Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kebahagiaan Vira, kehancuran Vicky


__ADS_3

Praaaaak..


Barang kembali dihantamkan Vicky ke lantai menyusul barang - barang yang sebelumnya ia lemparkan karena amarahnya


Matanya menyalang, keringat mengalir deras di pelipisnya, rahangnya mengeras, bajunya acak - acakan sudah


...“Jawab Utari, siapa laki - laki ini?! Sentak Vicky sambil menunjuk laki - laki di depannya dengan wajah yang sudah babak belur...


Utari yang terduduk di lantai dengan berurai air mata menggeleng - geleng lemah


...“Aku ga tau Mas, aku ga kenal, ini fitnah Mas” ucap Utari memelas...


Vicky maju mendekati Utari, dicengkramnya rahang Utari


...“Kamu bilang ga tau Utari? Kamu bilang ga tau?! Aku kasih tau kamu siapa dia!” Tandas Vicky sambil melangkah menuju meja dan meraih amplop coklat yang teronggok di meja, Vicky kemudian membuka kasar amplop tersebut dan mengeluarkan isinya, ia kemudian berjalan mendekati Utari dan berdiri di depan Utari yang masih terisak...


...“Kamu bilang ga tau? Bagaimana kamu ga tau Utari sementara kamu keluar masuk hotel dengan bajingan itu?!” Sentak Vicky sambil melempar tumpukan foto persis ke muka Utari...


Utari meraih satu foto yang mendarat tepat di depannya, ia tergagap melihat fotonya bersama Dion yang baru keluar dari hotel


...“Sekarang jawab Utari, siapa dia hah?” Sentak Vicky lagi...


Utari hanya menggeleng - geleng, ia semakin terisak


...“Oh, kamu ga mau ngomong iya? Baik kalau begitu” ucap Vick sambil melangkah menuju Dion yang masih berdiri dengan gemetaran disana...


Buuugggg..


Tonjokkan Vicky tepat mengenai ulu hati Dion dan membuatnya tersungkur kemudian terbatuk


Utari menutupi matanya yang basah dengan tangannya, tak tega melihat kekasih gelapnya jadi bulan - bulanan Vicky


...“Masih ga mau jujur kamu Utari?” Tantang Vicky pada Utari...


Utari perlahan membuka tangan yang menutupi wajahnya, namun ia tetap menggeleng


...“Baik Utari, itu yang kamu mau kan?” Tantang Vicky lagi...


Dan buuuuugggg..


Vicky menendang dengan keras pria itu, membuatnya meringkuk di lantai merintih kesakitan, sial betul memang nasib Dion hari ini, setelah ia tadi dihajar habis - habisan oleh orangnya Alex kini ia harus menghadapi amukan Vicky


Seandainya saja tadi orang - orangnya Alex tidak mengancam untuk menghancurkan perusahaan Papanya, ia tentu tak akan mau datang ke depan Vicky dan mengakui perbuatan bejatnya dengan Utari


Utari yang melihat kekasihnya kini tergolek tak berdaya di lantai beringsut merangkak mendekati tempat Vicky berdiri lalu ia memegang kaki Vicky memohon ampunan


...“Mas, udah Mas, aku minta maaf Mas, aku janji ga akan mengulanginya lagi, ampuni aku Mas” Utari memohon pada Vicky yang kini tengah menatapnya dengan tajam...

__ADS_1


...“Kau bilang apa? Aku harus mengampunimu, hah?” Sentak Vicky lagi...


Ia lalu menundukkan badannya dan menatap wajah Utari dengan nyalang


...“Kau tidur dengan laki - laki lain dan kau minta aku mengampunimu, apa kau sudah tidak waras Utari, hah?” Sentak Vicky lagi...


...“Tolong Mas, maafin aku, tolong!” Utari terus memohon...


...“Katakan anak siapa yang kamu kandung Utari?” Tanya Vicky lagi...


...“Apa maksud kamu Mas, ini anak kita!” jawab Utari yang tertohok dengan pertanyaan Vicky...


...“Jangan bohong kamu Utari, aku udah ga percaya mulut busuk kamu!” Sentak Vicky lagi...


...“Mas, aku bersumpah, ini anak kita!” Tandas Utari yang masih memegang kaki Vicky...


...“Oh, kamu belum mau ngaku juga gitu Utari? Baik, kita liat apa kamu masih mau berbohong” ucap Vicky, ia langsung melepaskan kakinya dari pegangan tangan Utari, membuat Utari terjangkang ke belakang...


Vicky lantas berjalan ke arah Dion yang masih meringkuk di lantai


...“Liat Utari, apa yang aku lakukan terhadap kekasih gelapmu karena kebohongan kamu” Nyalang Vicky, ia lalu mengangkat kakinya yang masih bersepatu dan menjejakannya di atas wajah Dion...


Utari terhenyak, ia tak rela Dion diperlakukan layaknya binatang


...“Mas, hentikan Mas, hentikan!!” Pekik Utari sambil bersusah payah bangun karena perutnya yang sudah membuncit, Utari lalu merangkak mendekati Dion, ia lalu memegang kaki Vicky yang masih menginjak wajah Dion...


Mata Vicky memerah, giginya gemeretak menahan marah


...“Dasar wanita murahan kamu Utari, wanita ******! Kau hamil oleh laki - laki lain dan aku disuruh bertanggung jawab gitu, hah?” Sentak Vicky penuh amarah...


Plak..


Tamparan mendarat di pipi Utari, membuat wanita hamil itu tersungkur, namun sudah tidak ada lagi air mata di pipinya


Utari malah tertawa puas, membuat Vicky semakin berang


Vicky kembali berjalan mendekati Utari, ia hendak mendaratkan tamparan untuk ke dua kalinya, namun tiba - tiba Diah memekik


...“Vicky udah! Cukup!” Ucapnya sambil berlari ke arah Vicky dan meraih tangan Vicky yang masih menggantung ...


...“Udah Vick, Mami ga mau kamu ngotorin tangan kamu lagi buat perempuan ini, udah cukup Nak!” Tandas Diah...


Vicky mematung mendengar perintah Ibunya, ia kemudian menurunkan tangannya lagi


...“Dan kamu Utari, cepat kamu angkat kaki dari rumah ini, saya ga mau ngeliat perempuan hina kayak kamu di rumah saya!” Sentak Diah pada Utari ...


...“Kamu malu - maluin keluarga kita Tari, kamu mempermalukan trah kita, kamu dan Ibu kamu sama - sama gila!” Sentak Diah lagi...

__ADS_1


Utari bukannya ciut, mukanya malah menantang Diah dengan mata penuh kebencian


...“Bukannya kita sama aja ya?” Sinis Utari pada Vicky...


...“Apa maksud kamu hah?” Sentak Vicky dengan berkacak pinggang...


...“Kamu lupa, dulu kamu tidur sama aku padahal kamu masih jadi suami Vira?” Tutur Utari dengan menyeringai ...


Deg


Seketika Vicky terdiam, Utari benar adanya, apa bedanya dia dan Utari?


...“Baru sadar hah? Malah kamu lebih berengsek dibanding aku Mas!” Ucapnya lagi...


...“Kamu ingat gimana kamu nyeret istri kamu kayak binatang padahal dia lagi hamil? Inget kamu Mas?” Nyalang Utari, wajahnya penuh kepuasan...


...“Sedangkan Dion, meskipun kami cuma selingkuhan tapi dia memperlakukan aku dan anakku dengan sangat baik!” Tutur Utari lagi dengan bangga...


...“Kamu sama aja Tante!” Tunjuk Utari pada Diah...


...“Apa tadi kamu bilang? Aku mempermalukan trah kita? Trah apa yang kamu maksud Tante? Trah yang ngebiarin menantu sendiri diseret terus di tampar sama si Vicky? Cih..” Utari meludah ke lantai memperlihatkan kejijiannya...


...“Kita sama aja, sama - sama berengsek, makanya Tuhan menikahkan kita Vick” sinis Utari pada Vicky yang mematung, sedang Diah terduduk di lantai sambil mengelus - ngelus dadanya yang sesak ...


...“Jadi anggap aja ini karma dari si Vira, sekarang si Vira dapetin seorang Alex, jangankan ngerebut si Vira lagi, nyaingin seorang Alex aja itu mimpi buat kamu!” tutur Utari yang kemudian tertawa puas...


...“Berengsek kamu Utari, cepat pergi dari rumah ini ******, bawa bajingan ini sama kamu, pergi!!” Sentak Vicky yang memanas kembali mendengar nama Alex...


...“Cih” Utari kembali meludah meluapkan kemarahannya, ia lalu beringsut menuju Dion yang masih meringkuk, dengan Susah payah Utari membantu kekasihnya untuk berdiri, hingga mereka kemudian berjalan meninggalkan kediaman Vicky...


Kepergian Utari diiringi tatapan jijik dari para pelayan yang dari tadi mencuri dengar pertengkaran antara Vicky dan Utari


Sepeninggal Utari, Diah yang masih melantai kemudian menangis sesenggukan, kehormatan sebagai seorang ningrat yang ia bangga - banggakan hancur sudah


Sedang Vicky menyusul Ibunya melantai, ia menyugar rambutnya frustasi, matanya berurai air mata, ia kemudian meraih foto aib Utari yang bertebaran di lantai, entah siapa yang mengambil foto ini dan sengaja mengirimkannya padanya, membuat kebenaran pahit terungkap.


Di tempat lain Alex baru saja menerima laporan dari Francis yang ia tugaskan untuk memata - matai Utari


...“Jadi sekarang Vicky udah tau semua?” Tanya Alex pada Francis...


...“Sudah Tuan, kami juga sudah memaksa Dion untuk menemui Tuan Vicky dan mengakui perselingkuhannya dengan Utari”...


Alex tersenyum puas


...“Bagus, kerja kalian sangat bagus” tutur Alex pada Francis...


Alex menyandarkan punggungnya di kursinya, ia kemudian tersenyum lega mengingat satu per satu janjinya pada Vira telah ia tepati, meskipun Vira belum mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2