
Setelah acara sarapan pagi, Alex lebih memilih untuk berangkat ke hotelnya, perang dingin yang terjadi antara ia dan Vira membuat Vira tak menyiapkan apa pun keperluannya seperti biasa, Alex yang sudah mulai terbiasa dengan pelayanan Vira jelas merasa kehilangan, membuat ia tak semangat menggeluti pekerjaannya hari ini. Di tempat kerja Alex lebih banyak uring - uringan, hari ini semua karyawan salah di matanya
Tak pelak Francis dan Umar yang setia menemaninya menjadi sasaran utama kemarahan Alex
..."Francis, sudah berapa taun kamu menjadi asisten saya? apa menyiapkan laporan tentang keuangan perusahaan Vicky saja kamu ga bisa?!" hardik Alex pada Francis sambil melempar dokumen di tangannya ke lantai...
..."Maaf Tuan" ucap Francis sambil menundukkan kepalanya...
Alex melonggarkan dasinya yang terasa kian mencekik lehernya, entah sejak kapan ia tidak bisa memakai dasi, pagi ini ia sampai menghabiskan waktu hampir setengah jam hanya untuk memasang dasinya yang tak kunjung rapi, sebelumnya Vira lah yang akan memakaikan dasinya dengan telaten, wanita itu benar - benar membuatnya ketergantungan hingga tanpa Vira rasanya ia tak bisa melakukan apa pun.
Alex menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, matanya memejam, pikirannya dipenuhi dengan Vira. Seandainya Vira memberikan syarat agar Alex bisa dimaafkan sudah tentu syarat dari Vira akan ia penuhi apa pun itu, tapi jangankan memberikan Alex syarat, Vira bahkan enggan menggubrisnya.
..."Lex" panggil Maryam lembut, membuat Alex membuka kedua matanya dan terkesiap melihat Mamanya yang entah kapan datangnya...
..."Mama kok disini?" tanya Alex pada Mamanya, Maryam mendudukkan diri di kursi depan Alex...
..."Mama pengen ngomong sama kamu" jawab Maryam, Alex mengerutkan keningnya, ia lantas memberikan isyarat pada Francis dan Umar untuk keluar dari ruangannya....
..."Ada apa Ma?" tanya Alex lesu, ia tak punya tenaga atau minat untuk membicarakan tentang apa pun sekarang...
..."Vira masih marah ya sama kamu?" tanya Mamanya...
Alex mengangguk lesu
..."kamu tau kan kenapa dia marah sama kamu Lex?" tanya Maryam...
..."Iya Ma, aku tau, aku paham kalo aku salah, tapi sampai kapan Vira harus bersikap sedingin itu sama aku Ma?" protes Alex...
Maryam menghela nafasnya
..."Sampai kamu bisa meyakinkan dia kalo kamu layak dimaafin Lex!" sahut Maryam...
..."terus apa yang harus aku lakukan supaya Vira maafin aku Ma? akan lebih mudah kalo dia minta sesuatu Ma, dia bisa minta jet pribadi, hotel yang aku miliki, atau berlian langka sekalipun, aku bisa penuhin Ma! tapi jangankan minta sesuatu, untuk dekat sama aku aja dia udah ga mau Ma" tutur Alex frustasi...
Maryam menerbitkan senyum di wajahnya
..."ini yang kamu ga tau soal Vira, dia bukan wanita yang mengukur semuanya dari materi Lex" ucap Maryam...
Alex memijit - mijit pelipisnya
..."Kamu harus sadar Lex, apa yang kamu lakukan kemarin terhadap Vira itu adalah kesalahan besar, jujur tadinya malah Mama pikir Vira ga akan kembali lagi Lex" tutur Maryam lirih...
Alex menatap lekat Ibunya
..."Maksud Mama? Dia mau ninggalin aku selamanya gitu Ma?" tanya Alex sendu...
..."Kamu pikir kenapa dia bisa sampai nekad mau jadi imigran gelap ke Malaysia kemarin Lex?" tanya Maryam...
Alex membisu
..."Lex, Vira itu wanita yang penuh luka, Mama udah pernah peringatin kamu sebelum kamu memutuskan untuk menikahi Vira, Vira butuh diyakinkan bahwa kamu berbeda dengan mantan suaminya, kejadian kemarin jelas membuat dia berpikir kalo kamu sama aja dengan Vicky" tutur Maryam...
Alex termenung, omongan Ibunya membuatnya semakin menyesali perbuatannya tehadap Vira, Maryam memandang prihatin wajah anaknya.
..."Mama cuma ngingetin Nak, jangan sampai kamu menyesal, Mama khawatir Vira akan meninggalkan kamu ketika dia benar - benar merasa bahwa kamu ga bisa menyembuhkan lukanya dan justru malah menambah luka yang baru" tutur Maryam lagi...
__ADS_1
Alex tersentak kaget
..."Mama kok jadi nakutin aku sih? Ma, aku ga mau kehilangan Vira, Mama tau perasaanku sama Vira kan? Apalagi sekarang dia mengandung anakku Ma, aku ga tau harus gimana Ma kalo aku sampai kehilangan Vira" ucap Alex, matanya berkaca - kaca...
..."Mama ga nakutin, Lex.. Mama ngingetin. Kalo kamu memang ga mau kehilangan Vira ya kamu berjuang dong supaya ga kehilangan dia" tandas Maryam...
..."Terus aku harus gimana Ma?" tanya Alex putus asa...
Maryam hening sebentar
..."Kamu tenang aja, Mama akan bantuin kamu, tapi Mama minta untuk sementara kamu fokus dulu ke masalah Vira, masalah kantor dan yang lainnya biar Francis dan Umar yang urus" tutur Maryam...
Alex mengangguk - angguk setuju, besar harapannya agar Mamanya bisa membuat Vira memaafkannya dan membuat hubungannya dengan Vira kembali seperti sedia kala.
..."Tapi gimana caranya Ma?" tanya Alex, ia penasaran apa yang akan Ibunya lakukan...
..."Udah, kamu ikutin aja semua omongan Mama, jangan ngebantah atau protes, ngerti Lex?!" tandas Maryam...
Alex mengangguk patuh
..."Sudah waktunya orang tua ikut turun tangan, demi keutuhan rumah tangga kamu dan Vira" tambah Maryam lagi, kali ini ia mengipas - ngipas wajahnya dengan kipas tangannya...
..."Oh ya Lex, kesampingkan juga masalah Vicky, pokoknya untuk saat ini prioritasin dulu urusan rumah tangga kamu sama Vira" ucap Maryam lagi, Alex melongo mendengar perintah Ibunya...
..."Tapi Ma, kalo masalah Vicky ga segera diselesaikan bisa - bisa nanti dia berulah lagi Ma!" protes Alex, kemarahannya terhadap Vicky sudah di ubun - ubun, segala rencana untuk menghancurkan Vicky sudah ia susun di dalam otaknya...
Maryam menghela kasar nafasnya, pusing menghadapi anaknya yang keras kepala
..."Lex, jangan biarkan masalah kamu sama Vira berlarut - larut, kamu mau Vira ninggalin kamu terus dia nikah sama laki - laki lain?" tandas Maryam, sekalian saja dia menakut - nakuti Alex...
Alex mendengus kesal
..."Tuh kan Mama nakutin aku lagi" ucap Alex, jantungnya berdebar kencang, hatinya kian semerawut mendengar omongan sang Mama...
Maryam menghela nafasnya lagi
..."Terserah, pokoknya kamu ikutin semua omongan Mama, titik ga pake koma apalagi protes!" ucap Maryam sambil bangkit dari duduknya dan beranjak dari ruangan Alex...
Sepeninggal Maryam, nyali Alex menciut, bayang - bayang kehilangan Vira menghantuinya. Mana bisa ia hidup tanpa istri dan anaknya.
Alex mengepalkan tinjunya, lalu ia hantamkan pada meja kerjanya sambil memekik, ia merutuki dirinya yang begitu bodoh karena telah menyakiti Vira dengan lebih membela Sarah hingga ia tega membentak istri yang tengah mengandung anaknya, pantas saja jika Vira mengemban amarah padanya, dan kini ia merasa jera atas hukuman yang diberikan oleh Vira.
... ****************...
Sementara di keraton perang dingin antara Alex dan Vira membuat Vira lebih banyak diam, ia hanya sibuk mengunyah mangga muda yang disiapkan Wening untuknya. Wening dan Permaisuri yang memperhatikan Vira dari kejauhan merasa prihatin atas apa yang tengah menimpa rumah tangga Vira, sejujurnya mereka ikut kesal pada Alex yang telah menorehkan luka baru pada Vira, tapi mereka pun ingat bagaimana perjuangan Alex untuk Vira, mereka pun tak ingin jika Vira kembali gagal dalam membina rumah tangganya
...Wening dan Permaisuri kemudian beranjak mendekati Vira, sesampainya disana mereka mendudukkan dirinya di sebelah Vira di depan taman Kedhaton. Vira menyambut kedatangan mereka dengan senyuman hangat...
..."Vir, Ibu sama Ibu Permaisuri boleh ngomong sebentar?" tanya Wening lembut...
Vira menoleh pada Wening lalu membenarkan posisi duduknya
..."Ada apa Bu?" tanya Vira pada Wening...
..."Apa kamu masih marah sama Alex, Nak?" tanya Wening...
__ADS_1
Vira tertunduk, helaan nafasnya terdengar
Wening dan Permaisuri saling pandang, menanti jawaban Vira
..."Vira kecewa Bu" ucap Vira lirih...
Wening meraih tangan Vira dan menggenggamnya
..."Ibu ngerti, tapi sampai kapan kamu akan marah sama Nak Alex Vir? Bagaimana pun Alex itu suami kamu, kamu ga bisa terus - terusan bersikap seperti ini pada suami kamu" tutur Wening...
Vira termenung
..."Kami mengerti perasaan kamu Nak, kamu memang berhak marah, tapi kemarahan kamu harus ada akhirnya" ucap Permaisuri, matanya sendu menatap wajah Vira yang terlihat sedih...
..."Vira pernah kecewa Bu dan Alex tau itu, tapi kenapa dia malah menyakiti Vira juga, padahal sebelum nikah Alex udah janji untuk ga nyakitin Vira. Tapi hanya gara - gara seorang perempuan, dia tega nyakitin Vira Bu" ucap Vira lirih, kali ini air matanya menetes...
Wening mengeratkan genggaman tangannya pada Vira
..."Nak, setiap orang itu pasti berbuat salah, tapi siapa pun yang salah berhak mendapatkan kesempatan kedua, begitu juga dengan suamimu" tutur Wening...
..."Itu betul Nak, lagi pula coba kamu ingat - ingat semua kebaikan Nak Alex dan perjuangannya untuk kamu, jangan fokus pada kesalahannya saja" ucap Permaisuri...
Vira hening, ingatannya melayang pada semua perjuangan dan pengorbanan Alex untuknya selama ini, ia mengakui bahwa Alex telah melakukan banyak hal untuknya, tapi begitu bayangan Sarah mengelebat semua kebaikan Alex seolah sirna tak bersisa
..."Vira berterima kasih atas semua kebaikan Mas Alex pada Vira, tapi itu tak semata - mata membuat Vira bisa memaafkan kesalahan Mas Alex begitu saja Bu" tandas Vira...
Wening menghela nafas, sementara Permaisuri memijit pelipisnya
..."Kemarin hanya Sarah Bu, ga menutup kemungkinan nanti akan ada Sarah - Sarah yang lain, terus apa nanti Mas Alex akan menyakiti Vira lagi jika ada Sarah yang lain?" tutur Vira...
Permaisuri menarik nafasnya
..."Justru itu Nak makanya kamu harus memaafkan Alex, pertahankan rumah tangga kalian berdua, ingat yang ingin menjadi istri Alex itu banyak, Alex bukan orang sembarangan. Selain tampan dia juga kaya raya, pasti banyak wanita yang bertepuk tangan jika rumah tangga kalian bermasalah apalagi sampai pisah" tutur Permaisuri, setali tiga uang dengan besannya ia ingin menakut - nakuti Vira...
Vira hening, dalam hatinya jelas ia takut kehilangan pria yang begitu ia cintai, namun sisi hatinya yang lain belum ingin memaafkan Alex.
Vira menarik pelan tangan dari genggaman Wening
..."Vira tau kok Bu, Mas Alex lebih percaya sama Sarah karena Sarah lebih berpendidikan, anak pengusaha kaya dan terkenal, siapa lah Vira kalo dibanding Sarah" ucap Vira sambil tersenyum miris...
..."Terima kasih atas wejangannya Ibu dan Ibu Permaisuri, tapi maaf Vira belum bisa memaafkan Mas Alex" ucap Vira lantas bangkit dan beranjak dari sana...
Wening dan Permaisuri sama - sama menghela nafasnya, Wening kemudian meraih ponsel dari dalam kantong bajunya untuk menghubungi Maryam, Wening menunggu beberapa saat sampai Maryam menjawab panggilannya
..."Halo Mba, gimana apa Mba udah ngomong sama Alex?" tanya Wening pada Maryam...
..."Udah Mba, Alex udah manut. Vira gimana Mba?" tanya Maryam...
..."Susah Mba, Viranya keras kepala, masih sakit hati banget sepertinya" tutur Wening...
..."Ya udah, kita pake cara lain Mba, yang penting anak berdua itu harus rukun lagi" tutur Maryam...
..."Iya Mba, semoga dengan rencana kita Vira bisa menyatu lagi sama Alex" tutur Wening yang kemudian mengakhiri pembicaraannya dengan Maryam...
Sementara itu di kamarnya Vira membaringkan diri di tempat tidurnya, kesalahan Alex masih saja berputar di kepalanya, namun hatinya pun tak memungkiri jika ia takut kehilangan Alex. Cerai sempat terlintas di pikiran Vira, tapi apa ia akan mampu hidup tanpa Alex? Batin Vira.
__ADS_1