Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kemarahan Vira


__ADS_3

Bian yang masih berseragam itu memapah Vira menuju rumah Ranti, dibelakangnya Arjuna mengekori dengan mata yang awas melihat sekeliling mereka, jaga - jaga jika Vicky dan anak buahnya masih disekitas sana.


Ranti terkejut melihat Vira yang berlinang air mata dan gemetaran


...“Ini ada apa Bian?” Tanya Bu Ranti dari arah dapur sambil menyodorkan segelas air putih pada Vira...


...“Tadi ada laki - laki yang datengin Mba Vira Bu, terus narik - narik tangan Mba Vira” ...


...“Laki - laki siapa Bian? Orang sini?” Tanya Ranti bingung...


...“Bukan Bu, ga mungkin orang sekitar sini, wajahnya ganteng, perawakannya tinggi dan putih, terus bawa bodyguard banyak banget” tutur Bian, kali ini ia sambil mengipas - ngipas Vira yang masih terengah - engah dengan air mata yang berjatuhan...


...“Apa itu suaminya Mba Vira?” Tanya Arjuna pada Vira...


Vira mengusap air matanya, tangannya yang masih gemetaran meraih gelas yang dibawa Bu Ranti lalu menenggak air minumnya hingga tandas


...“Itu mantan suami Vira, Mas” ucap Vira pada Arjuna...


Baik Bian, Arjuna, dan Bu Ranti sama - sama terkejut


...“Terus ngapain mantan suaminya Mba Vira nyariin Mba Vira?” Tanya Arjuna lagi...


Vira membisu


...“Mba, kalo Mba Vira ga cerita gimana kami bisa bantu kalo orang itu datang lagi?” Protes Bian, kesal karena Vira tak juga mau berterus terang...


Vira menghela nafasnya, ia kemudian menceritakan tentang masa lalunya bersama Vicky dan alasan Vicky mendatanginya.


Ranti mengelus dada, sementara Bian dan Arjuna menatap Vira prihatin tak menyangka jika wanita itu pernah mengalami penderitaan yang begitu parah, pantas saja ia terlihat putus asa


...“Suami Mba tau kalo mantan suami Mba Vira masih mengejar Mba Vira?” Tanya Arjuna...


...“Dia sama berengseknya” sahut Vira, air mata yang mengalir di pipinya ia usap segera...


Arjuna, Ranti, dan Bian tak mampu berkata apa - apa. Semua hening, hanya mampu menatap Vira prihatin.


Malam itu Vira tak diizinkan Ranti untuk tidur di rumah kontrakannya, sementara Bian dan Arjuna memilih untuk berpatroli berjaga - jaga jika Vicky datang kembali.


...****************...


Pagi menjelang, Bian sudah berangkat untuk mengikuti apel pagi, dan Arjuna mendapat panggilan mendadak dari atasannya. Sementara Vira memutuskan untuk kembali ke rumah kontrakannya.


Semenjak kedatangan Vicky, Vira memutuskan untuk segera bersiap - siap menyongsong keberangkatannya nanti malam, ia tak mau baik Vicky maupun yang lain akan menemukannya dan menghancurkan rencananya


Vira segera memasukkan dompet dan baju - bajunya ke ransel, ia lalu menulis surat untuk Bu Ranti dan Bian serta Arjuna yang berisi permintaan maaf dan ucapan terima kasih atas semua bantuan mereka, untuk sementara ia akan bersembunyi di desa sebelah menunggu malam datang.


...----------------...


Siang harinya, Arjuna dan Bian pulang hampir bersamaan, mereka tergesa masuk ke dalam rumah


...“Bu, Vira dimana ya?” Ucap Arjuna sambil celingukan melihat sekeliling rumahnya...


...“Lagi pulang ke rumah kontrakannya, mau mandi sama ganti baju katanya, ada apa Nak?” Tanya Ranti pada Arjuna...


...“Mas Arjuna dapet perintah yang sama ya?” Seloroh Bian...


...“Iya, baru tadi pagi ada briefing dari pusat, semua personil diminta turun tangan” jawab Arjuna...


Ranti mengerutkan keningnya


...“Ini ada apa sih? perintah apa? Terus apa hubungannya sama Vira, Arjuna?” Tanya Ranti penasaran...


Bian dan Arjuna mendudukkan diri depan Ibunya


...“Bu, Vira itu ternyata keponakan Kanjeng Sultan, juga istri dari Alex Al - Maktoem, Kanjeng Sultan minta semua personil kepolisian untuk mencari Vira” tutur Arjuna ...


Ranti terhenyak


...“Pantas aja Nak, Ibu kayak pernah liat Vira tapi waktu itu Ibu lupa dimana, setelah dipikir - pikir ternyata Ibu pernah ngeliat Vira waktu di acara nikahannya ya, sebulan berturut - turut beritanya disiarin di TV, aduh kok Ibu bisa lupa ya?” tutur Ranti...


...“Aku harus segera ngelapor ke keraton langsung Bu, kalo selama ini Vira tinggal sama kita” ucap Arjuna...


Bian melongo

__ADS_1


...“Mas, ngapain kamu ngasih tau keraton kalo Mba Vira disini? Mas ga denger cerita Mba Vira soal mantan suaminya, belum lagi dia bilang kalo suaminya juga berengsek, itu artinya penyebab Mba Vira kabur itu gara - gara suaminya, nah Mba Vira udah susah - susah kabur, masa kita seenaknya ngelapor kalo Mba Vira disini!” Protes Bian...


...“Tapi itu perintah, Bian! dan tugas kita untuk mentaati segala perintah atasan, terlebih ini dari Kanjeng Sultan” tandas Arjuna...


...“Ga bisa gitu Mas, tugas kita juga untuk melindungi warga, Mba Vira ini warga juga Mas, dia wajib kita lindungi” protes Bian lagi, kali ini nadanya meninggi...


...“Bian, kalo kamu menyembunyikan Vira, artinya kamu mangkir dari perintah langsung, dan karir kamu yang jadi taruhannya, kamu mau?” tandas Arjuna...


Bian menarik nafas


...“Aku ga keberatan Mas kalo jabatanku dicopot, yang penting sumpahku untuk melindungi warga terpenuhi, aku udah pernah nyelametin Mba Vira yang hampir bunuh diri, kali ini aku akan nyelametin dia lagi dari mantan suami dan suaminya yang berengsek” nyalang Bian pada Arjuna...


...“Bian, kamu sadar dengan apa yang kamu omongin?” Sengit Arjuna, kali ini Arjuna berdiri sambil berkacak pinggang dan melihat Bian tajam, Bian tak mau kalah ia berdiri dan memandang Arjuna tak kalah tajamnya...


Ranti yang melihat perdebatan kedua anaknya ikut bangkit dari tempat duduknya


...“Sudah, sudah.. ga usah berantem, tujuan kalian berdua baik, tujuan kalian sama - sama mulia. Tapi Ibu lebih setuju dengan Arjuna, keluarga Vira dan suaminya berhak tau Vira ada dimana, biar mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, kita tidak perlu ikut campur!” Tutur Ranti pada kedua anaknya...


...“Tapi Bu….” Belum selesai Bian bicara, Ranti sudah memotongnya...


...“Sudah Bian, ikuti Kakakmu, jangan keras kepala!” Sentak Ranti pada anaknya, Bian terdiam tak mampu membantah Ibunya...


...“Kalo gitu aku pamit untuk melapor ke keraton Bu, dan untuk sementara jangan biarkan Vira tau soal ini, aku takut dia kabur lagi nantinya, biarin aja dia di rumah kontrakannya dulu Bu” tutur Arjuna...


Ranti mengangguk setuju, Arjuna kemudian beranjak dari situ untuk menuju keraton


...****************...


Beberapa jam kemudian, Arjuna bersama beberapa ajudannya sampai di keraton, kepala prajurit langsung mengantarkannya menemui Romo dan Kanjeng Sultan


Kanjeng Sultan, Romo, dan Alex, serta Permasisuri dan Wening yang sedang berada disitu menghela nafas lega mereka mendengar Vira berada di rumah Arjuna dalam dalam kondisi baik - baik saja, kabar yang Arjuna bawa membuat mereka sangat bahagia


...“Jadi Nak Arjuna ini yang menemukan Vira?” Tanya Kanjeng Sultan dengan mata yang berkaca - kaca...


...“Maaf tapi bukan saya Paduka, melainkan adik saya, adik saya yang menyelamatkan Gusti Kanjeng Ratu saat..” Arjuna berhenti sesaat, bingung ingin memberitahukan kondisi Vira saat ditemukan Bian...


Alex menatap lekat Arjuna, hatinya berdebar - debar menduga apa yang Arjuna ingin sampaikan


...“Maaf, saat hendak menenggelamkan dirinya di laut” jawab Arjuna, ia kemudian menundukkan dirinya tak mampu melihat reaksi keluarga Vira...


Alex memejamkan matanya menahan sesak yang menghantam dadanya, Kanjeng Sultan menghempaskan punggunggnya ke sandaran kursi, nafasnya tak beraturan, Romo menggelengkan kepalanya yang tertunduk lantas terisak, sementara Permaisuri dan Wening pun ikut terisak. Benar saja kekhawatiran mereka selama ini, ternyata Vira sudah sampai di titik nadir hidupnya.


...“Vira dan kandungannya baik - baik saja kan?” Tanya Alex panik pada Arjuna...


Arjuna memindai wajah Alex yang rupawan, tubuh yang tegap dan tinggi, badan yang atletis dan aura kharismatiknya mampu membuat siapa pun merasa segan, baru kali ini Arjuna bertemu langsung dengan pewaris keluarga Al - Maktoem, selama ini ia hanya melihat foto Alex di majalah - majalah bisnis yang ia baca. Alex memang pantas bersanding dengan Vira.


...“Gusti Kanjeng Ratu baik - baik saja, tapi mohon maaf Tuan, saran saya sebaiknya beliau segera dijemput, karena tadi malam mantan suaminya datang dan sepertinya hendak membawa Gusti Kanjeng Ratu, untung saja saya dan adik saya datang tepat waktu” tutur Arjuna...


Alex tersentak kaget, begitu pun keluarga Vira yang lain


...“Maksudnya Vicky kan?” Tanya Alex, raut wajah Alex sarat kekhawatiran, Arjuna menjadi ragu atas ucapan Vira yang menyatakan bahwa Alex adalah pria berengsek, sepenglihatannya Alex benar - benar cemas akan kondisi istrinya....


...“Iya betul, dan Gusti Kanjeng Ratu sudah menceritakan semua tentang Tuan Vicky, jadi saran saya sebaiknya kita segera berangkat menjemput Gusti Kanjeng Ratu” tutur Arjuna...


...“'Baik, kalo begitu kita tidak usah menunggu lagi, ayo kita berangkat” ucap Kanjeng Sultan...


Mereka semua kemudian segera bangkit dan beranjak untuk menuju rumah Arjuna


Iring - iringan mobil Sultan yang dipimpin langsung oleh mobil dinas Arjuna membelah jalan raya, suara sirine mobil pengawal memekakkan telinga, membuat orang - orang menoleh penasaran pada siapakah yang berada dalam iring - iringan panjang itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam menjelang, Vira sedari siang sudah menunggu di dekat pelabuhan terbengkalai tempatnya akan berangkat menuju Malaysia. Vira telah mengenakan baju dan celana laki - laki, lengkap dengan jaket dan topi laki - laki, lebih aman menurutnya agar tampilannya tak menarik perhatian, Vira menoleh ke kiri dan ke kanan, beberapa orang tampak baru sampai disitu, ada dua orang pria seumurannya, dua orang Ibu - Ibu separuh baya, dan tiga orang Bapak - Bapak yang juga tampak sudah berumur lebih dari setengah abad, semuanya membawa tas seperti dirinya. Tak lama Cakil dan kedua orang temannya datang dengan tergopoh


...“Bapak - Bapak, Ibu - Ibu, kita berangkat sekarang aja, mumpung angin lautnya lagi bagus dan patroli laut lagi ga ada di sekitar sini” ucap Cakil ...


Salah satu teman Cakil kemudian menghitung calon TKI ilegal yang akan mereka sebrangkan


...“Udah dateng semua bos” ucapnya pada Cakil...


...“Ya udah, oh ya nanti tolong Bapak dan Ibu agar gampang diatur ya, jangan ngeyel, ini pertaruhannya saya yang dipenjara kalo Bapak sama Ibu ngeyel!” Tandasnya...


Semua orang disitu mengangguk setuju termasuk Vira

__ADS_1


...“Ya udah ayo berangkat, ingat jangan grasah grusuh, pelan - pelan aja jalannya, jangan ribut - ribut, jangan sampai ada warga yang tau” katanya lagi...


Cakil dan kedua temannya kemudian memimpin berjalan di depan, mereka berjalan mengendap - ngendap, sesekali mereka menoleh ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada warga yang tahu atau melihatnya


Tak lama mereka sampai di bibir pantai, sebuah kapal nelayan telah menepi disana, tidak terlalu besar tapi cukup untuk menampung beberapa orang. Pengemudi kapal melambai ke arah Cakil, Cakil lantas bergegas naik ke kapal itu.


Vira mengelus perutnya


...“Kita berangkat ya nak, kita mulai hidup kita dari awal” batinnya...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu rombongan Kanjeng Sultan baru saja sampai di rumah Arjuna, riuh warga terdengar melihat Kanjeng Sultan dan Alex yang datang, pengamanan dilakukan di sekitar rumah Arjuna


Ranti dan Bian kaget melihat rombongan Kanjeng Sultan dan Alex yang datang, setelah bicara beberapa lama, rombongan kemudian bergerak ke arah rumah kontrakan Vira


Baik Alex, Kanjeng Sultan, Romo, Wening, dan Permaisuri yang ikut terhenyak melihat rumah yang beberapa hari ini dihuni oleh Vira, rumah itu bisa dikatakan nyaris tidak layak, entah bagaimana Vira menjalani hari - harinya disana.


Ranti dan Bian saling pandang tatkala rumah itu dalam kondisi gelap gulita


Bian maju menuju pintu, lantas mengetuknya pelan


...“Mba Vira, Mba di dalam?” Panggil Bian, lalu ia menunggu beberapa lama sebelum ia mengetuk kembali karena tak ada sahutan...


...“Mba Vira, ini Bian.. bisa keluar dulu ga Mba?” Pekik Bian lagi, namun tak kunjung ada jawaban...


Bian lantas memutar gagang pintu yang ternyata tidak terkunci, ia lalu masuk dan menyalakan saklar lampu, ia kemudian mencari - cari Vira ke seluruh ruangan, hingga ke dapur dan kamar mandi


Ranti dan Arjuna menyusul masuk ke dalam


...“Ga ada Bu” ucap Bian sambil memijit pelipisnya, Arjuna lantas memindai seluruh ruangan yang tampak rapi, perhatiannya kemudian tertuju pada amplop yang teronggok di meja...


...“Buat Ibu” ucap Arjuna yang lalu menyodorkan amplop dengan tulisan nama Ibunya ...


Ranti membuka amplopnya dengan tergesa - gesa, jantungnya berdebar kencang, pikirannya melayang ia khawatir Vira kabur lagi


...“Vira pergi lagi” ucap Bu Ranti pada Arjuna dan Bian ...


Alex yang tak sabar menunggu di luar segera menyusul masuk


...“Viranya mana?” Tanya Alex ...


Arjuna mendekati Alex yang celingukan mencari Vira


...“Maaf Tuan, Gusti Kanjeng Ayu sudah pergi lagi” ucap Arjuna sendu, prihatin pada Alex ...


Alex menghembuskan nafasnya, sesak kembali mendera dadanya, baru saja ia begitu senang, kini ia kembali harus kecewa


...“Mas, tapi kira - kira Mba Vira kemana ya? Dia kan ga punya tujuan Mas!” ...


Semua hening mencoba menebak - nebak kemana Vira pergi


Hingga Bian terlonjak


...“Mas, kayaknya Mba Vira nyebrang ke Malaysia Mas, soalnya beberapa hari kemarin Mba Vira nanya - nanyain tentang si Cakil” tutur Bian pada Arjuna...


Alex memandang Bian bingung, sementara Arjuna menghela nafasnya. Kanjeng Sultan dan yang lainnya menyeruak masuk


...“Lex, mana Viranya?” Tanya Wening dengan wajah sumringah...


...“Vira udah pergi lagi, Bu” ucap Alex lirih...


...“Pergi kemana maksudnya Lex?” Tanya Kanjeng Sultan...


...“Kemungkinan menyebrang ke Malaysia Paduka” sahut Arjuna, Kanjeng Sultan melempar pandangannya pada Arjuna...


...“Maksudnya bagaimana ini?” Tanya Kanjeng Sultan...


...“Saya akan segera arahkan anak buah saya untuk mengecek lokasi yang dicurigai menjadi tempat penyebrangan ilegal, saya juga akan meminta bantuan patroli laut dan udara” tutur Arjuna...


...“Segera laksanakan!” Titah Kanjeng Sultan, Arjuna lantas segera keluar dan memberi perintah pada anak buahnya...


Alex membisu, ia tak bisa berkata apa pun, hatinya luluh lantak, entah kemana Vira pergi sekarang, apakah tak mungkin buat Vira kembali lagi padanya? Batin Alex

__ADS_1


__ADS_2