Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
4 sahabat dan 1 cinta


__ADS_3

Pagi ini Bram mengemudikan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi, kabar bahagia yang ia tunggu - tunggu datang tanpa disengaja, membuat ia girang luar biasa


Bram mengemudi dengan kecepatan penuh menuju tempat Salim praktek di salah satu rumah sakit swasta terbesar


Sesampainya di rumah sakit tersebut, Bram berlari menuju ruangan Salim yang kini tengah dipenuhi pasien yang mengantri


Bram menerobos masuk tanpa menghiraukan panggilan perawat yang melarangnya masuk


“Lim, ketemu Lim” ujarnya pada Salim yang terkejut begitu pulan pasiennya yang tengah melakukan USG, suami pasien sampai sibuk menutup perut istrinya yang terbuka


“Ibu, Bapak ga apa - apa, itu temen saya, dokter juga” ujar Salim menenangkan pasiennya


“Eh maaf, Ibu, Bapak. Saya ada perlu sama dr. Salim” ujar Bram sambil menarik paksa tangan Salim menuju keluar ruangan prakteknya


Pasien yang sudah mengular menanti Salim cemas melihat dokter tampan itu diseret keluar ruangannya


...“Ibu Ibu, Bapak Bapak.. tidak apa -apa itu temannya dokter Salim, namanya dokter Bram pemilik rumah sakit ini” ujar perawat menenangkan pasiennya yang riuh...


...“Ooohhhh” ujar para pasien kompak yang kemudian mereka berbisik - bisik satu sama lain, ada yang tersipu malu melihat kedua dokter tampan itu yang tak ayal membuat suami disampingnya ngomel - ngomel...


Bram terus saja menyeret tangannya Salim yang terlihat malas hingga mereka masuk ke dalam ruang rapat dokter


Salim menarik salah satu kursi disana kemudian duduk dan lalu memperhatikan Bram dengan malas


“Lim lo ga bakalan percaya sama apa yang gue barusan liat Lim!” Ujar Bram dengan senyumannya yang lebar


“Heeeeeeemmmm” jawab Salim yang kini sibuk membolak balikan tangannya memindai kukunya sendiri


“Lim, gue bener - bener ga percaya ama yang gue liat tadi” lanjut Bram


“Heeeeemmmm, mana ceweknya?” Sahut Salim asal, ia hapal betul kebiasaan Bram yang kegirangan kalau melihat cewek cantik


“Lo tau Manika kan? Sepupu gue yang make up artist? Itu loh yang rajin banget jodoh - jodohin gue sama modelnya?” Cerocos Bram


“Iya, make up artistnya pejabat sama konglomerat itu kan?” Tanya Salim


“Iya itu, jadi tadi si Manika nelepon gue.. dia bilang mau jodohin gue sama calon modelnya dia”


“Heeemmm” sahut Salim benar - benar tak tertarik


“Si Manika bilang nih cewek cantik dan sexy abis, terus orangnya baik banget ga sok cantik” cerocos Bram sambil duduk kemudian berdiri dan duduk lagi


tangannya sibuk mengusap kasar mukanya dengan senyum lebar di wajahnya


“Terus lo tau ga foto siapa yang dia kirim?”


“Foto siapa emang?” Tanya Salim asal ia sudah mulai terkantuk


“Vira Lim, Vira!” Pekik Bram girang sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Salim


Salim seketika itu juga bangkit dari tempat duduknya, ia merebut ponsel Bram dari tangannya dan memperhatikan foto itu dengan seksama


Kini Salim yakin itu adalah Vira, ia tak akan bisa melupakan wajah itu, wajah yang membuat hari harinya kelabu semenjak kepergian Vira


“Dia dimana sekarang Bram?” Tanya Salim dengan mata berkaca


...“Gue tau tempatnya, lumayan jauh” tukas Bram...


...“Ga apa - apa kita berangkat sekarang” tutur Salim penuh semangat ...


...“Gue yang nyetir” ujar Bram...


...“Gue ngurus pasien gue dulu habis itu kita berangkat, awas lo kalo berangkat duluan” tutur Salim penuh ancaman...


...“Iya iya, tenang kita udah sepakat mau saingan secara sehat, dan kita bakalan dukung siapa pun yang dapetin Vira” ujar Bram ...

__ADS_1


Bram dan Salim kemudian berpelukan sambil saling menepuk punggung


“Kita sama - sama saling do’ain Lim, dan kita harus janji siapa pun yang dapetin dia ga akan bikin dia nangis lagi” tutur Bram


“Deal” sahut Salim


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore ini langit hitam legam, mendung menggelayut. 3 hari sudah Vira tidak ke kantor, ia pun tidak mengaktifkan ponselnya, toh acara grand opening telah rampung dengan sukses, Alex pun tak akan mencarinya sama seperti beberapa hari belakangan, lagi pula ada Francis dan Umar yang setia mendampinginya, ditambah ada Sarah untuk memuaskan hasratnya.. batin Vira


3 hari ini Vira menghabiskan waktu bersama keluarganya, memasak bersama, berkebun bersama, atau nonton bersama. Luka Vira sedikit mereda, ia begitu menikmati hari - harinya di rumah, meskipun esok hari ia harus berkutat dengan pekerjaannya lagi


Hujan mulai turun menjelang malam, meski tak terlalu deras tetapi cukup membuat udara semakin dingin, Vira tengah membaca buku di ruang tamu saat pintu depan rumahnya diketuk


“Sebentar” ujar Vira sambil bangkit dari tempat duduknya untuk membuka pintu, Vira terlihat seperti boneka hidup malam ini, ia memakai dress terusan warna hitam kesukaannya dengan rambut yang dikuncir kuda


Vira membuka pelan pintunya, menyiapkan senyum terbaiknya kepada siapa pun yang datang ke rumahnya


Ketika Vira membuka lebar pintu rumahnya dengan senyum yang ramah, ia sangat terkejut melihat Alex berdiri disana


“Tu - Tuan” Vira terbata kaget


Alex menghambur memeluk Vira erat


“Vir” ujar Alex


“I - iya” jawab Vira gugup


“Jangan acuhkan saya” ucap Alex


Vira perlahan membalas pelukan Alex, membenamkan wajahnya di dada bidang Alex yang begitu ia rindukan


“Tuan” ucap Vira


“Ya” sahut Alex


“Tidak akan, saya sudah janji maka saya akan tepati” ucap Alex


“Termasuk pada Nona Sarah? Tanya Vira


“Kamu cemburu?” Tanya Alex


“Ya” jawab Vira jujur, ia makin menyamankan pelukannya dengan Alex, begitu pun Alex, mereka saling melepas kerinduannya


Prang…


Suara nampan yang jatuh membuat Alex mengurai pelukannya pada Vira dan menoleh ke arah suara


Bi Welas begitu kaget melihat adegan di depannya, yang kemudian ia memicingkan matanya seolah menyidik sosok Alex yang Bi Welas rasa pernah melihatnya


...“Bi Welas?” Tanya Alex ragu...


...“La dalah Tuan Alex!” Pekik Bi Welas...


Bi Welas menghambur ke arah Alex, memindai Alex dari atas ke bawah


...“Ini Tuan Alex Danuarja kan?” Tanya Bi Welas ragu...


...“Iya Bi, Bi Welas apa kabar?” Tanya Alex sopan ...


“Baik Tuan, mari masuk Tuan mari” ucap Bi Welas girang kemudian menggiring Alex masuk ke dalam, Alex kemudian masuk lantas meraih tangan Vira, menggenggamnya dan menariknya pelan untuk mengikutinya, Vira patuh


Francis dan Umar ikut masuk mendampingi atasannya


Alex kemudian duduk di ruang makan

__ADS_1


Sementara Francis dan Umar duduk di ruang tamu


Alex memindai rumah Vira, ia tidak pernah masuk ke rumah sekecil itu sebelumnya, tapi rumah Vira terasa begitu asri dan nyaman


Vira kemudian duduk di samping Alex


“Tuan” panggil Vira


“Ya” sahut Alex sambil menoleh


“Tuan ada apa kesini” tanya Vira dengan wajah polosnya yang tampak bingung


“Saya kangen” tutur Alex sambil menarik wajah Vira dan mengecup bibir wanita itu


Mbok Asih dan Tuti yang tengah mengintip di balik pintu dapur terhenyak dibuatnya, mereka lantas spontan menutup mata mereka dengan tangannya masing - masing, sementara Bi Welas tengah sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk tamu istimewanya


Wajah Vira memerah, mendapat ciuman Alex yang tiba - tiba


...“Tuan” panggil Vira lagi...


...“Ya” sahut Alex...


Alex kembali menarik wajah Vira dan memagut bibir wanita itu pelan


Vira semakin salah tingkah dibuatnya


Alex baru berhenti menggoda Vira setelah Bi Welas masuk, diiringi Mbok Asih dan Tuti


Tuti terperanjat melihat sosok Alex, ia ingat betul sosok yang pernah ia lihat di majalah bisnis itu, Alex kerap dijadikan teladan oleh gurunya di sekolah sebagai salah satu CEO termuda yang sukses di dunia, Alex lebih tampan dibanding fotonya di majalah, Alex bagai pahatan sempurna dari sang pencipta, badannya menjulang tinggi dan atletis, kulitnya putih, hidungnya mancung, alisnya tebal terukir sempurna, bibirnya merah, bulu - bulu halus tumbuh di wajahnya yang putih bersih


Bi Welas kemudian ikut duduk di meja makan, bergabung bersama Alex dan Vira


Sementara Mbok Asih dan Tuti hanya berdiri bengong memandang sosok Alex yang sempurna


...“Neng Vira, Tuan Alex ini temannya Tuan Vicky, Tuan Bram, dan Tuan Salim waktu masih kecil dulu”...


...“Babanya Tuan Alex suka berkunjung ke rumah Tuan Vicky kalau sedang liburan di Indonesia, Mamanya Tuan Alex juga” tutur Bi Welas ...


...“Kamu kenal Vicky, Bram dan Salim?” Tanya Alex pada Vira ...


...“Iya, Mas Vicky adalah mantan suami saya” ucap Vira tenang...


Alex terdiam, ia kemudian meraih cangkir teh yang disajikan oleh Bi Welas, ia lalu menyesapnya pelan, meletakannya cangkir itu lagi, kemudian memandang lurus ke depan dengan pandangan dingin


Bi Welas yang merasa jadi pengganggu buat sejoli itu kemudian memberikan kode kepada Mbok Asih dan Tuti untuk pergi dari sana


Mbok Asih dan Tuti kemudian beranjak ke dapur untuk membuat minuman untuk Francis dan Umar serta para bodyguard Alex di luar, setelah selesai mereka lalu tergopoh menemui Francis dan Umar yang sudah berada diluar bersama Bi Welas


Kini hanya tinggal Vira dan Alex yang berada di dalam rumah, angin berhembus pelan melalui jendela besar yang terbuka lebar di ruang makan itu


Alex masih menatap ke depan dengan tatapannya yang dingin, Vira hening tak bersuara ia kini hanya bisa pasrah terhadap apa pun sikap Alex padanya setelah mengetahui bahwa Vira adalah mantan istri sahabat karibnya


Hujan mulai turun lagi, angin berhembus kencang membuat pintu jendela ruang makan itu terbuka dan tertutup, Vira beranjak menutup jendela itu.


Ketika Vira menoleh Alex sudah berjalan mendekatinya, Alex kemudian menatap lekat Vira, membelai rambut Vira lembut, kemudian menyusuri wajah Vira dengan jemarinya, ia lalu menarik wajah Vira pelan dan mendaratkan ciuman disana, ********** lembut, lalu kemudian memagutnya liar.


Vira membalas ******* Alex, menautkan tangannya di tengkuk Alex, Vira ingin melepas kerinduannya yang teramat pada laki - laki ini.


Suara decapan terdengar lama di ruangan itu


...“Saya pulang dulu, sampai jumpa di kantor besok” ucap Alex kemudian mengecup kening Vira lembut...


Alex kemudian berlalu meninggalkan Vira dengan perasaan hampanya


...“Semakin tak mungkin” gumam Vira pada dirinya sendiri...

__ADS_1


__ADS_2