
...“Mas” ucap Vira sambil memeluk Alex dari belakang, jarinya menggoda dada Alex yang tengah meracik tehnya...
...“Kenapa Vir?” Tanya Alex, tangannya menggenggam jemari Vira menghentikan penjelajahan jari Vira di dada bidangnya...
Vira menghela nafasnya
...“Aku kangen” ucap Vira lirih, hatinya sedih karena berkali - kali di tolak Alex...
Alex membalik badannya, lantas menatap istrinya penuh kasih sayang, jarinya sibuk membenar - benarkan rambut Vira
...“Kamu udah minum susu hamil belum?” Tanya Alex pada Vira yang menatapnya dengan penuh damba...
Vira menggeleng pelan, bukan susu yang ia inginkan sekarang, tapi Alex dan sentuhannya
...“Ya udah aku bikinin ya” ucap Alex yang lalu beranjak dari situ dan kemudian sibuk membuat susu hamil untuk Vira...
Vira melangkah dengan gontai lantas mendudukkan dirinya di kursi makan, dagunya ia tangkup dengan kedua tangannya
Entah karena ia memang sedang sangat menginginkan Alex atau memang Alex semempesona itu bahkan ketika ia sedang membuat susu hamil pun Alex tetap menawan, tangan berototnya makin menonjol saat mengaduk - aduk susu di cangkir, dadanya bidangnya seolah memanggil menawarkan pelukan yang nyaman, belum lagi wajahnya yang rupawan. Vira mengusap - ngusap wajahnya frustasi, siksaan macam apa ini yang membuatnya bahkan tak bisa melampiaskan hasratnya padahal suaminya ada di depan matanya sendiri
...“Kamu kenapa Vir?” Tanya Alex khawatir pada Vira yang kini menelungkupkan kepalanya di atas meja makan...
Vira mendongak, wajahnya terlihat lesu
...“Ga kenapa - kenapa kok” jawab Vira ...
...“Minum dulu susunya ya, biar anak kita sehat” tutur Alex yang kemudian mendudukkan dirinya disamping Vira...
Vira menghela nafasnya lagi, lantas menenggak susu hamilnya hingga tandas.
...“Pelan - pelan minumnya Vira, belepotan tuh” ucap Alex sambil menarik dagu Vira dan menyeka tetesan susu di bibir dan dagu wanita itu...
Vira menghempas tangan Alex, membuat pria itu mengerutkan keningnya
...“Mas udah, jangan godain aku kalo kamu ga mau ngelanjutin, aku tersiksa Mas!” Cerocos Vira...
Alex tersenyum, kini ia paham Vira kenapa. Alex lalu memajukan wajahnya dan menatap lekat wajah istrinya yang cemberut masam
...“Kamu sepengen itu Vir?” Tanya Alex pada Vira, jarinya mulai meniti wajah Vira hingga ke lehernya, Vira mengangguk pasrah menerima godaan Alex...
Alex lantas bangkit berdiri, ia membuka kaos yang melekat di tubuhnya, kini dada bidangnya terekspos sempurna, perut sixpacknya menantang minta disentuh, membuat tubuh Vira kembali mendesir dan jantungnya mempompa lebih cepat
Alex menarik pelan tangan Vira yang masih terduduk hingga Vira mengekorinya dengan jantung yang berdegup kencang, seolah ini yang pertama untuk mereka. Kedua bahu Vira dipegang oleh Alex, lantas di dorongnya pelan badan Vira hingga bersandar di dinding, Alex kemudian menempelkan dahinya ke dahi Vira, jemarinya sibuk membuka kancing baju Vira
“Kamu sepengen itu Vir? Tanya Alex serak, nafasnya memburu. Vira mengangguk lemah, tak kuat ingin segera menyatu, wangi mint yang menyeruak dari mulut Alex bagai bius untuknya. Alex menarik pelan dagu Vira lalu mengarahkan bibirnya mengecup bibir Vira, ciuman mesra awalnya hingga tak lama berubah menjadi pagutan panas dan saling cecap, lidah mereka sibuk berperang membuat keduanya ngos - ngosan
__ADS_1
Tangan Alex menyusup masuk ke dalam baju Vira yang kancingnya sudah terbuka, dada Vira yang masih terbungkus ia remas pelan - pelan, ciuman mereka tak terjeda apa pun, malah semakin dalam hingga Vira mengalungkan tangannya di tengkuk Alex. Tangan Alex meraba pelan mencari - cari kaitan penutup dada Vira lalu melepasnya, tangan itu kembali merayap ke depan, mengusap dan meremas lembut membuat Vira melenguh
...“Mas, cepet” ucap Vira memelas. Alex tersenyum penuh goda, tapi ia belum mau berhenti bermain - main dengan wanitanya, sambil memagut Vira lagi kini tangannya menelusup masuk ke dalam rok Vira, mengusap - usap paha Vira sebelum kemudian ia menyentuh inti Vira dan memainkan jari - jarinya disana, membuat Vira menggelinjang dan meliuk - liukan badannya...
Vira menghentikan ciumannya lantas menengadahkan wajahnya dengan mata yang terpejam sambil melenguh
...“Mas” cuma itu yang mampu Vira ucapkan ketika Alex masih saja bermain - main dengannya, Alex memperkuat serangannya dengan menciumi leher Vira...
...“Bilang Vira, bilang kalo kamu menginginkan aku Vir!” tuntut Alex pada Vira...
...“Aku pengen kamu Mas, aku benar - benar menginginkan kamu” ujar Vira serak, badannya tak berhenti meliuk - liuk karena serangan Alex ...
...“Jangan pernah nolak aku Vir, jangan pernah pergi dariku lagi, jangan buat aku hancur” ucap Alex, dahinya ia tempelkan kembali pada dahi Vira, mata Alex yang mengabut menatap mata Vira yang sudah sayu...
...“Ga akan Mas, aku ga akan pernah nolak atau pergi dari kamu lagi” tutur Vira terengah...
Alex tersenyum puas, ia lantas menghentikan serangannya, gegas membopong Vira, dan membawanya ke kamar. Ia telentangkan tubuh Vira di tempat tidurnya
...“Buka Vir” bisik Alex pada Vira, Vira paham lantas memoloskan dirinya dan melempar bajunya sembarangan, begitu juga dengan Alex. Alex mengunci tubuh Vira dan mengukungnya, begitu Vira menekuk kakinya Alex semangat memposisikan dirinya untuk memasuki Vira, cukup gampang untuk Alex masuki karena Vira memang sudah siap, setelahnya keduanya memekik begitu mereka menyatu. Alex menggerakan pinggulnya pelan, meraih jari Vira dan menyatukan dengan jemarinya, lama ia bergerak lambat hingga ia mulai menghentak ...
...“Alex!” Teriak Vira ketika Alex mempercepat gerakannya...
...“Bagus Vir, panggil namaku!” Tutur Alex lalu mempertemukan dahi mereka, menyatukan nafas keduanya yang tersengal - sengal, badan mereka kian memanas...
Alex terus saja bergerak menghentak - hentak Vira
...“Siap” ucap Alex yang mulai memelankan ritmenya, Alex terus saja memanjakan istrinya dan dirinya, kadang semakin dalam membuat Vira berteriak, keduanya berpeluh sudah, nafas mereka memburu, hampir setengah jam mereka melakukannya hingga Alex merasakan Vira yang memeluk punggungnya erat seiring dengan pekikan memanggil nama Alex...
Alex tersenyum puas sebelum ia kemudian menghentak lagi dan masuk lebih dalam lalu melepaskan yang selama ini ia tahan - tahan, ia kemudian menempelkan dahinya di dahi Vira yang berpeluh
...“I love you Vira” ucapnya dengan dada yang turun naik...
...“I love you Mas” sahut Vira yang terkulai lemas...
Alex kemudian menggulingkan dirinya ke sebelah Vira, ia lalu meraih selimut untuk menutupi tubuh polos mereka
...“Istirahat dulu, nanti lanjut lagi ya” ucap Alex sambil meraih Vira ke dalam rengkuhannya...
...“Berapa kali lagi?” Goda Vira, jarinya bermain di dada Alex...
...“Nyampe pagi, istirahat bentar - bentar aja” tutur Alex sambil mengecup sayang kepala Vira...
...“Masa ga bobo?” tutur Vira...
...“Kamu bangunin macan tidur Vir, tanggung jawab dong!” Sahut Alex yang kini memeluk erat Vira...
__ADS_1
Vira menenggelamkan kepalanya di dada Alex, menyesap - nyesap aroma keringat yang bercampur dengan parfum Alex. Hati Vira yang gundah beberapa hari ini kini terasa damai, sekali lagi ia merasakan bahwa dirinya memang tak mau kehilangan Alex. Nafas Alex yang mulai teratur membuat Vira ikut memejamkan matanya, keduanya kini terlelap sambil saling memeluk erat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu baru jam 3 pagi ketika ponsel Alex berdering, Alex baru saja akan memejamkan matanya setelah baru saja ia selesai bergumul kembali dengan Vira untuk kesekian kalinya, Alex melihat istrinya yang telah terlelap, ia kemudian beringsut bangun lalu menyambar celana dan memakainya lantas ia berjalan mengendap keluar kamar sebelum kemudian ia menjawab telepon dari Ibunya
...“Halo Ma” sapa Alex pada Mamanya...
...“Halo Lex, udah bangun? Atau emang belum tidur?” Goda Maryam...
...“Ada apa Ma nelepon aku sepagi ini?” Tanya Alex yang tak ingin terpancing pertanyaan Maryam...
...“Gimana kamu sama Vira sekarang Lex?” Tanya Maryam...
...“Sudah baikan Ma, udah beres semua” ucap Alex sumringah...
Maryam menghela lega nafasnya
...“Syukurlah, berarti rencana Mama sama keluarga Vira untuk menyatukan kalian di villa terpencil itu sukses ya?” Tanya Maryam lagi sambil terkekeh...
...“Makasih ya Ma” ucap Alex...
...“Iya sayang sama - sama, yang penting buat Mama dan Baba rumah tangga kalian utuh dan akur, kejadian kemarin jadiin pelajaran buat kalian, dan sadari kalo kalian itu saling membutuhkan. Baik kamu atau Vira, kalian ga bisa jauh satu sama lain” tutur Maryam...
...“Iya Ma, aku emang ga bisa jauh dari Vira” sahut Alex ...
...“Ya udah, besok Mama jemput ya” tutur Maryam...
Alex tiba - tiba panik
...“Eh jangan Ma, jangan dulu.. kasih waktu 2 hari lagi deh Ma” pinta Alex...
...“Emang kalian mau ngapain 2 hari lagi disitu, villanya kan jauh dari mana - mana, Mama juga sengaja ga ninggalin kendaraan, terus kalian makannya gimana? Bukannya disana ga ada restoran?” Cerocos Maryam...
...“Ya Mama tau lah mau ngapain” ucap Alex malu - malu...
...“Aih Alex, istri kamu itu lagi hamil muda, jangan di forsir!” Tutur Maryam...
Alex terkekeh mendengar Ibunya yang sewot
...“Pokoknya jemputnya 2 hari lagi ya Ma, aku nyaman disini sama Vira” tandas Alex...
Maryam menghela nafasnya
...“Ya udah, dijemputnya 2 hari lagi, tapi pastiin menantu sama cucu Mama seneng ya Lex, jangan dibikin stress, kasih mereka perhatian penuh!” Ucap Maryam...
__ADS_1
...“Siap Ma” sahut Alex...
Tak lama setelah berbincang sebentar dengan Mamanya, Alex beranjak masuk ke kamarnya lagi, ia lalu beringsut naik ke kasurnya sepelan mungkin tak ingin sampai membangunkan istrinya. Alex menatap wajah cantik Vira yang damai terlelap, Alex kemudian ikut memejamkan mata dan ikut terlelap sambil memeluk Vira erat.