Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kehancuran Vira 2


__ADS_3

...Para pelayan yang ternyata masih ada di area dapur terkejut mendengar suara - suara teriakan, Leni dan Siti serta Sumirah yang saat itu tengah mengecek kebutuhan dapur segera berlari menuju asal suara, mereka terkejut bukan main melihat pemandangan di depan mata mereka, Nyonya muda Vira tengah menjambak rambut Nona Utari, sementara Tuan muda Vicky yang bertelanjang dada mencoba untuk melepaskan tangan Nyonya Vira pada Nona Utari, mereka tidak berani mendekat.. hanya mampu melihat dari balik tembok ruang makan di seberang ruangan baca tempat drama itu terjadi...


...Kini mereka mampu mendengar dan menyadari apa yang terjadi, mereka kemudian beristigfar dan mengelus dada saat mengetahui bahwa Tuan muda Vicky telah mengkhianati istrinya sendiri...


...Leni yang menyadari bahwa majikan kesayangannya itu tengah hancur, segera mundur ke arah dapur.. dengan tergesa ia menelepon paviliun dari telepon di dapur, ia menghubungi Bi Welas dan memintanya agar segera datang kesana...


...Tidak berapa lama kemudian, Bi Welas tergopoh masuk ke dalam dapur lewat pintu bagian belakang dapur, ...


...“Ada apa Len?” Tanya Bi Welas sambil mengernyitkan keningnya, matanya merah menandakan bahwa tadi ia sudah tertidur...


...“Sssttt, jangan berisik.. sini ikut aja Bi” ujar Leni dengan menempelkan jari telunjuknya di bibiri sambil berbisik...


...Bi Welas mengikuti Leni yang menarik tangannya, menuju ruang makan. Disana sudah ada Sumirah dan Siti yang tengah mengintip di balik tembok, Bi Welas yang penasaran segera bergabung...


Dan betapa kagetnya dia ketika mendengar sendiri dari Nyonya Gendis bahwa Tuan muda Vicky telah menikahi Nona Utari, ia tak kalah kaget melihat Vira yang terduduk di lantai sambil menangis sesenggukan, Vira terlihat sangat mengenaskan


...“Ya Allah Gusti” lirih Bi Welas sambil berurai air mata, tak terbayang betapa hancurnya Vira sekarang...


Sementara itu, di depan ruang baca tadi.. Utari tiba - tiba memegang perutnya, ia merintih


...“Mas, sakit” ujarnya pada Vicky yang seketika kaget ...


...“Kamu kenapa sayang?” Tanya Vicky cemas...


...“Utari kamu kenapa nduk?” Sambung Gendis sambil segera merengkuh Utari ...


...“Perutku sakit Mas, kayaknya gara - gara dijambak tadi.. aduh Mas sakit banget” lirih Utari pada Vicky ...


...“Sabar sayang, Mama segera panggilkan dokter ya!” Ujar Gendis pada Utari sambil merangkulnya dan membimbing Utari untuk berjalan menjauh dari sana...


...“Awas kalau terjadi apa - apa sama kandungan Utari , dasar perempuan sundal!” Ucap Gendis sambil menoleh ke arah Vira yang duduk tak berdaya...


Vira yang mendengar itu kaget luar biasa, Utari hamil? Apa anak Mas Vicky? Tapi mana mungkin, apa mereka telah lama menikah? Batin Vira. Ia kemudian menangis lirih sambil memukul - mukul dadanya yang teramat sakit


Vicky yang tengah gelap mata karena khawatir akan kandungan istrinya mendekati Vira, ia kemudian memegang kasar wajar Vira melihat Vira dengan tatapan bencinya

__ADS_1


“Puas kamu hah? Puas kamu udah menyakiti Ibu dari anakku?” Ujar Vicky dengan rahangnya yang mengeras


...“Ibu dari anakmu? Sejak kapan kalian menikah hah? Atau sejak dulu kamu sudah meniduri dia?” Tanya Vira dengan lantang...


“Iya sejak dulu kami memadu kasih, jauh sebelum kami menikah kemarin di New York!” Jawab Vicky nyalang sambil menghempas wajah Vira kasar


Vira tertawa terbahak meskipun air matanya tak kunjung berhenti mengalir


“Kalian menjijikan!” Ujarnya pada Vicky yang masih berdiri di depannya dengan kedua tangan yang mengepal


“Kamu tidak berhak bicara begitu padaku atau pada Utari, dia mengandung anakku. Aku bersyukur karena bukan kamu perempuan rendah yang mengandung anakku” ucap Vicky dengan senyumnya yang menyerupai iblis


Vira seketika memegang perutnya, seolah ingin menutup kuping janinnya agar tidak mendengar perkataan jahat sang Ayah.


“Aku ga mau dimadu Mas, dan kamu menikah tanpa izinku.. pernikahan kalian tidak sah!” Jerit Vira


“Kamu pikir perempuan tanpa asal usul seperti kamu punya hak untuk mengizinkan aku nikah lagi hah? Kamu lupa siapa aku? Aku keluarga terhormat sudah biasa bagi laki - laki di keluargaku untuk menikahi lebih dari satu orang perempuan” ucap Vicky sambil membungkukan badannya dan menatap nyalang Vira


Vira tidak bergeming, hancur sudah dunianya, ia tidak ingin berkata apa - apalagi pada iblis seperti Vicky.


Vira hanya terduduk saja disitu, pandangannya kosong, air matanya kering sudah, amplop yang ia genggam sudah ia remas tak berbentuk


...“Dengar Vira, setiap kali aku membawamu bertemu relasiku aku selalu malu ketika akhirnya mereka bertanya kamu anak siapa atau kamu lulusan universitas mana? Aku sempat mengacuhkan itu, tapi lama - lama aku muak!” ...


...“Beda rasanya ketika aku mengajak Utari, dia lebih berkelas, jauh berpendidikan, dan kamu tau.. dia sangat menggairahkan” ucap Vicky pada istrinya yang kini kembali menangis lirih...


Bi Welas, Leni, Siti, dan Sumirah yang setia melihat kejadian itu dibalik tembok menangis sedih, dada mereka sesak ikut merasakan apa yang Vira rasakan sekarang, Bi Welas mengepalkan tangannya ia begitu membenci Vicky sekarang, anak majikan yang sudah ia asuh dari bayi dulu menjelma menjadi laki - laki tak berperasaan


...“Aku ga pernah memintamu untuk menikahiku Mas, aku juga ga pernah memintamu untuk membawaku ke rumah terkutuk ini, kamu yang mengemis - ngemis cintaku, kamu yang memaksa aku untuk menikah dan membawaku ke rumah terkutuk ini! Vira angkat bicara, sudah cukup luka yang Vicky torehkan untuknya...


...“Rumah terkutuk katamu? Dasar tidak tahu terima kasih!!” Vicky menjambak rambut Vira kasar sehingga perempuan malang itu hampir terjungkal ke belakang...


Bi Welas yang melihat itu geram, ia hendak melangkah untuk menolong Vira namun ditahan oleh Sumirah dan Siti


“Bi, jangan.. jangan sekarang nanti kita cari jalan untuk nolongin Nyonya Vira” ujar Sumirah sambil berbisik

__ADS_1


“Aku ga kuat liatnya Rah, aku ga tega” ucap Bi Welas dengan air mata yang berjatuhan


Mereka berempat merasa sesak, ingin membantu tapi tak mampu karena mereka takut akan konsekuensi yang akan mereka terima nanti


Vira kini menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang teramat di kulit kepalanya, ia sekuat tenaga melepaskan tangan Vicky yang menjambak kuat rambutnya, Vicky yang sadar akan itu kemudian melepas tangannya dan menoyor kasar kepala Vira hingga Vira jatuh dengan setengah terbaring.


Vira hancur sehancur - hancurnya, kejutan yang ingin Vira sampaikan tentang kehamilannya ia kubur dalam - dalam sudah, ia tak ingin siapa pun di keluarga itu tahu mengenai kehamilannya, ia bertekad membesarkan anaknya sendiri.


“Ceraikan aku Mas!” Kata - kata tabu itu lolos dari bibir Vira


Vicky yang mendengar itu tertawa terbahak


“Dengar ya, sampai kapan pun aku ga akan pernah menceraikan kamu, aku tidak akan membuat Mami tambah malu, tidak ada kata cerai dalam sejarah keluarga besar kami, jadi kamu terima apa pun nasib kamu sekarang, kamu akan aku jadikan gundik.. dan Utari yang akan jadi Nyonya muda di rumah ini!” Jawab Vicky dengan senyum jahatnya


“Kalian sama - sama iblis” ujar Vira tenang


“Apa kamu bilang hah?” Bentak Vicky yang kemudian menarik tangan Vira kasar membuat tubuh Vira yang ringkih terbangun, Vicky terus menarik tangan Vira menaiki anak tangga menuju kamar mereka, Vira yang kesakitan mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Vicky


“Lepas Mas, sakit!” Lirihnya


“Mas tolong lepasin Mas” Vira memelas


Vicky tak berhenti, ia terus menarik Vira menaiki anak tangga satu per satu membuat Vira berkali kali jatuh, Vira khawatir luar biasa akan kandungannya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri berharap akan ada yang membantunya


Netra Vira sekilas melihat Mami Diah yang mengintip melalui pintu kamarnya yang sedikit terbuka, pandangan Vira memelas pada Mami Diah, meminta pertolongannya agar dilepaskan dari amukan suaminya, namun Diah menutup pintu kamarnya seolah tidak terjadi apa - apa.


Vira merasakan ngilu dalam hatinya, tidak ada satu orang pun yang membelanya sekarang, ia sendiri.


Sesampai di depan kamar mereka, Vicky membuka pintu dengan kasar, ia kemudian menarik badan Vira dan menjatuhkannya begitu saja di lantai, membuat Vira terpekik, lututnya mengalirkan darah akibat terbentur lantai yang cukup keras, Vira tak peduli ia hanya memikirkan kandungannya, tangannya memegang perutnya kuat, mencoba melindungi mahluk kecil di dalam sana.


Vicky kemudian berjalan ke arah pintu keluar, ia lalu mencabut kunci yang menempel di lubang kunci daun pintu kamar itu, berjalan keluar kemudian menutup pintu itu dari luar dengan kasar dan menguncinya


Vira yang sadar akan hal itu segera bangkit dan berlari ke arah pintu, ia mencoba untuk memutar kenop pintu berharap apa yang ia takutkan tidak terjadi. Tapi pintu itu telah terkunci, Vira menggedor pintu itu sekuat tenaga dengan tangan mungilnya


“Mas keluarkan aku Mas, aku ga mau ada disini!” Teriaknya pada Vicky yang entah sudah dimana

__ADS_1


“Mas tolong Mas… hiks” Vira luruh ke lantai, ia kemudian duduk, punggungnya ia sandarkan di pintu kamarnya, tangisnya kemudian terdengar lirih.. pandangannya berkunang, gelap menyelimuti penglihatannya, ia pun kemudian tak sadarkan diri.


__ADS_2