
Keesokan harinya Bagus dan para sepupunya yang berjumlah dua belas orang kini tengah duduk bersama Utari di sebuah ballroom hotel tempat mereka menunggu kedatangan Raina Al - Hadid, baru dua hari yang lalu mereka mendapatkan tanggapan dari sekretaris Raina setelah berbulan - bulan mereka mencoba untuk menghubungi Raina lewat sekretarisnya, beruntung Bagus masih mempunyai kenalananya yang orang penting sehingga bisa menjadi penghubung antara ia dan sekretaris Raina.
...“Utari kamu bakalan jamin rencana kita ini berhasil kan? Karena kalo gagal bukan hanya kamu dan Ibu kamu yang akan dibui, tapi kami juga!” Tandas Ningsih...
Utari mendengus kesal
...“Iya Budhe, aku jamin berhasil, kemarin sekretarisnya bilang Raina tertarik pada rencana kita untuk menyatukan dia dan Alex lagi, buktinya dia mau datang jauh - jauh untuk nemuin kita hari ini, padahal kan kita bukan siapa - siapa, artinya emang dia pengen banget dapetin Alex” tutur Utari optimis...
Ningsih manggut - manggut
...“Aku ga urus soal perasaannya sama Alex, yang penting aku dapet duitnya dan ngeliat keluarga Sultan yang udah nyopot gelar ningratku hancur karena si Vira lagi - lagi ditikung” tutur Bagus...
...“Tenang aja Pakdhe, sebentar lagi semua dendam kita akan terbalaskan, dan kalo aku bisa ngambil hati Raina dengan menyatukan dia sama Alex kita semua bisa dapet banyak duit” tutur Utari lagi...
Tak lama beberapa pelayan masuk, kemudian menyajikan makanan dan minuman untuk mereka, hidangan yang disajikan adalah hidangan terbaik dari hotel itu
...“Emang ga salah ya kalo kerja sama dengan anak Perdana Menteri, perut kenyang, dompet tebal, hati senang” tutur Bagus sumringah yang lalu menyendok makanan di depannya...
...“Mampus tuh si Vira, lagi - lagi didatengin pelakor dia, mana sekarang saingannya berat lagi, bisa - bisa dia nangis darah tuh!” Lantang Murni dengan mulut yang penuh makanan...
...“Iya habis lah dia, mana sekarang dia lagi bunting, kebayang sakitnya kayak apa, lagi - lagi dia diselingkuhi pada saat dia bunting” cerocos Asri sambil terkekeh ...
Suara tawa kemudian terdengar diantara mereka, kepuasan terpancar di wajah mereka manakala membayangkan Vira yang hancur karena akan ditinggalkan oleh Alex.
...“Sial bener ya si Vira, dapetin suami yang ganteng dan kaya, eh ternyata saingannya berat - berat” tutur Murni...
“Ya salah sendiri, milihnya wong sugih dan terkenal!” Tanda Murni
...“Eh.. eh, makan jangan pada belepotan gitu, jangan nyampe baju kalian kena kotor, ini kita mau ketemu anak Perdana Menteri loh” tutur Bagus pada sepupu - sepupunya yang sibuk mengunyah makanan...
...“Mimpi apa kita Kang Mas, bisa ketemuan dan kerja sama ama anak orang penting, wah habis ini nih kita bakalan banyak duit lagi, kita juga pasti punya banyak bekingan” tutur Ningsih...
Yang diamini oleh semua sepupunya, wajah mereka sumringah
Sudah hampir dua jam mereka menunggu, hidangan di depan mereka juga sudah tandas semua, meninggalkan piring kotor yang kini sedang diangkut oleh para pelayan.
Tak berapa lama suara pintu ballroom yang terbuka dan derap sepatu terdengar
Bagus, Utari dan keluarganya segera bangkit berdiri sambil sibuk membenar - benarkan baju mereka, hari ini mereka mengenakan baju terbaik yang mereka miliki.
Beberapa bodyguard berjalan di depan seorang wanita yang tak lain adalah Raina, di belakang Raina dua orang sekretarisnya setia mengekori
Utari dan bagus nampak gugup, bagaimana pun yang mereka temui sekarang adalah anak dari seorang pemimpin negara, sementara mereka sekarang hanyalah rakyat jelata, entah sebesar apa perasaan Raina pada Alex hingga ia bersedia menemui mereka yang bukan siapa - siapa.
Raina kini sudah berdiri di depan mereka, wajah Raina begitu cantik, pembawaannya juga anggun, meskipun Vira tak kalah cantik darinya. Raina memindai orang - orang yang berada di meja tersebut satu per satu sebelum ia kemudian duduk di salah satu kursi
...“Silakan duduk” ucap Raina pada Bagus dan keluarganya yang masih berdiri, Utari dan Bagus saling pandang tak menyangka jika Raina bisa berbicara dalam bahasa Indonesia dengan sangat fasih...
...“Maaf Nona, anda bisa berbahas Indonesia?” Tanya Bagus hati - hati pada Raina...
...“Bisa, dulu Alex yang mengajari saya” tutur Raina dengan wajah yang dingin membuat Bagus dan Utari salah tingkah...
...“Jadi apa rencana kalian terkait Alex?” Tanya Raina...
Utari dan Bagus serta keluarganya tersenyum lega mengetahui bahwa Raina tertarik pada rencana mereka
Bagus berdehem
...“Begini Nona, kami tau bahwa dulu Nona dan Tuan Alex pernah punya hubungan dan nyaris melakukan pernikahan, oleh karena itu kami bermaksud untuk menyatukan Nona dengan Tuan Alex kembali” tutur Bagus...
Raina tersenyum
...“Bukankah Alex sudah menikah? Bahkan pernikahannya dibicarakan di negaraku, kenapa kalian mau menyatukan aku dengan Alex?” Tanya Raina...
...“Karena kami tau Nona Raina lah yang pantas untuk Tuan Alex, bukan Vira” tutur Utari...
Raina mengerutkan keningnya
...“Vira? Itu nama istri Alex yang seorang putri Keraton bukan?” Tanya Raina lagi...
Bagus dan Utari saling pandang mereka tak menyangka jika Raina sudah banyak tahu
...“Iya betul, tapi kami merasa Vira tidak cocok untuk Tuan Alex, Vira dan keluarganya itu contoh pimpinan yang tidak adil dan arogan, dan asal Nona tau Vira itu sebelumnya sudah menikah dan ditinggalkan suaminya karena berselingkuh” tutur Bagus mengada - ada...
__ADS_1
...“Iya betul Nona, Tuan Alex tidak mengetahui itu dan menganggap bahwa Vira adalah wanita baik - baik” tutur Utari berapi - api...
Raina mengangguk - angguk
...“Kalian cukup lancang untuk ikut campur masalah pribadiku, tapi tak apa, aku memang menginginkan Alex untuk kembali padaku” tutur Raina lagi...
Bagus dan keluarganya jelas senang, di wajah mereka terpancar kepuasan
...“Lantas apa yang akan kalian lakukan untuk memisahkan Alex dan istrinya? Bukan kah istrinya tengah hamil?” Tanya Raina...
...“Betul Nona, tapi entah hamil anak siapa, Tuan Alex cuma dijebak Nona, sekali lagi Vira itu bukan perempuan baik - baik” tutur Utari...
Raina terkejut mendengar keberanian Utari untuk menjelek - jelekan Vira
...“Tapi kami mohon Nona agar Nona tidak membocorkan kami sebagai sumber informasi Nona” tutur Bagus, ia sebenarnya takut jika omongan mereka justru akan menjadi bumerang untuk mereka sendiri...
Raina tak bergeming
...“Maaf, bagaimana menurut Nona?” Tanya Bagus lagi...
Raina tersenyum sinis
...“Menurut saya? Bagaimana kalau kita tanya menurut Alex?” Ucap Raina sambil bangkit dari duduknya dan memberi isyarat pada sekretarisnya yang lalu beranjak dari situ...
Bagus dan Utari saling pandang bingung
...“Maksudnya Nona?” Tanya Utari tak mengerti...
...“Biar Alex yang menjelaskan” ucap Raina sambil melempar pandangannya pada pintu ballroom yang terbuka, derap sepatu terdengar seiring dengan langkah Alex, Kanjeng Sultan, Permaisuri, Romo, Wening, hingga Mama Maryam, Baba Jaber. Tak lupa puluhan bodyguard tampak mengekori mereka, Francis dan Umar pun turut serta...
Bagus, Utari, dan keluarganya tersentak kaget, bagaimana mungkin Alex dan seluruh keluarganya tiba - tiba saja datang ke tempat itu. Bagus, Utari, dan keluarganya seketika bangkit berdiri, jantung mereka nyaris copot
“Ini apa maksudnya Nona?” Tanya Bagus gemetaran
...“Maksudnya anda terkena jebakan anda sendiri Pak Bagus” tutur Alex dingin, ...
Bagus, Utari dan keluarganya gemetaran sudah, jantung mereka seolah terhenti seketika, Asri bahkan terduduk lemas
...“Saya yang memberi tahukan pada Alex ketika anda menghubungi sekretaris saya bertubi - tubi mengenai rencana anda, jujur saya sangat tersinggung dengan anda yang memposisikan saya sebagai perempuan perusak rumah tangga orang lain” tutur Raina...
...“Begitu saya memberi tahu Alex dan menanyakan tentang siapa anda yang berani - beraninya merendahkan saya, kemudian saya dan Alex setuju untuk bekerja sama menjebak kalian”...
Bagus, Utari, dan keluarganya tertunduk sudah, wajah mereka pucat pasi
Permaisuri kemudian maju dengan wajah penuh amarah
...“Bisa - bisanya kamu memfitnah anak saya dengan mengatakan kalau dia bukan wanita baik - baik dan bayi yang dikandungnya bukan anak Alex? Saya pastikan kalian mendapat hukuman yang seberat - beratnya” sengit Permaisuri pada Utari, Wening lain lagi, ia langsung menghambur pada Utari dan melayangkan tamparan yang keras di pipinya...
Plak..
...“Wanita macam apa kamu, hah?” Sentak Wening pada Utari yang kini tertunduk dan berderai air mata...
Romo seketika itu mendekati Wening dan meraih tangannya
...“Sudah Dik Ayu, sudah, biar pihak yang berwajib saja yang menghukum mereka...
Kanjeng Sultan menatap Bagus, Utari, dan keluarganya dengan penuh benci, dadanya bergemuruh
...“Nak Arjuna!” Pekiknya pada Arjuna yang tengah menanti perintahnya diluar ballroom, saat itu juga Arjuna yang telah menjadi kepercayaan Kanjeng Sultan segera merangsek masuk bersama puluhan anak buahnya...
Bagus mendongak melihat jejeran aparat kepolisian yang mendekati mereka dan bersiap menangkapnya, Bagus kemudian memejamkan matanya ketika tangannya diborgol, begitu pun dengan Utari dengan keluarganya yang lain, tuduhan untuk mereka tak main - main, pencemaran nama baik untuk Raina, pencemaran nama baik Vira dan Kanjeng Sultan, serta makar terhadap pemerintahan Kanjeng Sultan.
Bagus, Utari, dan keluarganya tak berdaya ketika mereka digelandang oleh Arjuna dan anggota polisi yang lain, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, senjata mereka untuk menjatuhkan Vira justru jadi senjata yang menenggelamkan diri mereka sendiri.
Alex menghela lega nafasnya
...“Terima kasih atas kerja samanya Raina” Ucap Alex sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat, Raina menerimanya dan balas menjabat tangan Alex...
Mama Maryam dan Baba Jaber pun turut mendekat
...“Terima kasih Raina, bantuan kamu sangat berarti sekali, berkat kamu konspirasi mereka terbongkar” ucap Maryam tulus...
...“Sama - sama Nyonya, saya senang bisa membantu Alex dan keluarga, bagaimana pun kita hampir menjadi keluarga dulu” tutur Raina, ia dan Alex memang hampir menikah dulu sebelum hubungan mereka kandas...
__ADS_1
Baba Jaber ikut menjabat tangan Raina dan kemudian berbicara dengan bahasa Arab yang fasih dengannya.
...****************...
Beberapa hari kemudian, Vicky memandang bengis Gendis yang kini berada di depannya, tangan dan kaki Gendis yang di rantai tak membuatnya iba sama sekali, ia memang sengaja menemui Gendis sebelum Gendis dipindahkan ke Nusa Kambangan, tempat ia akan dipenjara atas tuduhan makar terhadap pemerintahan Sultan dan pembunuhan berencana terhadap anak Vira dan Vicky dulu.
...“Aku memang ga pernah puas dengan hukuman kamu yang hanya beberapa tahun untuk pembunuhan anakku” tutur Vicky sengit...
Gendis menatap datar wajah Vicky
...“Namun berkat bantuan Alex, kini kamu dapat hukuman yang setimpal dengan perbuatan kamu” tandas Vicky...
...“Kau pikir Alex bodoh bisa saja terjerat oleh rencana busukmu? Alex sengaja mengikuti skenario bodohmu dan Utari agar ia punya alasan untuk membuat kamu dipindahkan ke Nusa Kambangan” ucap Vicky puas...
Gendis tak bergeming hanya mata cekungnya yang menatap tajam Vicky
...“Manusia macam apa kau Gendis, hanya karena gelar ningrat kau tega membunuh janin yang tak berdosa” ucap Vicky lagi, ia kini menatap jijik Gendis...
...“Tapi karma memang berlaku bukan? Kau melenyapkan anakku dan kau kehilangan cucumu, belum lagi kau akan menjalani hukuman di sel isolasi selama sisa hidupmu” sinis Vicky pada mantan mertuanya itu...
...“Sekarang rasakan balasan atas perbuatan kamu Gendis, dan asal kau tau, nasib Utari dan keluarga besar ningratmu itu juga sama tragisnya dengan kau!” Tandas Vicky sambil beranjak pergi dari situ, meninggalkan Gendis yang kini lemas memikirkan nasibnya dan nasib anaknya yang sama - sama di penjara. ...
Vicky melangkah menyusuri koridor untuk keluar dari lembaga permasyarakatan tempat ia bertemu dengan Gendis tadi, langkahnya kemudian terhenti ketika ia melihat Alex tengah berdiri di depan gedung LP tersebut, Alex memang baru saja melengkapi BAP untuk proses penahanan Utari dan keluarganya, ia yang melihat Vicky tadi sengaja menunggunya. Vicky kemudian mendekati Alex, ia lalu menyodorkan tangannya untuk berjabat dengan Alex, Alex menyambut jabatan tangan Vicky dengan hangat
...“Thanks ya Lex, berkat lo Gendis bisa nerima hukuman yan setimpal di Nusa Kambangan sesuai dengan yang gue inginkan” tutur Vicky pada Alex, hari kemarin Francis menghubungi Vicky dan mengabarkan tentang penahanan Gendis yang dipindah ke Nusa Kambangan...
...“Iya sama - sama Vick, gue paham gimana perasaan lo, gue juga seorang Bapak sekarang, gue ga bisa ngebayangin gimana rasanya kalo gue kehilangan anak gue” tutur Alex, hati Vicky memanas sebenarnya tapi ia kini terima saja, toh memang Vira telah jadi milik Alex sekarang...
...“Gue titip Vira ya, lo jangan pernah nyakitin dan sia - siain dia, cukup gue yang berbuat bodoh seperti itu dulu” tutur Vicky lagi...
Alex menepuk - nepuk pundak sahabatnya itu
...“Gue ga akan nyakitin Vira Vick, lo tenang aja” ucap Alex ...
Vicky menyunggingkan senyumnya
...“Ya udah gue pamit ya, salam buat Tante Maryam dan Baba” ucap Vicky lagi sambil hendak beranjak dari situ...
...“Eh lo naik apaan kesini?” Tanya Alex ...
...“Gue naik angkot, tapi gue jalan dulu dari sini” tutur Vicky...
...“Lo ga perlu naik angkot, ini buat lo” ucap Alex sambil menyodorkan sebuah kunci mobil BMW keluaran terbaru...
Vicky mengerutkan keningnya
...“Jangan bilang ini buat gue karena lo ngerasa kasian sama nasib gue sekarang!” Tandas Vicky...
Alex terkekeh
...“Gue ngasih ini supaya lo bisa jalan sama Tante Diah tanpa kepanasan atau kehujanan, kebetulan tadi bodyguard gue pake dua mobil, tapi lo jangan khawatir mobil ini baru gue pake sekali” ucap Alex...
...“Gue ga bisa terima, mobil ini mahal banget Lex, gue ga sanggup bayar pajaknya” tutur Vicky sambil menggaruk tak gatal kepalanya...
...“Lo bisa bayar dari hasil lo kerja di perusahaan gue Vick” tutur Alex yang sontak membuat Vicky kaget...
...“Maksud lo?” Tanya Vicky bingung...
...“Gue udah diskusi sama Vira, dan dia nyaranin utk nempatin lo jadi General Manager di resort punya gue” tutur Alex...
...“Vira nyaranin gitu Lex? Setelah apa yang gue lakuin ke dia?” Tanya Vicky lirih...
Alex mengangguk dan tersenyum bangga
...“Lo beruntung Lex, lo beruntung banget dapetin bidadari kayak dia” ucap Vicky sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya...
...“Iya gue tau, makanya gue akan pernah nyakitin dia” ucap Alex...
Vicky mengangguk - angguk
...“Makasih Lex” ucap Vicky sambil memeluk sahabatnya itu, Alex membalas pelukan Vicky dengan hangat. ...
Memang itu yang Alex dan Vira harapkan, beranjak dari masa lalu mereka dan melupakan semua yang pernah terjadi, bagaimana pun kesalahan Vicky lah yang membuat Alex dan Vira kemudian bertemu hingga menikah dan sebentar lagi menimang anak. Cukup bagi mereka Utari, Gendis, serta keluarga besarnya yang dihukum berat.
__ADS_1