Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Salim lagi, Salim lagi....


__ADS_3

Vira melangkahkan kakinya tergesa menuju tempat parkir di pelataran Keraton, ia lalu bergegas masuk ke mobil begitu sopir Romonya membukakan pintu untuknya


..."Pak Darto, yang cepat ya" ucap Vira pada sopirnya...


Bukannya tanpa alasan ia tergesa - gesa pagi ini, ia ingin segera berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya tanpa diketahui oleh Alex. Kemarin dia sudah janjian dengan dokter Lili, dokter kandungannya yang baru untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya tanpa memberi tahukannya pada Alex karena kemarahan pada suaminya itu belum juga reda. Sebenarnya Vira ingin mengajak Wening atau Permaisuri, namun entah akan ada acara apa sehingga pagi ini semuanya terlihat sibuk, Vira segan jika harus menjeda kesibukan mereka.


Tak berapa lama mobil yang ditumpangi Vira sampai di rumah sakit yang dituju, Vira bergegas turun dan masuk ke dalam rumah sakit.


Antrian dr. Lili tampak mengular, artinya ia masih harus menunggu beberapa lama sampai gilirannya tiba. Sebenarnya dr. Lili telah menawarkan untuk masuk tanpa antrian tapi Vira menolak, ia tidak ingin di spesialkan.


Vira mendudukkan dirinya di kursi tunggu, matanya awas memandangi Ibu - Ibu hamil yang kebanyakan didampingi oleh suami mereka, Vira tersenyum manakala melihat seorang suami tengah mengelus perut istrinya yang sudah membuncit.


..."Alex dimana nyampe kamu harus datang sendirian Vir?" tanya Salim yang tiba - tiba sudah berada di samping Vira...


Vira menoleh, ia terkesiap melihat Salim yang duduk di sebelahnya


..."dokter, dokter ngapain disini?" tanya Vira kaget...


Salim tersenyum hangat pada Vira, matanya yang selalu teduh kini nampak bercahaya melihat wanita dambaannya di depannya


..."Saya praktek disini sekarang" sahut Salim, wajahnya terlihat sumringah...


Vira gelagapan, ingin pergi dari situ tapi kursi tunggu telah dipenuhi pasien lain


Salim kemudian memindai Vira, perhatiannya tertuju pada perut Vira


..."Kamu hamil kan Vir? dr. Lili itu sahabat saya, dia yang cerita sama saya kalo kamu lagi hamil" ucap Salim...


Vira hanya mengangguk


..."Alex kemana Vir, kenapa dia ga nganterin kamu?" tanya Salim sinis...


Vira menyunggingkan senyum dengan terpaksa, ia pusing menjawab pertanyaan Salim

__ADS_1


..."Alex sibuk, saya ga mau ganggu kesibukannya dok" jawab Vira asal...


Salim tersenyum sinis


..."Apa dia masih kurang kaya nyampe masih harus sibuk dan membiarkan istrinya kontrol kandungan sendiri?" sinis Salim...


Vira meringis, pusing mau menjawab apa


Salim membenarkan posisi duduknya, ia lalu menatap lekat Vira di sampingnya


..."Udah saya bilang kan Vir, Alex cuma akan membuat kamu sakit hati, kamu ga mau dengerin saya sih, lagi - lagi kamu kemakan sama cinta buta kamu" tutur Salim, senyum puas terbit di wajahnya yang tampan...


Vira menoleh pada Salim lantas menerbitkan senyumnya


..."dokter ga tau apa - apa soal saya sama Alex, kami bahagia dengan pernikahan kami, tolong jangan berasumsi macem - macem hanya gara - gara suami saya ga nganter saya kesini hari ini" tutur Vira...


..."Bahagia? Kebahagiaan macam apa yang kamu omongin Vira, apa kamu pikir saya ga tau gimana perasaan kamu saat ngeliat Bapak itu mengelus perut istrinya tadi?" sinis Salim lagi...


Vira berdecih


..."Salahnya itu karena kamu ga mendapat perlakuan yang sama dari Alex, Vir!" cetus Salim...


Vira terdiam, ia hanya bisa mendengus kesal pada Salim


..."Benar kan Vir?" tanya Salim penuh penekanan...


..."Apa sulitnya buat Alex untuk menyempatkan waktu supaya bisa nganterin istrinya periksa kandungan? Miris rasanya ngeliat istri seorang triliuner duduk sendirian sambil ngeliatin istri orang lain yang dianter suaminya" sinis Salim lagi...


Vira tak menanggapi toh memang salahnya juga yang tak memberi tahu Alex jadwal kontrol kandungannya, Vira kemudian sibuk menoleh ke kiri dan ke kanan mencari kursi tunggu yang kosong, ia merasa jengah berdekatan dengan pria itu


..."Kamu membiarkan cinta semu membutakan hati kamu Vir, dan akhirnya kamu terluka. Vicky dan Alex itu sama aja Vir, bukannya saya udah pernah ngasih tau soal itu sama kamu?" tohok Salim...


Vira menghela nafasnya

__ADS_1


..."Maaf dok, asal dokter tau Alex ga seperti apa yang dokter pikirkan apalagi seperti Vicky, Alex itu laki - laki terbaik yang pernah saya temui" tandas Vira, masa bodoh jika laki - laki itu terluka karena ucapannya, namun jangankan terluka Salim malah terkekeh geli mendengar ucapan Vira...


..."Vira... Vira, kalo kalian emang baik - baik aja lantas kenapa Alex ga ada disini sekarang, ada masalah apa antara kalian nyampe dia ga dampingin kamu kontrol kandungan anak pertamanya sendiri?" tanya Salim lagi...


Vira sudah benar - benar kesal


..."dok, suami istri itu ga harus bareng - bareng terus, kadang - kadang mereka punya urusan masing - masing, entar kalo dokter nikah dokter bakalan tau deh!" tandas Vira jengah...


..."Kalo kita nikah, saya ga akan pernah membiarkan kamu kemana - mana sendiri Vir, apalagi pas mau kontrol kandungan anak kita, saya akan dampingin kamu, saya akan memastikan kamu dan anak kita dapat penanganan terbaik, saya ga akan membiarkan kamu sendiri kayak gini" ucap Salim, matanya menatap Vira dengan tajam...


..."Kamu bilang tadi Alex laki - laki terbaik buat kamu, Vir? Enggak Vir, saya laki - laki terbaik buat kamu, saya yang paling mengharapkan kamu hadir dalam hidup saya, saya yang berdo'a tiap hari siang dan malam agar kamu bahagia, saya juga ga pernah putus berdo'a agar kamu jadi milik saya, Vir" ucap Salim lirih, matanya berkaca - kaca...


Vira membisu, tak sanggup berkata apa - apa


..."Apa kamu belum sadar juga Vir? Alex bukan laki - laki terbaik buat kamu, hari ini jadi contoh betapa dia gak peduli sama kamu Vir, bahkan untuk mendampingi kamu kontrol kandungan aja dia ga bisa" tandas Salim pada Vira yang masih membisu...


..."Siapa yang bilang gue ga bisa nganterin istri gue sendiri buat kontrol kandungan anak kami Lim?" tanya Alex yang tiba - tiba sudah ada di belakang Vira dan Salim...


Vira tersentak kaget meskipun di sisi lain ia lega karena Alex datang, Vira segera bangkit dari duduknya dan menghambur pada Alex, Alex tak menyia - nyiakan kesempatan yang memang dinantikannya, ia merangkul Vira mesra


Salim bangkit berdiri, tatapannya tajam pada Alex. Bukan hanya Salim sebenarnya yang menatap Alex, semua orang yang berada disitu mencuri pandang sosok tampan dengan setelan jas mahal dan didampingi beberapa bodyguard itu, belum lagi Vira yang tengah ia gandeng, dari awal kedatangannya tadi Vira sudah mencuri banyak perhatian.


..."Vir, maaf aku telat ya sayang" tutur Alex pada Vira, Vira tersenyum saja, untuk sementara ia akan berpura - pura baik - baik saja bersama Alex di depan Salim...


..."Lo sesibuk itu nyampe telat nganterin Vira kesini?" sinis Salim pada Alex...


Alex membisu, tak ingin menanggapi Salim. Apa mau dikata, Vira memang tak memberi tahu soal jadwal kontrol kandungannya, beruntung Pak Darto menghubungi dan memberi tahunya tadi.


..."mudah - mudahan lo ga kayak Vicky ya yang nelantarin Vira terus akhirnya nyesel" ucap Salim lagi...


..."Asal lo tau kalo lo nelantarin Vira atau nyakitin Vira gue orang pertama yang akan ngambil Vira dari lo" tutur Salim sambil berlalu dari situ. Alex masih hening, hanya tangannya saja yang mengepal, rahangnya mengeras menahan kemarahan pada Salim....


Benar kata Mamanya, jika Vira tak memaafkannya banyak laki - laki yang pasti dengan senang hati menggeser posisinya, tidak ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Lain lagi di kepala Vira ia merasa omongan Salim ada benarnya, apa bedanya Vicky dengan Alex, dulu saat diperingatkan soal Utari reaksi Vicky sama persis dengan reaksi Alex, keduanya sama - sama tak mau mendengarkan omongan Vira.

__ADS_1


Seorang perawat yang memanggil nama Vira membuyarkan lamunan keduanya, Vira hendak mengurai rangkulan Alex namun Alex malah mempereratnya, Vira mau tak mau mengikuti keinginan Alex. Pasangan suami istri itu kemudian masuk ke ruangan dr. Lili. Di dalam ruangan pemeriksaan Alex lah yang banyak bertanya soal kandungan Vira, ia sangat antusias ketika melihat calon anaknya di layar mesin USG, senyumnya mengembang, matanya berbinar. Vira terenyuh melihat reaksi Alex namun lagi - lagi bayang - bayang Sarah membuatnya urung memaafkan Alex.


__ADS_2