard Alex tengah berlari pontang panting dan kemudian celingukan yang Vira yakini mereka sedang mencari dirinya.


Vira menyandarkan dirinya di jok mobil, nafasnya terengah, tangannya gemetaran, air mata kembali mengalir di pipinya, perutnya terasa kram


..."Maafin Mama sayang, tadi Mama ngajak kamu lari - lari ya? Kuat ya nak" gumamnya pelan pada calon anaknya...

__ADS_1


Bayangan kejadian tadi kembali menghantui Vira, membuat hatinya makin sakit, bagaimana mungkin Alex tega mengkhianatinya bahkan pada saat pernikahan mereka baru seumur jagung.


..."Ini mau kemana Nona?" Tanya sopir taxi yang bingung hendak menyetir kemana, Vira tak jua memberi tahu tujuannya. Vira terdiam, bingung hendak kemana, ia tak ingin pulang ke rumah Alex yang telah sangat menyakitinya, ia pun tak ingin ke keraton, ke rumah Eyangnya dulu, ke rumah Yani, atau bahkan ke panti karena Alex pasti akan mencarinya kesana. ...


..."Bisa bawa saya ke daerah pantai Pak?" Tanya Vira, entah lah hanya itu tempat yang terlintas di kepalanya, paling tidak ia ingin menenangkan diri dulu disana sebelum ia memutuskan kemana ia akan pergi...


..."Nona, perjalanannya bisa sampai 5 jam dari sini, itu terlalu jauh" ucap sopir itu...


..."Saya akan bayar mahal Pak, tolong antar saya kesana, saya mohon" ucap Vira lirih sambil terisak...


..."Baik Nona, saya antarkan kesana" ucap sopir itu prihatin pada Vira yang tak henti - hentinya menangis ...


Tangis Vira tak berhenti jatuh sepanjang perjalanannya, dunianya seakan runtuh seketika, kali kedua ia dikhianati oleh pria yang mengaku mencintainya, entah siapa yang harus ia percaya sekarang, semua orang seolah bersiap untuk mengkhianatinya. Sulit dipercaya Alex tega melakukannya bahkan pada saat ia tengah berbadan dua, kisah yang sama terulang ketika ia masih menjadi istri Vicky dulu.


Ponsel Vira terus berdering entah untuk ke berapa ratus kalinya, tak ingin menambah pusing dirinya ia lantas meraih ponsel di tasnya dan mematikannya begitu saja. Vira memejamkan matanya yang tak berhenti mengeluarkan air mata, ia menghela nafasnya mencoba untuk menenangkan dirinya karena ia sadar kini ia tengah hamil, ia tak ingin gejolak hatinya sampai pada anak yang tengah di kandungnya


..."Mama harus gimana nak?' gumamnya lirih...


Perjalanan yang harusnya memakan waktu kurang lebih 5 jam ditempuh lebih lama karena Vira mampir ke beberapa tempat terlebih dahulu, ia mampir ke ATM dan menarik uang dalam jumlah besar dari beberapa kartu debitnya, ia memilih menggunakan uang cash agar tak terlacak oleh Alex, ia lalu mampir ke toko baju yang dilewati mobil taxinya, ia juga mampir ke minimarket membeli susu hamil dan beberapa kebutuhan selama ia dalam pelarian.


Hingga taxi yang ditumpangi Vira mengantarkannya ke sebuah tepi pantai yang sudah mulai sepi karena hari sudah beranjak gelap, suara deburan ombak membuat hati Vira sedikit merasa tenang, Vira berjalan gontai dengan menenteng belanjaannya dan duduk di bangku tepat di bibir pantai, laut itu kini berwarna hitam, gelap menyelimuti awan diatasnya. Vira menatap kosong apa pun yang ada di depannya, hatinya tak mengizinkan untuk melupakan apa yang ia lihat tadi siang, dadanya sangat sesak membuat ia beberapa kali menarik nafas.


..."Apa kita nyusul Kakek, Nenek, sama Kakak kamu aja ya nak? Mama capek" ucap Vira lirih, deburan ombak menyertai tangisan Vira yang merintih perih, sungguh ia sudah lelah, ia ingin pergi jauh. ...

__ADS_1


__ADS_2