
Vicky masih saja memandang kursi tempat Vira duduk tadi, bayangan Vira tak bisa hilang dari ingatannya, entah karena kerinduannya atau memang Vira semakin menawan, ia sampai tak sedetik pun bisa melupakan wajah Vira meskipun tadi Vira menatapnya penuh kebencian
...“Vick, ayo makan dulu, udah sore” ucap Diah...
Vicky menggeleng pelan
...“Ga mau Mi, aku ga mau makan” tutur Vicky lemah,...
^^^“Tadi kan Vira udah kesini, kamu udah janji loh kalo Vira kesini kamu bakalan makan” tutur Diah sabar^^^
...“Aku ga mau Mi, aku bahkan udah ga mau hidup, udah Mami ga usah repot - repot ngurusin aku” tandas Vicky yang membuat Diah murka...
...“Vicky cukup! Sudah, Mami udah ga tahan sama sikap kamu, apa yang kamu bisa dapetin dengan bersikap putus asa seperti ini? Apa kamu pikir Vira bakal mau balik lagi sama kamu ngeliat kamu kayak gini?” Sentak Diah...
Vicky diam tak bergeming
...“Coba kamu pikir siapa saingan kamu sekarang Vicky, Alex! Kamu liat Alex seperti apa, kamu pikir Vira akan milih kamu dibanding Alex kalo kamu seperti ini terus, hah?” Sentak Mamanya lagi...
Vicky masih membisu
...“Kalo kamu mau memenangkan pertarungan maka kamu harus punya senjata Vick, nah senjata apa yang kamu punya sekarang untuk ngalahin Alex?” Sentak Diah lagi, ia begitu geram...
Vicky menoleh pada Ibunya
...“Maksud Mami aku masih punya kesempatan untuk dapetin Vira?” Tanya Vicky ...
Diah menangkup wajah anaknya, tatapannya tajam
...“Ga ada yang mustahil di dunia ini, termasuk membawa Vira ke pelukan kamu lagi” ucapnya ...
Vicky mengerutkan keningnya tak mengerti
...“Maksud Mami, aku masih bisa merebut Vira?” Tanya Vicky...
...“Selama kamu mau dengerin omongan Mami” ucap Diah...
...“Aku mau Mi, apa pun yang Mami omongin aku bakalan nurut, selama Vira bisa balik lagi sama aku” tutur Vicky, ia kini bersemangat kembali...
...“Bagus, mulai sekarang Mami ga mau ngeliat kamu terpuruk seperti ini lagi, Alex pasti seneng ngeliat kamu nyaris putus asa kayak gini Vick, kamu harus kuat, kamu harus bangkit!” Tutur Diah...
...“Iya Mi, Iya.. apa pun Mi, asal aku bisa ngalahin Alex dan ngerebut Vira dari dia, aku ga tahan Mi ngeliat Vira di pelukan Alex”...
...“Sekarang kita harus menghubungi beberapa orang untuk membantu kita, dan mungkin nanti kita harus menjual beberapa aset punya kita Vick agar rencana kita bisa berhasil” tutur Diah lagi...
...“Aku ga peduli Mi, bahkan kalo aku harus jatuh miskin aku rela, asal Vira sama aku lagi” ucap Vicky, matanya berbinar penuh harap...
Diah mengela pelan nafasnya, apa boleh buat, ia harus melakukan segala cara agar bisa menyatukan Vicky dan Vira lagi bahkan dengan cara terendah sekali pun. Kasih sayangnya sebagai seorang Ibu bisa membuatnya melakukan apa pun untuk membuat anaknya bahagia.
...****************...
__ADS_1
Vira menyenderkan kepalanya ke bahu Alex, tangan mereka bertaut, perjalanan dari rumah sakit tempat Vicky di rawat ke keraton terasa sangat lama, apalagi mereka isi dengan keheningan. Semenjak keluar dari ruangan Vicky, Vira memang enggan bicara apa pun, dan Alex membiarkan istrinya menenangkan hati lebih dulu
...“Mas, aku ga akan pernah mau ketemu sama Vicky lagi, dengan alasan apa pun!” ucap Vira tiba - tiba, dadanya bergemuruh hebat...
...“Jangan cerita dulu kalo belum mau cerita Vir, nanti aja” ucap Alex sambil mengecup pucuk kepala Vira...
...“Maaf kalo masa laluku mengganggu kamu Mas, aku ingin meninggalkan semua, tapi aku ga tau kenapa semuanya datang lagi” keluh Vira...
Alex mengeratkan genggamannya di tangan Vira
...“Ga apa - apa Vir, yang penting apa pun yang terjadi dan siapa pun yang datang itu ga akan berpengaruh sama kita, apalagi sampai membuat kita pisah, mau masalah segede apa pun kita harus komit untuk ga saling ninggalin” ucap Alex, ia begitu takut kehilangan Vira...
...“Iya, kita komit ya Mas, pokoknya jangan saling ninggalin dan ga boleh ada orang ketiga” Setali tiga uang dengan Alex, Vira pun tak mau sampai pisah dari Alex...
...“Sayang, mau mampir ke rumah kita dulu ga sebelum pulang ke keraton?” ucap Alex...
...“Rumah kita Mas?” Tanya Vira sambil mengerutkan keningnya...
...“Iya, rumah kita, baru Mas beli 2 hari yang lalu, hadiah pernikahan dari Mas buat kamu” tutur Alex dengan senyumnya yang menawan...
...“Serius Mas?” Tanya Vira berbinar...
...“Jadi nanti kita tinggal disana? Ga tinggal di hotel atau di rumah yang Mas udah beli sebelum nikah? Tanya Vira lagi...
...“Iya serius, nanti kita tinggal disana, rumahnya udah lengkap sama furniture sesuai dengan yang kamu suka” tutur Alex semangat melihat Vira yang begitu gembira...
...“Mas, makasih ya aku seneng banget!” Ucap Vira riang sambil memeluk erat suaminya, Alex tersenyum puas melihat senyuman yang terbit di di wajah Vira...
...“Semoga kita ga akan pernah berantem hebat Mas”tutur Vira yang diamini oleh Alex ...
Iring - iringan mobil kemudian berbelok menuju rumah baru Alex dan Vira yang tak jauh dari hotel milik Alex
Tak berapa lama mobil memasuki pekarangan luas yang dipenuhi rerumputan hijau, sebuah rumah mewah berlantai 3 berdiri megah menyambut si empunya. Vira memindai rumah yang akan ia tempati bersama suaminya tercinta dengan mata yang berbinar
...“Suka?” Tanya Alex seraya memeluk Vira dari belakang, ...
...“Suka banget!” Ucap Vira dengan senyuman yang tak pudar dari wajahnya...
Vira dan Alex kemudian melangkah masuk ke rumah mewah mereka
...“Itu mobil siapa Mas?” Tunjuk Vira pada 5 mobil mewah yang berjejer di garasi mereka...
...“Mobil kita, 2 dari Mama dan Baba, 1 dari Kanjeng Sultan, 1 dari Romo, dan 1 aku yang beli” tutur Alex yang membuat Vira melongo ...
...“Buat apa Mas mobil sebanyak itu? Kan kita pakenya cuma satu” tanya Vira polos...
...“Vir, semua hadiah itu ga sebanding dengan apa yang udah kamu lalui selama ini, baik Kanjeng Sultan, Romo, Mama dan Baba, maupun aku pengen bikin kamu bahagia, jika bisa aku pengen ngasih sesisi dunia sama kamu, jadi sekarang nikmatin apa yang harusnya kamu nikmatin dari dulu Vir” tutur Alex lantas membelai rambut Vira, ...
Vira memeluk Alex erat, nyaman yang ia rasa ketika bersama pria ini, Alex seperti tau bagaimana mengobati dahaga Vira akan kasih sayang.
__ADS_1
...“Masuk yuk” ucap Alex seraya menggandeng mesra tangan Vira...
Interior rumah itu mewah, sentuhan warna putih mendominasi dinding, furniture, bahkan perabotnya, sesuai dengan keinginan Vira yang pernah diceritakan pada Alex sebelum mereka menikah. Mata Vira berbinar, hatinya berbunga apalagi ketika melihat foto pernikahan mereka dengan ukuran super besar menggantung di salah satu dinding.
Tak puas melihat lantai 1, Vira dan Alex menaiki tangga yang panjang mengular menuju lantai 2, tak jauh berbeda dengan lantai 1, warna putih juga mendominasi lantai ini
...“Aku punya kejutan buat kamu” ucap Alex lalu menggandeng tangan Vira menuju salah satu kamar, Alex membuka pintu kamar itu pelan, membiarkan Vira masuk ke dalamnya, Vira terkejut melihat kamar bayi yang sudah lengkap dengan box bayi dan segala macam mainan, kali ini interior dan dindingnya berwarna biru...
...“Untuk anak kita” ucap Alex sambil memeluk Vira dari belakang, hati Vira senang bukan kepalang, mimpi pun ia tak pernah mendapat kejutan seindah itu...
...“Kalo anak kita ternyata perempuan gimana Mas?” Tanya Vira...
...“Aku juga udah nyiapin kamar buat baby perempuan di sebelah kok” tutur Alex, Alex memang benar - benar pintar bikin Vira berbunga - bunga...
...“Terus kamar kita dimana?” Tanya Vira lagi...
...“Yuk, aku liatin” ujar Alex sambil menggandeng erat tangan Vira enggan tuk berpisah...
Vira mengekor menuju sebuah kamar super luas milik mereka, kamar dengan fasilitas layaknya presiden suite hotel bintang lima itu dilengkapi dengan kolam renang di depan kamar, Vira terkagum dengan bagaimana Alex memilih furniture kamar sesuai dengan selera Vira. Baju - baju mereka yang entah kapan Alex beli sudah tertata rapi di walk in closet, begitu pun tas dan sepatu mahal sudah berjejer rapi.
Vira tak henti - hentinya tersenyum, entah kebaikan apa yang ia pernah buat dulu sehingga kehidupannya sekarang layaknya di novel atau sinetron
...“Ada yang kurang? Atau ada yang kamu ga suka?” Tanya Alex...
Vira menggeleng
...“Ini sempurna Mas, ga ada yang kurang, justru ini berlebihan buat aku” tutur Vira...
...“Maksudnya?” Tanya Alex tak mengerti...
Vira menuntun suaminya untuk duduk di tepi ranjang mereka
...“Mas, aku ga terbiasa hidup seperti ini, ini terlalu mewah buat aku, mimpi aja aku ga pernah Mas dapet semua ini. Rumah mewah, mobil mewah, pernikahan mewah, malah sekarang aku tinggal di keraton, rasanya ini bukan dunia aku lagi Mas” ujar Vira ...
...“Vir, ini semua wajar kamu dapetin, sekarang ini kamu menantu Al - Maktoem, kamu juga keponakan Kanjeng Sultan, kamu harus membiasakan diri kamu buat hidup dengan fasilitas seperti ini” tutur Alex...
Vira tersenyum miris
...“Aku udah terbiasa hidup pas - pasan kayaknya Mas, jangankan punya rumah mewah, dulu waktu di panti atap ga bocor aja pas hujan aku udah ngerasa mewah banget” ucap Vira yang membuat kening Alex mengkerut...
...“Separah itu Vir?” Tanya Alex prihatin...
...“Ya gitu Mas, kalo hujan malem dan atapnya bocor biasanya kami ga bisa tidur semaleman karena sibuk nadahin air hujan pake ember atau panci, adek panti yang masih bayi biasanya di titipin almarhumah Bu Citra di tetangga dulu, yang udah mulai gede bantuin aku sama Tuti nadahin air hujan sama ngungsiin seragam dan buku biar ga basah” tutur Vira lagi yang membuat Alex menghela nafasnya...
...“Makan juga susah Mas dulu, kalo belum ada bantuan lagi dari donatur, kami harus ngatur beras dan lauk agar cukup. Aku, Bu Citra, dan Tuti biasanya cukup makan 1 bungkus mi instan buat bertiga, nasi dan telor buat adek - adek yang masih kecil” tutur Vira, tatapannya menerawang ...
...“Aku kayak udah terbiasa hidup susah seperti itu Mas, aku ga terbiasa hidup penuh kemewahan termasuk pada saat masih nikah sama Mas Vicky, dulu waktu aku masih jadi istrinya aku bahkan ga mau menerima barang - barang mahal yang dia kasih, aku takut terlena Mas, terus nantinya malah dihina. Dan benar saja, setelah 3 tahun pernikahan aku keluar dari rumah itu dengan semua penghinaan” tutur Vira lirih, Alex sigap memeluk istrinya...
...“Kamu pantes dapet semua ini Vir, kamu berhak. Penderitaan kamu sudah terlalu lama, sudah waktunya kamu bahagia, setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan setelah penderitaan yang panjang, temasuk kamu” tutur Alex pada Vira dalam pelukannya...
__ADS_1
...“Pokoknya mulai sekarang aku akan menebus semua rasa sakit kamu dengan kebahagiaan Vir” ucap Alex lagi...
Vira tersenyum bahagia, Alex membuatnya percaya bahwa ia juga berhak mendapat kebahagiaan setelah sekian lama ia dalam penderitaan.