Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Ketika Hati Vicky Kembali Terbuka (Episode Bonus Bagian 2)


__ADS_3

(Hai all, welcome ke episode bonus spesial untuk kalian semua yang sudah setia mensupport author, jangan lupa mampir ke karya kedua author yang berjudul “Satu Suami Dua Istri” besar harapan author agar karya kedua author mendapat antusiasme dari teman - teman semua berupa like, gift, favorite, vote, serta tak lupa kritik dan saran 😊😊. Happy reading all ❤️❤️❤️❤️)


Alex Vira, Bram Hanum, serta Salim Raina yang tengah berada di Indonesia hari ini berkunjung ke rumah Vicky untuk menjenguk Diah yang dikabarkan sakit


“Halo anaknya Om” ucap Vicky sambil meraih Alevir dari embanan Bram, Alevir yang sudah mulai belajar bicara itu mengucapkan sepatah dua kata dengan terbata - bata, entah apa yang anak tampannya Alex itu ucapkan


“Gimana kondisi Tante Diah Vick?” Tanya Alex sambil menggandeng tangan Vira yang perutnya sudah mulai membuncit


“Mami udah baikan, tinggal masa pemulihan aja Lex”


“Lo jagain Tante Diah sendiri?” Tanya Bram


“Enggak, ada perawat yang ikut jagain Mami, gue ga kuat lah kalo jagain sendiri, soalnya kerjaan di kantor lagi padet - padetnya” tutur Vicky


“Kalo lo mau fokus ngurusin Tante Diah, lo di rumah aja dulu Vick, biar nanti gue nyuruh orang buat handle kerjaan lo untuk sementara” tawar Alex


“Ga usah Lex, Mami udah ada yang jagain kok” jawab Vicky


“Itu yang jagain?” Tunjuk Bram pada Laura yang baru saja keluar dari kamar Tante Diah, semua mata kini tertuju pada sosok cantik Laura, yang ditunjuk kaget luar biasa melihat kumpulan orang yang beberapa diantaranya ia sering lihat wara wiri di majalah dan televisi, Laura yang tak percaya diri hanya mampu mengangguk sopan, dan memilih berlalu dari situ


Vicky tersipu mendapat tatapan penuh tanya dari teman - temannya


“Ahahha.. kalau yang jagain kayak gitu sih, gue juga betah kalo sakit!” Seloroh Bram yang langsung mendapat delikan dari Hanum, “Ampun sayang, bercanda aja kok” Tutur Bram pada Hanum yang kini manyun


“Cari perkara sih lo, mana di depan Kakak ipar lagi!” Kompor Salim pada Bram sambil menunjuk Vira yang kini menatap tajam pada Bram, Bram sampai kikuk dibuatnya


“Ahhaha… mampus!” Tutur Salim sambil tergelak


“Namanya Laura, dia perawat Mami untuk semantara, anak piatu Ibunya baru meninggal dua bulanan yang lalu akibat kanker, Bapaknya masih ada tapi ya itu ga ngurusin dia” tutur Vicky panjang lebar sebelum ia di berondong pertanyaan dari sahabat - sahabatnya itu


“Pantesan lo belakangan susah dihubungi ya kalo di rumah, udah ada calon Nyonya ternyata!” Goda Bram


“Calon Nyonya apaan sih Bram, dia perawat Mami, ga lebih” kilah Vicky tapi wajahnya memerah

__ADS_1


“Belum nikah kan dia? Kalo gitu gue jodohin sama temen gue aja ya?!” Goda Bram


“Loh ya jangan dong Bram!” Sewot Vicky relfleks mendelik pada Bram


“Ahahhhaha.. nah kan, ketauan kalo lo udah punya hati sama Laura!” Tuding Bram sambil tergelak


“Hus, bisa pelanin dikit ga ngomongnya? Ga enak kan kalo kedengeran sama Laura!” Sewot Vicky, tak ingin jika Laura yang tengah mondar mandir keluar masuk kamar Diah sampai mendengar pembicaraan mereka, bukan apa - apa ia pun belum yakin dengan perasaannya, masih terlalu dini buatnya yang baru mengenal Laura beberapa hari.


”Jangan kelamaan mikirnya Mas, entar keburu disamber orang loh” goda Vira


“Saya ga pede Vir, mana ada gadis yang mau sama duda dua kali kayak saya” sahut Vicky asal sambil mencium gemas perut gendut Alevir yang membuat anak kecil lucu itu tertawa geli


“Sejak kapan lo ga pedean gitu Vicky?” Tanya Alex


“Sejak gue ditinggal Vira” sahut Vicky ringan


Deg..


“Ahhahaha.. bercanda gue, ampun deh pada serius amat lo jadi orang” ucap Vicky sambil tergelak


“Kampret lo Vick, baru aja gue siap - siap mau nelepon ambulans takut ada pertumpahan darah” ucap Bram sambil melirik jahil pada Alex yang wajahnya masih memerah


“Tenang Lex, bercanda aja gue, gue udah ninggalin masa lalu gue jauh di belakang. Ada lo semua yang masih mau temenan sama gue, ada nyokap, ada Alevir udah lengkap buat hidup gue, gue ga akan ngulangin kesalahan yang sama” tuturnya, pandangannya tak lepas dari Alevir yang masih ia emban


“Eh boleh ketemu Tante Diah sekarang ga?” Tanya Vira memecah ketegangan antara mereka


“Ah iya boleh, kamar Mami disana” tunjuk Vicky pada pintu kamar Diah, rombongan sahabat Vicky itu kemudian berjalan menuju kamar Diah, Vira memindai sekeliling rumah tempat ia pernah tinggal bahagia bersama dengan Vicky selama tiga tahun sebelum tragedi memporak porandakan kehidupan mereka, tak banyak yang berubah dari rumah mewah itu hanya saja rumah itu sepi tanpa pelayan yang biasanya hilir mudik melaksanakan tugas mereka masing - masing


“Vir, ngapain liat - liat gitu?” Gerutu Alex, ia tak nyaman jika Vira mengenang masa lalunya


“Ahahhaha.. cuma liat - liat aja Mas, bukan mengenang masa lalu” jawab Vira tergelak menyadari kecemburuan Alex


Saat sahabat - sahabatnya masuk ke kamar Diah, Vicky lebih memilih membawa Alevir menuju halaman belakang rumahnya

__ADS_1


“Alevir mau liat ikan ga?” Tanya Vicky pada anak tampan itu, Alevir mengoceh seolah mengerti dengan apa yang Vicky bicarakan, Vicky kemudian berjalan menuju kolam ikan koi kecil, menunjukkan ikan yang berwarna warni pada Alevir, Alevir tersenyum bahagia dengan mata yang berbinar melihat kumpulan ikan di depannya.


“Alevir mau ketemu Kakaknya Alevir ga?” Tanya Vicky sesaat setelah ia mengingat kuburan janin anaknya dan Vira yang juga ada disana, Vicky kemudian berjalan menuju kuburan janin anaknya yang kini hijau ditumbuhi rerumputan, berbagai macam bunga Vicky tanam disana.


“Ini rumah Kakaknya Alevir, tadinya Om mau namain Kak Rose kalau perempuan atau Kak Oliver kalau laki - laki, tapi sayang Kakaknya Alevir udah diambil duluan sama Tuhan” tutur Vicky lirih, matanya kembali berkaca - kaca


“Kalau masih ada pasti Alevir bisa main sama Kakak ya” ucapnya kemudian ia terisak, hatinya kembali sakit, Alevir yang masih kecil itu seolah mengerti, ia mengelus - ngelus wajah Vicky dengan tangan mungilnya, “Alevir jagain Mama ya, kasian Mama, dulu Mama sedih banget pas kehilangan Kakak gara - gara Om”


“Vick” ujar Salim yang kini berada di belakangnya, Vicky mengusap air matanya


“Sini Alevirnya kasih gue, biar lo bisa puas nangisnya” ucap Salim sambil meraih Alevir dari gendongan Vicky


“Lo masih sedih ya Vick?


“Ga mudah buat ngelupain darah daging yang lo bunuh sama tangan lo sendiri Lim, hampir tiap malem gue ga bisa tidur, tiap hari sebelum berangkat ke kantor gue pasti kesini buat minta maaf sama anak gue” tutur Vicky


Salim mendekati Vicky, kemudian menepuk - nepuk bahu sahabatnya itu


“Menurut gue lo perlu punya kehidupan baru Vick, biar lo bisa lepas dari bayang - bayang masa lalu lo, sampai kapan lo harus tersiksa sama dosa masa lalu lo?” Ucap Salim, “gue yakin ada rencana baik Tuhan dibalik pertemuan lo sama Laura, gue liat tadi sekilas dia anaknya baik, ramah, telaten ngurusin Tante Diah”


“Gue ga tau Lim, belum bisa membuka hati aja rasanya” sahut Vicky


“Bukan hanya buat lo Vick, tapi buat Tante Diah juga, Laura keliatannya udah deket banget sama nyokap lo Vick, ga ada salahnya lo membuka hati lo buat Laura, kalo lo kurang yakin sama Laura entar gue minta tolong Alex buat ngerahin anak buahnya untuk nyari tau soal Laura”


“Ga usah lah Lim, gue cari tau sendiri aja” sahut Vicky


“Jadi lo mau penjajakan sama Laura Vick?” cecar Salim


Vicky mengangguk, tak ada salahnya ia membuka hati untuk wanita lain selain Vira, meskipun sulit untuk menandingi posisi Vira di hatinya


“Nah gitu dong, ntar kita semua ngedate bareng deh biar makin ngedekatin lo sama Laura, sekalian fit and proper tes buat Laura cocok enggaknya jadi istri lo” goda Salim


Vicky tersenyum saja mendengar godaan Salim padanya, pikirannya melayang pada Laura, ia mencoba mengingat senyum manis dan tawa renyah gadis itu, hatinya juga menghangat mengingat bagaimana telatennya Laura mengurus Ibunya.

__ADS_1


__ADS_2