
..."Vir, ayo bangun dulu" ucap Alex lembut sambil membelai pipi Vira...
Vira tak bergeming, ia malah malah makin menarik selimutnya
..."Vira, ayo bangun dulu sayang" tutur Alex lagi sambil menarik pelan selimut Vira...
Vira mengerjap - ngerjapkan matanya, ia lalu menoleh pada Alex yang kini duduk di sampingnya, netranya memindai wajah Alex yang sempurna, sang Pencipta tak meninggalkan sedikit pun cela dalam karya - NYA, semua yang ada pada wajah Alex mengundang decak kagum, netranya berwarna coklat terang yang dipayungi oleh helai lentik bulu matanya, alis mata berderet tebal saling menumpuk, hidungnya mancung, bibir merahnya kontras denang kulitnya yang putih bersih membuat wanita mabuk kebayang hendak mencecap, kumis dan jenggot yang tumbuh rapi membuat ia terlihat semakin jantan, belum lagi otot - otot yang menyembul di balik kaos yang tengah ia pakai, tubuhnya tinggi atletis, dadanya bidang membuat setiap wanita berdesir ingin berlabuh di dekapannya
Vira beringsut bangun ketika ia sadar telah terlena oleh pesona suaminya sendiri, wajahnya memerah malu, hasrat itu kembali berontak, hormon kehamilan menjadi salah satu penyebab belakangan ia ingin disentuh oleh Alex, apalagi semenjak Alex tak mengunjunginya beberapa hari kemarin.
..."sarapan dulu yuk" ucap Alex pada Vira yang terlena dengan lamunannya...
Vira mengerutkan keningnya
..."Sarapan apa Mas?" tanya Vira, ia saja baru terbangun lantas siapa yang memasak sementara di villa itu hanya mereka berdua...
..."kamu bersih - bersih aja dulu, aku tunggu di dapur" ucap Alex, Vira mengangguk patuh...
Tak berapa lama, setelah selesai sholat shubuh dan mandi Vira bergegas menyusul Alex ke dapur, aroma harum tercium dari sana
..."Kamu bisa masak, Mas?" tanya Vira kaget melihat menu yang terhidang di meja makan, tak banyak namun mampu mengundang selera, sementara Alex tetap terlihat gagah meskipun kini ia tengah memakai celemek dengan motif bunga - bunga...
..."bisa, dulu waktu kuliah di Inggris aku sering masak sendiri, tapi ya itu yang simpel - simpel aja" tutur Alex, matanya fokus memindai buah yang tengah ia potong - potong...
Vira mengangguk - angguk sambil mengulas senyumnya, tak menyangka seorang triliuner seperti Alex mau terjun ke dapur, masakannya juga lumayan enak meskipun hanya omelette dan frozen food yang digoreng.
..."Aku masakin sayurannya ya Mas" ucap Vira yang kemudian beranjak menghampiri lemari es...
..."Yah Mas, kulkasnya kosong gini, cuma ada frozen food sama buah - buahan" ucap Vira...
..."Iya Vir, makanya aku masak seadanya tadi" sahut Alex...
Vira mengerucutkan bibirnya
..."ya udah lah, makan yang ada aja, kita udah mau pulang juga kan? Tadi malam Mama bilang mau jemput pagi ini Mas" tutur Vira...
Alex melayangkan pandangannya pada Vira
..."kayaknya ga jadi jemput deh Vir, soalnya tadi Mama telepon katanya mau langsung terbang ke Lombok nemuin Baba, Kanjeng Sultan, sama Romo disana, terus jemput kesini paling cepat 3 hari lagi, emangnya Mama ga ngasih tau kamu?" tanya Alex sambil menyuapkan buah ke mulutnya...
Vira melongo, bagaimana mungkin mertuanya itu tiba - tiba meninggalkannya tanpa kabar di villa yang jauh dari mana - mana
..."Tenang, ada aku, aku ga bakalan kemana - mana kok" tutur Alex seolah mengerti kekhawatiran Vira...
..."Yakin Mas ga akan kemana - mana? beberapa hari kemarin kamu kemana coba Mas? Ngilang tanpa ngabarin istri sama anak kamu" sindir Vira...
Alex tersenyum puas, senang mendengar ternyata istrinya menunggu kedatangannya
..."kan kamu yang bilang aku harus berhenti, soalnya semua yang aku lakukan cuma bikin kamu tambah kesel kan?" sahut Alex, Vira merengut ia kembali teringat kata - katanya tempo hari...
Alex berdehem memecah pembicaraan yang mulai memanas antara mereka
..."Jadi kita kayaknya harus beli bahan - bahan makanan buat beberapa hari ke depan ya?" ucap Alex...
Vira menghela nafas
..."Iya Mas, kita juga harus masak sendiri" jawab Vira...
..."Iya sih soalnya ga ada restoran juga di sepanjang jalan mau kesini" ucap Alex...
..."Tapi kita mau beli bahan makanannya naik apa Mas? Ga ada kendaraan yang ditinggalin disini kan?" tanya Vira...
Alex hening sebentar, tak berapa lama ia langsung beranjak dari situ diekori oleh mata Vira yang menatap Alex bingung, baru saja Vira hendak menyendok makanan yang dimasak Alex ketika ia mendengar suara klakson dari depan villa, Vira yang penasaran bergegas menuju ke depan villa
Vira tersenyum manakala melihat Alex duduk dengan gagah di atas sebuah motor matic
..."punya siapa Mas?" tanya Vira sambil menghampiri suaminya...
..."punya penjaga Villa, motornya ditinggal di garasi" sahut Alex...
..."mau cari bahan makanan habis itu jalan - jalan ga?" tanya Alex pada Vira, kali perdana ia bepergian dengan Vira menggunakan motor...
Vira mengangguk senang, ia lantas kembali ke dalam untuk mengambil tas dan ponselnya, tak lupa ia juga mengunci villa itu
..."sini aku pakein helm!" ucap Alex seraya turun dari motornya lalu membantu Vira memakai helmnya dengan telaten, Alex gemas melihat pipi Vira yang mulai kelihatan gembil karena kehamilannya, satu kecupan hangat mendarat di pipi Vira...
..."kok disitu doang?" protes Vira...
..."terus maunya dimana lagi?" goda Alex, Vira memajukan bibirnya, Alex mengecupnya singkat, namun Vira tak puas...
..."Lagi!" rengek Vira, Alex terkekeh lantas mengecup bibir Vira berkali - kali...
..."ayo, nanti keburu panas" ucap Alex pada Vira, Alex menaiki motornya, diikuti Vira yang duduk dibelakangnya...
__ADS_1
..."Pegangan ya Vir, nanti kamu jatuh" ucap Alex sambil melajukan motornya, Vira patuh ia melingkarkan lengannya di perut sixpack Alex, menggoda Alex dengan memainkan jarinya disana. Alex menahan hasratnya sekuat tenaga, tak ingin Vira marah lagi padanya karena mencoba mencumbu Vira. Alex hanya mampu meraih jari Vira dan memainkannya...
...“Ini ga apa - apa kamu pergi tanpa dikawal bodyguard Mas?” Tanya Vira...
...“Ga apa - apa, daerah disini aman kok, penduduknya juga ramah - ramah” jawab Alex sambil fokus menatap jalan di depannya, Alex melajukan motornya pelan, menikmati jalanan lengang yang dirimbuni pohon - pohon besar...
...“Kamu sering kesini ya?” Tanya Vira lagi...
...“Dulu, sama temen - temen” jawab Alex, tangannya memainkan jari Vira dan kemudian menciuminya...
...“Maksudnya sama dokter Bram, dokter Salim, dan..” omongan Vira terhenti saat merasa Alex mengeratkan genggaman pada jarinya...
...“Aku ga suka kamu bawa - bawa nama itu saat kita lagi bareng kayak gini” tutur Alex...
Vira paham, ia mengeratkan pelukannya pada perut Alex,
...“Maaf” ucap Vira...
...“Ya udah, hari ini kita seneng - seneng aja ya, ga usah ngebahas masalah apa pun” ucap Alex...
...“Seneng - seneng versi kamu atau versi aku nih Mas?” Goda Vira...
...“Maksudnya?” Tanya Alex tak mengerti...
...“Ya kalo seneng - seneng versi kamu itu jalan kemana - mana pake jet pribadi, pake mobil mewah, atau pake helikopter, makannya di tempat mewah, bawa rombongan bodyguard” cerocos Vira...
Alex terkekeh
...“Kita seneng - seneng versi lain ya” ucap Alex membuat Vira tersenyum senang, sebenarnya kemana pun dan apa pun yang akan mereka lakukan sekarang Vira tak peduli, ia hanya ingin bersama Alex, ketidak hadiran Alex beberapa hari kemarin benar - benar menyiksa ...
Motor yang di kendarai Alex itu membawa mereka ke sebuah supermarket tak jauh dari villa
Alex dan Vira berjalan bergandengan seolah tak ingin terlepaskan meskipun kebersamaan mereka terjeda beberapa kali oleh orang - orang yang meminta Alex untuk foto bersama, wajah Alex yang kerap wara - wiri di majalah bisnis dan media sosial membuat mereka mengenali Alex meskipun Alex telah mengenakan topi.
Beberapa orang yang mengenali Vira sebagai istrinya Alex pun meminta Vira untuk foto bersama, tapi sebagian besar lebih tertarik mengerumuni Alex, meminta foto, menggandeng, sampai iseng mengelus jenggot Alex. Awalnya sih Vira merasa biasa saja ia paham betul kalau suaminya itu orang terkenal, tapi lama kelamaan Vira merasa jengah juga, apalagi ketika melihat beberapa wanita muda yang intens mendekati Alex meskipun di depan Vira.
Riuh kerumunan membuat satpam supermarket tersebut membubarkan dengan sopan, lantas inisiatif untuk menjaga Alex dengan mengekori Alex di belakangnya
...“Ga bisa belanja normal kayak pasangan suami istri yang lain ternyata” rajuk Vira, ia sebal karena kebersamaannya dengan Alex diganggu banyak orang...
...“Maaf, tapi kalo kamu ga nyaman kita pindah aja belanjanya gimana? Atau aku booking aja satu supermarket ini selama kita belanja?” Tanya Alex, ia tak ingin Vira kesal lagi padanya...
Vira menghela nafasnya
Alex dan Vira tak ubahnya remaja yang baru jatuh cinta, mereka memilih semua belanjaan mereka bersama, saling menyuapi es krim, saling peluk atau saling rangkul tanpa mempedulikan tatapan orang - orang di sekitar mereka yang sibuk memfoto atau sekedar bisik - bisik membicarakan mereka.
Keluar dari supermarket dengan banyak tentengan belanjaan, Alex melajukan motornya menyusuri jalan mencari tempat makan, ia baru ingat mereka tak sempat sarapan di villa tadi.
Alex tak mencari restoran tentunya, kali ini ia menepikan motornya di warung makan sederhana depan pantai
...“Suka sate lilit atau rujak rumput laut ga?” Tanya Alex pada Vira yang tengah sibuk membuka helmnya...
...“Sate lilit aja, aku lagi seneng banget makan daging - dagingan” jawab Vira...
Alex dan Vira kemudian masuk ke warung makan tersebut, beruntung warung tersebut masih sepi pengunjung jadi mereka bisa bebas makan tanpa terganggu. Jadilah tempat makan itu tempat pacaran kedua mereka, mereka saling menyuapi, memeluk - meluk sayang sambil menikmati indahnya laut di depan mereka
...“Kamu suka laut ya Vir?” Tanya Alex pada Vira yang memandang lekat laut di depannya...
Vira menggeleng pelan
...“Aku ga suka, banyak kenangan pahitnya” sahut Vira, Alex yang tersadar merutuki dirinya sendiri yang lupa bahwa hampir saja Vira dan anaknya merenggang nyawa di laut dan itu karena ulahnya, Alex lunglai membayangkan ia akan mendapat kemarahan Vira lagi, padahal baru saja mereka mereguk indahnya kebersamaan...
...“Mau makan sate lilit lagi ga?” Ucap Vira dengan senyum ceria, Alex terkesiap tak menyangka reaksi Vira akan berbanding terbalik dengan sangkaannya...
Alex berdehem
...“Kamu masih laper?” Tanya Alex sambil takut - takut menanti reaksi Vira...
...“Masih, boleh nambah kan?” Tanya Vira dengan wajah manjanya membuat Alex menelan salivanya...
...“Ya boleh lah, makan yang banyak biar kamu sama baby kita sehat” jawab Alex sambil mengelus - elus perut istrinya...
...“Suapin” rengek Vira, Alex tambah tak berdaya seandainya bukan tempat umum pasti Vira sudah habis dicumbunya...
...“Iya ntar disuapin” ucap Alex hangat sambil mengacak pucuk rambut Vira, Alex kemudian beranjak memesan makanan lagi untuk Vira...
Dan adegan - adegan mesra kedua insan yang tengah dimabuk cinta itu berlanjut hingga ke beberapa tempat, membuat mereka lupa waktu hingga pulang - pulang ke villa begitu menginjak sore
Selepas mandi, Vira kemudian memasak untuk mereka berdua. Alex lahap makan tempe orek dan tumis kangkung buatan yang dimintanya, sedang Vira sibuk mengunyah sate lilit yang kembali dibelinya dijalan begitu hendak pulang.
...“Sate lilit lagi?” Tanya Alex sambil terkekeh...
...“Iya Mas, ga tau kenapa aku pengen makan daging terus belakangan ini” ucap Vira, fokusnya tetap saja pada sate yang tengah dikunyahnya...
__ADS_1
...“Kata orang sih kalo pas hamil seneng makan daging berarti anaknya itu cowok loh Mas” tutur Vira lagi, Alex seketika menoleh pada Vira, wajahnya berseri - seri...
...“Jadi anak kita ini baby boy sayang?” Tanya Alex, tangannya mengelus lembut perut Vira...
...“Belum tau Mas, itu kan katanya. Beberapa minggu lagi baru kita bisa tau anak kita jenis kelaminnya apa, emangnya kamu mau anak kita cowok atau cewek Mas?” Tanya Vira...
...“Sama aja sih buat aku, yang penting baby dari rahim kamu” sahut Alex, Vira sontak malu - malu...
...“Kalau dia baby boy dia harus kayak kamu ya Mas, ga milih istri berdasarkan status sosialnya, apalagi berdasarkan ningrat atau bukannya. Aku pengennya meskipun dia anak orang kaya dan keturunan ningrat tapi dia ga semena - mena sama orang kecil, apalagi kalo dia suatu hari gantiin Kanjeng Sultan” ucap Vira...
Alex mengerutkan keningnya
...“Maksud kamu anak kita yang akan gantiin Kanjeng Sultan untuk mimpin keraton?” Tanya Alex...
...“Kanjeng Sultan bilang gitu kemarin, aku cucu paling tua dan yang pertama menikah, kalo anak pertama kita laki - laki, Kanjeng Sultan minta anak kita nanti yang mimpin keraton” tutur Vira...
Alex tersenyum
...“Kasian anak kita nanti yang” ucap Alex, sekarang giliran Vira yang mengerutkan keningnya...
...“Kenapa Mas?” Tanya Vira bingung...
...“Dia juga bakal jadi penggantiku sama Baba di Dubai yang, penerus keluarga Al - Maktoem” tutur Alex sambil manggut - manggut bangga...
Vira meringis mengingat tanggung jawab besar anak yang bahkan masih dalam kandungannya
“Terus kalo baby girl gimana?” Tanya Alex kemudian
...“Kalo baby girl dia harus dibekali segala macam keterampilan, sekolah setinggi mungkin biar ga kayak aku Mas” ucap Vira yang sukses membuat Alex menghentikan makannya dan menatap Vira lekat, tangannya cepat meraih tangan Vira dan menggenggamnya erat...
...“Kalo anak kita perempuan, dia harus seperti Ibunya yang cantik, kuat, pintar, dan baik. Dia juga ga boleh sombong karena paras cantiknya dan latar belakang keluarganya, dia harus menjadi Vira berikutnya yang membuat setiap orang yang melihat dia langsung jatuh cinta padanya” tutur Alex, semburat merah terlihat di wajah cantik Vira...
...“Gombal!” ucap Vira pada Alex sambil terkekeh...
...“Kamu ga percaya kalo orang yang liat kamu langsung jatuh cinta sama kamu?” Tanya Alex...
Vira menggeleng, bibirnya mengerucut
...“Nih ya yang, sepupu - sepupuku yang datang pas acara nikahan kita pada muji kamu semua, mereka bilang aku beruntung bisa dapetin perempuan cantik dan anggun kayak kamu, aku sih yakin kalo kita cuma pacaran para sepupuku itu bakalan lomba buat dapetin kamu” tutur Alex yang wajahnya berubah kesal, cemburu menggerogoti hatinya manakala para sepupunya sibuk memuji - muji Vira saat acara pernikahan mereka...
Vira terkekeh geli melihat Alex yang tiba - tiba manyun, Vira refleks menangkup wajah Alex dan mengecup bibirnya yang tengah manyun
...“Jangan khawatir, aku kan udah punya kamu sekarang, ga akan ada yang bisa ngambil aku dari kamu” ucap Vira ...
Alex tersenyum lega
...“Ga akan ada yang bisa ngambil aku dari kamu juga” ucap Alex lantas balas mengecup bibir Vira...
Vira tak puas, ia kini beranjak dari kursinya dan mendudukkan dirinya di pangkuan Alex, Alex senang mengemban Vira, ia memegang pinggang Vira yang kini menghadapnya. Bagai terlepas dari tali kekang Vira yang sudah tak tahan kembali menangkup wajah Alex dan menciumi bibirnya, Alex mengimbangi Vira apalagi saat Vira mulai ******* - ***** bibirnya dan menyesapnya dalam
Nafas keduanya memburu melepas hasrat yang belakangan sama - sama mereka tahan
...“Mau pindah atau disini aja?” Tanya Alex serak sambil mulai menciumi leher Vira...
...“Disini aja, aku ga mau nunggu lagi Mas” ucap Vira tersengal - sengal karena lehernya tengah dicecapi Alex...
Alex tersenyum puas mendengar jawaban Vira, ia lalu berdiri sambil terus mengemban Vira, ia kemudian mendudukkan Vira di meja makan, satu tangan Alex sibuk meminggir - minggirkan piring dan wadah makanan
...“Ga usah dipinggirin Mas, sambil berdiri aja” ucap Vira. Alex mana tahan mendengar godaan istrinya, ia langsung memburu wanitanya itu dengan ciuman panas di bibir kemudian turun ke leher Vira, tangannya terampil membuka kancing dress Vira hingga penutup bra berwarna merah itu terlihat menggodanya untuk disingkap...
...“Ga leluasa kalo disini sayang” keluh Alex yang merasa serangannya terbatas tempat...
...“Ke kamar?” Tanya Vira tangannya kini bermain - main di perut Alex, mengelus - ngelusnya perlahan...
Alex tancap membopong Vira, membawanya ke kamar yang mereka tempati, ciuman tak berhenti sepanjang perjalanan mereka. Keduanya dimabuk hasrat yang telah diubun - ubun, apalagi ketika Vira telah terbaring pasrah, Alex cepat - cepat mengunci badan Vira dengan mengukungnya
...“Buka yang” ucap Alex pada Vira yang masih terbalut dress meskipun telah setengah terbuka. Memang itu yang Vira mau, Vira gegas meloloskan semua yang melekat padanya begitu pun Alex. Mereka kemudian berciuman lagi, lidah mereka saling menerobos masuk kemudian saling berpaut. Tangan Alex nakal meremas - meremas dada Vira, lenguhan Vira terdengar merdu di telinga Alex...
Dada Vira kini dalam permainan Alex, ciuman dan lidah yang menari - nari disana membuat badan Vira menggelinjang tak tahan
Alex tak sanggup lagi, ia kemudian memposisikan dirinya untuk menyatu dengan Vira
...“Pelan aja ya sayang, kasian baby kita kalo kenceng - kenceng” ucap Vira sambil menahan Alex di dadanya. Alex yang telah siap memasuki tiba - tiba urung, ia beringsut turun dari ranjangnya, entah kenapa tangan Vira yang menahan dadanya tadi mengingatkannya akan penolakan Vira beberapa hari yang lalu...
Vira yang telah dibakar nafsu itu mengerutkan keningnya
...“Mas, kamu kenapa?” Tanya Vira, tatapannya menilik Alex yang kini mulai memakai pakaiannya...
...“Aku takut kamu masih marah Vir, aku juga takut di tolak seperti beberapa hari yang lalu, aku mau ngasih kamu wakfu dulu sampai kamu benar - benar menginginkan aku Vir” ucap Alex, yang kini memunguti baju Vira yang berserakan dan menyodorkannya pada Vira...
Vira melongo, hatinya kesal campur sedih, ia ditolak oleh Alex. Apa begini perasaan Alex saat Vira menolaknya? Batin Vira
...“Kita bobo aja ya sayang” ucap Alex lagi sambil beringsut naik ke kasur dan merebahkan dirinya disana, meninggalkan Vira yang masih polos dan kesal karena hasratnya pada Alex lagi - lagi tak terlampiaskan. ...
__ADS_1